Title:
Only You (END)
Genre:
? (entahlah)
Lengh:
Chapter
Rating:
+13
Cast:
=>
IU –
Lee Jieun
L
(INFINITE) – Kim Myungsoo
Woohyun
(INFINITE) – Nam Woohyun
Minho (SHINee) - Minho
Others
member INFINITE
Jiyeon
(T-ARA) – Park Jiyeon
Baekhyun (EXO-K) – Baekhyun
Jinwoon
(2AM) - Jinwoon
Others
cast: =>
Cari
sendiri ya ! J
Akhirnya
FF ini terselesaikan juga, first time bikin ff chapter terus selesai, hehehe
langsung aja deeeh monggo dibaca, maaf kalo ada typo dan lain lainnya, soalnya
ga sempat mau cek ulang, semoga kalian suka sama ff abal ini J
*
#Chapter 4
“PERGI
KALIAN!! BUKANKAH KALIAN INGIN KENCAN JADI TIDAK USAH URUSI KAMI” aku dan Minho
oppa refleks langsung keluar dari kost-an karna suara membahana Jiyeon
“Ahhh
dia benar benar bahaya” aku sedikit terkekeh saat melihat Minho oppa yang
terlihat seperti habis dikejar setan
“Makanya
matamu itu dijaga” aku terkekeh, ia juga ikut terkekeh
Author
POV
Jieun
dan Minho baru saja tiba direstoran yang memang sering mereka datangi, baik
dari pihak Jieun atau pihak Minho, “Kau ingin pesan apa?” tanya Minho yang
begitu senang
Jieun
melihat buku menu yang sudah diletakkan diatas meja pelanggan, “Aku pesan...
yang ini saja” ucap Jieun menunjuk menu yang ingin ia pesan
“Baiklah...”
Minhopun memanggil pelayan dan memesan apa saja yang ingin mereka makan
Sambil
menunggu Jieun dan Minho bercanda tawa, bahkan Minho mengambil ponselnya dan
mengambil selca bersama Jieun, berbagai gaya mereka buat hingga membuat mereka
tertawa sendiri dengan tampang jelek difoto itu
“Lihatlah
wajahmu jelek sekali” Jieun memukul lengan Minho saat Minho mengatainya jelek,
tiba tiba ponsel Jieun berbunyi, “Nugu?” tanya Minho kepo
“Tn.
Park” jelas Jieun lalu menerima panggilan masuk itu, “Yeoboseyo...”
“...”
“MWO!!”
seketikan Jieun membulatkan matanya
#Chapter 5 (END)
“Kenapa?”
tanya Minho pada Jieun yang tiba tiba terlihat begitu shock, “Jieun-ah ada
apa?” tanya Minho lagi
“Kajja
kerumah sakit” ucap Jieun yang langsung menarik tangan Minho, sedangkan pesanan
mereka, mereka tinggal begitu saja
Sesampainya
dirumah sakit Jieun berlari dengan wajah cemasnya, bahkan ia sampai melupakan
Minho yang juga ikut berlari kecil tidak jauh dibelakangnya, sesampainya
diruang rawat Baekhyun Jieun langsung masuk dengan tidak sabaran
Didalam
ada kedua orang tuanya Baekhyun dan Tn. Park, “Baekyun-ah...” ucap Jieun
mencoba bicara walau nafasnya sudah tersenggal senggal
“Jieun-ssi”
ucap Tn. Park, seketika Jieun tertekuk lutut saat melihat jasad Baekhyun sudah
ditutupi dengan kain, dan alat yang menempel ditubuhnya dilepas semuanya, Minho
yang baru masuk juga ikut terkejut
Skip...
“Jieun-ah
kau tidak kerja?” tanya Jiyeon yang sudah siap dengan seragam kerjanya, Jieun
hanya menggeleng, “Mau sampai kapan kau begitu?” tanya Jiyeon
“Molla...”
jawab Jieun datar, dia sudah seperti mayat hidup, memang Jieun adalah satu
satunya orang yang begitu terpukul dengan kepergian Baekhyun, dia benar benar
terlalu menyayangi Baekhyun
Jiyeon
hanya menghela nafas sabar, iapun keluar dari kamar Jieun dan bergegas pergi
karna Jinwoon sudah menunggunya, “Mianhae membuatmu lama menunggu” ucap Jiyeon
pada Jinwoon yang sudah stan by didepan mobilnya
“Gwaenchana...”
Jinwoon tersenyum dan mempersilahkan Jiyeon memasuki mobilnya
“Bagaimana
kabar Jieun?” tanya Jinwoon dipertengahan jalan
“Dia
tetap seperti itu, tidak ada perubahan sama sekali” ucap Jiyeon pasrah
“Kita
harus mencari cara agar dia bisa seperti dulu...” Jiyeon hanya mengangguk, “Oh
iya memangnya Minho tidak peduli padanya?” tanya Jinwoon mengagetkan
“Dia
tidak mau bertemu dengan Minho”
“Bukankah
Minho kekasihnya?”
“Tapi
Jieun punya hakkan?”
“YA!
Kenapa kau yang naik darah seperti itu?”
“Anni,
mianhae...”
*
Sudah
berhari hari Jieun menghabiskan waktunya hanya dikamarnya, terkadang jika bosan
ia hanya berjalan menuju balkon lalu kembali kekamar, tiba tiba ponselnya
berbunyi, panggilan dari Woohyun
“Yeoboseyo...”
ucap Jieun lesu
“...”
“Baik”
“...”
“Nde”
“...”
“Anni”
“...”
“Maaf
aku sibuk” Jieunpun mematikan sambungan itu dan kembali hanyut dalam kesedihan
yang begitu merasukinya, tiba tiba pintu kamarnya terbuka dan muncullah seorang
Choi Minho yang berjalan pelan kearahnya
“Jieun-ah”
lirih Minho
“Wae?”
tanya Jieun datar ditambah lagi dia tidak melihat lawan bicaranya
“Apa
kau sudah makan?”
“...”
tidak ada jawaban
“Bagaimana
jika kita makan bersama diluar, eee... bukankah kita sudah lama tidak kencan?”
ucap Minho ragu ragu
“Maaf,
aku ingin sendiri” tolak Jieun
“Baiklah,
maaf sudah mengganggumu, aku pulang dulu ne, annyeong, jangan lupa jaga
kesehatanmu” ucap Minho panjang lebar lalu ia keluar
“Mianhae...”
lirih Jieun
Keesokan
harinya...
“Akhirnya
kau keluar juga... apa kau mau kerja?” ucap Jiyeon yang begitu senang dengan
perubahan Jieun, sekian lama didalam kamar akhirnya Jieun mau keluar juga
“Nde,
mianhae aku tidak bisa sarapan, aku sudah terlambat” ucap Jieun yang terlihat
buru buru
“Gwaenchana,
tapi jangan lupa ne kau harus makan jangan sampai sakit”
“Nde
eomma” ucap Jieun lalu menghilang dibalik pintu
“Huh~
dia lebih tua kenapa aku yang dipanggil eomma?” gerutu Jieun
*
“Annyeonghasseo...”
sapa Jieun begitu lembut pada setiap staf dan petugas yang ada disana, mereka
terlihat bingung dengan Jieun yang beberapa hari lalu sangat murung dan kini
bisa tersenyum seperti biasanya
“Annyeonghasseo
Tn. Park” sapa Jieun begitu lembut
“Whoaa
Jieun-ssi kau sudah kembali berkerja, syukurlah aku benar benar khawatir
mendengar kabarmu dari sahabatmu” ucap Tn. Park begitu senang
“Gomawo”
ucap Jieun yang langsung berjalan keruang makeup untuk segera berdandan dan
mengganti kostumnya
*
“Hyung...”
panggil seseorang, Minho menoleh dan terkejut melihat sosok bercahaya itu,
memang wajahnya tidak begitu jelas terlihat tapi ia tahu siapa orang itu
“Ada
apa?” tanya Minho
“Putuskan
Jieun noona hyung, tolong” pinta orang itu
“Apa
maksudmu? Aku benar benar mencintai Jieun, tidak mungkin aku memutuskannya”
protes Minho
“Tapi
hyung... disini aku tidak tenang karna melihat Jieun noona menderita”
“Menderita?
Apa maksudmu dia menderita jika berhubungan denganku?”
“Bukan,
tapi dia menderita karna tidak tega menyakitimu dan... dia masih mencintai
mantan kekasihnya...”
“...”
“Hyung
jebalyo...”
“Tidak
akan!!!”
“Hyung
jebal...” lama kelamaan suara itu semakin terdengar jelas dikuping Minho hingga
ia tersadar dari mimpinya, sekujur tubuhnya sudah dibasahi dengan keringat,
saat ia melihat sekitar ternyata ada Taemin dan Key yang sedang berdebat
“Hyung
jebalyoo...” rengek Taemin
“Tidak
akan Taemin, kau ini sudah kubilang jangan ya jangan, apa mau dimarahi manager”
omel Key pada Taemin yang sudah sangat memohon layaknya anak kecil
Taemin
hanya mendengus kesal menerima kenyataan kalau Key melarangnya keluar untuk
sekedar cuci mata
Minhopun
kembali kepermasalahnnya, ia terus saja dihantui perasaan tidak enak, sudah
berapa hari berturut turut ini Baekhyun masuk kedalam mimpinya dan memintanya
agar segera memutuskan Jieun dengan alasan Jieun tidak bisa melupakan L
“Hyung
kau kenapa? Mimpi hantu?” tanya Taemin polos, Minho hanya menggeleng dan segera
pergi, ia perti tanpa pamit pamit, ia sendiri tidak tahu mau kemana, yang pasti
ia hanya mengikuti kemana otaknya mau
*
Comeback
DESTINY adaslah comeback kedua INFINITE ditahun 2013, sekarang mereka sudah
bersiap siap untuk manggung comeback stage di Music Bank, dari belakang
panggung mereka bisa melihat betapa banyak fans yang menyoraki nama mereka
“Aku
gugup sekali...” ucap Sungjong yang terlihat paling tegang diantara yang
lainnya
“Tenang,
kau sudah terlihat sangat tampaaan” puji Dongwoo
“Kemana
L?” tanya Sunggyu yang menghitung berapa jumlah anak ayam, eh salah maksudnya
anak anak INFINITE yang harusnya 7 bersama dirinya tapi kini hanya ada 6
“Mungkin
ketoilet” fikir Woohyun
“Lama
sekali” gerutu Hoya
“Seperti
wanita saja lama ditoilet” tambah Sungjong
Tidak
lama L datang bergabung dengan yang lainnya, “Mianhae aku terlambat” ucap L
begitu tergesa gesa
“Gwaenchana,
kalian sudah siap semua?” tanya Sunggyu, mereka mengangguk
“INFINITE
selanjutnya, segera siap siap” suruh salah satu crue Mubank
Idaero
tteonajima
Nae apeseo majimak
Ganeun dwitmoseubeul boijineun ma
Nae apeseo majimak
Ganeun dwitmoseubeul boijineun ma
Dashin
ni gyeoteseo tteonaji anheulge
Neol beorigo tteonan nal miwohaedo dwae
Chama bolge na Apa bolge da
Neol wihae Oh you~
Neol beorigo tteonan nal miwohaedo dwae
Chama bolge na Apa bolge da
Neol wihae Oh you~
Dashin kkwak jabeun son nochiji anheulge
Neol ulligo tteonan nal miwohaedo dwae
Dollyeobolge da Apa bolge na
For you For you~
Nal
tteona haengbokal su itdan mal Hajima
Naega jarhalge Nochi anheulge
Ni yeope ineun nal
Naega jarhalge Nochi anheulge
Ni yeope ineun nal
Tteonajima
Doraseojima
Idaero bonael su eobseo
Ireon nal dugo Oh-Oh
Gandago Oh-Oh
Beoseonal su eobseo
Cause you‘re my Destiny
Idaero bonael su eobseo
Ireon nal dugo Oh-Oh
Gandago Oh-Oh
Beoseonal su eobseo
Cause you‘re my Destiny
Huuu
huuu huuu
Nal
dugo doraseojima
Huuu
huuu
Bitgyeogajima pihaegajima You‘re my Destiny
Bitgyeogajima pihaegajima You‘re my Destiny
Dul
sai naerimakgil
Tteoreojil saenggage garo makin chae
Daehwajocha shigan nangbira neoye maeumi nal mireonae jamshiman
Naman gonwi soge nama done tto nae baraem ane dama bonae bollaeye jarijapgil
Geuge naye pume angil (Have met Destiny?)
Tteoreojil saenggage garo makin chae
Daehwajocha shigan nangbira neoye maeumi nal mireonae jamshiman
Naman gonwi soge nama done tto nae baraem ane dama bonae bollaeye jarijapgil
Geuge naye pume angil (Have met Destiny?)
Dashin
ireoke neol nochiji anheulge
Neol apeuge haetdeon nal miwohaedo dwae
Dollyeobolge na Apa bolge da
For you For you~
Neol apeuge haetdeon nal miwohaedo dwae
Dollyeobolge na Apa bolge da
For you For you~
Du
beon dashin bol su eobdan mal Hajima
Naega jarhalge Nochi anheulge
Ni gyeote ineun nal~
Naega jarhalge Nochi anheulge
Ni gyeote ineun nal~
Tteonajima
doraseojima
Nan neol bonael su eobseo
Ireon nal dugo Oh-Oh
Gandago Oh-Oh
Beoseonal su eobseo
Cause you‘re my Destiny
Nan neol bonael su eobseo
Ireon nal dugo Oh-Oh
Gandago Oh-Oh
Beoseonal su eobseo
Cause you‘re my Destiny
Sansanjogak
na beorin
Naega beoryeobeorin gieok
Chueogeuro namgyeodugineun shireo
Mureup kkulko bireo
Gireo deon mannam kkeute jeongshini nagasseona bwa
Eonagadeon nal jabajwo
Huhwe soge jamgin naege gihwel jwo
Naega beoryeobeorin gieok
Chueogeuro namgyeodugineun shireo
Mureup kkulko bireo
Gireo deon mannam kkeute jeongshini nagasseona bwa
Eonagadeon nal jabajwo
Huhwe soge jamgin naege gihwel jwo
Idaero
tteonajima
Nae apeseo majimak
Ganeun dwitmoseubeul boijineun ma
Nae apeseo majimak
Ganeun dwitmoseubeul boijineun ma
Cause
you‘re my Destiny
Huuu
huuu huuu (Oh yeah)
Nal
dugo doraseojima
Huuu
huuu
Bitgyeogajima pihaegajima You‘re my Destiny (No way)
Bitgyeogajima pihaegajima You‘re my Destiny (No way)
No
way No way No Way
Dugo gajima-ah-ah
Tteonajima-ah-ah (No way yeah)
Beoseonal su eobseo
Cause you‘re my Destiny
Dugo gajima-ah-ah
Tteonajima-ah-ah (No way yeah)
Beoseonal su eobseo
Cause you‘re my Destiny
“HWAAAA!!!!!!!!”
saat musik berhenti semua penonton berteriak khususnya para yeoja, comeback
INFINITE dengan konsep maskulin ternyata mampu memikat perhatian para penggemar
walau sebelumnya konsep mereka seperti namja manis
“Hwaaa
mereka terlihat begitu senang” ucap Sungjong takjub saat melihat banyak sekali
fans yang berteriak memanggil nama mereka bahkan banyak yang membuan banner
bertuliskan nama mereka atau INFINITE dalam huruf hangul
“Aku
senang mereka puas dengan hasilnya...” jelas Sunggyu
*
Selesai
manggung INFINITE member langsung pulang menuju dorm, selama dimobil Dongwoo
dan Hoya tidak henti hentinya tertawa sedangkan Sunggyu dan Sungyeol sibuk
dengan ponsel mereka, Sungjong memilih untuk tidur, dan L yang duduk
disebelahnya hanya diam sambil memandangi ponselnya, ‘biasanya jika aku selesai
perform pasti ada yang menghubungiku’ batin L sendu
“Yeoboseyo...”
tiba tiba Woohyun bersuara, L diam diam menguping pembicaraannya, “Eoh
Jieunnie, kami baik baik saja...” deg, siapa Jieun?
L POV
Aku
diam diam menguping pembicaraan Woohyun hyung dengan seseorang, saat dia
menyebut nama Jieun aku jadi teringat dia, apa Jieun yang dimaksud itu Lee
Jieun?
“Eoh
gomawoyo... apa kami tampan tampan eoh?” apa yang mereka bahas, cukup lama ada
jeda dari pembicaraan Woohyun hyung
“Ahahaha
jinja? Aku? Bukan L?” mwoya? Kenapa namaku disebut sebut, apa apaan itu
“Ahahaha
anniyo, baiklah berkerjalah dengan baik ne, nanti kita makan malam bersama
bagaimana?”
“Yasudah
makan malam bersama INFINITE saja ne” siapa sih dia itu? “Baiklah annyeong”
kulihat Woohyun hyung melepaskan tempelan ponselnya dari kupingnya tiba tiba
dia tersenyum, aku semakin yakin kalau Jieun yang dimaksud itu Lee Jieun,
mantanku
“Kenapa?”
tanya Woohyun hyung saat melihatku yang sejak tadi menatapnya aneh
“Anniyo”
jawabku lalu ikut tidur disamping Sungjong yang terlihat semakin nyenyak saja
“Kau
pasti bertanya siapa yang menelepon” aku kembali membuka mataku dan menatap
orang yang mengajakku bicara siapa lagi kalau bukan Woohyun hyung
“Aku
tidak bicara begitu”
“Jinja?
Tapi sayangnya kau tidak bisa berbohong padaku, kita sudah bertahun tahun
bersama, dan aku sudah sangat tahu siapa kau” baiklah aku mengaku, aku hanya
menunduk, “Tadi yang meneleponku Jieun, malam ini aku mengajaknya makan malam,
apa kau ikut?”
“Molla”
hanya itu jawabanku, jika aku ikut aku takut kalau dia datang bersama Minho dan
itu akan membuatku semakin galau, tapi kalau aku tidak ikut aku akan dihantui
fikiran tentangnya, ahh bagaimana ini aku bingung
Author
POV
Minho
melajukan mobilnya menuju kost-an tempat Jieun dan Jiyeon berada sesampainya
disana saat Minho mengetuk pintunya tidak ada yang menjawabnya, “Mungkin Jiyeon
sudah berangkat kerja” gumam Minho
Iapun
mengambil ponselnya dan menghubungi Jiyeon, “Eoh Jiyeon-ah kenapa kost-an
kalian terkunci?” tanya Minho
“Dia
sudah berkerja? Baiklah gomawo” Minhopun tersenyum saat tahu kabar kalau Jieun
sudah kembali berkerja dan ia melajukan mobilnya menuju tempat Jieun berkerja,
tidak lupa ia membeli sebuah kue tart untuk Jieun
Ternyata
benar, Jieun sudah kembali beraktifitas seperti biasa, Minho begitu bersyukur
bisa memiliki wanita yang sangat cantik seperti Jieun, “Dia seperti
malaikat...” gumam Minho tapi tiba tiba mimpi itu terbayang lagi dibenaknya, ia
dilema untuk memilih yang mana, meneruskan atau memutuskan
Iapun
menunggu hingga pemotretan selesai, setelah selesai ia langsung menghampiri
Jieun dan memberikan kue yang tadi ia beli, “Bagaimana kabarmu?” tanya Minho
lembut
“Baik”
jawab Jieun sambil memperhatikan kue itu, lalu ia menunduk, “Mianhae... selama
ini aku mengacuhkanmu” ucap Jieun sedih
“Gwaenchana,
aku bisa mengerti bagaimana perasaanmu” jawab Minho menenangkan, iapun mengelus
lembut puncak kepala Jieun
‘seharusnya
aku yang minta maaf’ batin Minho
Malam
hari....
“Annyeonghasseo”
sapa Jieun dan Jiyeon pada member INFINITE yang sudah menunggu disalah satu
meja pelanggan direstoran mewah itu
“Annyeonghasseo...”
jawab mereka serempak, Lpun tersenyum paksa pada Jieun, “Kajja silahkan duduk”
ucap Sungyeol mempersilahkan Jieun dan Jiyeon duduk
“Gamsahamnida”
ucap Jiyeon sopan, Jieun hanya terdiam kaku, sekarang ia sedang duduk tepat
didepan seorang Kim Myungsoo, ya walau namja itu tidak memperhatikannya tapi
dia tetap merasa diperhatikan
Tidak
butuh waktu lama, Jiyeonpun sudah asik sendiri bersama Sungyeol, Dongwoo, Hoya
dan Sunggyu, ia seakan melupakan Jieun yang sudah membatu disampingnya, “Kau
makin cantik saja ne” tiba tiba Woohyun bersuara
“Ahaha
gamsahamnida” Jieun tertawa paksa
“Tidak
perlu seformal itu, kau ini seperti baru pertama kali bertemu saja” ucap
Woohyun bercanda, Jieun hanya tersenyum kaku
“Hyung
temani aku ketoilet” ajak Sungjong pada Woohyun
“Baiklah
kajja” Woohyunpun menemani Sungjong ketoilet
“Apa
kabar?” tanya seseorang tiba tiba, Jieun yang sejak tadi menundukpun mengangkat
kepalanya dan menghadap keorang yang tepat berada didepannya, “Bagaimana
kabarmu?” tanya L namja yang menegur Jieun
“Baik”
jawab Jieun canggung, L hanya mengangguk seakan mengerti
Skip...
Pulang
dari makan makan, Jieun dan L memilih untuk jalan jalan berdua, mereka sudah
sangat lama tidak berhubungan semenjak putusnya cinta mereka, “Sepertinya
sangat canggung” gumam Jieun, tapi L bisa mendengarnya
“Apa
yang harus kita bahas?” tanya L
“Molla”
“Ak...”
ucapan L terputus karna tiba tiba sebuah suara sudah memotong pembicaraan
canggungnya bersama Jieun
“Jieun-ah”
panggil seseorang, Jieun dan Lpun menengok dan sedikit terkejut dengan orang
yang sudah memanggil Jieun
“Oppa...”
gumam Jieun, namja yang dipanggil oppa itu berjalan mendekat kearah mereka,
“Kau sedang apa disini?” tanya Jieun bingung
“Tadi
habis dari lokasi syuting saja, tidak sengaja aku melihatmu dan L” jawab Minho
lembut, “Bagaimana kabarmu? Comeback kalian sangat bagus” ucap Minho
“Gamsahamnida,
kabarku baik baik saja, kau terlihat seperti itu juga” jawab L mencoba sesantai
mungkin
“Kalian
kenapa bisa sama sama disini?”
“Kami
hanya jalan jalan” jelas Jieun, Minho hanya mengangguk
*
Jieun
dan L akhirnya bisa berbaikan kembali walau mereka masih sangat canggung,
sedangkan Minho semakin hari semakin gelisah dengan mimpinya yang tak kunjung
berubah bahkan ia pernah mencoba tidak tidur saat malam agar tidak bermimpi
bertemu Baekhyun lagi
“Apa
aku harus melakukannya?” tanya Minho pada member SHINee yang baru saja
mendengar ceritanya tentang mimpi itu
“Itu
semua terserah padamu, kalau kau betah dengan mimpi itu kau pertahankan, tapi
aku rasa lebih baik kau putuskan saja, aku rasa Jieun tersiksa” jelas Jonghyun
“Kenapa
aku menyukai gadis yang jelas jelas terpaksa menyukaiku” gerutu Minho
“Sudahlah,
jika memang jodoh kau akan dipertemukan lagi dengannya” Onewpun menepuk pundak
Minho menguatkan
“Hyung
ucapanmu seperti ucapan appaku” ucap Taemin tiba tiba
Jieun
POV
Hari
ini aku diajak kencan dengan Minho oppa, akupun menerima tawarannya dan malam
ini juga aku akan menemuinya ditaman tempat biasa kami menghabiskan waktu
berdua jika sedang bosan, aku pergi kesana dengan Jiyeon tapi setelah itu
Jiyeon pergi untuk menemui Jinwoon yang katanya sedang sakit, oh kasihan sekali
Sesampainya
disana keadaannya benar benar gelap, kenapa lampu disini mati biasanya akan
menyala terus hingga pagi, apa sedang ada gangguan listrik? Sudahlah tujuanku
bukan untuk membahas lampu yang mati itu tapi menemui Minho oppa
Aku
tidak menemukan siapapun disini, apa dia belum datang?, akupun memutuskan untuk
berjalan menuju kursi yang biasa kami duduki, tapi langkahku terhenti saat
melihat sepasang manusia, siapa itu? Apa mereka sepasang kekasih yang sedang
kencan juga
Mataku
melebar saat tahu siapa mereka, mereka adalah Minho oppa dan seorang yeoja,
kenapa dia membawa yeoja kesini? Bukankah dia mengajakku kencan, dan lebih
parahnya aku melihatnya mencium yeoja itu, astagaaa...
“Kau...”
panggilku pada mereka, Minho oppapun menengok kearahku yang ada dibelakangnya,
kulihat ia terkejut dengan kedatanganku, “Ini yang kau bilang kencan?” tanyaku
dingin
“Kencan?”
apa? Kenapa kau bertanya balik padaku, “Aku tidak mengajakmu kencan, sungguh”
apa apaan dia, nyata nyatanya dia mengirimku pesan untuk kencan malam ini
“Dasar
pembohong kau mengirim padaku pesan singkat yang mengatakan kalau malam ini
kita kencan ditaman ini, kau mau berbohong huh? Atau kau salah kirim seharusnya
kewanita itu tapi malah terkirim keaku?” ucapku naik darah, bagaimana bisa dia
bermain dibelakangku, aku sudah berusaha bisa menyukainya tapi apa? Dia
mempermainkanku
Plak!!!
Akupun menamparnya, ya ini memang kasar, “Terimakasih dengan semuanya, mulai
sekarang kita jalani hidup masing masing” akupun berlari meninggalkan tempat
itu, airmataku jatuh begitu saja, inikah sakitnya diselingkuhi? Apa perasaanku
dan perasaan L sama saat mengetahui kekasihnya bersama orang lain, padahal aku
tidak menyukai Minho oppa tapi sudah sangat sakit, bagaimana dengan L?
Aku
terus berlari tanpa tujuan, aku tidak tahu harus berbuat apa aku sudah
terlanjur kecewa dengannya, selama ini sikapnya sangat baik padaku, tapi... dia
menduakanku
TTIINNN...
(suara klakson mobil)
Aku
terjatuh kejalan karna terkejut, aku nyaris saja ditabrak mobil jika mobil itu
tidak mengerem tiba tiba, airmataku semakin deras mengalir
Author
POV
Jieun
masih terduduk sedih dijalan itu, sedangkan pengendara mobil itu keluar dari
mobilnya dan melihat keadaan korbannya, “Nona kau baik baik saja?” tanya namja
itu
Jieun
menengok kesumber suara, tapi matanya tiba tiba terbelalak saat melihat siapa
pemilik mobil yang nyaris menabraknya itu, “Myungsoo-ssi” gumam Jieun
“Jieun-ah
kau baik baik sajakan?” tanya L tiba tiba menjadi sangat khawatir, iapun
membantu Jieun berdiri, “Kau menangis?” tanya L, bukannya menjawab Jieun malah
memeluk L dan menangis sejadi jadinya
*
“Jieun-ah
kau baik baik sajakan?” tanya Jiyeon yang terlihat bingung dengan tingkah Jieun
yang sedikit pendiam, “Apa kau ada masalah?” tanya Jiyeon lagi
“Anniyo”
jawab Jieun cuek, ia sejak tadi hanya sibuk dengan masakannya
“Sebenarnya
ada yang ingin aku beritahu...” ucap Jiyeon ragu
“Apa?”
tanya Jieun lalu menoleh kearah Jiyeon
“Aku
akan menikah” tiba tiba saja pipi Jiyeon merona, Jieun yang mendengarnya
langsung menjatuhkan sendok sayur yang ia pegang
“Jinja??”
tanya Jieun exited
“Nde...
kau jangan meledekku” ucap Jiyeon malu malu
“Omo!!
Jiyeon-ah cukhaeyo... siapa calon suamimu? Jinwoo?” Jiyeon mengangguk malu,
“Ciee semoga kalian bahagia ne, aku ikut senang dengan kabar itu” ucap Jieun
lalu memeluk Jiyeon
“Oh iya
nanti tolong kau undang yang lainnya ne, datanglah bersama Minho” ucap Jiyeon
senang, tapi tidak untuk Jieun, saat mendengar nama Minho ia langsung murung,
“Waeyo?”
“Aku
sudah putus” jelas Jieun terlihat sedih, “Ahh sudahlah, kau tenang saja jangan
takut jika aku tidak memiliki pasangan, aku bahkan bisa datang bersama 7 namja
sekaligus” canda Jieun
“Ahahaha
baiklah” Jiyeon tertawa paksa, ia masih memikirkan kenapa bisa Jieun dan Minho
putus, padahal Minho sangat baik kepadanya, ya walau sedikit menyebalkan tapi
Jiyeon rasa itu hanya kepadanya bukan Jieun
Jieun
kini tengah duduk bersama Woohyun disebuah restoran yang memang sering mereka
datangi, “Jadi dia akan menikah?” tanya Woohyun saat mendengar cerita dari
Jieun
“Nde,
ahh aku jadi malu oppa, padahalkan lebih tua aku dari dia tapi kenapa dia lebih
dulu menikah daripada aku” gerutu Jieun
“Ahahaha
kau tidak kalah hanya saja dia terlalu muda untuk menikah” jelas Woohyun
“Ahh
benar sekali, lalu kapan kau akan menyusul? Bukankah Jinwoo lebih muda darimu?”
goda Jieun, Woohyunpun memasang wajah salah tingkahnya, ia juga malu akan hal
itu, “Kau juga malukan?” ledek Jieun balik
“Kau
berani beraninya menggodaku ne?” ucap Woohyun yang siap membalas Jieun tapi
tiba tiba mereka terdiam karna seseorang datang dan bergabung dengan mereka,
“Kau kenapa bisa ada disini?” tanya Woohyun pada orang itu
“Bukankah
ini tempat umum jadi aku bisa datang kapan saja aku maukan?” orang itu malah
balik bertanya dan terkesan sedikit jutek
“Jieunnie,
lihatlah dia, sikapnya benar benar kekanakan ckck” ucap Woohyun prihatin, Jieun
hanya tersenyum menanggapinya
“Jangan
melihatku seperti itu” kesal L saat Jieun menatapnya sambil terkekeh
“Siapa
yang melihatmu” kesal Jieun balik
“Kau”
tuduh L
“Memangnya
kau ini kenapa eoh?” tanya Woohyun akhirnya, ia bingung kenapa tiba tiba
dongsaeng tampannya itu jadi jutek dan menyebalkan
“Kau
tahu...”
“Tidak”
“Aku
belum selesai hyung”
“Baiklah,
lanjutkan”
“Tidak
jadi, tiba tiba aku tidak mood untuk menceritakannya” jelas L lalu meminum
minuman yang tadi Woohyun pesan sampai habis tak tersisa #sakingkesalnyakaliya?
“Eeee...
apa nanti kau bisa datang keacara pernikahan Jiyeon?” tanya Jieun tiba tiba, L
pun langsung menatap Jieun dengan sangat terkejut bagaikan habis melihat setan
“Jiyeon
menikah?” tanya L shock, Jieun hanya mengangguk polos, “Jinja? Bukankah dia
lebih muda darimu?” lagi lagi Jieun hanya mengangguk, “Kau tidak malu?”
“YA!
PABO!” Jieunpun memukuli L dengan sangat kesal, ia sudah cukup kesal diledek
oleh Woohyun, eh sekarang malah L yang meledeknya, “Kau juga harusnya malu pada
Jinwoo!”
“Ahahaha
baiklah aku kalah, memangnya kemana Minho sampai kau menawariku untuk pergi
denganmu?” tanya L begitu PD
“Aku
tidak bicara seperti itu” kesal Jieun, cukup lama ada jeda dan diselingi tawa
Woohyun juga L, “Aku dan Minho sudah putus...” seketika Woohyun dan L terdiam
dengan ucapan Jieun
“Kau
bercandakan?” tanya L tidak percaya, Jieun hanya menunduk
*
“Kenapa
kau mengajakku kesini?” tanya Minho begitu dingin pada L yang sedang menatapnya
dengan tatapan membunuhnya, bukannya menjawab L malah memukul wajah tampan
Minho dan membuat sudut bibir namja itu berdarah
“Kenapa
kau melakukan itu padanya?” kesal L, ia terus saja memberikan tatapan seakan
berkata hari-ini-kau-akan-habis, “WAE???” bentak L, kesabarannya sudah diluar
batas
“Mianhae...
aku bisa menjelaskannya padamu” ucap Minho begitu tenang, ia tidak terlihat
sedikitpun ingin membalas perlakuan kasar L
“Apa
yang ingin kau jelaskan?” masih dengan nada tingginya L membentak Minho
“Dia
masih mencintaimu” tutur Minho dengan wajah sedihnya, seketika L terdiam, “Aku
memang egois karna hanya memikirkan keinginanku, padahal aku sendiri tahu Jieun
menerimaku hanya karna terpaksa, dia memang milikku tapi hatinya untukmu”
“...”
“Sekarang
kau boleh memukulku sepuasmu” ucap Minho pasrah, “Tapi sebelum kau memukulku,
kau harus berfikir apa sikapmu dulu tidak keterlaluan memutuskannya hanya karna
emosi, jelas jelas dia dan namja itu hanya berteman” ucap Minho balik
“Bahkan
namja itu yang menyadarkanku akan keegoisanku” lanjut Minho
“Dimana
namja itu sekarang?”
“Ikut
aku” ajak Minho, iapun membawa L kesuatu tempat, sesampainya disana L benar
benar dibuat bingung, kenapa Minho membawanya ketempat itu
“Untuk
apa kita kesini?”
Minho tidak
menjawab melainkan melihat kesuatu sisi dimana terlihat seorang yeoja sedang
meletakkan setangkai bunga diatas sebuah pemakaman, suasana disana sangat sepi,
hanya ada yeoja itu dan mereka berdua
“Jieun?
Apa yang dia lakukan?” tanya L bingung, Minhopun menyuruhnya untuk
menghampirinya, “Jieun-ah” panggil L begitu lemah, Jieun menengok
“Myungsoo-ssi”
jawab Jieun bingung, “Kau sedang apa disini?”
“Seharusnya
aku yang bertanya, itu makam siapa?”
“Byun
Baekhyun” jawab Jieun begitu sedih, L membelalakkan matanya, “Namja yang kau
kira selingkuhanku” lanjut Jieun
“Aku
sangat menyayanginya sudah seperti menyayangi adikku sendiri, aku tidak menyangka
hidupnya sesingkat ini” jelas Jieun, iapun menangis, karna sisi laki L keluar
iapun langsung menarik Jieun kedalam pelukkannya
“Apa
dia sudah memaafkanku?”
“Ya,
dia sudah memaafkanmu tanpa kau minta maaf, dia... dia anak yang baik, sangat
baik bagaikan malaikat, hanya dia yang mengerti aku selain Jiyeon” jelas Jieun
*
Beberapa
minggu kemudian...
“Apa
malam ini kau bisa pergi bersamaku?” tanya Woohyun pada Jieun melalui sambungan
telepon
“Eee...
sepertinya bisa...”
“Baiklah,
ku tunggu jam 7 malam ne di restoran biasa, kau harus tampil cantik ok”
“Arrasseo
oppa...”
Malam harinya...
Jieun
POV
Aneh sekali
kenapa tiba tiba Woohyun oppa mengajakku untuk jalan malam ini, ya kebetulan
aku tidak memiliki urusan jadinya aku menerima saja tawarannya, toh jika di
kost-an aku hanya sendiri karna Jiyeon sedang sibuk dengan pernikahannya yang
tinggal menunggu hari
Sesampainya
ditempat tujuan aku terkejut kenapa tempatnya begitu sepi dan gelap, apa
restorannya tutup, tapi bukankah Woohyun oppa akan menungguku jam 7, jika tutup
dia pasti akan menghubungiku, akupun melihat isi dalamnya melalui dinding kaca
itu, tidak ada yang bisa kulihat, hingga aku dengan sebuah suara memanggilku
dari dalam, “Jieun-ah...”
“Oppa? Apa
itu kau? Kenapa sangat gelap?”
“Masuklah”
akupun mencari dimana pintu masuknya berada dan segera masuk, sesampianya
didalam aku benar benar tidak bisa melihat apapun, semua gelap, “Oppa...”
panggilku, tapi tidak ada yang menjawab, aku jadi takut, ini seperti difilm
horor yang sering aku tonton
“Oppa...”
sekali lagi aku memanggilnya tapi tidak ada, akupun kembali menuju pintu masuk
tadi untuk keluar tapi aku terkejut saat baru saja aku memegang kenop pintu dan
keadaan restoran itu langsung terang benderang, saat aku melihat sekeliling,
astagaaaa tempat ini sangat indah
Kulihat
seorang namja berjalan mendekat, “Myungsoo-ssi...” gumamku, kulihat ia
tersenyum kearahku, “Kemana Woohyun oppa? Dan ada apa dengan restoran ini?” tanyaku
begitu bingung
“Jieun-ah,
aku minta maaf atas kejadian dimasa lalu kita..”
“Aku
sudah memaafkanmu...”
“Aku
tahu ini lancang, tapi... aku masih mencintaimu” aku hanya diam mencerna setiap
ucapannya, “Apa kau mau kembali padaku? Kita buat lembaran baru...”
Aku hanya
terdiam tidak menjawab, aku sendiri bingung antara akan menerimanya atau akan
memikirkannya, “Aku mengaku salah, saat itu aku benar benar dikuasai emosi
sehingga tidak bisa mengontrol setiap kata kata yang keluar dari mulutku...”
“Aku
benar benar hanya mencintaimu Jieun-ah, aku sudah mencoba mencari penggantimu
tapi hasilnya sama saja, aku tidak bisa mencintainya” jelasnya, aku masih diam
sibuk berperang dengan perasaanku sendiri
“Myungsoo-ssi...
aku...” aku menggantung ucapanku, “Aku juga mencintaimu” jawabku dan langsung
tersenyum kearahnya, kulihat ia juga balas tersenyum, dan langsung memelukku
“Jieun-ah
saranghae...”
“Na ddo
saranghae...”
“Jadi...
kita?”
“Kita
jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk kita dimasa depan”
*
Hari ini
adalah hari kebahagiaan sahabatku tersayang, Jiyeon. Ya hari ini adalah hari
pernikahannya, sejak tadi malam kulihat ia terus saja tersenyum walaupun ia dibilang
gila oleh adiknya tapi dia tidak peduli
“Jiyeon-ah,
semangat ne semoga semua berjalan lancar, selamat ya atas pernikahanmu” ucapku
lalu memeluknya, dia begitu cantik dengan gaun yang membalut tubuh idealnya itu
“Gomawoyo
Jieun-ah, kau memang sahabat terbaikku” aku tersenyum saat ia balik memujiku
Jiyeon dan
Jinwoon sudah sah menjadi sepasang suami istri, bahkan kulihat Sungyeol oppa
sangat exited saat melihat Jinwoon mencium Jiyeon, hingga akhirnya salah satu
kegiatan yang ditunggu tunggupun datang, yaitu pelemparan bunga pengantin, tapi
aku tidak ikut aku hanya berdiri disamping L oppa yang sedang tersenyum melihat
banyak sekali yeoja yang bersiap siap merebutkan bunga itu
“Kau
tidak ikut?” tanya L oppa tiba tiba, akupun menengok dan menggeleng, “Tidak ada
niat ingin menyusul?” tanyanya lagi
“Kalau
bisa...”
Aku terkejut
saat tiba tiba sebuah bunga melayang kearahku dan dengan sigap aku
mengambilnya, kulihat banyak sekali yang bertepuk tangan kearahku, saat aku
melihat kearah Jiyeon ia malah tersenyum dan mengacungkan jempolnya kearahku
“Cukhaeyo
kau yang mendapatkan bungannya” aku terkejut saat tiba tiba Luna mengucapkan
selamat padaku, apa ini bunga yang Jiyeon lempar, kenapa bisa aku yang dapat?,
saat aku melihat kearah L kulihat ia tersenyum, akupun memberikan bunga itu
padanya, dan dengan senang hari ia menerimanya lalu memelukku, kulihat banyak
sekali yang bersorak
1 tahun
kemudian...
Author POV
Jieun terbangun
dari tidurnya, suasana apartement sangatlah sepi, setelah Jiyeon menikah,
Jiyeon memilih untuk pindah kerumah Jinwoon, awalnya ia mengajak Jieun tapi
Jieun menolaknya karna tidak ingin merepotkan mereka, dan akhirnya ia memilih
untuk membeli sebuah apartement yang letaknya berada dikumpulan apartement para
artis pula
Jieun meraih
ponselnya, masih jam 6 pagi, iapun bergegas bangun dan mandi, selesai mandi ia
langsung meraih ponselnya karna ada panggilan masuk diponselnya, “Yeoboseyo”
ucap Jieun mengangkat telepon itu
“...”
“Huh~
kau bercanda”
“...”
Jieun tidak menjawab melainkan memutuskan sambungannya dan segera membuka pintu
apartementnya, ternyata sudah ada seorang namja diluar sana, “Kenapa datang
kesini pagi pagi?” tanya Jieun pada orang itu
Bukannya
menjawab orang itu malah masuk dengan seenaknya dan duduk disalah satu sofa
yang ada diruang tamu itu, “Sepi sekali” gumam namja itu
“Bukankah
setiap hari seperti ini” jawab Jieun
“Kajja
kita kerumah Jiyeon” Jieun terkejut karna tiba tiba namja itu mengajaknya
keluar dipagi hari seperti ini, “Astaga kau belum mengganti handuk kimonomu
dengan pakaian, kalau namja lain yang datang bisa habis kau, cepat cari bajumu
kita sarapan diluar selanjutnya kita kerumah Jiyeon” Jieun hanya mendengus lalu
masuk kedalam kamarnya
Tidak lama
Jieun keluar dengan pakaian santainya, namja itupun segera merangkulnya, “YA! Kim
Myungsoo perlakukan aku layaknya wanita, aku bukan Sungjong atau adikmu” kesal
Jieun
“Kau
cerewet”
Skip...
Dunia per-k-pop-an
sedang diguncang dengan berita menggelegar yang telah menjadi terending topik
saat beberapa menit dipublikasi, seorang anggota boyband idol di Korea Selatan
menyatakan sebuah pengakuan gila, ia mengatakan kalau ia akan menikah bulan
depan
“Omo! L
oppa akan menikah!” kejut salah satu penggemar
“Hwaaa
oppaa... seharusnya aku yang kau nikahi” protes salah satu fans lagi
“Astaga!!!!
Kim Myungsoo kau benar benar akan menikah?” tanya salah satu sahabatnya, namja
itu hanya mengangguk, “Kau akan menikah dengan Jieun?”
“Siapa
lagi kalau bukan dia...”
“OPPA!!!
UNDANG KAMI KEPERNIKAHANMUUUUUU...” ribuan fans berteriak disebuah gedung, yang
dikenal itu adalah gedung Woolim, Lpun tersenyum dan mengangguk
“Oppa,
mereka merestui kita...” ucap Jieun terharu, L tersenyum lalu memeluk Jieun
didepan ribuan fans yang melihat mereka dari bawah, walau mereka terhalang
sebuah dinding kaca tapi fans bisa melihatnya dengan sangat jelas
“Jieun-ah
saranghae...”
“Na ddo
saranghae Kim Myungsoo...”
END
Hwaaaaa
akhirnya selesai juga, maaf ya lama baru ngeposnya soalnya lagi sibuk belajar
ni mau UN tanggal 5 Mei nanti, do’ain ya readers semoga semuanya lancar dan
LULUS dengan hasil memuaskan, kita saling mendo’akan aja dehhh buat semua yang
mau UN semoga berjalan lancar dan LULUS dari tingkat SMP dan lulus masuk SMA
yang diinginkan, amiiiiiin J
kereen,,akhirnya di lanjut tp end XD
BalasHapusbtw,kenalan donk chingu puny FB or twitter gak?
oh,ea kalau bisa bikin FF Chan U dong please hehe
keep writing and hwaiting ya ^^
Makasiiih udah baca, iya salam kenal ya, punya kok nama fb-nya Park Mitha trus kalo twitter-nya @yellove108
HapusChanU maksudnya Chanyeol IU ? Kalo yang itu sudah bikin cuma masih dalam proses jadi ditunggu aja yaaa :-) :-D
eh btw bnyak typo,
BalasHapusoh,masih smp ya
Good Luck ya buat UN nya
semoga nilainya bgs2 dan memuaskan^^
semangat !!!!
Ahh jinja? Aduuuh maaf deh soalnya ga sempat ngecek gara gara stres mikirin UN aja kkk...
BalasHapusAmiiin makasiiih ya :-)