Title: Only You
Genre: ? (entahlah)
Lengh: Chapter
Rating: +13
Cast: =>
IU – Lee Ji Eun
L (INFINITE) – Kim
Myungsoo
Woohyun (INFINITE) –
Nam Woohyun
Others member INFINITE
Jiyeon (T-ARA) – Park
Jiyeon
Others cast: =>
Cari sendiri ya ! J
Cameo:
Dasom
SISTAR
Baekhyun
EXO-K
Tanpa basa basi langsung aja yaaaaa J
#Chapter 1
“YA! L” panggil Woohyun dan L menoleh, betapa
terkejutnya L saat melihat ada Ji Eun disamping Woohyun
“Hyung, Ji Eun, kenapa kalian kesini tiba tiba” L
terkejut
“Memangnya kami tidak boleh kesini” Woohyun
“Aniya, jelas saja boleh, tapi kalian harus bilang
dulu padaku agar aku tidak terkejut” omelnya
“Ji Eun-a katanya kau rindu pada oppamu itu, cepat
datangi dia” dengan berat hati Woohyun berakting didepan Ji Eun dengan pura pura
mendukung hubungan mereka
“Aniya, aku tidak rindu padanya” ucap Ji Eun baru
angkat bicara “Op…” baru Ji Eun ingin memanggil L namun seseorang lebih dulu
memanggilnya,
merekapun terkejut…
#Chapter 2
“Oppa…” panggil seorang yeoja yang adalah lawan main L
diMV Love Blossom milik K.will ini
“Ne” L melihat kearah dasom SISTAR yeoja yang menjadi
lawan main L, yeoja itu dengan senangnya menghampiri L
“Woohyun oppa… annyenghasseo” ucapnya saat melihat
Woohyun dan Ji Eun
“Annyeonghasseo” jawab Woohyun dan Ji Eun bersamaan
“Nuguya… apa dia yeojachingumu” Tanya Dasom
sembarangan
“Aniya… dia…” Woohyun berdiam sebentar “Dia adalah
sepupuku” Woohyun mencari alasan
“Jinjayo, kenapa kau tidak pernah mempublikasikan
sepupumu ini, dia sangat lucu, apa dia masih SMA” tebak Dasom asal untuk ke dua
kalinya
“Aniya, dia sudah berkerja” jelas Woohyun
“MWOYA! Jeongmal, wajahnya seperti anak SMA” Dasom
tidak percaya
“Ne, Woohyun oppa benar, aku sudah berkerja” akhirnya
Ji Eun angkat bicara, L hanya melihatnya
“Lalu, kalian datang kesini ingin apa” Dasom ini
banyak Tanya (#dikeroyok star one)
“Kami… ee… aku hanya ingin membawanya jalan jalan,
karna dia baru datang dari luar kota, dan juga dia bilang kalau dia rindu pada
L” untuk kesekian kalinya Woohyun berbohong
“Oppa… aku pergi dulu ne” Ji Eun pergi dari tempat
Woohyun, L, dan Dasom berada
“Ji Eun-a tunggu” Woohyun mengejar Ji Eun
“Ada apa dengan mereka” Dasom bingung, sedangkan L
pergi meninggalkan Dasom sendirian
Woohyun terus mengejar Ji Eun yang pergi entah kemana,
namun pada akhrinya Ji Eun berhenti berlari dan mampir disebuah taman, dia langsung terduduk dikursi panjang yang ada ditaman
itu, dengan nafas yang tersenggal senggal, Ji Eun terus berusaha menahan agar
air matanya tidak menetes untuk saat ini, karna dia tahu itu adalah resiko jika
ia memiliki hubungan dengan seorang artis terkenal
“Ji Eun-a” panggil Woohyun yang berada agak jauh
didepan Ji Eun dengan nafas yang juga ngos ngosan habis lari (#makanya oppa
jangan lari lari)
“Oppa… kenapa kau bisa ada disini juga” Ji Eun mencoba
mengontrol dirinya
“Mianhae… jeongmal mianhae… aku tidak jujur pada Dasom
kalau kau adalah yeojachingu L” ucap Woohyun menghampiri Ji Eun
“Ne, gwaenchana oppa, aku tahu jika kau mengatakan
yang sebenarnya, sama saja seperti aku merusak karir L oppa, dan INFINITE”
jelas Ji Eun “Oppa… bisakah ucapanmu tadi menjadi kenyataan” Ji Eun mengalihkan
pembicaraan
“Nde?” Woohyun terkejut sekaligus bingung
“Aku ingin menjadi adikmu… apa boleh” Ji Eun berdiri
mendekat ke Woohyun
“Eee… tentu saja boleh, aku juga sangat ingin memiliki
adik perempuan sepertimu” Woohyun dengan senyum yang sangat bahagia melihat Ji
Eun
“Ne oppa, gomawoyo” Ji Eun langsung memeluk Woohyun,
sontak saja Woohyun terkejut namun tidak lama dia juga membalas pelukkan Ji
Eun, disaat yang bersamaan Dasom melewati tempat itu dan melihat Woohyun dan Ji
Eun berpelukkan, langsung saja dia terkejut sambil membelalakan matanya
“OMO, Woohyun oppa dan sepupunya berpelukkan, huh
mereka sungguh sepupu yang akur… aku jadi iri” ucap Dasom tidak jelas (#sorry
ya fans SISTAR, disini perannya Dasom kurang baik)
Syutingpun dimulai, Woohyun mengajak Ji Eun pulang,
karna dia tahu nanti aka nada romatic scene yang dilakukan L dan Dasom
“Baiklah, kami pulang dulu ne” Woohyun berpamitan pada
L dan Dasom
“Ne, hati hati ne oppa” Dasom dengan senang
mengatakannya “Kau juga hati hati ne, aku harap kita bisa bertemu lagi” Dasom
bicara pada Ji Eun
“Ahh ne, semoga kita bisa beremu lagi” Ji Eun hanya
meng-iyakan perkataan Dasom “Oppa aku pulang dulu ne, annyeong” sapanya pada L,
namun L hanya diam melihat Ji Eun pergi bersama Woohyun
“YA! Kenapa kau hanya diam kalau ada Woohyun oppa dan
sepupunya itu” Tanya Dasom, “Oh iya aku lupa menanyakan siapa nama sepupunya
itu” tambah Dasom
“Ji Eun, Lee Ji Eun” ucap L dengan cueknya
“Waaa dari nama saja dia sudah ketahuan cantik, apa
lagi wajahnya, kenapa kalian tidak menyuruh direktur Woolim untuk mengontraknya
menjadi artis Woolim” Tanya Dasom lagi
“Bukan urusanmu, dia tidak memiliki bakat untuk
menjadi artis, dia lebih cocok menjadi orang biasa saja” L pergi meninggalkan
Dasom dengan perasaan kesal
“MWO! Apa apaan dia, akukan hanya mengusulkan, kenapa
dia jadi marah padaku” Dasom kesal sendiri
Ji Eun POV
AAAA menyebalkan, kenapa perutku sakit sekali, ini
pasti karna red day (#Cuma cewek yang tau :D), untung hari ini restaurant
tempatku berkerja sedang tutup, aigoo, siapapun tolong aku
“Wae…” tiba tiba Jiyeon berada disampingku, dia ini
seperti hantu saja datang tiba tiba
“YA! Jangan mengagetkanku…” omelku padanya
“Kau kenapa meringkuk seperti itu, aku tahu kau bisa
masuk koper tapi tidak perlu pamer kepadaku” ucap Jiyeon yang membuatku kesal,
kata katanya itu sungguh tidak nyambung
“YA! Kau tidak tahu kalau perutku ini sakit sekali…
karna red day” omelku, dia hanya memasang ekspresi datar
“Lalu aku harus apa, berdiam diri, baiklah” Jiyeon
hanya duduk disampingku
“Aku belum menjawabnya nona Park…” aku hanya mendengus
kesal, tiba tiba ponselku berbunyi, sepertinya aku tahu siapa yang menelponku
“Yoboseoyo” ucapku pada orang diseberang sana
“Kau sedang apa, kenapa nada bicaramu seperti itu, apa
kau terjepit” Tanya L oppa padaku
“YA! Jangan mengejekku” aku naik darah dibuat dua
manusia ini
“Lalu…”
“Eeee… aniya tidak apa, kau tidak perlu tahu, cukup
aku dan para yeoja yang tahu” aku malu sekali, walaupun dia adalah kekasihku
tapi aku tidak ingin membahas masalah ini padanya
“Oh, sekarang aku tahuu…” yaampun nada bicaranya
seperti orang ingin digebuki
“Yasudah tidak usah dibahas lagi, lalu kenapa kau
menelponku” aku mengalihkan pembicaraan
“Kau sedang datang bulankan” ucapnya dengan nada
menggoda
“OPPA SUDAH KUBILANG TIDAK USAH DIBAHAS LAGI, KAU ITU
NAMJA TIDAK PERLU TAHU MASALAH YEOJA” teriakku dengan emosi, sungguh, aku
sangat malu dibuatnya
“YA~ jangan marah seperti itu, aku ini namjachingumu,
biasa saja denganku” ucapnya dengan santainya
“BIASA KAU BILANG, AKU TIDAK BISA BIASA SAJA” aku
langsung memutuskan sambungannya, dan mencabut baterai ponselku, lalu tidur,
aku bisa mendengar kalau Jiyeon sedang tertawa puas
L POV
“BIASA KAU BILANG, AKU TIDAK BISA BIASA SAJA” ucap Ji
Eun yang langsung mematikan sambungan telpon antara aku dan dia, hahahaha :D aku
puas sudah membuatnya marah marah dipagi ini, kasian sekali yeojaku itu dia
berperilaku seperti anak SMP, kenapa aku bisa jatuh hati padanya padahal dia
itu yeoja yang aneh, kalian diam saja ne, jangan bilang padanya kalau aku
bilang dia aneh (#ok dah oppa, asalkan bayarannya cipika cipiki *author dikejar
INSPIRIT)
“Hyung… ayo sarapannya sudah siap, kita harus cepat
cepat karna nanti kita ada jadwal” si magnae ini sudah berani memerintahku,
lihat saja kau
“Ne ne… pergilah kau duluan, nanti aku menyusul”
ucapku yang masih memperhatikan ponselku
“Kau melihat siapa…” Sungjong mendekat dan melihat
wallpaper ponselku, yang terpampang dengan nyata foto selcaku bersama Ji Eun
“Kau merindukannya…” Sungjong menggodaku
“Aiiiis magnae gila… keluarlah duluan, sebelum ini
melayang dikepalamu” ucapku yang ingin melemparnya dengan gitar
“Ne ne, aku keluar, nanti aku akan menelpon Ji Eun
bilang kalau kau merindukannya” Sungjong lari keluar dengan tawa puasnya karna
sudah mengejekku
“Dasar, neo micheosseo” ucapku sendiri, tapi aku
tersenyum lagi saat melihat fotoku bersama angelku itu
“Kau kenapa senyum senyum sendiri…” ucap Sungyeol
hyung saat aku sudah bergabung dengan mereka dimeja makan
“Sepertinya dia habis menelpon seseorang” goda Dongwoo
“Hahahaha” semua member tertawa kecuali L yang masih
kesal dengan godaan hyung dan dongsaengnya itu
“Bilang saja kalau kalian iri padaku, karna aku
memiliki yeojachingu yang sangat cantik sedangkan kalian TIDAK LAKU” aku
kembali mengejek mereka sambil menekankan kata kata terakhirnya, dan dugaanku
benar mereka semua memberikan tatapan membunuhnya padaku, aku hanya bisa
cengengesan didepan mereka, cari aman
“Dasar dongsaeng kurang ajar” ucap Sunggyu hyung yang
menghampiriku dan langsung memitingku (#tau ga gimana)
“YA! Hyung…hyung… mianhae aku hanya bercanda hahaha
lepaskan hyung” ucapku sambil tertawa karna dipitingnya
“Tidak akan anak nakal… akan aku adukan kau pada Ji
Eun” balas Sunggyu hyung yang seperti siap untuk membunuhku
“Hahahaha… ternyata leader kita juga gila ne” ucap
Hoya hyung, langsung Sunggyu hyung melepas pitingannya denganku dan menghampiri
Hoya hyung, kini giliran Hoya hyung yang dipiting, maklumi saja ne dorm kami
ini selalu ramai
Author POV
Hari ini Ji Eun harus kembali berkerja keras, mungkin
ini akan sangat sulit untuk gadis sebayanya, namun baginya ini sangat
menyenangkan, ya karna dengan berkerja ia bisa merasakan kerja kerasnya sendiri
“Tuan ini pesananmu… silahkan dinikmati” ucap Ji Eun
meletakkan pesanan ahjussi itu dimeja ahjussi itu
“Ne… gomawo” ucap ahjussi itu, saat Ji Eun ingin
kembali ahjussi itu memanggil Ji Eun “Nona bisakah kau duduk disini sebentar”
ajak ahjussi itu
“Ne” Ji Eun membalikkan badanya
“Aku ingin mengajakmu bergabung dalam agensi kami, apa
kau mau menjadi artis kami, kulihat bodymu sangat bagus, kau cocok menjadi
model khusus anak remaja” ucap ahjussi itu
“MWO! Jinjayo… aku tidak yakin kalau aku memiliki
badan sebagus model” Ji Eun tersipu malu
“Perusahaan kami sedang ada proyek iklan pakaian
sekolah dan sampai sekarang kami belum menemukan model yang tepat, tapi aku
lihat lihat kau cocok menjadi modelnya” ucap ajhussi itu “Baiklah jika kau
berminat untuk bergabung dengan kami hubungi aku atau kunjungi saja agensi
kami, ini kartu namaku, aku adalah direktur utama agensi tersebut” ucap ahjussi
memberikan kartu namanya
“Ahh ne gomawoyo… aku pergi dulu ne… gamsahamnida” Ji
Eun membungkuk dan pergi, sedangkan bos Ji Eun hanya melihat kejadian itu dari
tempat dimana para karyawan sedang bergabung
***
“Apakah benar aku memiliki badan yang bagus dan cocok
menjadi model” Ji Eun memperhatikan pantulan dirinya didepan cermin besar itu,
lalu Jiyeon datang
“YA! Kau sedang apa” ucap Jiyeon yang baru pulang dari
kantornya
“Kau sudah pulang” Ji Eun tak menoleh kearah Jiyeon
“Jiyeon-a apa menurutmu aku cocok menjadi model”
“MWO!! Model… kau ingin menjadi model…” Jiyeon
terkejut, Ji Eunpun menceritakan semuanya pada Jiyeon
“Ne menurutku badanmu cukup bagus untuk menjadi model,
tapi kenapa orang itu secara tiba tiba, aku tidak yakin padanya” ucap Jiyeon
“Lalu apa kau langsung menerimanya”
“Dia memberiku kartu namanya, mungkin aku akan cerita
dulu pada L oppa, jika dia mengizinkanku mungkin aku bisa menerimanya, tapi
kalau dia menolak… aku bingung dilain sisi aku ingin sekali tapi aku kurang
yakin” jelas Ji Eun
“Hmm… aku hanya bisa mendukungmu, masalah kau menerima
atau tidak biar kau saja yang fikirkan” Jiyeon pergi kedapur, sedangkan Ji Eun
masih bingung
“Aiiiis, tidak bisakah kau keluarkan kalimat lain yang
bisa membuatku sedikit lega” omel Ji Eun, namun Jiyeon tidak peduli, “YA!” Ji
Eun kesal dan keluar dari kamar mereka
“Aneh sekali anak itu” Jiyeon hanya geleng geleng
(^__^)
Ji Eun
POV
Aiiiis menyebalkan sekali Jiyeon itu, setiap aku butuh
saran dia pasti hanya mengatakan terserahmu saja, ahh… eotteokhae, tidak
mungkin aku cerita pada L oppa, aku yakin dia pasti tidak mengizinkanku
“Ji Eun-a” mwo kenapa Hoya oppa ada disini, bukankah
tempat ini sangat ramai pengunjung, nekad sekali dia
“Oppa… kenapa kau bisa ada disini, apa kau tidak takut
jika ada fans yang mengetahuimu” ucapku bingung
“Hahaha tenang saja, INSPIRIT itu baik dan tidak
berlebihan, mereka tidak akan mencakar, mencubit dsb, kau sendiri sedang apa
disini, kau tidak berkerja” Hoya oppa kenapa bertanya balik
“Anni, hari ini restaurantnya sedang tutup” ucapku
lemas
“YA! Kau ada masalah, cerita saja, siapa tahu aku bisa
membantu” oppa aku ingin sekali cerita padamu
“Oppa… menurutmu apa aku cocok menjadi model” tanyaku
hati hati, Hoya oppa membelalakan matanya
“MWO! Kau mau menjadi model” tanyanya tak percaya,
sudah kuduga reaksinya sama seperti Jiyeon
“Ahh begini oppa, kemarin saat aku berkerja ada
seorang direktur utama sebuah agensi yang mengajakku untuk berkerja sama,
katanya aku cocok menjadi model khusus remaja, menurutmu aku terima atau
bagaimana” jelasku
“Apa kau sudah beritahu L”
“Belum… jika aku beritahu pasti dia melarangku… kau
tahu sendirikan, dia tidak ingin aku berkerja, tapi aku yang ngotot untuk
menjadi seorang pelayan” ucapku
“Kalau seperti ini masalahnya, aku juga bingung, hmm
apa kau memang ingin menjadi model”
“Aku… ne salah satu cita citaku adalah menjadi model,
tapi aku sadar diri akan kekuranganku” ucapku menunduk
“Hmm… kalau begitu ikuti kata hatimu saja, aku akan
membantumu untuk menyembunyikan semua ini dari L”
“Gomawoyo oppa…” ucapku, dan Hoya oppa juga
membalasnya
Keesokan harinya akupun mendatangi kantor agensi
tersebut, besar, itu pasti, aku gugup ingin bertemu dengan direktur waktu itu,
tapi syukur saat aku baru masuk kedalam kantor itu aku melihat direktur itu
“Annyeonghasseo” sapaku lembut
“Nde, oh annyeong” ucap direktur itu “Kau yeoja di
restaurant itu bukan” Tanya direktur itu
“Nde…” aku mulai gugup
“Bagaimana dengan tawaranku, apa kau mau menerimanya”
aku mengangguk “Baiklah mulai sekarang kau menjadi artis model agensi kami,
tanpa trainee, dan kau harus menandatangani surat perjanjian kontraknya”
(#daebak tanpa trainee *gaje maklumi aja ya namanya juga ff)
“Nde… gomawoyo” akupun menandatanganinya, sungguh aku
merasa beruntung, masuk kesebuah agensi tanpa trainee, hyu
“Ji Eun-a bagaimana pertemuanmu hari ini dengan
direktur itu” Tanya Jiyeon
“Semua berjalan lancar, aku juga sudah dikontrak
menjadi model agensi mereka, tapi…” ucapku teringat sesuatu
“Tapi apa” Jiyeon penasaran
“Aku belum cerita pada L oppa, aku mohon padamu jangan
cerita padanya ne, aku tahu dia pasti melarangku” ucapku memohon
“Aiiis kau ini, katanya mau cerita dulu padanya tapi
kau belum juga cerita padanya” Jiyeon ini
“Huh~ Jiyeon-a jebalyo” aku memohon
“Nde nde… jangan memasang wajah seperti itu, kau
sangat terlihat dikasihani… selalu membuat masalah” ucap Jiyeon yang sepertinya
tidak setuju jika aku merahasiakan ini dari L oppa
“YA!” akupun kesal dia itu orangnya selalu begitu
L POV
Kenapa hari ini rasanya aku ingin bertemu dengan Ji
Eun ya, aneh sekali tidak biasanya aku rindu pada yeoja aneh itu, aneh ya dia
sangat aneh, kalian tahu kenapa aku memutuskan untuk memilih dia menjadi
kekasihku, karna waktu itu dia tidak tahu kalau aku ini seorang artis, ahh dia
sangat kampungan, tapi aku suka karna dia bisa menerimaku apa adanya tanpa
melihat keadaanku
To : Nae Yeoja
Ji eun-a apa kau sibuk…???
Langsung kukirim pesan itu, tidak lama aku menunggu
diapun langsung membalas pesanku
From : Nae Yeoja
Ne oppa, aniyo, wae ?
To : Nae Yeoja
Aniya, aku hanya ingin bilang
“Neomu bogoshipeoyo” ^^
From : Nae yeoja
Kau gombal, baiklah sekarang
aku sibuk, lain kali saja ne rindu rinduannya :D
Inlaih kebiasaannya, jika aku mencoba untuk jadi
romantis pasti dia mencari alasan, mungkin dia takut terpesona denganku
“Hyung…” Sungjong memanggilku
“Wae” tanyaku santai
“Sunggyu hyung mencarimu” Sungjong duduk disamping
ranjang yang kutiduri
“Nde” akupun pergi menghampiri Sunggyu hyung
Author
POV
Saat L pergi menghampiri Sunggyu, Sungjong terlihat
penasaran dengan ponsel L yang lampunya menyala, karna rasa ingin tahunya yang
tinggi (#kepo luu bang) Sungjongpun mengambil ponsel L, dan dia terkejut
“MWO!! Ini foto L hyung dengan Ji Eun, mereka ini sama
sama narsis” cerocos Sungjong pada dirinya sendiri, lalu ia membuka isi pesan L
“OMO, sejak kapan L hyung jadi manja seperti ini” saat ingin membuka pesan
selanjutnya L pun masuk, dengan cepat Sungjong mengatur posisinya
“YA! Apa yang habis kau lakukan” L mengambil ponselnya
“Kau mengotak atik ponselku, apa saja yang sudah kau lihat”
“Aku baru melihat wallpapermu dan sedikit pesanmu”
Sungjong langsung kabur
“YA! Magnae kurang ajar, kembali kau” L mengejar
Sungjong, dan dorm INFINITE menjadi kacau
“Ada apa lagi ini” Tanya Hoya sendiri yang saat itu
melihat L dan Sungjong, padahal dia baru selesai mandi
“Hyung…” teriak Sungjong “TOLONG AKU” teriaknya yang
kali ini lebih kencang
“YA! waeyo” ucap Sunggyu dibuat panic
“Lihatlah dongsaengmu ini mau dihajar oleh L hyung…”
ucap Sungjong yang mencoba melepaskan diri dari cengkraman L
“Kalian ini… aku kira apa” dengan santai Sunggyu pergi
“HYUUUUUUUUUUUUUUNGG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak
Sungjong
“Habislah kau…” dengan senyum evilnya L mulai untuk
memusnahkan Sungjong (#oppa andwae)
(--___--)
Ting tong ting tong (#suara tinker bell)
“Jiyeon-a tolong lihat siapa yang datang” teriak Ji
Eun yang saat itu berada didapur
“Nde” Jiyeonpun pergi menuju pintu depan saat membuka
pintunya betapa terkejutnya Jiyeon dengan tamu yang datang, yang langsung
memberikan senyum 3 jari ala boyband (#walah) “Neo…” Jiyeon terkejut
“Wae…” Tanya namja itu
“Jiyeon-a siapa yang da…tang” ucap Ji Eun terkejut
saat melihat siapa yang datang
“Perkenalkan choneun Jin Woon imnida” ucap namja
pemilik nama Jin Woon itu menyalami Ji Eun
“Oooh jadi namamu Jin Woon…” ucap Ji Eun “Ji Eun
imnida senang berkenalan denganmu”
“YA! Kenapa kau datang kesini tidak bilang bilang huh”
omel Jiyeon
“YA! Kenapa kau marah, bukankah waktu itu kau bilang
jika ada waktu datanglah kekostan mu, yasudah aku ingin datang sekarang” omel
Jin Woon balik
“Hmm… bagaimana kalau aku pergi dulu ne, seseorang
menungguku… annyeong” Ji Eun pergi
“Aiiiis ini karnamu, lihatlah Ji Eun pergi, aku yakin
dia akan bilang pada temanku kalau aku membawa seorang namja ke kostan, pasti
mereka mengira kalau kita berpacaran, aiiiis jinjayo” omel Jiyeon
“Mianhae… jika boleh sebenarnya aku mau” ucap Jin Woon
dengan polosnya
“Nde” Jiyeon terkejut
“Aniya lupakan… bagaimana kalau kita jalan keluar saja
ne, sudah lama aku tidak bersamamu, kitakan sudah lama kenal tapi kenapa kau
semakin sibuk” ajak Jin Woon
“Nde, kajja kita jalan, sebelum Ji Eun dan Luna
datang” Jiyeon mengajak Jin Woon pergi
Suasana disebuah taman yang cukup ramai pengunjung,
disana Ji Eun dan L bertemu, L yang beralasan ingin mengatakan sesuatu yang
penting mengajak Ji Eun bertemu
“Apa yang sebenarnya ingin kau katakan” Tanya Ji Eun
yang saat itu duduk disamping L
“Hmm… aku ingin membicarakan tentang hubungan kita”
ucap L serius
“MWO!” Ji Eun terkejut karna tiba tiba L mengajaknya
berbicara serius
“Aku ingin kau memanggilku chagiya” ucap L dengan
polosnya
“MWOYA!!! Shireo, kenapa harus pakai panggilan sayang
memangnya dengan seperti ini kurang baik” Ji Eun menolak mentah mentah
“Aniya, aku hanya merasa tidak suka jika panggilanmu
untukku dan yang lainnya sama saja, kau sama sama memanggil kami oppa, itu sama
saja mereka juga kekasihmu” omel L
“Oppa… sejak kapan kau sangat antusias dengan hubungan
kita, bukankah dulu kau biasa biasa saja, apa kau sakit” Ji Eun mengecek jidat
L apakah dia sakit atau tidak, namun dengan cepat L melepasnya dengan cara
menggenggam pergelangan tangan Ji Eun
“Aku serius… dan aku tidak sakit, aku hanya cemburu
mendengarmu memanggil mereka semua sama seperti kau memanggilku, apalagi jika
kau memanggil Woohyun hyung” ucap L keceplosan
“Mwo!” Ji Eun terkejut, mata merekapun bertemu, tiba
tiba L mencium Ji Eun cukup lama, lebih lama dari first kiss mereka, L pun
melepas ciuman itu, dan mereka kembali bertatapan
“Apa kau masih mengira aku bercanda… kumohon
mengertilah perasaanku, aku tidak suka jika kau memanggil Woohyun dengan
sebutan oppa, sedangkan kau juga memanggilku dengan sebutan oppa, aku tidak
suka” ucap L menyesal
“Op… oppa… kenapa hanya dengan Woohyun oppa saja kau
cemburu, tapi dengan yang lainnya kau tidak” ucap Ji Eun membela diri namun
dengan ekspresi gugup
“Karna… aku rasa dia menyukaimu…” ucap L menunduk
sedih, Ji Eun terkejut
“Oppa… mianhae…” Ji Eun langsung memeluk L, namun L
tidak membalas pelukkan Ji Eun
(^_^)V
“APA APAAN INI” omel manager INFINITE sambil
membanting sebuah majalah dimeja tepat didepan member INFINITE, merekapun
terkejut saat melihat cover photo itu
“MWO! Apakah ini benar L hyung dan Ji Eun” ucap
Sungjong tak percaya, sedangkan L masih tidak percaya
“L-ya kenapa para paparazzi sampai bisa mengambil gambarmu
bersama Ji Eun, dan lebih parahnya posemu dengan yeoja itu sedang berpelukkan
dan berciuman” omel manager
“Mianhae hyung… aku benar benar tidak tahu kalau saat
itu ada paparazzi” ucap L menyesal
“Aiiis jinjayo… eotteokhae… hah cobaan apa lagi yang
kau beri Tuhan” ucap Sunggyu menyerah
“Bagaimana kita menyelesaikan masalah ini, apa yang
akan kau bilang pada wartawan nanti” Tanya managaer masih dengan emosinya yang
tinggi, L hanya menunduk menyesal
Sedangkan direstaurant tempat Ji Eun berkerja
“Ji Eun-a, eotteokhae… semua orang pasti akan tahu kau
ini siapanya L” ucap Jiyeon panic, sedangkan Ji Eun masih terkejut tidak
percaya melihat gambarnya yang sedang kiss scene dan berpelukkan dengan L
“Omona bagaimana ini, pasti L oppa dimarahi habis habisan
dengan managernya dan akan disemprot oleh para fans” ucap Ji Eun yang masih
merasa bersalah
“Sekarang kita fikirkan bagaimana caranya agar tidak
ada salah faham dari info ini, yang aku takutkan kalau inspirit mengeroyokmu,
kau bisa mati karna mereka” ucap Jiyeon panic
“Aiiis Jiyeon-a eotteokhae… aku takut dengan keadaan
karir L oppa, dan INFINITE” Ji Eun panic
“Fikirkan dirimu dulu jangan fikirkan orang lain” ucap
Jiyeon marah, karna bentakan Jiyeon, Ji Eun hanya menunduk dan menangis
“Mianhae, aku tidak bermaksud” lanjut Jiyeon
“Gwaenchana… ini semua salahku, aku harus
menyelesaikan masalahku sendiri, maaf sudah merepotkanmu” ucap Ji Eun
melanjutkan pekerjaannya
Malam harinya Ji Eun, Jiyeon, dan INFINITE sedang
berkumpul didorm INFINITE bersama manager, mereka sedang membahas tentang
masalah skandal yang didapat L
“Apa yang akan kalian katakan didepan para wartawan
nanti” Tanya manager yang menahan emosi
Semua yang ada disana menunduk namun Ji Eun berfikir
dan dengan lantangnya mengatakan “Aku akan bilang kalau aku dan L oppa adalah
teman, dan masalah kiss scene itu aku akan jelaskan kalau L oppa ingin
mengajariku bagaimana berakting melakukan kiss scene, dan aku akan bilang kalau
disana ada Jiyeon yang diam diam mengambil gambar kami” jelas Ji Eun, semuapun
terkejut
“Ucapanmu tidak masuk akal, berbohongpun juga harus
masuk akal” ucap manager
“Aku akan bilang kalau kami adalah sepasang kekasih,
aku tidak peduli apakah mereka setuju atau tidak, tapi aku yakin jika mereka
memang inspirit sejati, mereka pasti menghargai keputusan idola mereka” jelas L
“Oppa…” Ji Eun terkejut
“Gwaenchana kita pasti baik baik saja” ucap Dongwoo
menenangkan Ji Eun
“Lalu apa kau yang akan bicara langsung pada wartawan”
manager
“Aniya, Ji Eun harus berkerja, jadi aku akan mewakili
Ji Eun nanti” Jiyeon angkat bicara
“Bagus… aku harap pertemuan besok akan berjalan
lancar” managerpun pergi, Ji Eun masih menunduk takut
“Gwaenchana… aku dan INFINITE akan berusah
menyelesaikan masalah ini” jelas Jiyeon menenangkan Ji Eun
“Jiyeon-a gomawoyo” ucap Ji Eun “Ini semua salahku…
seharusnya aku bisa menahan diri” lanjutnya
“Aniya, ini salahku aku yang duluan memulainya” ucap
L, yang lain hanya geleng geleng
“Kalian ini mendapat masalah sepele atau besar, tetap
saja bersikap seperti itu” omel Sungyeol
Keesokan harinya, INFINITE member, manager INFINITE
dan Jiyeon bersiap siap untuk menghadapi ribuan pertanyaan dari wartawan,
sedangkan Ji Eun hanya bisa mendukung mereka, karna Ji Eun sadar diri, jika dia
yang menghadapi wartawan masalah akan tambah besar, karna dia tidak memiliki
banyak alasan yang masuk akal untuk menyelesaikan masalah
“Sebelumnya aku minta maaf karna sudah membuat masalah
ini, seharusnya aku yang menyelesaikannya bukan kalian, aku memang bodoh…
maafkan aku” berkali kali Ji Eun membungkuk
“Ji Eun-a ini bukan hanya kau yang membuat masalah
tapi kau dan L” jelas Sunggyu, Ji Eun hanya menunduk, sedangkan L hari ini
mencoba untuk terlihat santai dan tetap menunjukkan ekspresi kalau semua sedang
baik baik saja
“Oppa… mianhae” ucap Ji Eun pada L, sedangkan L hanya
menunduk
Wawancarapun dimulai, ini sangat membuat Jiyeon, manager,
dan INFINITE stress, karna mereka diberi bertubi tubi pertanyaan, “Siapa yeoja
itu” “Apa hubunganmu denganya” “Kenapa kau menciumnya” “Apakah yeoja itu artis”
“Apa kalian sepasang kekasih” dan “Kenapa kau tidak pernah mempublikasikan
hubunganmu dengan yeoja itu” “Sudah berapa lama kalian pacaran” itulah
pertanyaan gila yang diberikan para wartawan
“YA! BISAKAH KALIAN TANYA SATU SATU, KALIAN FIKIR KAMI
BISA MENJAWAB PERTANYAAN KALIAN DENGAN SATU JAWABAN” Jiyeon benar benar marah
karna wartawan
“Berani sekali kau marah didepan mereka, kau hebat”
bisik Hoya yang saat itu disamping Jiyeon
“Baiklah silahkan bertanya satu satu” ucap manager
menahan emosi
“Apakah hubungan L dengan yeoja difoto itu, apa mereka
sepasang kekasih” Tanya salah satu wartawan
Manager melihat kearah L, namun L hanya memberikan
tatapan yang seakan berkata terserahmu saja “Secara pasti kami tidak tahu apa
hubungan L dengan yeoja itu, namun L mengatakan pada kami kalau yeoja itu
adalah orang yang dekat dengannya” jelas manager
“Lalu kenapa L melakukan kiss scene didepan umum”
Tanya wartawan yang lain lagi
“Iya, L dan yeoja itu memang melakukan kiss scene,
karna aku yang menyuruhnya, itu salah satu pelatihan untuknya kemungkinan tidak
lama lagi dia akan diorbitkan menjadi salah satu bintang diKorea Selatan” jelas
Jiyeon, semuapun terkejut dan melihat kearah Jiyeon
“Di agensi manakah yeoja itu bernaung”
“Masalah itu masih kami rahasiakan” jelas Jiyeon lagi
“Baiklah jadi masalah ini sudah selesai, dan kami
mohon jangan pernah diungkit lagi, L hanya membantu yeoja itu untuk berlatih,
karna menurut agensi mereka, L cukup baik dalam berakting” ucap manager
“Maaf, siapakah nama yeoja itu” Tanya salah satu
wartawan, INFINITE, Jiyeon dan manager hanya terdiam “Kalau memang yeoja itu dan
L hanya berkerja sama, seharusnya kalian tidak takut untuk memberitahu siapa
nama yeoja itu”
“Kami tidak takut, yeoja itu bernama Lee Ji Eun,
sekarang sudah selesai bukan, tolong jangan ungkit ungkit lagi masalah ini,
arasseo” ucap Jiyeon naik darah, lalu pergi disusul INFINITE dan manager
“Rupanya melakukan wawancara itu menyebalkan, mereka
semua tidak mau kalah, ahhh aku hampir gila menghadapi mereka” omel Jiyeon saat
berada diruangan agensi Woolim
“Beginilah susahnya menjadi artis, terkena skandal
sedikit saja, jadi gila seperti kau” ucap Sungyeol
“YA!” Jiyeon memukul Sungyeol
“Kenapa tadi kau bilang kalau Ji Eun akan debut jadi
seorang bintang, apa itu benar” Tanya manager
“Aku hanya bercanda, tadikan aku bilang kemungkinan
berarti tidak pasti, hanya wartawan yang pintar saja yang akan bisa memahami
perkataanku” jelas Jiyeon “Baiklah masalah sudah selesai aku harus kembali ke
kantor”
(T_T)
“Apa kau bilang pada mereka kalau aku bergabung dalam
sebuah agensi” Tanya Ji Eun yang saat itu sedang berada dikostan bersama Jiyeon
“Aniya, tenang saja, aku akan menjaga rahasia itu”
ucap Jiyeon
“Gomawoyo… kau sudah banyak membantuku” ucap Ji Eun
“Gwaenchana, itulah pentingnya persahabatan, oh iya
kenapa akhir akhir ini Luna tidak kelihatan ne” Jiyeon mengalihkan pembicaraan
“Molla, mungkin dia sibuk mengurus namjanya itu, kan
Jonghyun oppa sedang sakit” ucap Ji Eun
“Maybe, hhh… kasian sekali dia, bagaimana kalau besok
kita temui mereka” saran Jiyeon, Ji Eunpun setuju
Keesokan harinya (#cepet banget thor)
“Annyeonghasseo” sapa Ji Eun dan Jiyeon bersamaan saat
sudah sampai diruangan Jonghyun dirawat di rumah sakit (#Cuma ceritanya ya)
“Annyeong” balas Luna dan Jonghyun bersamaan “Kalian
tidak berkerja” Tanya Luna
“Aniya, kau lupa hari ini kan minggu aku jelas libur”
ucap Jiyeon
“Lalu kau… bukankah restaurant tempatmu berkerja tetap
buka walau minggu” Luna bertanya pada Ji Eun
“Entahlah sekarang setiap minggu restaurantku libur,
akupun senang karna bisa menghabiskan hari minggu dengan bersenang senang” Ji
Eun terlihat ceria
“Oh, lalu bagaimana dengan skandalmu dengan L” Luna
bertanya dengan hati hati
“Ee… hhhh… aku harap semua sudah selesai, aku takut
jika fans L oppa mengeroyokku, kau tahu sajakan bagaimana jika fans marah… aku
benar benar menyesal” Ji Eun menghela nafas panjang “Oppa… bagaimana keadaanmu,
wajahmu pucat sekali” Ji Eun mengalihkan pembicaraan
“Akhirnya kalian mengakui keberadaanku, kalian tidak
seharusnya berbicara masalah ini didepanku” ucap Jonghyun yang masih terbaring
lemah diranjang
“Aiiis mianhae oppa, kau tahu sajakan jika kami
bertiga dipertemukan” ucap Jiyeon
“Hahaha ne ne, aku maafkan… aku turut prihatin dengan
skandal Ji Eun, aku harap semoga cepat selesai” ucap Jonghyun
“Ne oppa, gomawoyo” Ji Eun tersenyum, tiba tiba ponsel
Ji Eun berbunyi “Maaf aku keluar dulu ne” Ji Eun permisi dan keluar
“Yeobosseoyo, omma” ucap Ji Eun mengangkat telepon itu
“Apa yang sudah kau perbuat, kenapa tiba tiba kau
digosipkan dengan member boyband, apa benar kau memiliki hubungan khusus dengan
namja itu” omel omma Ji Eun yang berada diseberang sana
“Omma, kau melihatnya… mianhae omma, aku menyesal”
ucap Ji Eun memohon
“YA! Kau harus selesaikan masalahmu cepat cepat
sebelum appamu pulang keKorea” suruh omma Ji Eun
“Ne omma” Ji Eun hanya menurut
“Kenapa kau tidak pulang saja huh, kenapa kau melawan
appamu dan rela menjadi geladangan” omel omma Ji Eun
“Aiiis omma… aku ingin menjadi mandiri, aku tidak
ingin merepotkan kalian lagi, aku sudah besar, dan aku tidak menjadi
gelandangan” ucap Ji Eun tanpa henti, namun tiba tiba sambungan telepon itu
putus “Aiiis menyebalkan” omel Ji Eun
Kalian ga tau ya kalau Ji Eun ini aslinya anak orang
kaya, omma dan appanya itu orang terpandang, Cuma Ji Eunnya aja yang rela pergi
dari rumah hanya untuk menjadi orang yang mandiri, Jiyeon, Luna, dan INFINITE
ga tau loh kalau Ji Eun itu anak orang kaya, ya Ji Eun sengaja, karna dia itu
mau cari orang yang benar benar bisa menerima dia apa adanya, jangan kasih tau
yang lainnya ya, awas aja loooh (#author ngancam, ayo readers bawa pentongan
kita keroyok niih author)
“Siapa yang menelepon” Tanya Luna saat Ji Eun sudah
berada didalam
“Aniya, hanya L oppa” ucap Ji Eun berbohong
“Dia perhatian sekali padamu” tambah Jonghyun, Ji Eun
hanya tersenyum
“Ji Eun-a, apa omma atau appamu tidak tahu tentang
skandalmu ini” Tanya Luna
“Eee… aniya… aku harap mereka tidak tahu” ucap Ji Eun gugup,
tidak lama setelah itu member SHINee datang untuk menjenguk Jonghyun, saat Ji
Eun bertemu dengan Minho, Ji Eun langsung merasa tidak nyaman
“Jiyeon-a kajja kita pulang, bukankah kita masih ada
urusan” ucap Ji Eun mengajak Jiyeon pulang
“Mwo, urusan” Jiyeon bingung
“Kenapa kalian buru buru sekali, kami saja baru
datang” ucap Onew
“Ahh oppa mianhae kami masih ada sedikit urusan, jadi
kami pulang dulu ne, annyeong” Ji Eun menarik tangan Jiyeon keluar
“YA! Kau ini kenapa, tadinya kau baik baik saja, tapi
waktu SHINee datang kau langsung aneh seperti ini” ucap Jiyeon
“Aniya, aku hanya merasa kita mengganggu datang
kesana, karna SHINee datang” ucap Ji Eun
“Baiklah” Jiyeon hanya pasrah
(‘3 (‘˛’)
‘temui aku ditaman sekarang’ isi sebuah pesan masuk
diponsel Ji Eun yang tidak diketahui siapa pemiliknya
“Aiis siapa lagi yang berani macam macam denganku,
sungguh orang jaman sekarang jika kurang kerjaan pasti mengganggu orang lain”
gerutu Ji Eun, Ji Eunpun menuju taman yang disebutkan orang dipesan itu,
mungkin saja orang itu adalah orang yang dikenal Ji Eun namun nomor ponselnya
terhapus
“Ternyata kau sudah datang” ucap seseorang dibelakang
Ji Eun, saat Ji Eun membalikkan badannya betapa terkejutnya Ji Eun melihat
orang itu
“Neo…” Ji Eun terkejut, seketika tubuhnya kaku
“Kenapa harus pucat seperti itu, apakah itu alasanmu
menolakku dan lebih memilih namja itu daripada aku” ucap namja itu yang
ternyata namja yang pernah menyatakan cintanya pada Ji Eun
“Minho-a, kenapa kau mengungkit masalah itu lagi” ucap
Ji Eun gugup
“Kenapa, kau tidak suka, huh… aku tahu aku tidak ada
apa apanya jika dibandingkan L, tapi aku akan tetap menunggu hingga kau
putuskan untuk bersamaku dan meninggalkan L” ucap Minho dengan PD-nya
“Tidak… tidak akan, aku tidak akan bersamamu, aku
tidak mau” ucap Ji Eun menunduk
“Memangnya kenapa, apa karna kau sudah dipengaruhi
oleh L, dan tidak ingin menerimaku… kenapa tidak ada sedikit celah untukku”
protes Minho
“Mianhae, aku harus berkerja, aku pergi dulu” ucap Ji
Eun yang langsung pergi meninggalkan Minho, namun tiba tiba Minho menarik Ji
Eun dan memeluknya, entah kebetulan atau memang takdir, secara bersamaan L
melewati daerah itu dan melihat kejadian itu, namun L hanya membiarkannya
Malam harinya saat Ji Eun sedang menikmati udara malam
yang lumayan dingin melalui balkon kost-annya (#maklum kost-an elite) tiba tiba
ponselnya berbuyi menandakan sebuah panggilan masuk, dengan cepat Ji Eun
mengangkat
“Ne…” ucap Ji Eun
“…”
“Ne… annyeong” Ji Eun masih bingung dengan panggilan
itu, kenapa tiba tiba L mengajaknya bertemu
“Oppa” panggil Ji Eun pada L yang saat itu sudah
menunggunya disebuah taman “Ee… ada apa kau mengajakku bertemu, apakah ada hal
penting yang mau dibicarakan” Tanya Ji Eun hati hati
“Apa tadi siang kau bertemu dengannya lagi” Tanya L
datar
“Ne?... siapa yang kau maksud, aku tidak mengerti”
ucap Ji Eun bingung
“Namja itu… namja yang secara bersamaan denganku
mengungkapkan perasaannya padamu” ucap L dingin
“Mwo… kau… melihat kami ditaman tadi siang…” Ji Eun
terkejut, jujur sebenarnya ia tidak ingin membahas namja itu “Lalu, kenapa kau
bertanya… jujur aku sangat tidak ingin membahasnya” Ji Eun jujur
“Iya, kau tidak ingin membahasnya karna sepertinya kau
mulai tertarik padanya” kini ucapan L semakin meninggi, membuat Ji Eun
terkejut, baru kali ini L bicara kasar padanya (#niih cerita makin gaje aja ya
!@#$%^&*)
“Oppa… aku... kau salah faham, aku benar benar tidak…”
ucap Ji Eun terpotong
“Aku tahu, saat itu kau sulit memilih aku atau namja
itu, dan mungkin sekarang kau harus bisa menentukan, aku atau namja itu” ucap L
kembali datar namun langsung pergi meninggalkan Ji Eun yang masih terpaku, Ji
Eun benar benar tidak menyangka kalau L akan seperti ini padanya
Ji Eun mengejar L dan berhenti ditengah jalan “Oppa…
kau fikir selama aku menjalin hubungan denganmu terpaksa, anni oppa, aku tulus
memilihmu, dan aku tidak pernah tertarik pada Minho, aku mohon percaya padaku…”
L menghentikan langkahnya “issu yang kau dengan dari teman teman tentang aku
pernah menyukai Minho itu salah, aku benar benar tidak menyukainya, aku hanya
menyukaimu oppa, KIM MYUNGSOO SARANGHAE” teriak Ji Eun ditengah sunyinya taman
malam itu, L pun membalikkan badanya melihat Ji Eun, namun tiba tiba sebuah
mobil melitas dengan cepat, secepat mungkin L menarik Ji Eun dan memeluknya,
akhirnya Ji Eun dan L terjatuh dengan posisi Ji Eun berada diatas L
“Gwaenchanayo” Tanya L
“Nan gwaenchana…” Ji Eun terkejut bukan main,
jantungnya masih berdebar kencang, merekapun kembali keposisi semula, Ji Eun
hanya menunduk, mereka salting satu sama lain (#ciiieee onnie sama oppa jangan
gitu dong), namun L pun kembali stay cool dan berjalan meninggalkan Ji Eun
melanjutkan marahnya yang sempat tertunda
“Oppa…” panggil Ji Eun mengejar L namun “Aw” rintih Ji
Eun, ia terjatuh kejalanan kakinya kram bukan main, L pun kembali membalikkan
badanya dan menemukan Ji Eun sudah terjatuh
“Waeyo” Tanya L panic
“Bukankah kau marah padaku” ucap Ji Eun, L benar benar
bingung harus bicara apa, iapun berjongkok membelakangi Ji Eun
“Kajja naik” ajak L
“Ne?” Ji Eun bingung
“Naik atau kau kutinggal disini” ancam L, terpaksa Ji
Eun menurut “Sebenarnya kakimu itu kenapa, aneh sekali, apa kau habis jogging
berjam jam” Tanya L yang menggendong Ji Eun dibelakangnnya
“Aniya… akupun tidak tahu… mungkin cuaca terlalu
dingin” Ji Eun cari alasan
“Mau sampai kapan kau buat alasan konyol” ucap L
dingin, Ji Eun hanya menggerutu dalam hati
Sesampainya didepan kost-an Ji Eun, tepat diluar itu
sedang ada Jiyeon dan seorang namja tinggi, mereka sedang asik bercanda tawa,
sepertinya mereka sudah sangat dekat
“Oppa chamkamman… kau lihatkan namja yang bersama
Jiyeon itu, sepertinya dia itu namjachingu Jiyeon, apa kau masih ingat dia
namja yang waktu jogging bersama Jiyeon waktu itu” ucap Ji Eun tanpa henti
“YA! Nona Lee berbicara gunakanlah titik koma, pantas
banyak yang tidak betah dengan ocehanmu” ucap L
“Aiiis oppa… menyebalkan, cepat turukan aku” L
menurunkan Ji Eun dari gendongan itu, seketika Jiyeon dan namja itu melihat
kearah Ji Eun dan L, dan namja itu berpamitan pulang, saat pulang namja itu
berpapasan dengan L mata mereka saling ketemu namun tiba tiba namja itu
tersandung dan terjatuh (#iiih malu maluin deeh udah keren juga -_-)
“Nyebelin loooh thor, liat aja loo” batin namja itu
“MWO” L, Ji Eun dan Jiyeon terkejut dan membantu namja
itu berdiri
“Gwaenchanayo” ucap Jiyeon pada namja itu, sedangkan L
hanya terkekeh
“YA! Oppa kenapa kau menertawan dia, dia itu terjatuh
seharusnya kau tolong” omel Ji Eun
“Hahaha makanya jika jalan jangan stay cool begitukan
jadinya” ejek L pada namja itu
“Oppa, mianhae, dia itu memang sedikit saraf” ucap Ji
Eun meminta maaf pada Jin Woon
“Nde, gwaenchana” jawab Jin Woon santai
“MWO kau memanggilnya oppa” L kaget bukan main
“Ne, memangnya kenapa, kau tidak suka” Ji Eun emosi
(*****)
“Baiklah… dagumu agak diangkat sedikit, ok pertahankan
aku akan mengambil gambarmu, siap, hana dul set… ya bagus sekali, kau boleh
istirahat sekarang, besok kita pemotretan lagi” ucap seorang fotografer pada Ji
Eun, ya ini hari pertama Ji Eun menjalankan tugasnya sebagai model disebuah
agensi
“Kerjamu sangat bagus, tidak salah aku mengontrakmu
tanpa trainee, dihari pertama saja kau sangat baik” puji direktur
“Ne, gomawoyo sajangmin” ucap Ji Eun tersipu malu
“Ok, gantilah pakaianmu, kau pasti harus kerestaurant
kan” direktur itu sangat pengertian
“Ne gomawoyo” Ji Eun memasuki sebuah ruangan, ruang
rias, saat ia masuk kedalam ruang itu, Ji Eun berpapasan dengan seorang namja
imuut dan tampan yang baru keluar dari ruangan itu, sedetik Ji Eun terpaku
melihat wajah namja yang sangat mempesona itu, namja itu juga merasakan hal
yang sama seperti Ji Eun
“Annyeonghasseo” sapa namja itu lebut pada Ji Eun
“Apakah kau Lee Ji Eun model tanpa trainee itu” ucap namja itu, Ji Eun terkejut
namun 2 detik kemudia mengangguk
“Ne, kenapa kau bisa tahu” Ji Eun bingung
“Jelas saja, kita akan berkerja sama, senang bisa
berkerjasama denganmu, choneun Byun Baekhyun, panggil saja Baekhyun” ucap namja
pemilik nama Baekhyun itu menyalami Ji Eun
“Nde, senang juga berkerjasama denganmu, tolong
bantuannya ya, Baekhyun-ssi” ucap Ji Eun membalas salaman itu
“Baiklah, kau mau berganti pakaian bukan, aku juga
ingin melalukan pemotretan, aku pergi dulu ne, sampai jumpa” Baekhyunpun
meninggalkan Ji Eun
“Kenapa dia manis sekali” ucap Ji Eun terpesona
“Astaga… Ji Eun ingat kau sudah punya L” Ji Eun mengingati dirinya sendiri yang
mungkin tak sadar
Keesokan harinya seperti biasa Ji Eun melakukan
pemotretan, ini menjadi salah satu kegiatan rutinnya setelah menandatangani
kontrak itu, hari ini jadwal Ji Eun untuk pemotretan bersama Baekhyun, hari ini
lebih melelahkan dari yang sebelumnya, karna semenjak Ji Eun diorbitkan menjadi
model banyak sekali yang menyukainya namun banyak juga yang curiga kalau Ji Eun
itu adalah yeoja yang pernah digosipkan dengan L, syukur sampai sekarang
INFINITE tidak ada yang tahu kecuali Hoya
“Hhhhh melelahkan sekali, Ji Eun-ssi kau sangat hebat”
puji Baekhyun pada Ji Eun saat diruang rias
“Kau ini bisa saja, panggil saja aku noona, supaya
lebih akrab, kaukan lebih muda beberapa bulan dariku” ucap Ji Eun bercanda,
#ceritanya Baekhyun itu lebih muda dari Ji Eun
“Hahahah ne Ji Eun noona, panggil saja aku Baekhyun
jangan Baekhyun-ssi” ucap Baekhyun
“Ne…” ucap Ji Eun tersenyum, tiba tiba direktur datang
dengan wajah paniknya
“Gawat…” ucap direktur itu
“MWO” Ji Eun dan Baekhyun terkejut
To Be Continued…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar