Title :
Cans Love
Author :
Park Mitha
Genre :
Various
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Song Joongki,
Others Cast : Onew (SHINee), Jei (FIESTAR), Suzy (Miss
A), Etc
Cameo : Shin Eunhee (OC)
***
“kau mengenal Jung?” tanya Eunhee dengan
tatapan kosongnya, Jieun mengangguk pelan membuat Eunhee menjadi sangat panik,
“apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku takut kalau dia memaksa masuk
dan...” gadis itupun tidak bisa membendung airmatanya lagi dan menangis
Jieunpun berjalan mendekati Eunhee dan
memeluk gadis itu, “tenanglah, kita akan baik baik saja disini” iapun mengelus
lembut pundak gadis itu, ia terus mencoba menghentikan tangannya yang bergetar
hebat, ia baru tahu sekarang kalau Jung-lah yang melakukannya
“JIEUN-AH, EUNHEE-YA, BUKA PINTUNYA!!!”
Jieun dan Eunhee tersentak kaget saat mendengar suara pintu yang digedor, Jung
terus saja berteriak meminta dibukakan pintu
“aku akan mendobraknya kalau kalian tidak
membukanya”
“Jieun-ah...”
tangis Eunhee yang semakin
mengeratkan pelukannya, Jieunpun berfikir keras apa yang harus mereka lakukan
untuk menghindari namja itu
“lebih baik sekarang kita kekamarmu saja”
ajak Jieun, iapun membantu Eunhee berdiri membawa gadis itu masuk kekamarnya,
dan lagi lagi ia mengunci pintu kamar itu dan mencabut kuncinya, sejak tadi
tangannya tak berhenti bergetar, sebagai wanita ia juga ketakutan sekarang
Dddrrttt... dddrrrttt...
Jieunpun merogoh saku mantelnya mengambil
ponselnya yang bergetar, ia sedikit bernafas lega saat tertera nama ‘Song Joongki’
dipanggilan masuk itu
“yeoboseyo” ucap Jieun
‘kau sudah pulang?’
“aku tidak bisa pulang”
‘kenapa? Apa kekasih Eunhee belum pulang?’
Jieun meremas ujung mantelnya dengan tangannya yang tidak memegang ponsel saat
suara gedorang diluar sana terdengar ditelinganya bahkan Eunhee semakin
menangis tersedu sedu
“mantan kekasih Eunhee datang dan terus
menggedor pintu”
‘kirimkan alamat rumah Eunhee sekarang
juga’ bip! Jieun menatap kosong layar ponselnya, ia ragu untuk mengirimkan
alamat rumah Eunhee pada Joongki, ia takut jika Jung melakukan sesuatu pada
namja itu, tapi Eunhee benar benar sangat ketakutan sekarang
.
.
.
Joongki setengah berlari memasuki
pekarangan rumah Eunhee, wajahnya terlihat sangat khawatir apalagi setibanya
disana ia melihat pintu rumah itu terbuka, iapun mempercepat langkahnya dan
langsung memasuki rumah itu
Setibanya didalam ia disambut dengan
tangisan Eunhee, yeoja itu menangis dipelukkan seorang namja yang sepertinya
kekasihnya, matanyapun kini beralih pada Jieun yang menatap kosong kearah
pasangan itu, “Jieun-ssi, kau baik baik saja?” tanya Joongki khawatir, “kau
tidak terlukankan?” lanjutnya
“aku baik baik saja” lirih Jieun,
Joongkipun bernafas lega dan langsung menarik Jieun kepelukannya, memeluknya
sangat erat, Jieun hanya diam tak membalas pelukan namja itu, perlahan airmata
yang membendung dipelupuknya itu kini mengalir
Diperjalan pulang menuju rumah Jieun
suasana dimobil hanya diisi dengan keheningan, Joongkipun tidak mau mengganggu
Jieun dulu, gadis itu terlihat masih sangat shock, “namja itu... aku
mengenalnya” lirih Jieun, Joongki sedikit melihat kearah Jieun dengan wajah
khawatirnya
“mantan kekasih Eunhee itu... namja yang
kita temui ditaman waktu itu” lanjut Jieun, Joongkipun refleks menghentikan
mobilnya menatap Jieun tak percaya, “aku takut dia melakukan itu padaku juga”
lirih Jieun, tangan gadis itu kembali bergetar hebat
Joongkipun menggenggam tangan Jieun mencoba
menenangkan gadis itu, “tenanglah, dia tidak akan melakukannya padamu” ucap
Joongki menenangkan, “aku akan melindungimu” lanjutnya tulus
***
“Jieun-ah apa Jinki sudah memberikan
titipanku itu?”
“uhuk” Jieun yang baru saja meminum
minumannya refleks tersedak saat mendengar pertanyaan Jei yang bahkan membuat
Suji yang duduk disampingnya menaikkan alisnya bingung
“kau baik baik saja?” tanya Suji khawatir
“eonni, sejauh mana kau mengenal oppaku?”
tanya Jieun, Jei terlihat berfikir, “aku bingung baru kali ini oppaku terus
terusan menceritakan seorang yeoja padaku” lanjut Jieun
“benarkah?” tanya Jei berbinar, Jieun hanya
mengangguk, “padahal aku sudah mengatakannya untuk tidak menceritakannya
padamu” gerutu Jei
“kalian ingin menyembunyikan hubungan ini
dariku?” tanya Jieun tak percaya
“sejak kapan eonni dekat dengan oppanya
Jieun?” tanya Suji penasaran
“hmm... mungkin 4 hari yang lalu” jelas
Jei, yeoja itu tersenyum sambil menyuap makan siangnya, “aku tidak pernah tau
Jieun memiliki oppa yang sangat manis” lanjutnya
“Jieun-ah apa oppamu lebih tampan dari
dokter itu?” tanya Suji penasaran, Jieun terlihat berfikir sebentar sambil
memainkan sedotan yang ada diminumannya
“sepertinya mereka sama saja” ucap Jieun
“benarkah? ahh aku ingin sekali bertemu
oppamu...” Suji menghentikan ucapannya saat ia melihat Jei sudah melemparkan
tatapan mematikan padanya, “ahh tidak jadi, Lee Minho lebih tampan dari
siapapun” ucapnya mencoba menghibur dirinya sendiri
.
.
.
“aku pulang” Jieun sedikit menengok kepintu
masuk rumah mereka dan kembali fokus pada acara tv yang sedang ia tonton, Jinki
yang baru pulang itu langsung mengambil posisi duduk disamping Jieun
“akhir akhir ini oppa sering pulang
terlambat, kemana saja?” tanya Jieun
“ahh itu...” Jinki tersenyum tak jelas,
Jieunpun menatap aneh namja yang adalah saudaranya sendiri itu, “Jei tidak
menceritakannya padamu?” tanyanya balik
“ini tidak seperti oppa biasanya” jawab
Jieun heran, “sejauh mana hubungan oppa dengannya?” tanya Jieun penuh selidik
“mungkin seperti hubunganmu dengan dokter
tampan itu” jelas Jinki sambil tersenyum senang, “ahh aku benar benar beruntung
saat itu kau sedang jalan” iapun bersender disenderan sofa dan melonggarkan
dasi yang melekat dilehernya
“akhirnya oppaku tidak sendiri lagi” ucap
Jieun bersyukur namun dikuping Jinki itu terdengar seperti ejekan, “kapan kau
akan mentraktir aku makan? Bukankah secara tidak langsung aku juga membantumu
dalam hubungan ini?” Jieunpun mengedip pada oppanya
“ya! Kenapa matamu itu?” Jinkipun sedikit
mendorong kepala Jieun dengan jari telunjuknya membuat Jieun mengerucutkan
bibirnya, “bukankah setiap hari aku mentraktirmu makan?”
“ahh benar juga, bagaimana dengan double
date?”
“nonono, kebersamaanku dengan Jei tidak
boleh diganggu”
“cih, lebay sekali” cibir Jieun, iapun kini
kembali fokus pada tv yang masih menyala membiarkan oppanya yang kini berkutat
dengan ponselnya dan namja itu mulai tersenyum tidak jelas, ya Jieun harus
terbiasa dengan sifat tak wajar oppanya itu mulai sekarang
***
Jieun dan Joongki keluar dari mobil saat
mobil mewah namja itu sudah terparkir sempurna ditempatnya, merekapun berjalan
beriringan memasuki kawasan rumah sakit yang akhir akhir ini menjadi tempat
mereka menghabiskan jam makan siang, karna Jieun tidak mau menghabiskan
waktunya ditaman itu lagi, takut jika Jung datang menemuinya
“selalu saja mata mata itu menatapku
begitu” gerutu Jieun, iapun sedikit menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya,
Joongki yang berjalan disampingnya hanya tersenyum simpul mendengarnya, “apa
kau ini idol terkenal sampai siapapun berjalan disampingmu akan ditatap seperti
itu eoh?” kesal Jieun
“mungkin aku calon idol” ucap Joongki
percaya diri, Jieunpun berdecak kesal dan mencibir namja itu
“tunggu sebentar” Joongki refleks
menghentikan langkahnya dan menatap bingung Jieun saat gadis itu mendekati kaca
transparan itu dan melihat kedalam ruangan itu
“omo, dia manis sekali” kagum Jieun,
Joongkipun ikut melihat apa yang gadis itu lihat, ia ikut tersenyum saat
melihat seorang bayi yang tengah tertidur didalam inkubator
“kau
juga mau?” tanya Joongki, Jieunpun tertawa pelan mendengar pertanyaan namja itu
“bagaimana bisa? Aku bahkan belum menikah”
ucap Jieun yang terus saja memperhatikan bayi itu
“aku bisa memberikanmu yang seperti itu”
“YA!...” Joongki langsung membekap mulut
Jieun saat gadis itu berteriak
“pengunjung tidak boleh ribut disini” ucapnya
memperingati Jieun, Jieunpun dengan kesal melepaskan tangan namja itu yang
membekap mulutnya
“kau yang membuatku berteriak” tuduh Jieun,
“apa kau bilang tadi? Aku bisa memberikanmu yang seperti itu?” ucap Jieun
mengomel, iapun berjalan dengan kesal meninggalkan Joongki
“cih, memangnya aku kucing” gerutunya,
Joongkipun tersenyum geli melihat tingkah Jieun, dan dengan cepat ia menyusul
gadis itu mensejajari langkahnya
“aku tidak bilang kau kucing”
.
.
.
“ya! Berhentilah marah padaku, aku hanya
bercanda padamu” ucap Joongki memohon karna sejak tadi Jieun terlihat sangat
mengacuhkannya
“candaanmu membuatku kesal” kesal Jieun
“aku minta maaf, ayolah jangan terus
terusan marah denganku, lain kali aku akan berfikir dulu sebelum bicara” ucap
Joongki yang kini lebih memohon
“baiklah, kupegang janjimu” jawab Jieun apa
adanya, Joongkipun tersenyum senang dan meminum minumannya yang sudah tertata
diatas meja, “ahjussi... ahh maksudku Joongki-ssi...”
“kali ini kau yang membuatku kesal” ucap
Joongki terlihat menahan emosinya, “sudah kubilang aku tidak setua itu”
lanjutnya, Jieunpun menutup rapat rapat mulutnya karna sudah salah bicara
“sekarang kau yang harus berjanji tidak
akan memanggilku ahjussi lagi” Jieun menatap namja itu dengan tatapan
berfikirnya
“baiklah” jawabnya akhirnya, suasanapun
hening keduanya sibuk dengan minuman masing masing, “tidakkah hubungan kita
terlalu gantung?” gumam Jieun yang membuat Joongki meliriknya dengan tatapan
bertanya
“maksudku...” Jieun terlihat menimbang
nimbang ucapannya, “aku butuh kejelasan darimu tentang hubungan kita...” iapun
terlihat ragu untuk menjelaskan semuanya
“kau pernah menciumku, kau pernah
memelukku, menggenggam tanganku bahkan kau pernah berjanji akan melindungiku...
aku rasa aku butuh kejelasan untuk semua itu” jelas Jieun, iapun sedikit
menunduk sambil meminum kopinya
Joongki hanya diam, Jieunpun curi pandang
dengan namja itu dan ia mendapati Joongki tengah melamun, ‘apa sangat sulit
memberi kejelasan?’ batin Jieun
“aku tidak tahu pasti bagaimana perasaanmu
padaku... jadi, bisakah kau berikan aku kepastian?” tanya Jieun sekali lagi,
“aku tidak bisa terus terusan digantung seperti ini” lanjutnya
“aku hanya takut kau menyesal sudah
menjalin hubungan denganku...”
TBC
Chap 6 dataaaang, terimasih sudah membaca
lalu diisi kolom komentarnya ya
Gamsahamnida *bow*
Apa bnr kl appanya joong ki yg tlh mmbwt appanya ji eun meninggal ? kl bnr gmn prsn ji eun,apa ji eun jg akn membenci joong ki ? next partnya di tunggu ya thor.........
BalasHapusbener ga yaaa... haha selamat menunggu aja deh ya, thanks udah baca + komen
HapusYeee, aku kmbli lagi setelah menyelesaikan un, baru skrang bisa bca ni ff lg. Jinki sma jei trnyta, biarlah supaya gk kespian trus keke. Ayolah joongki kasih kejelasannya, kalian cocok kok:-) kehalang masa lalu ya?
BalasHapuscieee yang mau lulusan, semoga nilainya memuaskan ya, haha daripada Jinki oppa sama aku? :v hahaha masa lalu, thanks ya udah baca + komen
HapusYeee, aku kmbli lagi setelah menyelesaikan un, baru skrang bisa bca ni ff lg. Jinki sma jei trnyta, biarlah supaya gk kespian trus keke. Ayolah joongki kasih kejelasannya, kalian cocok kok:-) kehalang masa lalu ya?
BalasHapusayolah joongki.beri Jieun penjelasan. gak enak loh di gantung.etdah jadi curcol gue haha pasti joongki takut jieun kecewa.semangat thor.
BalasHapushahaha iya ga enak digantung, emang jemuran digantung, oke fighting! thanks yaa
Hapus