Kamis, 17 September 2015

Girlfriend For My Oppa


Title: Girlfriend For My Oppa
Author: Park Mitha
Genre: Various
Lengh: Oneshoot/Longshoot
Rating: +14
Main Cast: =>
IU/Lee Jieun, Lee Seunggi, Ahn Jaehyun, SNSD Member
And find by yourself

***

“Ayo”

Yeoja manis itu hanya mendengus kesal kearah namja tampan yang sudah berjalan lebih dulu didepannya, iapun melirik namja yang ada disampingnya, namja itu menunjukkan ekspresi yang sulit dijelaskan, antara bingung, kesal, sedih, dan PASRAH

“Bagaimana ini?” lirih yeoja itu pada namja yang ada disampingnya, bahkan nyaris seperti bisikkan, dan namja yang ditanya itu hanya mengangkat bahunya menandakan kalau ia tidak tahu

“Kalian lambat sekali” lagi lagi yeoja itu mendengus kesal saat namja didepannya itu menegurnya dan namja yang ada disampingnya

“Sepertinya kami mau naik bianglala saja” ucap yeoja itu, sontak namja yang ada didepannya itu membalikkan badannya dan menatap adiknya tidak percaya

“Jieun-ah tadi kau bilang lapar tapi kenapa malah mau bermain main lagi?” gerutu namja didepan itu, yeoja yang dipanggil Jieun itu hanya menatap datar kearah namja itu


Jieun POV

Ini menyebalkan, berkali kali aku pergi kencan berkali kali juga namja itu membuntutiku, ini benar benar kelewatan dia memang sayang padaku tapi tidak perlu begini, cukup percaya pada kekasihku dan aku akan baik baik saja

Sikap overnya ini membuatku mengalami kerugian yang sangat besar, bahkan aku pernah diputuskan kekasihku karna oppaku selalu mengikuti kami kencan, ahh Tuhan tolonglah berikan aku petunjuk agar bisa merubah takdir gila ini

“Aku bosan, Hyunnie kita pulang saja ne” ucapku pada namja tampan disampingku ini, akupun mengalungkan tanganku pada lengannya lalu mengajaknya pergi meninggalkan oppaku

“YA! Jieun-ah Jaehyun-ah mau kemana kalian?” aku mencoba membuat kupingku seakan tuli agar tidak mendengar teriakan oppaku, dia membuatku murka

“Ji-ya Seunggi hyung akan memarahi kita” aku melirik namja disampingku yang sedang menatapku, tidak sengaja mata kami bertemu, akupun merasakan jantungku berdegup 100x kali lebih cepat, ini gila lebih gila daripada oppaku

“Tidak apa, bukankah itu yang sering kita dapat?” ucapku, kulihat ia hanya mengangguk seakan mengerti, baru saja kami ingin melanjutkan langkah kami, sebuah tangan kekar sudah memisahkan jarak antara aku dan Jaehyun-ku

“Jangan coba coba meninggalkanku” lagi dan lagi lagi aku mendengus kesal, dia ini tidak punya kegiatan lain apa sampai harus mengganggu adiknya yang sedang merajut cinta bersama namja yang sangat ia cintai

“Oppa! Bisakah kau berjalan disisi lain? Kau memisahkan aku dan Jaehyun” kesalku, kulihat ia tidak perduli bahkan ia merangkulku dan Jaehyun

***

“Jieun-ah” aku menengok saat sebuah suara memanggilku, akupun tersenyum kearahnya yang berjalan mendekatiku lalu duduk dikursi disebrang meja yang sedang kugunakan untuk menyenderkan lenganku ini

“Kenapa baru keluar?” tanyaku yang kini sudah duduk dengan tegap

“Kau tahu... selama pelajaran aku hanya memikirkanmu jadinya agak lama menyelesaikan tugas dari seonsaengnim” aku tersipu malu saat ia mencoba menggodaku

“Kenapa kau memikirkanku eoh?” ucapku malu malu

“Karna aku mencintaimu” omo! Siapapun panggilkan dokter, jantungku sudah mau lepas dari tempatnya, ucapannya sangat manis dan itu menggelitik kupingku dan membuat detak jantung ini tidak normal bahkan aku seperti orang jantungan, aku mengalami overdose

“Berhenti menggodaku Ahn Jaehyun” ucapku setenang mungkin

“Jangan rusak suasana Lee Jieun” dia membalas

“Maaf, aku tahu ini hal yang langka dalam hubungan kita, hanya disekolah bukan kita bisa begini” ucapku, kulihat ia hanya mengangguk lalu mengambil buku menu

“Kau mau makan apa?”

“Terserah, selagi itu tidak memisahkan kita” akhirnya dia tersenyum juga, mentang mentang terkenal dingin dia sampai jarang tersenyum kearahku

Author POV

Baru saja Jieun keluar dari gerbang sekolahnya tiba tiba ponselnya sudah berbunyi, iapun mengambilnya dan ternyata itu panggilan masuk dari Seunggi oppa yang sangat dia sayang, katanya

“Yeoboseyo” ucap Jieun yang sudah menempelkan ponsel itu dikupingnya

“...”

“Ya, aku akan pulang dengan Jaehyun saja” ucap Jieun

“...”

“Astaga! Ahh oppa jangan jemput aku!!” baru saja Jieun mematikan sambungan itu terdengar suara klakson mobil, saat Jieun melihat ternyata itu suara mobil oppanya, iapun menatap sedih mobil yang dikendarai namja tampan itu

“Ayo naik, aku akan mentaktirmu ice cream” ucap namja itu sambil tersenyum kearah adiknya, tapi yang terpesona bukan adiknya melainkan yeoja yang ada disana, dan parahnya yeoja itu adalah teman teman Jieun sendiri

“Jieun-ah sampaikan salamku pada oppamu ya” ucap salah satu teman Jieun, Jieunpun hanya tersenyum paksa lalu berjalan menghampiri oppanya, sedangkan Jaehyun yang baru saja ingin mengajak Jieun pulang bersama dengan motor sportnya hanya bisa menghela nafas sabar

Sesampainya dirumah...

“Ada apa ini?” bingung Ny. Lee atau eomma kedua anak itu

“Eomma~ lagi lagi oppa membuat Jaehyun kecewa, aku sudah berjanji akan pulang dengannya tapi kenapa ahjussi ini menjemputku” rengek Jieun pada eommanya

“Seharusnya kau bersyukur memiliki oppa yang perhatian bukannya menggerutu setiap hari” ucap Ny. Lee menenangkan Jieun

“Bersyukur bagaimana? Aiiis lebih baik appa dan eomma cepat carikan dia pacar agar tidak menggangguku dengan kekasihku lagi” kesal Jieun lalu masuk kedalam kamarnya

“Kau dengar apa kata adikmu?” tanya Ny. Lee pada Seunggi yang sedang duduk disofa, namja itu menatap eommanya datar

“Oke oke, aku tidak akan mengganggu mereka lagi” kesal Seunggi lalu masuk kedalam kamarnya
.
.
.
Malam harinya suasana dikediaman keluarga Lee, malam ini Jaehyun datang untuk mengencani Jieun, namun appanya melarang mereka pergi karna cuaca sedang tidak baik dan Jieun memutuskan mengajak Jaehyun ketaman belakang rumah mereka saja, beruntung saat itu Seunggi sedang tidak ada dirumah

“Kita harus cari cara agar oppaku tidak terus mengikuti kita” ucap Jieun yang terlihat sedang berfikir, namun berbeda dengan Jaehyun, ia malah memperhatikan wajah serius Jieun yang sedang berfikir, baginya itu sangat lucu

“YA! Aku serius!” Jieunpun sedikit mendorong Jaehyun

“Baiklah, apa rencanamu?” tanya Jaehyun, Jieun terlihat kembali berfikir

“Bagaimana jika kita carikan oppaku kekasih?” saran Jieun

“Jangan bilang kau menyuruhku untuk mempromosikan oppamu pada teman dikelasku, tidak akan Jieun-ah tidak akan” ucap Jaehyun cepat

“Aiiis menyebalkan, lalu siapa lagi?” gerutu Jieun

“Bagaimana kita cari yeoja ditempat oppamu kuliah?” saran Jaehyun kali ini, Jieun menatap Jaehyun penuh selidik, “Jangan melihatku begitu” ucap Jaehyun

“Otakmu cemerlang, kapan bisa dimulai?” tanya Jieun

“Besok bagaimana? Bukankah besok kita akan pulang awal, dan ingat kau jangan memberitahu oppamu atau kedua orangtuamu, kita akan pergi kesana diam diam” ajak Jaehyun

“Kau mengajariku menjadi anak nakal?”

“Sabar Ahn Jaehyun, dia hanya mengetes kesabaranmu” Jaehyunpun mengelus dada sambil bernafas berat, “Jangan membuatku emosi” lanjutnya, sedangkan Jieun hanya tertawa, Jaehyunpun gemas melihat Jieun, dengan cepat ia mencubit pipi putih milik Jieun

“Aw, YA! Ahn Jaehyun lepaskan” ucap Jieun meronta, namun kini giliran Jaehyun yang tertawa senang, tidak mau kalah Jieun balik mencubit pipi Jaehyun, dan terjadilah perang cubit cubitan

“Hei vampire” Jieun dan Jaehyun terpaksa menghentikan kegiatan mereka karna mereka mendengar suara trouble itu lagi, saat mereka menengok mereka sudah melihat namja itu berdiri tepat dibelakang mereka

“Oppa berhenti memanggil kami vampire” kesal Jieun

“Habisnya kulit kalian kelewat putih, bahkan sangat pucat” ucap Seunggi

“Aku benci ini” lirih Jaehyun dengan nada kesal namun hanya ia dan Jieun yang bisa mendengarnya

***

Dua orang anak SMA sedang mengendap endap memasuki kawasan Seoul Universitas yang sangat luas itu, mereka terlihat sangat serius agar tidak ketahuan orang orang terlebih orang yang menjadi target mereka

“Hyunnie... ayo” ajak Jieun yang berjalan duluan dari Jaehyun, sedangkan Jaehyun menghampiri Jieun sesekali ia melihat sekeliling memastikan kalau semuanya aman, mereka benar benar mirip seperti SPY

“Itu target kita yang pertama” ucap Jieun sambil menunjuk seorang yeoja yang sedang sibuk dengan tablet yang ada ditangannya, yeoja itu terlihat sangat sibuk

“Cantik ya” ucap Jaehyun, Jieunpun seketika merasakan hatinya terbakar dan ia berjalan meninggalkan Jaehyun, tapi namja itu lebih cepat meraih lengannya, “Aku belum selesai, lanjutannya masih lebih cantik kau Jieun-ah” seketika hati Jieun berbunga bunga iapun tersenyum dan melanjutkan tujuan mereka datang kesana

Merekapun selesai mengambil gambar untuk target pertama, sekarang adalah target selanjutnya, merekapun menemukan target dikantin, yeoja cantik dan tinggi itu sedang menikmati makan siangnya dengan sangat tenang, “Aku jadi lapar” gumam Jieun, Jaehyunpun melirik Jieun

“Baiklah kita makan didekat meja target itu, nanti diam diam kita ambil gambarnya ok?” ucap Jaehyun, Jieun hanya mengangguk merekapun tidak harus bersembunyi lagi sekarang

Merekapun pura pura menikmati makanan mereka, tidak sepertinya itu berlaku hanya untuk Jaehyun karna ia lihat Jieun benar benar menikmati dan lupa dengan tujuan mereka, hingga akhirnya yeoja itu pergi untung Jaehyun sempat mengambil gambarnya

“Sekarang kita kemana?” tanya Jaehyun yang melihat hasil potretannya, “Sepertinya aku ada bakat jadi fotografer” lanjutnya sambil tersenyum simpul

“Itu target terakhir kita...” saat matanya sibuk mencari target Jieun akhirnya menemukannya, Jaehyunpun melihat kearah yeoja yang Jieun tunjuk, seketika ia terpaku

“Ji-ya kau yakin dia?” tanya Jaehyun ragu

“Wae? Kau tidak sudi yeoja itu jadi dengan oppaku dan memilih denganmu saja” omel Jieun

“Bukan begitu... hanya saja... terlihat sangat garang” ucap Jaehyun, Jieunpun tertawa karna kekasihnya begitu lucu, dengan gemas ia mencubit pipi kanan Jaehyun hingga pipi putih pucat itu jadi sedikit merah

“Kau ini lucu sekali haha” ucap Jieun sambil tertawa, “Cepat ambil gambarnya nanti biar kita rundingkan lagi siapa yang harus didekati oppaku duluan” lanjutnya
.
.
.
Kedua manusia itu menghempaskan tubuh mereka kesofa empuk rumah Jieun, tidak lama Ny. Lee datang sambil membawakan dua gelas minuman dingin untuk anak muda itu, “Kalian terlihat lelah sekali, memangnya darimana?” tanya Ny. Lee

“Mencarikan kekasih untuk Seunggi oppa” ucap Jieun lalu menyambar minuman yang baru saja disuguhkan eommanya

“Jinja? Lalu sudah menemukannya?” tanya Ny. Lee

“Ya belum, tidak mungkin secepat itu eomma” ucap Jieun, iapun mengambilkan satu gelas yang berisi minuman segar itu dan memberikannya untuk Jaehyun

“Eomma hanya bisa berdoa agar oppamu tidak menyusahkan kalian lagi” ucap Ny. Lee lalu pergi, Jieunpun menatap Jaehyun tiba tiba ia merasa sangat tegang, ia baru sadar kalau Jaehyun berkeringat dan itu memberi kesan sexy #omo-yadong-mode-on o.O

Jaehyun yang merasa diperhatikan oleh Jieun langsung menengok dan ia terkejut karna Jieun tidak meminum minumannya melainkan malah melamun tanpa yeoja itu sadar minumannya sudah tumpah mengenai pakaiannya, “Ji-ya” ucap Jaehyun, seketika Jieun buyar dan terkejut karna pakaiannya sudah ditumpahi minuman itu

“Astaga! Kenapa bisa tumpah?” gerutu Jieun, Jaehyunpun mengambil beberapa lembar tisu yang ada diatas meja itu lalu membersihkan pakaian Jieun, lagi lagi Jieun terpana dengan Jaehyun, ‘kumohon hentikan’ batin Jieun berteriak

“Kau harusnya hati hati jangan melamunkan aku, lihatlah pakaianmu sampai kotor begini” Jieun benar benar tidak mendengarkan ucapan Jaehyun barusan ia masih berperang dengan perasaannya

“Jae-ya” gumam Jieun, Jaehyunpun menghentikan kegiatannya dan menatap Jieun, kali ini jantung namja itu yang berdetak tidak karuan, ia merasakan hal yang Jieun rasakan jika mata mereka bertemu dan jarak sedekat ini

“Ada apa?” tanya Jaehyun gugup

“Berhenti membuatku jantungan” ucap Jieun, Jaehyunpun tersentak hingga akhirnya ia tersadar, “Ahh mian, bagaimana jika kita putuskan siapa target pertama Seunggi oppa saja” ucap Jieun mengalihkan pembicaraan, ia merasa pipinya memerah

Jaehyunpun mengeluarkan kumpulan foto yang baru saja ia cuci tadi, sekarang sudah ada 8 foto ditangannya, “Menurutmu siapa yang duluan?” tanya Jaehyun sambil memperhatikan foto yeojadeul cantik itu

“Ini saja” Jieunpun menunjuk salah satunya, Jaehyun hanya mengangguk, “Malam ini biar aku bicarakan ini pada Seunggi oppa dan besok sepulang sekolah kita jalankan misi kita” ucap Jieun

“Baiklah, sepertinya aku harus pulang, kalau terlalu lama disini aku bisa serangan jantung, kau tahu itu?” Jieun hanya terdiam mendengar ucapan Jaehyun

Jaehyunpun tersenyum dan mengacak lembut puncak kepala Jieun lalu bersiap siap pulang, “Aku pulang dulu ya, annyeong” ucapnya, Jieun hanya tersenyum menanggapinya

***

Malam harinya selesai makan malam Jieun meminta Seunggi untuk ikut bersantai ketaman belakang rumah mereka, dengan tampang bingung Seunggi membuntuti Jieun, sesampainya disana mereka duduk berdampingan lalu menatap malam yang penuh bintang itu

“Oppa, aku dan Jaehyun punya misi untukmu” ucap Jieun

“Misi apa?” tanya Seunggi

“Mencarikanmu kekasih”

“MWOYA!!!” Jieun refleks menutup kedua kupingnya lalu menatap sebal namja yang ada disampingnya itu, “Kalian fikir aku tidak laku sampai dicarikan kekasih huh?”

“Bukan begitu, hanya saja... aku bosan kau terus mengikuti kami setiap kencan, setidaknya jika kau memiliki kekasih kami bisa terbebas darimu” jujur Jieun lalu tersenyum sumringah

“Maaf aku sudah merepotkan kalian, lalu siapa saja targetnya?” tanya Seunggi seakan tertarik dengan misi anak SMA labil itu

“Ini, lihatlah ke-8 foto ini, mereka cantik cantik bukan?” tanya Jieun, Seunggi mengangguk, “Tadi siang aku dan Jaehyun yang mengambil gambarnya” jelas Jieun

“Kalian kekampusku?” Jieun mengangguk polos, “Aiiis awas saja jika kalian membuat masalah” gerutu Seunggi

“Kau besok harus bisa berkenalan dengan dia...” Seunggi menaikkan satu alisnya, “Cantikkan? Tapi kata Jaehyun lebih cantik aku, jadi kau harus mengajak dia berkenalan kalau bisa langsung diajak kencan” ucap Jieun

“Kau seakan mengajariku cara mendapatkan yeoja, aku ini lebih berpengalaman daripada kau” Seunggi sedikit menoyor kepala Jieun, tapi beruntung karna Jieun masih bersabar

“Untuk malam ini kau kumaafkan, ingat besok kau harus jalankan semua yang aku suruh mengerti, simpan fotonya agar kau tidak salah orang” Jieunpun menyerahkan foto yeoja itu lalu berjalan meninggalkan Seunggi

#target pertama...

Jieun sedikit mendorong Seunggi agar mengampiri yeoja yang sedang sibuk dengan ponselnya itu, sesampainya Seunggi didekat yeoja itu, Jieun berjalan menghampiri Jaehyun yang sudah menunggunya dan mereka meninggalkan Seunggi dan pergi berkencan

Seunggi mencari alasan agar bisa bersapa ria dengan yeoja cantik itu, iapun pura pura menjatuhkan dompetnya tepat didepan yeoja itu, ia hanya pasrah jika yeoja itu orang baik pasti ia akan memanggil Seunggi tapi jika tidak ia harus rela kehilangan dompet pemberian mantan kekasihnya yang berisi jutaan uang dan kartu penting itu

“Chogiyo” Seunggi menghela nafas lega saat yeoja itu memanggilnya, iapun berakting tidak tahu apa apa, dan berjalan mendekati yeoja itu

“Kau memanggilku?” tanya Seunggi, yeoja itu mengangguk

“Iya, dompetmu terjatuh” ucapnya, Seunggipun pura pura terkejut dan langsung meraih dompetnya

“Ahh terimakasih, aku benar benar tidak tahu kalau dompetku terjatuh” yeoja itu hanya tersenyum, ‘dia pendiam’ batin Seunggi, “Eee... perkenalkan aku Lee Seunggi” ia terpaksa memulainya

“Aku Kim Taeyeon” jelas yeoja bernama Taeyeon itu

“Senang bisa mengenalmu, apa kau mau makan siang bersamaku?” tanya Seunggi, yeoja itu terlihat berfikir sebentar lalu mengangguk

Beberapa hari kemudian...

“Oppa waegeuraeyo?” tanya Jieun yang sedang asik dengan Jaehyun

“Baru kemarin aku jadian dengannya tapi dia sangat cemburuan dan tertutup, aku tidak suka dengannya” jelas Seunggi dengan nada frustasi

“Lalu?” kini Jaehyun yang angkat bicara

“Kami putus” seketika Jieun dan Jaehyun terkejut, “Dia sama sekali buka tipeku” ucap Seunggi lagi

“Baiklah, kita ketarget selanjunya saja, ini kau temui yeoja ini ya semoga dia jodohmu” ucap Jieun lalu menepuk pundak oppanya menguatkan, iapun mengajak Jaehyun untuk pergi

#target kedua...

Seunggi memasuki kantin kampusnya, disana ada seorang yeoja imut dan mungil yang sedang sibuk bermain dengan tabletnya, sesekali ia mengerang karna kalah dalam games yang ia mainkan

“Annyeonghasseo” sapa Seunggi, yeoja imut itu menghentikan permainannya lalu menatap Seunggi, “Boleh aku duduk disini?” tanya Seunggi

“Silahkan” Seunggi langsung berdoa agar ia tuli, suara yeoja ini sangat cempreng dan ia benci suara cempreng, yeoja ini terlalu imut dan kekanakan

“Aku Lee Seunggi” jelas Seunggi

“Lee Sunny, senang bisa mengenalmu sunbae” ucap yeoja itu dengan nada manjanya

‘Jieun-ah dia lebih kekanakan darimu’ batin Seunggi menangis, ini sama sekali bukan tipenya, ia benar benar benci yeoja manja dan kekanakan seperti ini, bahkan saat ia bermain games sikap anak usia 10 tahun dalam dirinya sangat terlihat

“Eomma aku kalah lagi” rengek yeoja itu, Seunggi terkejut karna ia lihat yeoja itu mulai mengeluarkan airmatanya, ia takut jika dikira ia yang sudah membuat yeoja itu menangis

“Sunny-ssi jangan menangis” ucap Seunggi, ‘aku seperti membujuk Jieun saat usia 7 tahun’ batinnya

Selesai dengan misi itu, Seunggi memilih langsung pulang dan mencari Jieun, hingga akhirnya ia menemukan Jieun yang sedang menonton drama faforitenya, “Jieun-ah” panggil Seunggi

“Oppa kau sudah pulang, bagaimana?” tanya Jieun exited, Seunggi terlihat begitu lesu, “Apa tidak cocok lagi?” lanjutnya saat melihat ekspresi oppanya

“Dia sangat kekanakan dan manja, kau tahu itu bukan tipeku” jelas Seunggi

“Tenang, baru dua orang, aku masih punya 6 lagi, dan sekarang giliran yeoja ini oppa” Seunggi memperhatikan yeoja itu

“Baiklah” ucap Seunggi pasrah

#target ketiga...

Seunggi berjalan memasuki kawasan kampusnya sesekali ia melihat foto yang ada ditangannya lalu mengedarkan penglihatannya mencari target selanjutnya

Tiba tiba matanya terpana melihat seorang yeoja dengan pakaian ketatnya dan itu benar benar menunjukkan bodynya yang diibaratkan gitar spanyol itu(?)

“Hwaa” takjub Seunggi “Ini benar benar sempurna” lanjutnya tanpa mengalihkan penglihatannya pada yeoja yang sedang sibuk dengan dirinya sendiri dan tanpa sadar kalau Seunggi sedang memperhatikan gerak geriknya

Seunggipun berjalan melewati yeoja itu dan menyenggol yeoja sexy itu, hingga yeoja itu nyaris jatuh, iapun dengan sigap menopang bada yeoja itu, cukup lama mereka saling bertatapan tiba tiba yeoja itu tidak sengaja menginjak kaki Seunggi

“Ahh maaf” yeoja itupun menjauhkan dirinya dari Seunggi

“Tidak apa” ucap Seunggi, “Aku Lee Seunggi” lanjutnya sambil menyodorkan tangannya

“Kwon Yuri, senang bisa mengenalmu namja manis” ucap yeoja bernama Yuri itu

“Ya senang juga bisa mengenalmu” Seunggi mulai gugup

“Bagaimana jika kita makan bersama? Aku ingin mengenalmu lebih dalam” Seunggi shock, ini benar benar sebuah keberuntungan, ia mencari yeoja yang seperti ini, sexy dan mudah didekati

“Baiklah” ucap Seunggi yakin tanpa fikir panjang

Selama makan Seunggi begitu gugup karna Yuri terus saja memperhatikannya, “Apa ada sesuatu diwajahku?” tanya Seunggi gugup

“Tidakkah kau fikir kita cocok?”

‘Siapapun kalau ini mimpi, tolong jangan bangunkan aku’ batin Seunggi berteriak histeris

“Eoh maksudmu?” tanya Seunggi sok tidak mengerti

“Kau ini polos sekali, aku suka namja sepertimu, apa belum jelas?”

“Ya”

“Apa kau mau jadi kekasihku?” door! Hati Seunggi ditembak dengan cintanya Yuri, iapun seperti mayat hidup karna terlalu shock

“Kenapa kau seyakin itu? Bukankah kita baru kenal?”

“Cinta tidak memandang waktu Seunggi-ssi, jadi apa jawabanmu?”

“Baiklah, mulai sekarang kau adalah yeojachinguku”

Selama perjalanan pulang Seunggi terus tersenyum, untung ia pakai mobil kalau jalan kaki bisa dikira orang gila, “Adikku dan calon adik iparku benar benar hebat” gumam Seunggi sambil melebarkan senyumnya, membuatnya terlihat sangat tampan o.O

Sesampainya dirumah ia langsung menghampiri Jieun yang sedang mengerjakan PR sambil menonton drama faforitenya, iapun mematikan TV itu dan menarik Jieun agar fokus hanya padanya

“Oppa ada apa?” tanya Jieun bingung, “Kau gagal lagi? Tapi kau terlihat bahagia?”

“Kau benar benar hebat! Aku dan dia sudah jadian, dan kau tahu? Dia yang menyatakan cintanya padaku, ya walau ini terkesan tidak gentle” ucap Seunggi berbunga bunga

“Benarkah oppa??” kini Jieun yang terlihat sangat exited, Seunggi mengangguk lalu mereka berpelukan sambil berputar karna terlalu bahagia, bahkan mereka tidak sadar jika appa mereka sudah pulang, “Ada apa dengan anak kita?” tanya Tn. Lee pada istrinya

“Sepertinya rencana Jieun dan Jaehyun berhasil” jelas Ny. Lee lalu memasuki kamar tidak lupa dengan senyum kebahagiaannya, berarti tidak akan ada perang saudara lagi dirumah ini

“Memangnya apa rencana mereka?” gumam Tn. Lee, ia hanya geleng geleng melihat kedua anaknya itu lalu menyusul istrinya dikamar

Malam harinya...

“Waah hyung kau hebat sekali ne, satu langkah saja sudah bisa menggapainya” takjub Jaehyun saat melihat Seunggi yang merapikan pakaiannya

“Ahahaha kau bisa saja” ucap Seunggi begitu ceria, “Bagaimana sudah tampan belum?” lanjutnya, Jieun dan Jaehyun saling pandang lalu mengacungkan kedua jempol mereka untuk Seunggi

“Apa kau yakin tidak mau doble date dengan kami?” tawar Jieun

“Tidak, aku mau kencan pertamaku berkesan bagus” Jieun dan Jaehyun hanya terkekeh, “Baiklah oppa kalau begitu kami pergi dulu ne, semoga berjalan lancar” ucap Jieun lalu mengajak Jaehyun pergi

“Jaehyun-ah jangan macam macam dengan adikku” ucap Seunggi, iapun kembali merapikan penampilannya lalu berangkat untuk menemui kekasih barunya

Skip...

“Akhirnya kita bisa bebas juga ya” ucap Jieun sambil melihat indahnya bintang dilangit

“Ya, tapi agak sedikit aneh kurasa, kita jadi agak canggung karna terbiasa jalan dengan Seunggi hyung” ucap Jaehyun yang lebih memilih memandang wajah Jieun

“Ya, sebaiknya apa yang harus kita lakukan?”

“Entahlah, duduk bersamamu saja sudah sangat menyenangkan” Jieunpun menunduk karna merasa pipinya sudah semerah semangka(?)

“Jangan menunduk” Jaehyunpun mengangkat kepala Jieun dengan menyentuh dagunya, jarak mereka sangat dekat, perlahan Jaehyun memberanikan diri untuk mendekatkan wajahnya kewajah Jieun, semakin dekat semakin beradu pula kecepatan detak jantung mereka

Dddrrrttt.... dddrrrtttt....

Jaehyunpun melepaskan pegangannya didagu Jieun saat ia merasakan ponsel Jieun bergetar, Jieunpun terlihat semakin malu karna pipinya semakin memerah, iapun mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menelepon, “Seunggi oppa” ucap Jieun sambil menatap Jaehyun, namja itu hanya menatapnya seakan berkata angkat-saja

“Yeoboseyo” ucap Jieun ragu ragu, matanya sesekali melihat kearah Jaehyun yang sedang melihat pemandangan didepannya itu, dan tidak melihat Jieun lagi

“...”

“MWOYA!!” sontak Jaehyun menatap Jieun karna pacarnya itu sedang menjerit dan ia tidak tahu apa yang dibicarakan oppanya sampai yeoja manis itu shock

“...”

“Baiklah” Jieunpun memutuskan sambungannya, lalu menatap Jaehyun yang sudah memberi tatapan seakan berkata, ada-apa

“Seunggi oppa baru saja memutuskan yeoja itu” kini Jaehyun yang ikut terkejut

“Kenapa bisa?”

Skip...

“kekasihnya sangat banyak, ada hoobae-ku ada juga sunbae-ku, pantas saja dia menyatakan cintanya padaku tanpa PDKT, ternyata dia player” gerutu Seunggi, sedangkan Jieun dan Jaehyun hanya melongo

“Ada ya yeoja seperti itu?” tanya Jaehyun dengan polosnya, membuat Seunggi menatapnya kesal, “Maaf” lanjut Jaehyun saat melihat tatapan kesal calon kakak iparnya itu

“Yeoja itu mengerikan” ucap Jieun, “Oppa, lebih baik kita keyeoja selanjutnya saja” ucap Jieun

“TIDAK MAU!!” ucap Seunggi mantap, “Yeoja yang kalian cari tidak ada yang jelas” gerutunya

“Oppa setidaknya kau hargai kerja keras kami, kami rela tidak kencan saat itu demi mencarikanmu pasangan” ucap Jieun yang sedihnya dibuat buat, Seunggipun terasa iba melihat ekspresi miris adiknya itu

“Baiklah, mana lagi?” tanyanya terpaksa

“Ini” ucap Jieun memberikan foto selanjutnya, Seunggi menghela nafas saat melihatnya

“Pilihan kalian memang memiliki fisik yang sempurna tapi bisakah berikan sikap yang normal saja, jangan kekurangan dan jangan kelebihan?” ucap Seunggi

“Kalau yang itu kau bisa request dengan orangnya langsung” ucap Jaehyun

#target keempat...

Seunggi berjalan memasuki sebuah ruangan bela diri, ia terlihat takut takut karna melihat begitu banyak atlet bela diri yang menatapnya sangar, sebenarnya yeoja itu siapa? Apa dia juga atlet disini, iapun dengan hati hati melihat sekeliling hingga ia melihat seorang yeoja dengan rambut pirangnya

Seunggipun berjalan menghampiri yeoja itu, lalu memegang pundaknya, tepat saat Seunggi ingin membuka suara yeoja itu berbalik dan refleks memukul wajah tampan Seunggi dengan tangan kosong, tapi karna wajah tampannya sangat sesitif jadi pipi sebelah kirinya merah karna pukulan yeoja tadi

“Omo! Maaf, aku fikir kau lawanku” ucap yeoja itu merasa bersalah

“Ya tidak apa” ucap Seunggi sedikit meringis

Yeoja itupun mengobati luka Seunggi karna ia merasa bersalah sudah memukul namja tak bersalah itu, “Maaf aku benar benar tidak bermaksud menyakitimu” ucap yeoja itu bekali kali

“Tidak apa, aku baik baik saja” ucap Seunggi meyakinkan

“Namaku Kim Hyoyeon, jika besok besok lukamu masih belum sembuh dan kau minta ganti rugi kau bisa mencariku atas nama itu” jelas yeoja bernama Hyoyeon itu

“Ya” jawab Seunggi, ‘aku tidak akan mencarimu lagi nona, jika kau menjadi kekasihku yang ada aku akan babak belur setiap hari’ batin Seunggi

Seunggi berjalan dengan gontai menuju kamarnya, tidak sengaja saat melewati kamar Jieun ia berpapasan dengan adiknya itu, “Omo! Oppa apa yang terjadi?” kejut Jieun

“Yeoja itu seorang atlet, dan aku tidak mau dengannya” ucap Seunggi lalu memasuki kamarnya Jieunpun terlihat berfikir lalu ia memasuki kamarnya, sepertinya menjalankan misinya

#target kelima...

Seunggi kini sudah bersama target selanjutnya, ya dia memang tidak menyeramkan seperti yeoja kemarin, yeoja yang kali ini sangat cantik, anggun dan elegant

“Aku ingin beli tas itu” tunjuk yeoja bernama Jessica itu pada Seunggi saat mereka tengah berkencan, Seunggipun mengangguk dan menyuruh Jessica untuk memilihnya

“Apa yeoja bule suka shopping ya?” gumam Seunggi karna yeoja itu terlihat sangat gila belanja

“Aku mau itu...”

“Yang itu boleh?”

“Waaah ini cantik sekali”

“Ini barang langka diluar sana banyak sekali yeoja yang mengincarnya”

“AAAAAAAA” Seunggi berteriak didalam mobilnya, “Baru beberapa jam bersamanya uangku sudah habis, astaga itu bukan jumlah yang sedikit, bahkan jika aku beri ke Jieun bisa bertahan 1 bulan walaupun dia sangat boros” gerutu Seunggi

Sesampainya dirumah ia langsung merebahkan dirinya disofa sedangkan Jieun yang duduk disampingnya terlihat menunggu cerita dari Seunggi

“Aku tidak mau dengannya, dia itu mata duitan” kesal Seunggi lalu masuk kedalam kamarnya, sedangkan Jieun hanya tertawa melihatnya

#target keenam...

Seunggi baru saja berkenalan dengan target keenamnya, tapi saat ia mengajak yeoja cantik itu kencan, dan yeoja cantik itu berkata harus mengajak seseorang

“Berhenti disana” ucap yeoja bernama Tiffany itu

“Baiklah” Seunggipun berhenti, ia bingung kenapa berhenti didepan taman kanak kanak, saat ia tengah menunggu Tiffany kembali ia terus saja melihat anak anak yang sedang bermain main

Tidak lama Tiffany kembali bersama seorang gadis kecil yang sangat cantik, matanya mirip sekali dengan Tiffany, gadis kecil itu tersenyum ramah kearah Seunggi

“Perkenalkan ini Choi Yoomin anakku” ucap Tiffany dengan sopannya memperkenalkan anaknya, sedangkan Seunggi terkejut bukan main kalau ternyata Tiffany sudah memiliki anak, iapun tetap melanjutkan kencan mereka, siapa tahu memang jodohnya orang yang sudah memiliki anak

“Hai Yoomin, perkenalkan nama ahjussi adalah Lee Seunggi, kau manis sekali” ucap Seunggi begitu gemas melihat anak imut itu, ya menurutnya Yoomin adalah anak yang sangat baik, tapi siapa sangka dibalik kepolosan wajahnya itu

"Seunggi-ssi aku titip Yoomin sebentar ya” ucap Tiffany lalu pergi, Seunggipun tersenyum manis pada Yoomin

“Kenapa ahjussi melihatku seperti itu” suara imut Yoomin terlihat begitu ketus, Seunggi menaikkan satu alisnya, ia bingung bukankah Yoomin anak yang polos, atau dia hanya akting didepan ibunya

“Ahh tidak” ucap Seunggi lalu fokus pada makanannya, tiba tiba terdengar keributan saat ia melihat kearah Yoomin anak itu sudah menghilang dan kini ia tengah menakut nakuti pengunjung dengan hamster yang ia bawa

“Omo! Yoomin-ah apa yang kau lakukan, YA! Hentikan” Seunggi mencoba menghentika aksi gila Yoomin, tidak lama setelah itu Tiffany datang dan langsung menghentikan anaknya

“Yoomin-ah kenapa kau tidak mau mendengarkan Seunggi ahjussi?” omel Tiffany pada Yoomin saat mereka sudah diperjalanan pulang, gadis manis itu hanya menangis dan menangis, sedangkan Seunggi benar benar bingung dengan situasi seperti ini

Sesampainya dirumah ia berencana mencari Jieun namun ia sama sekali tidak menemukan tanda tanda kehidupan dirumahnya, “Ini baru jam 8 malam, yang benar saja mereka sudah mati semua” gerutu Seunggi, (mati: tidur malem)

Iapun mencari adiknya itu dikamarnya, tapi tidak ada siapa siapa, bahkan kamar Jieun masih sangat rapi, “Appa tidak akan mengizinkannya pergi karna besok dia adalah ulangan, lalu... kemana anak itu?” lagi Seunggi bicara pada dirinya sendiri

Iapun mendengar suara dari taman belakang rumah mereka, dan ia yakin jika adiknya itu sedang berada disana, dengan cepat Seunggi berjalan menuju taman belakang rumah mereka, dan ia melihat Jieun sedang bercanda tawa dengan kedua orangtua mereka

“Eoh oppa kau sudah pulang, bagaimana?” ucap Jieun yang terlihat begitu penasaran begitu juga dengan eomma dan appa mereka, mereka benar benar mendukung rencana gila Jieun dan Jaehyun

“Dia sudah memiliki anak, kau tahu, anaknya sangat tengil sepertimu” kesal Seunggi seketika ke-3 orang itu menetawakan Seunggi, membuat Seunggi tambah galau

“Berikan aku foto sisa targetnya” ucap Seunggi tidak peduli, Jieunpun mengehentikan tawanya

“Baiklah, ayo ikut aku” ucap Jieun berjalan memasuki rumah mereka dan berjalan menuju kamarnya, mengambil foto dua target terakhir mereka

“Ini” Jieunpun memberikan foto itu

“Kenapa targetnya cantik semua tapi tidak ada yang jelas” gerutu Seunggi, Jieun hanya tertawa dan ia kembali menghampiri kedua orangtuanya

“Bukankah dia besok ada ulangan, kenapa malah bercanda gila dengan eomma dan appa” bingung Seunggi, iapun tidak peduli, langsung saja ia menuju kamarnya, “Besok aku harus menyelesaikan ini, aku harus langsung bisa menemui kedua targetnya itu

#target ketujuh...

Seunggi berlari dengan tergesa gesa saat seorang yeoja tinggi dan cantik berlari mengejarnya sambil meneriaki namanya, “Eomma” jerit Seunggi

Iapun lega saat sudah lepas dari yeoja itu, “Jieun kau gila, kenapa kau carikan oppamu kekasih orang gila seperti itu huh” gerutu Seunggi, taukan siapa cewe itu? *lupakan

#target kedelapan/terakhir...

Seunggi berjalan dengan gagahnya menghampiri yeoja cantik dan anggun itu, sedangkan yeoja itu tersenyum kearah Seunggi, sangat manis fikir Seunggi

“Aku Lee Seunggi” ucap Seunggi menyodorkan tangannya

“Aku Seo Joohyun” jelas yeoja itu

Merekapun hanyut dalam percakapan yang membuat mereka merasa dekat, baru saja Seunggi ingin modus tiba tiba datang seorang namja yang langsung duduk disamping yeoja bernama Seohyun itu

“Oh sayang” ucap Seohyun lalu cipika cipiki dengan namja itu

“Siapa dia?” tanya namja itu pada Seunggi

“Aku Lee Seunggi”

“Aku Jung Yonghwa”

‘Jieun-ah kenapa kau beri aku yeoja yang sudah berpasangan ini’ batin Seunggi, iapun seketika tersenyum canggung kepada pasangan itu
.
.
.
Hari ini sangat melelahkan, Seunggipun memilih langsung pulang dulu padahal teman temannya mengajaknya kumpul kumpul, tapi ia menolak

Sesampainya dirumah Seunggi bingung karna tiba tiba pintu rumah dikunci, ia yakin tidak ada siapa siapa dirumah, iapun mengambil ponselnya dan mencari nomor seseorang, saat menemukannya ia langsung menekan tombol hijau itu lalu menempelkan ponsel itu dikupingnnya

Sudah berkali kali Seunggi menghubungi nomor itu tapi tidak diangkat, mungkin ini yang ke-6 kalinya, dan syukurlah diangkat

“Eomma?” bingung Seunggi, iapun melihat ponselnya, ia tidak salah menghubungi seseorang

“...”

“Dimana?”

“...”

“Mwo!”

“...”

“Baiklah, aku segera kesana” Seunggipun langsung masuk kembali kedalam mobilnya dan melaju menuju sebuah tempat yang sudah dikatakan eommanya ditelepon

Sesampainya disana ia langsung mencari keberadaan eomma dan appanya, cukup lama ia berlari lari digedung besar yang biasa dibilang rumah sakit itu, hingga akhirnya ia melihat sosok paruh baya yang biasa ia panggil eomma itu

“Eomma” lirih Seunggi, wanita yang dipanggil eomma itu bangkit dari duduknya dan langsung memeluk erat Seunggi, namja itu masih bingung dengan keadaan ini, “Appa” panggilnya pada lelaki paruh baya yang sedang duduk sambil menunduk itu

“Apa yang terjadi?” tanya Seunggi penuh dengan rasa penasaran, Ny. Lee melepas pelukan itu dan menyeka airmatanya, iapun menatap Seunggi dengan tatapan sedih

“Adikmu... dia kecelakaan” Seunggi sukses membulatkan matanya, “Dia kecelakaan saat sedang bersama Jaehyun” lanjut Ny. Lee yang kembali menangis

“Lalu... bagaimana keadaan mereka?” tanya Seunggi yang terlihat shock, Ny. Lee maupun Tn. Lee tidak ada yang bersuara

Hingga akhirnya dokter keluar, Seunggi dan kedua orangtuanya terlihat begitu antusias untuk mengetahui keadaan Jieun ataupun Jaehyun

“Saudara Ahn Jaehyun baru saja dipindahkan keruang rawat inap dan keadaannya tidak terlalu parah, dia mengalami cidera dibagian kaki sebelah kirinya dan harus digips, sedangkan saudari Lee Jieun harus melakukan operasi karna luka para dibagian kepalanya” jelas dokter, seketika Ny. Lee ambruk, dengan sigap Seunggi menopang tubuh ibunya

“Jieun-ah...” lirih Ny. Lee lagi lagi ia menangis, “Dokter lakukan yang terbaik untuk anakku” mohon Ny. Lee, dokter hanya mengangguk dan pergi untuk persiapan operasi

Tidak lama setelah itu orangtua Jaehyun datang dan langsung menanyakan keadaan anak mereka juga keadaan Jieun, dan betapa terkejutnya mereka saat mengtahui kalau Jieun harus operasi dan Jaehyun mengalami cidera yang cukup berat

***

Jaehyun perlahan membuka matanya, ia terlihat bingung karna tiba tiba berada diruang inap rumah sakit dan sudah banyak orang yang ada diruangan itu, ditambah lagi, kaki panjangnya itu digips salah satunya, “Eomma” panggil Jaehyun

“Kenapa Jaehyun-ah?” tanya Ny. Ahn begitu lembut

“Jieun... dia dimana?” tanya Jaehyun polos, kedua orangtuanya terlihat bingung harus menjawab bagaimana, “Jawab” mohon Jaehyun

Jieun baru saja dipindahkan keruang ICU setelah melakukan operasi, “Sebaiknya kau harus menjaganya hingga dia sadar” saran dokter cantik itu pada Seunggi

“Baik dokter, terimakasih” ucap Seunggi, dokter cantik itu tersenyum kearah Seunggi, saat melihat senyuman itu Seunggi merasa ada tegangan listrik yang merasuki tubuhnya, tiba tiba ia merasa jantungan dan salah tingkah

“Baiklah, aku harus pergi karna masih ada pasien lain yang akan kutangani, jika terjadi sesuatu kau bisa mencariku, namaku Im Yoona” ucap dokter itu

“Eoh iya, dokter Im” ucap Seunggi buyar, dokter itupun keluar dari ruangan rawat Jieun, Seunggi kembali menatap adik tersayangnya yang belum sadarkan diri, ia tidak menyangka kalau ini akan terjadi pada adiknya

“Jieun-ah... cepat sembuh, aku sangat merindukan ocehanmu, apa kau tidak rindu pada oppamu yang tampan dan bodoh ini?” tanpa terasa airmatanya sudah membasahi pipinya, Seunggipun menyeka airmatanya dan duduk dikursi yang ada disisi ranjang Jieun tidur

***

Seunggi berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan tatapan kosong, tanpa sadar ia menabrak seseorang dan membuat bawaan orang tersebut jatuh berhambur

“Maaf...” ucap Seunggi datar, saat ia melihat siapa yang baru saja ia tabrak ia terkejut, “Eoh dokter Im, kau baik baik saja?” tanya Seunggi khawatir

“Ahh iya aku baik baik saja” Yoonapun berdiri sambil memeluk barang bawaannya, “Kau terlihat kurang baik” ucap Yoona mencoba menerawang wajah Seunggi

“Ahh tidak, aku baik baik saja, sungguh” ucap Seunggi kelabakan, antara gugup dan bingung, ia rasa ia menyukai wanita cantik ini

“Benarkah? Bagaimana jika kita pergi minum kopi bersama? Siapa tahu kau mau bercerita masalahmu padaku” tawar Yoona, Seunggipun tidak bisa menolaknya

Beberapa minggu kemudian...

Seunggi dan Jaehyun memasuki sebuah ruang rawat yang sangat sunyi, hanya terdengar suara mesin pemacu jantung diruangan itu, Jaehyun terlihat begitu sedih karna sudah beberapa minggu ini ia tidak bisa melihat Jieun membuka matanya, atau sekedar tersenyum manja kearahnya

“Aku keluar dulu” ucap Seunggi, iapun tidak lupa menepuk pundak Jaehyun menguatkan, jujur ia merasakan apa yang Jaehyun rasakan, yaitu kehilangan

“Ji-ya...” lirih Jaehyun yang kini sudah duduk sambil menggenggam erat tangan dingin Jieun, “Apa kau tidak ingin melihatku lagi?” tanya Jaehyun

“Kau tahu? Aku tidak akan memaafkan diriku jika kau tidak sadarkan diri” ucap Jaehyun lagi, tanpa terasa airmatanya sudah menetes, iapun menyekannya kasar

“Aku akan menebus kesalahanku, jadi kumohon bangunlah, jangan biarkan aku seperti ini”

Sedangkan diluar, Seunggi yang mendengar ucapan Jaehyun seakan ingin menangis, ia benar benar sedih dengan keadaan sekarang, appanya sudah pulang pergi dari luar negeri hanya untuk mencarikan Jieun dokter yang benar benar bisa dipercaya, dan eommanya sekarang dalam keadaan terpuruk, Ny. Lee lebih banyak berdiam diri dikamar dan sulit untuk diajak bertemu

“Seunggi-ssi” Seunggi refleks menyeka airmatanya dan melihat kesumber suara

“Eoh dokter Im, apa kau akan memeriksa Jieun?” tanya Seunggi, seiring berjalannya waktu Seunggi menjadi dekat dengan dokter muda itu, terlebih usia mereka tidak beda jauh walau Seunggi lebih tua 3 tahun darinya

“Anniyo, aku ingin menemuimu, ini tentang Jieun” ucap Yoona seketika jadi sedih, Seunggi memiliki feeling buruk tentang ini, “Sebaiknya kita bicarakan ini diruanganku saja” lanjut Yoona lalu berjalan didepan Seunggi yang membuntutinya
.
.
.
“Apa yang terjadi pada Jieun?” tanya Seunggi saat sudah berada diruangan Yoona

“Syukurlah keadaannya membaik, jika ini terus meningkat mungkin beberapa hari kemudian Jieun akan sadarkan diri dari komanya” jelas Yoona sambil tersenyum

“Kau tidak bercandakan?” tanya Seunggi tidak percaya

“Apa aku terlihat berbohong?”

“Sayangnya kau tidak pandai berbohong”

“Ahahaha kau sudah mengetahuinya”

“Malam ini, apa kau sibuk?” Yoona menggeleng, “Kau maukan temani aku makan malam? Hanya sekedar makan malam sekalian tanda terimakasih karna kau masih setia merawat adikku” ucap Seunggi penuh harap

“Sepertinya aku tidak akan menolaknya” Seunggi maupun Yoona saling melempar senyuman termaut yang mereka punya, hingga mereka rasa kalau jantung mereka saling beradu kecepatan
.
.
.
Malam harinya Yoona dan Seunggi pergi untuk makan malam disebuah resto yang lumayan terkenal, tapi belum sampai selesai Seunggi menerima panggilan masuk dari Jaehyun, ditelepon itu Jaehyun terdengar sangat panik dan meminta Seunggi untuk cepat datang kerumah sakit

Seunggi dan Yoona setengah berlari melewati lorong rumah sakit itu, bahkan ekspresi khawatir tidak lepas dari wajah mereka, sesampainya diruang rawat Jieun, Seunggi dan Yoona terlihat terkejut

“Jieun-ah” kaget Seunggi begitu juga dengan Yoona yang membelalakan matanya

“Oppa” lirih Jieun yang kini tengah terbaring sambil tersenyum kearahnya, Seunggipun tersenyum dan langsung memeluk Jieun, “Aku merindukanmu” lanjut Jieun

“Aku juga, kenapa kau lama sekali koma huh?” ucap Seunggi pura pura marah

“Maaf” Seunggipun melepas pelukkan itu, lalu menatap Jieun, tapi Jieun malah menatap Yoona bingung, ya dia baru pertama kali bertemu dengan Yoona

“Oppa dia siapa? Apa dia kekasih barumu?” ucap Jieun, Jaehyun dan kedua orangtua Jieun hanya tersenyum mendengar penuturan polos Jieun

“Bu... bukan, dia itu dokter yang merawatmu selama kau koma” ucap Seunggi gugup, iapun sempat menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu

“Benarkah?” ucap Jieun seakan meledek Seunggi

“Annyeonghasseo aku Im Yoona, aku adalah salah satu dokter baru disini” ucap Yoona akhirnya

“Apa dokter menyukai oppaku?” tanya Jieun polos, Seunggipun refleks membekap mulut Jieun, namun dengan cepat Ny. Lee menepisnya

“Kau mau membuat Jieun koma lagi?” kesal Ny. Lee, sedangkan yang lainnya hanya terkekeh
.
.
.
Jieun dan Jaehyun berjalan disekitar taman rumah sakit itu, “Jaehyun-ah, apa menurutmu Seunggi oppa dan dokter Im cocok?” tanya Jieun pada Jaehyun

“Ya selama aku memantaunya, mereka sangat cocok, bahkan Seunggi hyung sudah banyak curhat pada dokter Im, aku rasa mereka saling menyukai” ucap Jaehyun

“Bagaimana jika kita jodohkan mereka?” saran Jieun

“Aigoo, apa hidupmu hanya untuk mencarikan oppamu jodoh?” ledek Jaehyun, lalu mencubit pelan pipi Jieun, “Aku setuju” lanjutnya, Jieun yang awalnya cemberut jadi tersenyum menatap namja yang sangat ia cintai itu

Yoona memasuki ruang rawat Jieun, untuk memeriksa perkembangannya, saat melihat Jieun yang tengah tertidur ia menyunggingkan senyuman manisnya, “Jieun-ssi kau pasti bangga pada oppamu” gumam Yoona

“Tentu” Yoona terkejut, ternyata Jieun tidak tidur, melainkan pura pura tidur, iapun jadi salah tingkah karna bocah ini

“Aku kira kau tertidur”

“Tadinya aku mau tidur, tapi saat aku mendengar ucapanmu aku mengurungkan niatku” ucap Jieun tersenyum dan itu membuat Yoona makin salah tingkah, “Kau menyukai oppaku?” tanya Jieun

“Mwo? A.. bukan begitu...”

“Mengaku saja” potong Jieun cepat

“Lupakan, sekarang saatnya kau makan, dan jangan lupa untuk minum vitamin ini ya, aku harus pergi karna pasien yang lain menunggu” ucap Yoona selembut mungkin dan bersikap biasa biasa saja

“Pasien atau Seunggi oppa?”

FIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar