Rabu, 30 April 2014

[FF] Only You (Chapter 5 END)

Title: Only You (END)
Genre: ? (entahlah)
Lengh: Chapter
Rating: +13
Cast: =>
IU – Lee Jieun
L (INFINITE) – Kim Myungsoo
Woohyun (INFINITE) – Nam Woohyun
Minho (SHINee) - Minho
Others member INFINITE
Jiyeon (T-ARA) – Park Jiyeon
Baekhyun (EXO-K) – Baekhyun
Jinwoon (2AM) - Jinwoon
Others cast: =>
Cari sendiri ya ! J

Akhirnya FF ini terselesaikan juga, first time bikin ff chapter terus selesai, hehehe langsung aja deeeh monggo dibaca, maaf kalo ada typo dan lain lainnya, soalnya ga sempat mau cek ulang, semoga kalian suka sama ff abal ini J

*

#Chapter 4

“PERGI KALIAN!! BUKANKAH KALIAN INGIN KENCAN JADI TIDAK USAH URUSI KAMI” aku dan Minho oppa refleks langsung keluar dari kost-an karna suara membahana Jiyeon

“Ahhh dia benar benar bahaya” aku sedikit terkekeh saat melihat Minho oppa yang terlihat seperti habis dikejar setan

“Makanya matamu itu dijaga” aku terkekeh, ia juga ikut terkekeh

Author POV

Jieun dan Minho baru saja tiba direstoran yang memang sering mereka datangi, baik dari pihak Jieun atau pihak Minho, “Kau ingin pesan apa?” tanya Minho yang begitu senang

Jieun melihat buku menu yang sudah diletakkan diatas meja pelanggan, “Aku pesan... yang ini saja” ucap Jieun menunjuk menu yang ingin ia pesan

“Baiklah...” Minhopun memanggil pelayan dan memesan apa saja yang ingin mereka makan


Sambil menunggu Jieun dan Minho bercanda tawa, bahkan Minho mengambil ponselnya dan mengambil selca bersama Jieun, berbagai gaya mereka buat hingga membuat mereka tertawa sendiri dengan tampang jelek difoto itu

“Lihatlah wajahmu jelek sekali” Jieun memukul lengan Minho saat Minho mengatainya jelek, tiba tiba ponsel Jieun berbunyi, “Nugu?” tanya Minho kepo

“Tn. Park” jelas Jieun lalu menerima panggilan masuk itu, “Yeoboseyo...”

“...”

“MWO!!” seketikan Jieun membulatkan matanya

#Chapter 5 (END)

“Kenapa?” tanya Minho pada Jieun yang tiba tiba terlihat begitu shock, “Jieun-ah ada apa?” tanya Minho lagi

“Kajja kerumah sakit” ucap Jieun yang langsung menarik tangan Minho, sedangkan pesanan mereka, mereka tinggal begitu saja

Sesampainya dirumah sakit Jieun berlari dengan wajah cemasnya, bahkan ia sampai melupakan Minho yang juga ikut berlari kecil tidak jauh dibelakangnya, sesampainya diruang rawat Baekhyun Jieun langsung masuk dengan tidak sabaran

Didalam ada kedua orang tuanya Baekhyun dan Tn. Park, “Baekyun-ah...” ucap Jieun mencoba bicara walau nafasnya sudah tersenggal senggal

“Jieun-ssi” ucap Tn. Park, seketika Jieun tertekuk lutut saat melihat jasad Baekhyun sudah ditutupi dengan kain, dan alat yang menempel ditubuhnya dilepas semuanya, Minho yang baru masuk juga ikut terkejut

Skip...

“Jieun-ah kau tidak kerja?” tanya Jiyeon yang sudah siap dengan seragam kerjanya, Jieun hanya menggeleng, “Mau sampai kapan kau begitu?” tanya Jiyeon

“Molla...” jawab Jieun datar, dia sudah seperti mayat hidup, memang Jieun adalah satu satunya orang yang begitu terpukul dengan kepergian Baekhyun, dia benar benar terlalu menyayangi Baekhyun

Jiyeon hanya menghela nafas sabar, iapun keluar dari kamar Jieun dan bergegas pergi karna Jinwoon sudah menunggunya, “Mianhae membuatmu lama menunggu” ucap Jiyeon pada Jinwoon yang sudah stan by didepan mobilnya

“Gwaenchana...” Jinwoon tersenyum dan mempersilahkan Jiyeon memasuki mobilnya

“Bagaimana kabar Jieun?” tanya Jinwoon dipertengahan jalan

“Dia tetap seperti itu, tidak ada perubahan sama sekali” ucap Jiyeon pasrah

“Kita harus mencari cara agar dia bisa seperti dulu...” Jiyeon hanya mengangguk, “Oh iya memangnya Minho tidak peduli padanya?” tanya Jinwoon mengagetkan

“Dia tidak mau bertemu dengan Minho”

“Bukankah Minho kekasihnya?”

“Tapi Jieun punya hakkan?”

“YA! Kenapa kau yang naik darah seperti itu?”

“Anni, mianhae...”

*

Sudah berhari hari Jieun menghabiskan waktunya hanya dikamarnya, terkadang jika bosan ia hanya berjalan menuju balkon lalu kembali kekamar, tiba tiba ponselnya berbunyi, panggilan dari Woohyun

“Yeoboseyo...” ucap Jieun lesu

“...”

“Baik”

“...”

“Nde”

“...”

“Anni”

“...”

“Maaf aku sibuk” Jieunpun mematikan sambungan itu dan kembali hanyut dalam kesedihan yang begitu merasukinya, tiba tiba pintu kamarnya terbuka dan muncullah seorang Choi Minho yang berjalan pelan kearahnya

“Jieun-ah” lirih Minho

“Wae?” tanya Jieun datar ditambah lagi dia tidak melihat lawan bicaranya

“Apa kau sudah makan?”

“...” tidak ada jawaban

“Bagaimana jika kita makan bersama diluar, eee... bukankah kita sudah lama tidak kencan?” ucap Minho ragu ragu

“Maaf, aku ingin sendiri” tolak Jieun

“Baiklah, maaf sudah mengganggumu, aku pulang dulu ne, annyeong, jangan lupa jaga kesehatanmu” ucap Minho panjang lebar lalu ia keluar

“Mianhae...” lirih Jieun

Keesokan harinya...

“Akhirnya kau keluar juga... apa kau mau kerja?” ucap Jiyeon yang begitu senang dengan perubahan Jieun, sekian lama didalam kamar akhirnya Jieun mau keluar juga

“Nde, mianhae aku tidak bisa sarapan, aku sudah terlambat” ucap Jieun yang terlihat buru buru

“Gwaenchana, tapi jangan lupa ne kau harus makan jangan sampai sakit”

“Nde eomma” ucap Jieun lalu menghilang dibalik pintu

“Huh~ dia lebih tua kenapa aku yang dipanggil eomma?” gerutu Jieun

*

“Annyeonghasseo...” sapa Jieun begitu lembut pada setiap staf dan petugas yang ada disana, mereka terlihat bingung dengan Jieun yang beberapa hari lalu sangat murung dan kini bisa tersenyum seperti biasanya

“Annyeonghasseo Tn. Park” sapa Jieun begitu lembut

“Whoaa Jieun-ssi kau sudah kembali berkerja, syukurlah aku benar benar khawatir mendengar kabarmu dari sahabatmu” ucap Tn. Park begitu senang

“Gomawo” ucap Jieun yang langsung berjalan keruang makeup untuk segera berdandan dan mengganti kostumnya

*

“Hyung...” panggil seseorang, Minho menoleh dan terkejut melihat sosok bercahaya itu, memang wajahnya tidak begitu jelas terlihat tapi ia tahu siapa orang itu

“Ada apa?” tanya Minho

“Putuskan Jieun noona hyung, tolong” pinta orang itu

“Apa maksudmu? Aku benar benar mencintai Jieun, tidak mungkin aku memutuskannya” protes Minho

“Tapi hyung... disini aku tidak tenang karna melihat Jieun noona menderita”

“Menderita? Apa maksudmu dia menderita jika berhubungan denganku?”

“Bukan, tapi dia menderita karna tidak tega menyakitimu dan... dia masih mencintai mantan kekasihnya...”

“...”

“Hyung jebalyo...”

“Tidak akan!!!”

“Hyung jebal...” lama kelamaan suara itu semakin terdengar jelas dikuping Minho hingga ia tersadar dari mimpinya, sekujur tubuhnya sudah dibasahi dengan keringat, saat ia melihat sekitar ternyata ada Taemin dan Key yang sedang berdebat

“Hyung jebalyoo...” rengek Taemin

“Tidak akan Taemin, kau ini sudah kubilang jangan ya jangan, apa mau dimarahi manager” omel Key pada Taemin yang sudah sangat memohon layaknya anak kecil

Taemin hanya mendengus kesal menerima kenyataan kalau Key melarangnya keluar untuk sekedar cuci mata

Minhopun kembali kepermasalahnnya, ia terus saja dihantui perasaan tidak enak, sudah berapa hari berturut turut ini Baekhyun masuk kedalam mimpinya dan memintanya agar segera memutuskan Jieun dengan alasan Jieun tidak bisa melupakan L

“Hyung kau kenapa? Mimpi hantu?” tanya Taemin polos, Minho hanya menggeleng dan segera pergi, ia perti tanpa pamit pamit, ia sendiri tidak tahu mau kemana, yang pasti ia hanya mengikuti kemana otaknya mau

*

Comeback DESTINY adaslah comeback kedua INFINITE ditahun 2013, sekarang mereka sudah bersiap siap untuk manggung comeback stage di Music Bank, dari belakang panggung mereka bisa melihat betapa banyak fans yang menyoraki nama mereka

“Aku gugup sekali...” ucap Sungjong yang terlihat paling tegang diantara yang lainnya

“Tenang, kau sudah terlihat sangat tampaaan” puji Dongwoo

“Kemana L?” tanya Sunggyu yang menghitung berapa jumlah anak ayam, eh salah maksudnya anak anak INFINITE yang harusnya 7 bersama dirinya tapi kini hanya ada 6

“Mungkin ketoilet” fikir Woohyun

“Lama sekali” gerutu Hoya

“Seperti wanita saja lama ditoilet” tambah Sungjong

Tidak lama L datang bergabung dengan yang lainnya, “Mianhae aku terlambat” ucap L begitu tergesa gesa

“Gwaenchana, kalian sudah siap semua?” tanya Sunggyu, mereka mengangguk

“INFINITE selanjutnya, segera siap siap” suruh salah satu crue Mubank

Idaero tteonajima
Nae apeseo majimak
Ganeun dwitmoseubeul boijineun ma

Dashin ni gyeoteseo tteonaji anheulge
Neol beorigo tteonan nal miwohaedo dwae
Chama bolge na Apa bolge da
Neol wihae Oh you~

Dashin kkwak jabeun son nochiji anheulge
Neol ulligo tteonan nal miwohaedo dwae
Dollyeobolge da Apa bolge na
For you For you~

Nal tteona haengbokal su itdan mal Hajima
Naega jarhalge Nochi anheulge
Ni yeope ineun nal

Tteonajima Doraseojima
Idaero bonael su eobseo
Ireon nal dugo Oh-Oh
Gandago Oh-Oh
Beoseonal su eobseo
Cause you‘re my Destiny

Huuu huuu huuu
Nal dugo doraseojima
Huuu huuu
Bitgyeogajima pihaegajima You‘re my Destiny

Dul sai naerimakgil
Tteoreojil saenggage garo makin chae
Daehwajocha shigan nangbira neoye maeumi nal mireonae jamshiman
Naman gonwi soge nama done tto nae baraem ane dama bonae bollaeye jarijapgil
Geuge naye pume angil (Have met Destiny?)

Dashin ireoke neol nochiji anheulge
Neol apeuge haetdeon nal miwohaedo dwae
Dollyeobolge na Apa bolge da
For you For you~

Du beon dashin bol su eobdan mal Hajima
Naega jarhalge Nochi anheulge
Ni gyeote ineun nal~

Tteonajima doraseojima
Nan neol bonael su eobseo
Ireon nal dugo Oh-Oh
Gandago Oh-Oh
Beoseonal su eobseo
Cause you‘re my Destiny

Sansanjogak na beorin
Naega beoryeobeorin gieok
Chueogeuro namgyeodugineun shireo
Mureup kkulko bireo
Gireo deon mannam kkeute jeongshini nagasseona bwa
Eonagadeon nal jabajwo
Huhwe soge jamgin naege gihwel jwo

Idaero tteonajima
Nae apeseo majimak
Ganeun dwitmoseubeul boijineun ma

Cause you‘re my Destiny

Huuu huuu huuu (Oh yeah)
Nal dugo doraseojima
Huuu huuu
Bitgyeogajima pihaegajima You‘re my Destiny (No way)
No way No way No Way
Dugo gajima-ah-ah
Tteonajima-ah-ah (No way yeah)
Beoseonal su eobseo
Cause you‘re my Destiny

“HWAAAA!!!!!!!!” saat musik berhenti semua penonton berteriak khususnya para yeoja, comeback INFINITE dengan konsep maskulin ternyata mampu memikat perhatian para penggemar walau sebelumnya konsep mereka seperti namja manis

“Hwaaa mereka terlihat begitu senang” ucap Sungjong takjub saat melihat banyak sekali fans yang berteriak memanggil nama mereka bahkan banyak yang membuan banner bertuliskan nama mereka atau INFINITE dalam huruf hangul

“Aku senang mereka puas dengan hasilnya...” jelas Sunggyu

*

Selesai manggung INFINITE member langsung pulang menuju dorm, selama dimobil Dongwoo dan Hoya tidak henti hentinya tertawa sedangkan Sunggyu dan Sungyeol sibuk dengan ponsel mereka, Sungjong memilih untuk tidur, dan L yang duduk disebelahnya hanya diam sambil memandangi ponselnya, ‘biasanya jika aku selesai perform pasti ada yang menghubungiku’ batin L sendu

“Yeoboseyo...” tiba tiba Woohyun bersuara, L diam diam menguping pembicaraannya, “Eoh Jieunnie, kami baik baik saja...” deg, siapa Jieun?

L POV

Aku diam diam menguping pembicaraan Woohyun hyung dengan seseorang, saat dia menyebut nama Jieun aku jadi teringat dia, apa Jieun yang dimaksud itu Lee Jieun?

“Eoh gomawoyo... apa kami tampan tampan eoh?” apa yang mereka bahas, cukup lama ada jeda dari pembicaraan Woohyun hyung

“Ahahaha jinja? Aku? Bukan L?” mwoya? Kenapa namaku disebut sebut, apa apaan itu

“Ahahaha anniyo, baiklah berkerjalah dengan baik ne, nanti kita makan malam bersama bagaimana?”

“Yasudah makan malam bersama INFINITE saja ne” siapa sih dia itu? “Baiklah annyeong” kulihat Woohyun hyung melepaskan tempelan ponselnya dari kupingnya tiba tiba dia tersenyum, aku semakin yakin kalau Jieun yang dimaksud itu Lee Jieun, mantanku

“Kenapa?” tanya Woohyun hyung saat melihatku yang sejak tadi menatapnya aneh

“Anniyo” jawabku lalu ikut tidur disamping Sungjong yang terlihat semakin nyenyak saja

“Kau pasti bertanya siapa yang menelepon” aku kembali membuka mataku dan menatap orang yang mengajakku bicara siapa lagi kalau bukan Woohyun hyung

“Aku tidak bicara begitu”

“Jinja? Tapi sayangnya kau tidak bisa berbohong padaku, kita sudah bertahun tahun bersama, dan aku sudah sangat tahu siapa kau” baiklah aku mengaku, aku hanya menunduk, “Tadi yang meneleponku Jieun, malam ini aku mengajaknya makan malam, apa kau ikut?”

“Molla” hanya itu jawabanku, jika aku ikut aku takut kalau dia datang bersama Minho dan itu akan membuatku semakin galau, tapi kalau aku tidak ikut aku akan dihantui fikiran tentangnya, ahh bagaimana ini aku bingung

Author POV

Minho melajukan mobilnya menuju kost-an tempat Jieun dan Jiyeon berada sesampainya disana saat Minho mengetuk pintunya tidak ada yang menjawabnya, “Mungkin Jiyeon sudah berangkat kerja” gumam Minho

Iapun mengambil ponselnya dan menghubungi Jiyeon, “Eoh Jiyeon-ah kenapa kost-an kalian terkunci?” tanya Minho

“Dia sudah berkerja? Baiklah gomawo” Minhopun tersenyum saat tahu kabar kalau Jieun sudah kembali berkerja dan ia melajukan mobilnya menuju tempat Jieun berkerja, tidak lupa ia membeli sebuah kue tart untuk Jieun

Ternyata benar, Jieun sudah kembali beraktifitas seperti biasa, Minho begitu bersyukur bisa memiliki wanita yang sangat cantik seperti Jieun, “Dia seperti malaikat...” gumam Minho tapi tiba tiba mimpi itu terbayang lagi dibenaknya, ia dilema untuk memilih yang mana, meneruskan atau memutuskan

Iapun menunggu hingga pemotretan selesai, setelah selesai ia langsung menghampiri Jieun dan memberikan kue yang tadi ia beli, “Bagaimana kabarmu?” tanya Minho lembut

“Baik” jawab Jieun sambil memperhatikan kue itu, lalu ia menunduk, “Mianhae... selama ini aku mengacuhkanmu” ucap Jieun sedih

“Gwaenchana, aku bisa mengerti bagaimana perasaanmu” jawab Minho menenangkan, iapun mengelus lembut puncak kepala Jieun

‘seharusnya aku yang minta maaf’ batin Minho

Malam hari....

“Annyeonghasseo” sapa Jieun dan Jiyeon pada member INFINITE yang sudah menunggu disalah satu meja pelanggan direstoran mewah itu

“Annyeonghasseo...” jawab mereka serempak, Lpun tersenyum paksa pada Jieun, “Kajja silahkan duduk” ucap Sungyeol mempersilahkan Jieun dan Jiyeon duduk

“Gamsahamnida” ucap Jiyeon sopan, Jieun hanya terdiam kaku, sekarang ia sedang duduk tepat didepan seorang Kim Myungsoo, ya walau namja itu tidak memperhatikannya tapi dia tetap merasa diperhatikan

Tidak butuh waktu lama, Jiyeonpun sudah asik sendiri bersama Sungyeol, Dongwoo, Hoya dan Sunggyu, ia seakan melupakan Jieun yang sudah membatu disampingnya, “Kau makin cantik saja ne” tiba tiba Woohyun bersuara

“Ahaha gamsahamnida” Jieun tertawa paksa

“Tidak perlu seformal itu, kau ini seperti baru pertama kali bertemu saja” ucap Woohyun bercanda, Jieun hanya tersenyum kaku

“Hyung temani aku ketoilet” ajak Sungjong pada Woohyun

“Baiklah kajja” Woohyunpun menemani Sungjong ketoilet

“Apa kabar?” tanya seseorang tiba tiba, Jieun yang sejak tadi menundukpun mengangkat kepalanya dan menghadap keorang yang tepat berada didepannya, “Bagaimana kabarmu?” tanya L namja yang menegur Jieun

“Baik” jawab Jieun canggung, L hanya mengangguk seakan mengerti

Skip...

Pulang dari makan makan, Jieun dan L memilih untuk jalan jalan berdua, mereka sudah sangat lama tidak berhubungan semenjak putusnya cinta mereka, “Sepertinya sangat canggung” gumam Jieun, tapi L bisa mendengarnya

“Apa yang harus kita bahas?” tanya L

“Molla”

“Ak...” ucapan L terputus karna tiba tiba sebuah suara sudah memotong pembicaraan canggungnya bersama Jieun

“Jieun-ah” panggil seseorang, Jieun dan Lpun menengok dan sedikit terkejut dengan orang yang sudah memanggil Jieun

“Oppa...” gumam Jieun, namja yang dipanggil oppa itu berjalan mendekat kearah mereka, “Kau sedang apa disini?” tanya Jieun bingung

“Tadi habis dari lokasi syuting saja, tidak sengaja aku melihatmu dan L” jawab Minho lembut, “Bagaimana kabarmu? Comeback kalian sangat bagus” ucap Minho

“Gamsahamnida, kabarku baik baik saja, kau terlihat seperti itu juga” jawab L mencoba sesantai mungkin

“Kalian kenapa bisa sama sama disini?”

“Kami hanya jalan jalan” jelas Jieun, Minho hanya mengangguk

*

Jieun dan L akhirnya bisa berbaikan kembali walau mereka masih sangat canggung, sedangkan Minho semakin hari semakin gelisah dengan mimpinya yang tak kunjung berubah bahkan ia pernah mencoba tidak tidur saat malam agar tidak bermimpi bertemu Baekhyun lagi

“Apa aku harus melakukannya?” tanya Minho pada member SHINee yang baru saja mendengar ceritanya tentang mimpi itu

“Itu semua terserah padamu, kalau kau betah dengan mimpi itu kau pertahankan, tapi aku rasa lebih baik kau putuskan saja, aku rasa Jieun tersiksa” jelas Jonghyun

“Kenapa aku menyukai gadis yang jelas jelas terpaksa menyukaiku” gerutu Minho

“Sudahlah, jika memang jodoh kau akan dipertemukan lagi dengannya” Onewpun menepuk pundak Minho menguatkan

“Hyung ucapanmu seperti ucapan appaku” ucap Taemin tiba tiba

Jieun POV

Hari ini aku diajak kencan dengan Minho oppa, akupun menerima tawarannya dan malam ini juga aku akan menemuinya ditaman tempat biasa kami menghabiskan waktu berdua jika sedang bosan, aku pergi kesana dengan Jiyeon tapi setelah itu Jiyeon pergi untuk menemui Jinwoon yang katanya sedang sakit, oh kasihan sekali

Sesampainya disana keadaannya benar benar gelap, kenapa lampu disini mati biasanya akan menyala terus hingga pagi, apa sedang ada gangguan listrik? Sudahlah tujuanku bukan untuk membahas lampu yang mati itu tapi menemui Minho oppa

Aku tidak menemukan siapapun disini, apa dia belum datang?, akupun memutuskan untuk berjalan menuju kursi yang biasa kami duduki, tapi langkahku terhenti saat melihat sepasang manusia, siapa itu? Apa mereka sepasang kekasih yang sedang kencan juga

Mataku melebar saat tahu siapa mereka, mereka adalah Minho oppa dan seorang yeoja, kenapa dia membawa yeoja kesini? Bukankah dia mengajakku kencan, dan lebih parahnya aku melihatnya mencium yeoja itu, astagaaa...

“Kau...” panggilku pada mereka, Minho oppapun menengok kearahku yang ada dibelakangnya, kulihat ia terkejut dengan kedatanganku, “Ini yang kau bilang kencan?” tanyaku dingin

“Kencan?” apa? Kenapa kau bertanya balik padaku, “Aku tidak mengajakmu kencan, sungguh” apa apaan dia, nyata nyatanya dia mengirimku pesan untuk kencan malam ini

“Dasar pembohong kau mengirim padaku pesan singkat yang mengatakan kalau malam ini kita kencan ditaman ini, kau mau berbohong huh? Atau kau salah kirim seharusnya kewanita itu tapi malah terkirim keaku?” ucapku naik darah, bagaimana bisa dia bermain dibelakangku, aku sudah berusaha bisa menyukainya tapi apa? Dia mempermainkanku

Plak!!! Akupun menamparnya, ya ini memang kasar, “Terimakasih dengan semuanya, mulai sekarang kita jalani hidup masing masing” akupun berlari meninggalkan tempat itu, airmataku jatuh begitu saja, inikah sakitnya diselingkuhi? Apa perasaanku dan perasaan L sama saat mengetahui kekasihnya bersama orang lain, padahal aku tidak menyukai Minho oppa tapi sudah sangat sakit, bagaimana dengan L?

Aku terus berlari tanpa tujuan, aku tidak tahu harus berbuat apa aku sudah terlanjur kecewa dengannya, selama ini sikapnya sangat baik padaku, tapi... dia menduakanku

TTIINNN... (suara klakson mobil)

Aku terjatuh kejalan karna terkejut, aku nyaris saja ditabrak mobil jika mobil itu tidak mengerem tiba tiba, airmataku semakin deras mengalir

Author POV

Jieun masih terduduk sedih dijalan itu, sedangkan pengendara mobil itu keluar dari mobilnya dan melihat keadaan korbannya, “Nona kau baik baik saja?” tanya namja itu

Jieun menengok kesumber suara, tapi matanya tiba tiba terbelalak saat melihat siapa pemilik mobil yang nyaris menabraknya itu, “Myungsoo-ssi” gumam Jieun

“Jieun-ah kau baik baik sajakan?” tanya L tiba tiba menjadi sangat khawatir, iapun membantu Jieun berdiri, “Kau menangis?” tanya L, bukannya menjawab Jieun malah memeluk L dan menangis sejadi jadinya

*

“Jieun-ah kau baik baik sajakan?” tanya Jiyeon yang terlihat bingung dengan tingkah Jieun yang sedikit pendiam, “Apa kau ada masalah?” tanya Jiyeon lagi

“Anniyo” jawab Jieun cuek, ia sejak tadi hanya sibuk dengan masakannya

“Sebenarnya ada yang ingin aku beritahu...” ucap Jiyeon ragu

“Apa?” tanya Jieun lalu menoleh kearah Jiyeon

“Aku akan menikah” tiba tiba saja pipi Jiyeon merona, Jieun yang mendengarnya langsung menjatuhkan sendok sayur yang ia pegang

“Jinja??” tanya Jieun exited

“Nde... kau jangan meledekku” ucap Jiyeon malu malu

“Omo!! Jiyeon-ah cukhaeyo... siapa calon suamimu? Jinwoo?” Jiyeon mengangguk malu, “Ciee semoga kalian bahagia ne, aku ikut senang dengan kabar itu” ucap Jieun lalu memeluk Jiyeon

“Oh iya nanti tolong kau undang yang lainnya ne, datanglah bersama Minho” ucap Jiyeon senang, tapi tidak untuk Jieun, saat mendengar nama Minho ia langsung murung, “Waeyo?”

“Aku sudah putus” jelas Jieun terlihat sedih, “Ahh sudahlah, kau tenang saja jangan takut jika aku tidak memiliki pasangan, aku bahkan bisa datang bersama 7 namja sekaligus” canda Jieun

“Ahahaha baiklah” Jiyeon tertawa paksa, ia masih memikirkan kenapa bisa Jieun dan Minho putus, padahal Minho sangat baik kepadanya, ya walau sedikit menyebalkan tapi Jiyeon rasa itu hanya kepadanya bukan Jieun

Jieun kini tengah duduk bersama Woohyun disebuah restoran yang memang sering mereka datangi, “Jadi dia akan menikah?” tanya Woohyun saat mendengar cerita dari Jieun

“Nde, ahh aku jadi malu oppa, padahalkan lebih tua aku dari dia tapi kenapa dia lebih dulu menikah daripada aku” gerutu Jieun

“Ahahaha kau tidak kalah hanya saja dia terlalu muda untuk menikah” jelas Woohyun

“Ahh benar sekali, lalu kapan kau akan menyusul? Bukankah Jinwoo lebih muda darimu?” goda Jieun, Woohyunpun memasang wajah salah tingkahnya, ia juga malu akan hal itu, “Kau juga malukan?” ledek Jieun balik

“Kau berani beraninya menggodaku ne?” ucap Woohyun yang siap membalas Jieun tapi tiba tiba mereka terdiam karna seseorang datang dan bergabung dengan mereka, “Kau kenapa bisa ada disini?” tanya Woohyun pada orang itu

“Bukankah ini tempat umum jadi aku bisa datang kapan saja aku maukan?” orang itu malah balik bertanya dan terkesan sedikit jutek

“Jieunnie, lihatlah dia, sikapnya benar benar kekanakan ckck” ucap Woohyun prihatin, Jieun hanya tersenyum menanggapinya

“Jangan melihatku seperti itu” kesal L saat Jieun menatapnya sambil terkekeh

“Siapa yang melihatmu” kesal Jieun balik

“Kau” tuduh L

“Memangnya kau ini kenapa eoh?” tanya Woohyun akhirnya, ia bingung kenapa tiba tiba dongsaeng tampannya itu jadi jutek dan menyebalkan

“Kau tahu...”

“Tidak”

“Aku belum selesai hyung”

“Baiklah, lanjutkan”

“Tidak jadi, tiba tiba aku tidak mood untuk menceritakannya” jelas L lalu meminum minuman yang tadi Woohyun pesan sampai habis tak tersisa #sakingkesalnyakaliya?

“Eeee... apa nanti kau bisa datang keacara pernikahan Jiyeon?” tanya Jieun tiba tiba, L pun langsung menatap Jieun dengan sangat terkejut bagaikan habis melihat setan

“Jiyeon menikah?” tanya L shock, Jieun hanya mengangguk polos, “Jinja? Bukankah dia lebih muda darimu?” lagi lagi Jieun hanya mengangguk, “Kau tidak malu?”

“YA! PABO!” Jieunpun memukuli L dengan sangat kesal, ia sudah cukup kesal diledek oleh Woohyun, eh sekarang malah L yang meledeknya, “Kau juga harusnya malu pada Jinwoo!”

“Ahahaha baiklah aku kalah, memangnya kemana Minho sampai kau menawariku untuk pergi denganmu?” tanya L begitu PD

“Aku tidak bicara seperti itu” kesal Jieun, cukup lama ada jeda dan diselingi tawa Woohyun juga L, “Aku dan Minho sudah putus...” seketika Woohyun dan L terdiam dengan ucapan Jieun

“Kau bercandakan?” tanya L tidak percaya, Jieun hanya menunduk

*

“Kenapa kau mengajakku kesini?” tanya Minho begitu dingin pada L yang sedang menatapnya dengan tatapan membunuhnya, bukannya menjawab L malah memukul wajah tampan Minho dan membuat sudut bibir namja itu berdarah

“Kenapa kau melakukan itu padanya?” kesal L, ia terus saja memberikan tatapan seakan berkata hari-ini-kau-akan-habis, “WAE???” bentak L, kesabarannya sudah diluar batas

“Mianhae... aku bisa menjelaskannya padamu” ucap Minho begitu tenang, ia tidak terlihat sedikitpun ingin membalas perlakuan kasar L

“Apa yang ingin kau jelaskan?” masih dengan nada tingginya L membentak Minho

“Dia masih mencintaimu” tutur Minho dengan wajah sedihnya, seketika L terdiam, “Aku memang egois karna hanya memikirkan keinginanku, padahal aku sendiri tahu Jieun menerimaku hanya karna terpaksa, dia memang milikku tapi hatinya untukmu”

“...”

“Sekarang kau boleh memukulku sepuasmu” ucap Minho pasrah, “Tapi sebelum kau memukulku, kau harus berfikir apa sikapmu dulu tidak keterlaluan memutuskannya hanya karna emosi, jelas jelas dia dan namja itu hanya berteman” ucap Minho balik

“Bahkan namja itu yang menyadarkanku akan keegoisanku” lanjut Minho

“Dimana namja itu sekarang?”

“Ikut aku” ajak Minho, iapun membawa L kesuatu tempat, sesampainya disana L benar benar dibuat bingung, kenapa Minho membawanya ketempat itu

“Untuk apa kita kesini?”

Minho tidak menjawab melainkan melihat kesuatu sisi dimana terlihat seorang yeoja sedang meletakkan setangkai bunga diatas sebuah pemakaman, suasana disana sangat sepi, hanya ada yeoja itu dan mereka berdua

“Jieun? Apa yang dia lakukan?” tanya L bingung, Minhopun menyuruhnya untuk menghampirinya, “Jieun-ah” panggil L begitu lemah, Jieun menengok

“Myungsoo-ssi” jawab Jieun bingung, “Kau sedang apa disini?”

“Seharusnya aku yang bertanya, itu makam siapa?”

“Byun Baekhyun” jawab Jieun begitu sedih, L membelalakkan matanya, “Namja yang kau kira selingkuhanku” lanjut Jieun

“Aku sangat menyayanginya sudah seperti menyayangi adikku sendiri, aku tidak menyangka hidupnya sesingkat ini” jelas Jieun, iapun menangis, karna sisi laki L keluar iapun langsung menarik Jieun kedalam pelukkannya

“Apa dia sudah memaafkanku?”

“Ya, dia sudah memaafkanmu tanpa kau minta maaf, dia... dia anak yang baik, sangat baik bagaikan malaikat, hanya dia yang mengerti aku selain Jiyeon” jelas Jieun

*

Beberapa minggu kemudian...

“Apa malam ini kau bisa pergi bersamaku?” tanya Woohyun pada Jieun melalui sambungan telepon

“Eee... sepertinya bisa...”

“Baiklah, ku tunggu jam 7 malam ne di restoran biasa, kau harus tampil cantik ok”

“Arrasseo oppa...”

Malam harinya...

Jieun POV

Aneh sekali kenapa tiba tiba Woohyun oppa mengajakku untuk jalan malam ini, ya kebetulan aku tidak memiliki urusan jadinya aku menerima saja tawarannya, toh jika di kost-an aku hanya sendiri karna Jiyeon sedang sibuk dengan pernikahannya yang tinggal menunggu hari

Sesampainya ditempat tujuan aku terkejut kenapa tempatnya begitu sepi dan gelap, apa restorannya tutup, tapi bukankah Woohyun oppa akan menungguku jam 7, jika tutup dia pasti akan menghubungiku, akupun melihat isi dalamnya melalui dinding kaca itu, tidak ada yang bisa kulihat, hingga aku dengan sebuah suara memanggilku dari dalam, “Jieun-ah...”

“Oppa? Apa itu kau? Kenapa sangat gelap?”

“Masuklah” akupun mencari dimana pintu masuknya berada dan segera masuk, sesampianya didalam aku benar benar tidak bisa melihat apapun, semua gelap, “Oppa...” panggilku, tapi tidak ada yang menjawab, aku jadi takut, ini seperti difilm horor yang sering aku tonton

“Oppa...” sekali lagi aku memanggilnya tapi tidak ada, akupun kembali menuju pintu masuk tadi untuk keluar tapi aku terkejut saat baru saja aku memegang kenop pintu dan keadaan restoran itu langsung terang benderang, saat aku melihat sekeliling, astagaaaa tempat ini sangat indah

Kulihat seorang namja berjalan mendekat, “Myungsoo-ssi...” gumamku, kulihat ia tersenyum kearahku, “Kemana Woohyun oppa? Dan ada apa dengan restoran ini?” tanyaku begitu bingung

“Jieun-ah, aku minta maaf atas kejadian dimasa lalu kita..”

“Aku sudah memaafkanmu...”

“Aku tahu ini lancang, tapi... aku masih mencintaimu” aku hanya diam mencerna setiap ucapannya, “Apa kau mau kembali padaku? Kita buat lembaran baru...”

Aku hanya terdiam tidak menjawab, aku sendiri bingung antara akan menerimanya atau akan memikirkannya, “Aku mengaku salah, saat itu aku benar benar dikuasai emosi sehingga tidak bisa mengontrol setiap kata kata yang keluar dari mulutku...”

“Aku benar benar hanya mencintaimu Jieun-ah, aku sudah mencoba mencari penggantimu tapi hasilnya sama saja, aku tidak bisa mencintainya” jelasnya, aku masih diam sibuk berperang dengan perasaanku sendiri

“Myungsoo-ssi... aku...” aku menggantung ucapanku, “Aku juga mencintaimu” jawabku dan langsung tersenyum kearahnya, kulihat ia juga balas tersenyum, dan langsung memelukku

“Jieun-ah saranghae...”

“Na ddo saranghae...”

“Jadi... kita?”

“Kita jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk kita dimasa depan”

*

Hari ini adalah hari kebahagiaan sahabatku tersayang, Jiyeon. Ya hari ini adalah hari pernikahannya, sejak tadi malam kulihat ia terus saja tersenyum walaupun ia dibilang gila oleh adiknya tapi dia tidak peduli

“Jiyeon-ah, semangat ne semoga semua berjalan lancar, selamat ya atas pernikahanmu” ucapku lalu memeluknya, dia begitu cantik dengan gaun yang membalut tubuh idealnya itu

“Gomawoyo Jieun-ah, kau memang sahabat terbaikku” aku tersenyum saat ia balik memujiku

Jiyeon dan Jinwoon sudah sah menjadi sepasang suami istri, bahkan kulihat Sungyeol oppa sangat exited saat melihat Jinwoon mencium Jiyeon, hingga akhirnya salah satu kegiatan yang ditunggu tunggupun datang, yaitu pelemparan bunga pengantin, tapi aku tidak ikut aku hanya berdiri disamping L oppa yang sedang tersenyum melihat banyak sekali yeoja yang bersiap siap merebutkan bunga itu

“Kau tidak ikut?” tanya L oppa tiba tiba, akupun menengok dan menggeleng, “Tidak ada niat ingin menyusul?” tanyanya lagi

“Kalau bisa...”

Aku terkejut saat tiba tiba sebuah bunga melayang kearahku dan dengan sigap aku mengambilnya, kulihat banyak sekali yang bertepuk tangan kearahku, saat aku melihat kearah Jiyeon ia malah tersenyum dan mengacungkan jempolnya kearahku

“Cukhaeyo kau yang mendapatkan bungannya” aku terkejut saat tiba tiba Luna mengucapkan selamat padaku, apa ini bunga yang Jiyeon lempar, kenapa bisa aku yang dapat?, saat aku melihat kearah L kulihat ia tersenyum, akupun memberikan bunga itu padanya, dan dengan senang hari ia menerimanya lalu memelukku, kulihat banyak sekali yang bersorak

1 tahun kemudian...

Author POV

Jieun terbangun dari tidurnya, suasana apartement sangatlah sepi, setelah Jiyeon menikah, Jiyeon memilih untuk pindah kerumah Jinwoon, awalnya ia mengajak Jieun tapi Jieun menolaknya karna tidak ingin merepotkan mereka, dan akhirnya ia memilih untuk membeli sebuah apartement yang letaknya berada dikumpulan apartement para artis pula

Jieun meraih ponselnya, masih jam 6 pagi, iapun bergegas bangun dan mandi, selesai mandi ia langsung meraih ponselnya karna ada panggilan masuk diponselnya, “Yeoboseyo” ucap Jieun mengangkat telepon itu

“...”

“Huh~ kau bercanda”

“...” Jieun tidak menjawab melainkan memutuskan sambungannya dan segera membuka pintu apartementnya, ternyata sudah ada seorang namja diluar sana, “Kenapa datang kesini pagi pagi?” tanya Jieun pada orang itu

Bukannya menjawab orang itu malah masuk dengan seenaknya dan duduk disalah satu sofa yang ada diruang tamu itu, “Sepi sekali” gumam namja itu

“Bukankah setiap hari seperti ini” jawab Jieun

“Kajja kita kerumah Jiyeon” Jieun terkejut karna tiba tiba namja itu mengajaknya keluar dipagi hari seperti ini, “Astaga kau belum mengganti handuk kimonomu dengan pakaian, kalau namja lain yang datang bisa habis kau, cepat cari bajumu kita sarapan diluar selanjutnya kita kerumah Jiyeon” Jieun hanya mendengus lalu masuk kedalam kamarnya

Tidak lama Jieun keluar dengan pakaian santainya, namja itupun segera merangkulnya, “YA! Kim Myungsoo perlakukan aku layaknya wanita, aku bukan Sungjong atau adikmu” kesal Jieun

“Kau cerewet”

Skip...

Dunia per-k-pop-an sedang diguncang dengan berita menggelegar yang telah menjadi terending topik saat beberapa menit dipublikasi, seorang anggota boyband idol di Korea Selatan menyatakan sebuah pengakuan gila, ia mengatakan kalau ia akan menikah bulan depan

“Omo! L oppa akan menikah!” kejut salah satu penggemar

“Hwaaa oppaa... seharusnya aku yang kau nikahi” protes salah satu fans lagi

“Astaga!!!! Kim Myungsoo kau benar benar akan menikah?” tanya salah satu sahabatnya, namja itu hanya mengangguk, “Kau akan menikah dengan Jieun?”

“Siapa lagi kalau bukan dia...”

“OPPA!!! UNDANG KAMI KEPERNIKAHANMUUUUUU...” ribuan fans berteriak disebuah gedung, yang dikenal itu adalah gedung Woolim, Lpun tersenyum dan mengangguk

“Oppa, mereka merestui kita...” ucap Jieun terharu, L tersenyum lalu memeluk Jieun didepan ribuan fans yang melihat mereka dari bawah, walau mereka terhalang sebuah dinding kaca tapi fans bisa melihatnya dengan sangat jelas

“Jieun-ah saranghae...”

“Na ddo saranghae Kim Myungsoo...”

END

Hwaaaaa akhirnya selesai juga, maaf ya lama baru ngeposnya soalnya lagi sibuk belajar ni mau UN tanggal 5 Mei nanti, do’ain ya readers semoga semuanya lancar dan LULUS dengan hasil memuaskan, kita saling mendo’akan aja dehhh buat semua yang mau UN semoga berjalan lancar dan LULUS dari tingkat SMP dan lulus masuk SMA yang diinginkan, amiiiiiin J


4 komentar:

  1. kereen,,akhirnya di lanjut tp end XD

    btw,kenalan donk chingu puny FB or twitter gak?

    oh,ea kalau bisa bikin FF Chan U dong please hehe
    keep writing and hwaiting ya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiiih udah baca, iya salam kenal ya, punya kok nama fb-nya Park Mitha trus kalo twitter-nya @yellove108
      ChanU maksudnya Chanyeol IU ? Kalo yang itu sudah bikin cuma masih dalam proses jadi ditunggu aja yaaa :-) :-D

      Hapus
  2. eh btw bnyak typo,


    oh,masih smp ya
    Good Luck ya buat UN nya
    semoga nilainya bgs2 dan memuaskan^^
    semangat !!!!

    BalasHapus
  3. Ahh jinja? Aduuuh maaf deh soalnya ga sempat ngecek gara gara stres mikirin UN aja kkk...
    Amiiin makasiiih ya :-)

    BalasHapus