Title :
Cans Love
Author :
Park Mitha
Genre :
Various
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Song Joongki,
Others Cast : Onew (SHINee), Jei (FIESTAR), Etc
Cameo : Shin Eunhee (OC)
***
“aku kasihan pada Eunhee, ternyata mantan kekasihnya
yang melakukan itu padanya, dan lebih parahnya dia hanya seorang diri disini”
gumam Jieun seakan bicara pada patung orang yang ada disana, “kau tidak kasian
padanya?” tanyanya
“ribut” ucap Joongki
“aku tidak bicara denganmu, aku bicara
sendiri jadi fokus saja pada pekerjaanmu” ucap Jieun kesal, Joongkipun
memandangi Jieun yang masih fokus memperhatikan tumpukkan buku yang ada diruang
kerjanya, hingga ia diam diam mendekati Jieun
“aku tidak bisa bayangkan betapa takutnya
Eunhee sekarang karna orang yang dulu sangat ia sayangi hampir membunuhnya,
sekalipun dia sudah memiliki kekasih tapi...”
“Jieun-ssi” Jieunpun menghentikan ucapannya
saat suara Joongki memotongnya, iapun membalikkan badannya dan sangat terkejut
saat namja itu berada sangat dekat dengannya, dan...
Chu~
Jieun membelalakan matanya saat bibir namja
itu menempel pada bibirnya, jantungnya seakan berhenti berdetak dan tubuhnya
terasa sangat kaku untuk digerakkan, hanya berdurasi beberapa detik Joongkipun
melepaskan ciumannya dan menatap Jieun dalam
“Joongki-ssi...” ucap Jieun tak percaya
“kau ribut sekali, aku tidak bisa fokus
dengan pekerjaanku” jawab Joongki santai, membuat Jieun hanya bisa mematung
menatap namja itu tak percaya
.
.
.
Sejak tadi Jieun terus berguling guling
tidak jelas diatas ranjangnya, jam menunjukkan pukul 9 malam dan ia sudah ada
dikamarnya dengan fikiran yang sangat kusut itu, berkali kali ia mencoba
melupakan kejadian tadi siang namun semakin ia ingin melupakan semakin ia
mengingatnya
“ahh apa yang harus kulakukan!” ucapnya
frustasi, iapun duduk diatas ranjangnya dengan rambut yang sedikit acak acakan,
“dokter gila itu merebut ciumanku, ahh bodoh kau ahjussi” umpat Jieun sambil
memandang kosong pintu kamarnya
Ting!
Sebuah pesan masuk kedalam ponselnya, pesan
dari nomor yang tidak dikenali sukses membuat Jieun lupa sebentar tentang
ciuman ahjussi tampan itu, iapun dengan ragu membuka isi pesan itu
-No Name-
Apa benar ini nomor Lee Jieun?
Jieun menaikkan alisnya bingung, “siapa
ini?” gumamnya bingung, iapun dengan ragu membalas pesan itu
-Lee Jieun-
Ya benar
-No Name-
Ini aku Shin Eunhee
Aku dapat nomormu dari Dr. Song
“dokter mesum itu?” ucapnya kesal, tiba
tiba ia teringat kembali dengan kejadian tadi siang dan hasilnya iapun melempar
kesal boneka beruang yang tergeletak tak bersalah disampingnya, “aaaaa
menyebalkan” teriaknya kesal
-Lee Jieun-
Ahh begitu
Apa ada yang ingin kau sampaikan?
-No Name-
Besok aku sudah keluar dari rumah sakit
Tapi kekasihku sedang diluar kota
Apa kau bisa menemaniku pulang kerumahku?
Aku benar benar butuh bantuanmu
-Lee Jieun-
Baiklah, besok aku akan menemuimu
***
Jieun berjalan santai memasuki ruang rawat
Eunhee, namun saat tiba disana Jieun langsung berbalik badan karna ia melihat
Joongki dan seorang perawat yang sedang memeriksa Eunhee, “eoh Jieun-ssi kau
sudah datang” ucap Eunhee senang, Joongki juga perawat itu melihat kearah Jieun
yang membelakangi mereka
Jieunpun perlahan berbalik badan dan
tersenyum canggung pada Eunhee, “ahh iya” jawab Jieun canggung
“kau bisa pulang setelah kantung infusanmu
habis, panggil saja aku jika infusannya sudah habis” jelas Joongki, iapun
tersenyum ramah pada Eunhee lalu menatap Jieun yang tiba tiba mengalihkan
pandangannya
“Jieun-ssi, aku ingin bicara denganmu” ucap
Joongki pada Jieun
“mau bicara apa? Katakan saja disini” ucap
Jieun yang tak berani menatap Joongki barang sedikitpun
“kau tidak menyesal aku mengatakannya
disini?” Jieun terlihat ragu saat mendengar jawaban Joongki, hal apa yang ingin
namja itu bicarakan padanya, namja itupun berjalan mendekati Jieun, “temui aku
diruanganku” ucapnya lalu pergi dengan perawatnya
“huh, namja gila” gumam Jieun pelan, namun
Eunhee yang sejak tadi memperhatikannya terlihat tersenyum penuh arti melihat
Jieun yang berubah 180o saat bertemu Joongki
“sepertinya dugaanku benar” gumam Eunhee,
Jieunpun menatap gadis itu dengan tatapan bingung, “kau dan Dr. Song sedang
dalam hubungan spesial, benar bukan?”
“tidak, aku dan dia tidak ada hubungan apa
apa” ucap Jieun menyangkal
“tapi kenapa bisa Dr. Song memiliki
nomormu?”
“itu... Eunhee-ssi, tolong jangan bahas dia
lagi” Jieunpun seketika terlihat memohon, iapun duduk disamping ranjang Eunhee,
membuat gadis itu terkekeh melihat tingkah teman barunya itu, “kau tidak maukan
kutinggal seorang diri dirumahmu, jadi kumohon jangan bahas dia lagi”
“ahh baiklah, aku tidak akan membahasnya
lagi” Jieunpun tersenyum manis pada Eunhee membuat gadis itu juga balas
tersenyum kearahnya
.
.
.
Sejak tadi Jieun hanya fokus pada gelas
minumannya tanpa berani menatap orang yang kini duduk tepat didepannya
sekalipun ia tahu orang itu tengah menatapnya dengan tatapan yang pasti akan
membuat yeoja mana saja menjadi salah tingkah termasuk dirinya, mungkin
“tentang kemarin...”
“bisakah kau tidak membahas hal itu?”
potong Jieun cepat, “lupakan saja tentang kemarin, anggap saja itu tidak pernah
terjadi” lanjutnya, Jieunpun meminum minumannya dengan sangat gugup karna sejak
tadi mata itu tidak lepas menatapnya
“kalau begitu, berhentilah bersikap
canggung padaku”
“bagaimana bisa kau bicara begitu sedangkan
kemarin kau...” Jieun menggantung ucapannya, “ahh sudahlah” iapun meletakkan
gelas ditangannya dengan jengkel keatas meja kaca itu hingga menimbulkan suara
yang cukup mengagetkan Joongki
Jieunpun berdiri bersiap siap untuk meninggalkan
ruang kerja Joongki, “kenapa terburu buru sekali?” tanya namja itu yang masih
setia diposisi duduknya
“memangnya apa lagi yang mau kau
bicarakan?” Jieunpun berbalik menatap namja itu dengan tatapan jengkelnya,
Joongki hanya diam menatap Jieun dan sukses membuat gadis itu salah tingkah
dengan tatapan namja itu, “jangan melihatku seperti itu” ucapnya kembali gugup
“jadi aku harus melihatmu seperti apa?”
heran namja itu, “padahal aku melihatnya biasa saja” gumam Joongki pada dirinya
sendiri
“aku mendengarnya” ucap Jieun kesal,
“katakan padaku apalagi yang mau kau bicarakan? Aku harus menemui Eunhee, dia
pasti sudah menungguku” iapun kembali duduk ditempat semula, memandang namja
itu dengan tatapan kesal bercampur malunya
“tidak ada lagi” ucap Joongki santai,
Jieunpun menghela nafas kasar dan kembali berdiri kali ini ia benar benar akan
keluar dari ruangan itu, “tapi bisakah kau temani aku disini? Kita bisa menemui
Eunhee sama sama” lanjutnya
“kau mau membunuhku ya?”
“mwo?”
“ahh sudah lupakan”
***
Ding... dong...
“annyeonghasseo” Jinki memandang takjub
yeoja cantik didepannya yang tengah tersenyum kearahnya, benar benar sebuah
kejutan saat membuka pintu ia disuguhi tamu yang sangat cantik, “aku teman
Jieun, apa Lee Jieun ada?” lanjutnya, Jei, Kim Jei.
“eoh, Jieun baru saja jalan” ucap Jinki
sedikit gugup
“ahh begitukah?” tanya Jei tak kalah gugup,
iapun sedikit menggerutu namun Jinki mendengarnya, “kalau boleh tau kapan dia
akan pulang?” tanya lagi
“hmm... aku kurang tau, sepertinya dia akan
lama” jawab Jinki, “masuklah dulu” lanjutnya dan mempersilahkan Jei masuk,
Jeipun tersenyum ramah dan masuk kedalam rumah Jieun, “silahkan duduk” lanjut
Jinki
“apa kau teman kerjanya?” tanya Jinki
memastikan
“ahh iya, aku teman kerjanya, kami juga
cukup dekat” ucap Jei sopan, “aku kesini ingin memberikan ini untuknya, karna untuk
beberapa hari kedepan aku tidak turun kerja jadi apa aku bisa menitipkannya
padamu?” Jeipun meletakkan bawaannya yang sejak tadi ia tenteng
“ahh iya, aku akan menyampaikannya pada
Jieun” ucap Jinki canggung
“tapi bisakah kau pastikan ini sampai
ditangan Jieun?” tanya Jei ragu, Jinki sedikit membelalakan matanya tak
percaya, ‘bagaimana bisa dia tidak percaya padaku? Aku ini oppanya Jieun’ batin
Jinki, “ahh tolong jangan salah paham, ini barang yang sangat pribadi jadi
kumohon jangan sampai ada yang tahu kecuali Jieun” lanjut Jei membenarkan
“baiklah, aku mengerti, kau bisa menyimpan
nomorku memastikan kalau aku menyampaikan ini ketangan adikku” jelas Jinki agak
kesal, Jeipun tersenyum sumringah
.
.
.
Jieun dan Eunhee baru saja tiba dirumah
Eunhee, Jieunpun membantu gadis itu membawakan barang barangnya selama ia
dirawat dirumah sakit, “selamat datang dirumahku yang sederhana dan apa adanya,
kuharap kau bisa merasa nyaman disini” jelas Eunhee ramah
“ahh disini sangat nyaman” ucap Jieun
sambil memandangi setiap lekuk ruangan itu
“aku akan berganti pakaian, jangan terlalu
canggung anggap saja rumah sendiri dan jangan sungkan kalau mau mengambil minum
atau cemilan” jelas Eunhee, iapun berjalan menuju kamarnya meninggalkan Jieun
seorang diri diruang tengah rumah gadis itu
Jieunpun melihat seisi ruangan itu, ruangan
yang cukup luas untuk satu orang, didinding bercat putih itu terpajang photo
keluarga dan Jieun yakin itu pasti keluarga Eunhee, Jieunpun beralih menuju
sofa yang ada diruang tengah itu, mendudukan dirinya sekedar melepas penat
Ding... dong...
Jieun yang baru saja ingin menyalakan tv
itu harus membuatnya mengalihkan perhatiannya pada pintu utama rumah itu, iapun
mengurungkan niatnya untuk menonton dan kini berjalan santai menuju pintu dan
membukanya, “Eunhee-ya, aku mohon...” orang itu menghentikan ucapannya dan kini
menatap nanar Jieun begitu pula sebaliknya
“Jieun-ah, kaukah itu?” tanya namja itu,
Jieunpun kembali menutup pintu dan menguncinya, jantungnya terasa bedebar
cepat, ia bahkan merasa panas dingin, perasaan yang sama seperti saat ia
melihat darah orang lain
“apa ada tamu?” tanya Eunhee yang baru
keluar dari kamarnya, wajah Eunhee berubah bingung saat melihat Jieun berdiri
bersender pada pintu dengan wajah pucatnya, “Jieun-ssi kau baik baik saja?”
tanya Eunhee khawatir
“Jieun-ah kaukah itu? Tolong buka pintunya”
Eunhee membulatkan matanya saat ia mendengar suara berat yang tidak asing
diteliganya, “Eunhee-ya, Jieun-ah, buka pintunya!”
“kau mengenal Jung?” tanya Eunhee dengan
tatapan kosongnya, Jieun mengangguk pelan membuat Eunhee menjadi sangat panik, “apa
yang harus kita lakukan sekarang? Aku takut kalau dia memaksa masuk dan...”
gadis itupun tidak bisa membendung airmatanya lagi dan menangis
Jieunpun berjalan mendekati Eunhee dan
memeluk gadis itu, “tenanglah, kita akan baik baik saja disini” iapun mengelus
lembut pundak gadis itu, ia terus mencoba menghentikan tangannya yang bergetar
hebat, ia baru tahu sekarang kalau Jung-lah yang melakukannya
“JIEUN-AH, EUNHEE-YA, BUKA PINTUNYA!!!”
Jieun dan Eunhee tersentak kaget saat mendengar suara pintu yang digedor, Jung
terus saja berteriak meminta dibukakan pintu
“aku akan mendobraknya kalau kalian tidak
membukanya...”
TBC
Whoaaa udah Chap 5 aja nih, cerita makin
tak jelas
Silahkan dikomen ya, saya sangat
berterimakasih bagi yang udah komen *bow*
huaaaaaaaaa seru sekali. asalnya nyoba baca part1 aja eh ternyata malah keasikan baca sampe part5. uuuu bacanya sambil ngebanyangin yoo shi-jin. hehehe. semangat ya ngelanjutinnya. ditunggu secepatnya
BalasHapushehehe negabayangin big boss ya, iya semangat, thanks ya
HapusItu jung mntnnya ji eun kn,,,,,,? tu orang maunya apa sie,udh selingkuh dr ji eun eh mlh nusuk pacarnya,dn skrng dia mau apa cb dtng" ke rmh eunhee,mau minta blkn lg sm eunhee krn di tolak sm jieun ? bikin kesel tuh orang,mudh"n mereka ga knp".
BalasHapusiya Jung si mantan, entahlah tanyakan pada Jung yang ga berwujud :v
Hapusmaf ni thor. baru bisa komen di chapter 5. soalnya bacanya langsung sekaligus.hehe. ceritanya seru apalagi ada joong ki oppa dan Jieun. gak nyangka ya. ternyata jieun dan eunhee pnya mantan yang sama. n buat joong ki dan jieun. moga aj cepat jadian.hehe
BalasHapushehe iya ga papa, iya ga nyangka banget korea memang sempit :v
Hapus