Sabtu, 02 April 2016

Cans Love (Chapter 5)


Title                : Cans Love
Author           : Park Mitha
Genre              : Various
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Song Joongki,
Others Cast   : Onew (SHINee), Jei (FIESTAR), Etc
Cameo             : Shin Eunhee (OC)

***
[1] [2] [3] [4] 

“aku kasihan pada Eunhee, ternyata mantan kekasihnya yang melakukan itu padanya, dan lebih parahnya dia hanya seorang diri disini” gumam Jieun seakan bicara pada patung orang yang ada disana, “kau tidak kasian padanya?” tanyanya

“ribut” ucap Joongki

“aku tidak bicara denganmu, aku bicara sendiri jadi fokus saja pada pekerjaanmu” ucap Jieun kesal, Joongkipun memandangi Jieun yang masih fokus memperhatikan tumpukkan buku yang ada diruang kerjanya, hingga ia diam diam mendekati Jieun

“aku tidak bisa bayangkan betapa takutnya Eunhee sekarang karna orang yang dulu sangat ia sayangi hampir membunuhnya, sekalipun dia sudah memiliki kekasih tapi...”

“Jieun-ssi” Jieunpun menghentikan ucapannya saat suara Joongki memotongnya, iapun membalikkan badannya dan sangat terkejut saat namja itu berada sangat dekat dengannya, dan...

Chu~


Jieun membelalakan matanya saat bibir namja itu menempel pada bibirnya, jantungnya seakan berhenti berdetak dan tubuhnya terasa sangat kaku untuk digerakkan, hanya berdurasi beberapa detik Joongkipun melepaskan ciumannya dan menatap Jieun dalam

“Joongki-ssi...” ucap Jieun tak percaya

“kau ribut sekali, aku tidak bisa fokus dengan pekerjaanku” jawab Joongki santai, membuat Jieun hanya bisa mematung menatap namja itu tak percaya
.
.
.
Sejak tadi Jieun terus berguling guling tidak jelas diatas ranjangnya, jam menunjukkan pukul 9 malam dan ia sudah ada dikamarnya dengan fikiran yang sangat kusut itu, berkali kali ia mencoba melupakan kejadian tadi siang namun semakin ia ingin melupakan semakin ia mengingatnya

“ahh apa yang harus kulakukan!” ucapnya frustasi, iapun duduk diatas ranjangnya dengan rambut yang sedikit acak acakan, “dokter gila itu merebut ciumanku, ahh bodoh kau ahjussi” umpat Jieun sambil memandang kosong pintu kamarnya

Ting!

Sebuah pesan masuk kedalam ponselnya, pesan dari nomor yang tidak dikenali sukses membuat Jieun lupa sebentar tentang ciuman ahjussi tampan itu, iapun dengan ragu membuka isi pesan itu

-No Name-
Apa benar ini nomor Lee Jieun?

Jieun menaikkan alisnya bingung, “siapa ini?” gumamnya bingung, iapun dengan ragu membalas pesan itu

-Lee Jieun-
Ya benar

-No Name-
Ini aku Shin Eunhee
Aku dapat nomormu dari Dr. Song

“dokter mesum itu?” ucapnya kesal, tiba tiba ia teringat kembali dengan kejadian tadi siang dan hasilnya iapun melempar kesal boneka beruang yang tergeletak tak bersalah disampingnya, “aaaaa menyebalkan” teriaknya kesal

-Lee Jieun-
Ahh begitu
Apa ada yang ingin kau sampaikan?

-No Name-
Besok aku sudah keluar dari rumah sakit
Tapi kekasihku sedang diluar kota
Apa kau bisa menemaniku pulang kerumahku?
Aku benar benar butuh bantuanmu

-Lee Jieun-
Baiklah, besok aku akan menemuimu

***

Jieun berjalan santai memasuki ruang rawat Eunhee, namun saat tiba disana Jieun langsung berbalik badan karna ia melihat Joongki dan seorang perawat yang sedang memeriksa Eunhee, “eoh Jieun-ssi kau sudah datang” ucap Eunhee senang, Joongki juga perawat itu melihat kearah Jieun yang membelakangi mereka

Jieunpun perlahan berbalik badan dan tersenyum canggung pada Eunhee, “ahh iya” jawab Jieun canggung

“kau bisa pulang setelah kantung infusanmu habis, panggil saja aku jika infusannya sudah habis” jelas Joongki, iapun tersenyum ramah pada Eunhee lalu menatap Jieun yang tiba tiba mengalihkan pandangannya

“Jieun-ssi, aku ingin bicara denganmu” ucap Joongki pada Jieun

“mau bicara apa? Katakan saja disini” ucap Jieun yang tak berani menatap Joongki barang sedikitpun

“kau tidak menyesal aku mengatakannya disini?” Jieun terlihat ragu saat mendengar jawaban Joongki, hal apa yang ingin namja itu bicarakan padanya, namja itupun berjalan mendekati Jieun, “temui aku diruanganku” ucapnya lalu pergi dengan perawatnya

“huh, namja gila” gumam Jieun pelan, namun Eunhee yang sejak tadi memperhatikannya terlihat tersenyum penuh arti melihat Jieun yang berubah 180o saat bertemu Joongki

“sepertinya dugaanku benar” gumam Eunhee, Jieunpun menatap gadis itu dengan tatapan bingung, “kau dan Dr. Song sedang dalam hubungan spesial, benar bukan?”

“tidak, aku dan dia tidak ada hubungan apa apa” ucap Jieun menyangkal

“tapi kenapa bisa Dr. Song memiliki nomormu?”

“itu... Eunhee-ssi, tolong jangan bahas dia lagi” Jieunpun seketika terlihat memohon, iapun duduk disamping ranjang Eunhee, membuat gadis itu terkekeh melihat tingkah teman barunya itu, “kau tidak maukan kutinggal seorang diri dirumahmu, jadi kumohon jangan bahas dia lagi”

“ahh baiklah, aku tidak akan membahasnya lagi” Jieunpun tersenyum manis pada Eunhee membuat gadis itu juga balas tersenyum kearahnya
.
.
.
Sejak tadi Jieun hanya fokus pada gelas minumannya tanpa berani menatap orang yang kini duduk tepat didepannya sekalipun ia tahu orang itu tengah menatapnya dengan tatapan yang pasti akan membuat yeoja mana saja menjadi salah tingkah termasuk dirinya, mungkin

“tentang kemarin...”

“bisakah kau tidak membahas hal itu?” potong Jieun cepat, “lupakan saja tentang kemarin, anggap saja itu tidak pernah terjadi” lanjutnya, Jieunpun meminum minumannya dengan sangat gugup karna sejak tadi mata itu tidak lepas menatapnya

“kalau begitu, berhentilah bersikap canggung padaku”

“bagaimana bisa kau bicara begitu sedangkan kemarin kau...” Jieun menggantung ucapannya, “ahh sudahlah” iapun meletakkan gelas ditangannya dengan jengkel keatas meja kaca itu hingga menimbulkan suara yang cukup mengagetkan Joongki

Jieunpun berdiri bersiap siap untuk meninggalkan ruang kerja Joongki, “kenapa terburu buru sekali?” tanya namja itu yang masih setia diposisi duduknya

“memangnya apa lagi yang mau kau bicarakan?” Jieunpun berbalik menatap namja itu dengan tatapan jengkelnya, Joongki hanya diam menatap Jieun dan sukses membuat gadis itu salah tingkah dengan tatapan namja itu, “jangan melihatku seperti itu” ucapnya kembali gugup

“jadi aku harus melihatmu seperti apa?” heran namja itu, “padahal aku melihatnya biasa saja” gumam Joongki pada dirinya sendiri

“aku mendengarnya” ucap Jieun kesal, “katakan padaku apalagi yang mau kau bicarakan? Aku harus menemui Eunhee, dia pasti sudah menungguku” iapun kembali duduk ditempat semula, memandang namja itu dengan tatapan kesal bercampur malunya

“tidak ada lagi” ucap Joongki santai, Jieunpun menghela nafas kasar dan kembali berdiri kali ini ia benar benar akan keluar dari ruangan itu, “tapi bisakah kau temani aku disini? Kita bisa menemui Eunhee sama sama” lanjutnya

“kau mau membunuhku ya?”

“mwo?”

“ahh sudah lupakan”

***

Ding... dong...

“annyeonghasseo” Jinki memandang takjub yeoja cantik didepannya yang tengah tersenyum kearahnya, benar benar sebuah kejutan saat membuka pintu ia disuguhi tamu yang sangat cantik, “aku teman Jieun, apa Lee Jieun ada?” lanjutnya, Jei, Kim Jei.

“eoh, Jieun baru saja jalan” ucap Jinki sedikit gugup

“ahh begitukah?” tanya Jei tak kalah gugup, iapun sedikit menggerutu namun Jinki mendengarnya, “kalau boleh tau kapan dia akan pulang?” tanya lagi

“hmm... aku kurang tau, sepertinya dia akan lama” jawab Jinki, “masuklah dulu” lanjutnya dan mempersilahkan Jei masuk, Jeipun tersenyum ramah dan masuk kedalam rumah Jieun, “silahkan duduk” lanjut Jinki

“apa kau teman kerjanya?” tanya Jinki memastikan

“ahh iya, aku teman kerjanya, kami juga cukup dekat” ucap Jei sopan, “aku kesini ingin memberikan ini untuknya, karna untuk beberapa hari kedepan aku tidak turun kerja jadi apa aku bisa menitipkannya padamu?” Jeipun meletakkan bawaannya yang sejak tadi ia tenteng

“ahh iya, aku akan menyampaikannya pada Jieun” ucap Jinki canggung

“tapi bisakah kau pastikan ini sampai ditangan Jieun?” tanya Jei ragu, Jinki sedikit membelalakan matanya tak percaya, ‘bagaimana bisa dia tidak percaya padaku? Aku ini oppanya Jieun’ batin Jinki, “ahh tolong jangan salah paham, ini barang yang sangat pribadi jadi kumohon jangan sampai ada yang tahu kecuali Jieun” lanjut Jei membenarkan

“baiklah, aku mengerti, kau bisa menyimpan nomorku memastikan kalau aku menyampaikan ini ketangan adikku” jelas Jinki agak kesal, Jeipun tersenyum sumringah
.
.
.
Jieun dan Eunhee baru saja tiba dirumah Eunhee, Jieunpun membantu gadis itu membawakan barang barangnya selama ia dirawat dirumah sakit, “selamat datang dirumahku yang sederhana dan apa adanya, kuharap kau bisa merasa nyaman disini” jelas Eunhee ramah

“ahh disini sangat nyaman” ucap Jieun sambil memandangi setiap lekuk ruangan itu

“aku akan berganti pakaian, jangan terlalu canggung anggap saja rumah sendiri dan jangan sungkan kalau mau mengambil minum atau cemilan” jelas Eunhee, iapun berjalan menuju kamarnya meninggalkan Jieun seorang diri diruang tengah rumah gadis itu

Jieunpun melihat seisi ruangan itu, ruangan yang cukup luas untuk satu orang, didinding bercat putih itu terpajang photo keluarga dan Jieun yakin itu pasti keluarga Eunhee, Jieunpun beralih menuju sofa yang ada diruang tengah itu, mendudukan dirinya sekedar melepas penat

Ding... dong...

Jieun yang baru saja ingin menyalakan tv itu harus membuatnya mengalihkan perhatiannya pada pintu utama rumah itu, iapun mengurungkan niatnya untuk menonton dan kini berjalan santai menuju pintu dan membukanya, “Eunhee-ya, aku mohon...” orang itu menghentikan ucapannya dan kini menatap nanar Jieun begitu pula sebaliknya

“Jieun-ah, kaukah itu?” tanya namja itu, Jieunpun kembali menutup pintu dan menguncinya, jantungnya terasa bedebar cepat, ia bahkan merasa panas dingin, perasaan yang sama seperti saat ia melihat darah orang lain

“apa ada tamu?” tanya Eunhee yang baru keluar dari kamarnya, wajah Eunhee berubah bingung saat melihat Jieun berdiri bersender pada pintu dengan wajah pucatnya, “Jieun-ssi kau baik baik saja?” tanya Eunhee khawatir

“Jieun-ah kaukah itu? Tolong buka pintunya” Eunhee membulatkan matanya saat ia mendengar suara berat yang tidak asing diteliganya, “Eunhee-ya, Jieun-ah, buka pintunya!”

“kau mengenal Jung?” tanya Eunhee dengan tatapan kosongnya, Jieun mengangguk pelan membuat Eunhee menjadi sangat panik, “apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku takut kalau dia memaksa masuk dan...” gadis itupun tidak bisa membendung airmatanya lagi dan menangis

Jieunpun berjalan mendekati Eunhee dan memeluk gadis itu, “tenanglah, kita akan baik baik saja disini” iapun mengelus lembut pundak gadis itu, ia terus mencoba menghentikan tangannya yang bergetar hebat, ia baru tahu sekarang kalau Jung-lah yang melakukannya

“JIEUN-AH, EUNHEE-YA, BUKA PINTUNYA!!!” Jieun dan Eunhee tersentak kaget saat mendengar suara pintu yang digedor, Jung terus saja berteriak meminta dibukakan pintu

“aku akan mendobraknya kalau kalian tidak membukanya...”

TBC

Whoaaa udah Chap 5 aja nih, cerita makin tak jelas
Silahkan dikomen ya, saya sangat berterimakasih bagi yang udah komen *bow*


6 komentar:

  1. huaaaaaaaaa seru sekali. asalnya nyoba baca part1 aja eh ternyata malah keasikan baca sampe part5. uuuu bacanya sambil ngebanyangin yoo shi-jin. hehehe. semangat ya ngelanjutinnya. ditunggu secepatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe negabayangin big boss ya, iya semangat, thanks ya

      Hapus
  2. Itu jung mntnnya ji eun kn,,,,,,? tu orang maunya apa sie,udh selingkuh dr ji eun eh mlh nusuk pacarnya,dn skrng dia mau apa cb dtng" ke rmh eunhee,mau minta blkn lg sm eunhee krn di tolak sm jieun ? bikin kesel tuh orang,mudh"n mereka ga knp".

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Jung si mantan, entahlah tanyakan pada Jung yang ga berwujud :v

      Hapus
  3. maf ni thor. baru bisa komen di chapter 5. soalnya bacanya langsung sekaligus.hehe. ceritanya seru apalagi ada joong ki oppa dan Jieun. gak nyangka ya. ternyata jieun dan eunhee pnya mantan yang sama. n buat joong ki dan jieun. moga aj cepat jadian.hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya ga papa, iya ga nyangka banget korea memang sempit :v

      Hapus