Kamis, 07 April 2016

Cans Love (Chapter 6)


Title                : Cans Love
Author           : Park Mitha
Genre              : Various
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Song Joongki,
Others Cast   : Onew (SHINee), Jei (FIESTAR), Suzy (Miss A), Etc
Cameo             : Shin Eunhee (OC)

***
[1] [2] [3] [4] [5] 

“kau mengenal Jung?” tanya Eunhee dengan tatapan kosongnya, Jieun mengangguk pelan membuat Eunhee menjadi sangat panik, “apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku takut kalau dia memaksa masuk dan...” gadis itupun tidak bisa membendung airmatanya lagi dan menangis

Jieunpun berjalan mendekati Eunhee dan memeluk gadis itu, “tenanglah, kita akan baik baik saja disini” iapun mengelus lembut pundak gadis itu, ia terus mencoba menghentikan tangannya yang bergetar hebat, ia baru tahu sekarang kalau Jung-lah yang melakukannya

“JIEUN-AH, EUNHEE-YA, BUKA PINTUNYA!!!” Jieun dan Eunhee tersentak kaget saat mendengar suara pintu yang digedor, Jung terus saja berteriak meminta dibukakan pintu

“aku akan mendobraknya kalau kalian tidak membukanya”

“Jieun-ah...”
tangis Eunhee yang semakin mengeratkan pelukannya, Jieunpun berfikir keras apa yang harus mereka lakukan untuk menghindari namja itu

“lebih baik sekarang kita kekamarmu saja” ajak Jieun, iapun membantu Eunhee berdiri membawa gadis itu masuk kekamarnya, dan lagi lagi ia mengunci pintu kamar itu dan mencabut kuncinya, sejak tadi tangannya tak berhenti bergetar, sebagai wanita ia juga ketakutan sekarang

Dddrrttt... dddrrrttt...

Jieunpun merogoh saku mantelnya mengambil ponselnya yang bergetar, ia sedikit bernafas lega saat tertera nama ‘Song Joongki’ dipanggilan masuk itu

“yeoboseyo” ucap Jieun

kau sudah pulang?

“aku tidak bisa pulang”

kenapa? Apa kekasih Eunhee belum pulang?’ Jieun meremas ujung mantelnya dengan tangannya yang tidak memegang ponsel saat suara gedorang diluar sana terdengar ditelinganya bahkan Eunhee semakin menangis tersedu sedu

“mantan kekasih Eunhee datang dan terus menggedor pintu”

kirimkan alamat rumah Eunhee sekarang juga’ bip! Jieun menatap kosong layar ponselnya, ia ragu untuk mengirimkan alamat rumah Eunhee pada Joongki, ia takut jika Jung melakukan sesuatu pada namja itu, tapi Eunhee benar benar sangat ketakutan sekarang
.
.
.
Joongki setengah berlari memasuki pekarangan rumah Eunhee, wajahnya terlihat sangat khawatir apalagi setibanya disana ia melihat pintu rumah itu terbuka, iapun mempercepat langkahnya dan langsung memasuki rumah itu

Setibanya didalam ia disambut dengan tangisan Eunhee, yeoja itu menangis dipelukkan seorang namja yang sepertinya kekasihnya, matanyapun kini beralih pada Jieun yang menatap kosong kearah pasangan itu, “Jieun-ssi, kau baik baik saja?” tanya Joongki khawatir, “kau tidak terlukankan?” lanjutnya

“aku baik baik saja” lirih Jieun, Joongkipun bernafas lega dan langsung menarik Jieun kepelukannya, memeluknya sangat erat, Jieun hanya diam tak membalas pelukan namja itu, perlahan airmata yang membendung dipelupuknya itu kini mengalir

Diperjalan pulang menuju rumah Jieun suasana dimobil hanya diisi dengan keheningan, Joongkipun tidak mau mengganggu Jieun dulu, gadis itu terlihat masih sangat shock, “namja itu... aku mengenalnya” lirih Jieun, Joongki sedikit melihat kearah Jieun dengan wajah khawatirnya

“mantan kekasih Eunhee itu... namja yang kita temui ditaman waktu itu” lanjut Jieun, Joongkipun refleks menghentikan mobilnya menatap Jieun tak percaya, “aku takut dia melakukan itu padaku juga” lirih Jieun, tangan gadis itu kembali bergetar hebat

Joongkipun menggenggam tangan Jieun mencoba menenangkan gadis itu, “tenanglah, dia tidak akan melakukannya padamu” ucap Joongki menenangkan, “aku akan melindungimu” lanjutnya tulus

***

“Jieun-ah apa Jinki sudah memberikan titipanku itu?”

“uhuk” Jieun yang baru saja meminum minumannya refleks tersedak saat mendengar pertanyaan Jei yang bahkan membuat Suji yang duduk disampingnya menaikkan alisnya bingung

“kau baik baik saja?” tanya Suji khawatir

“eonni, sejauh mana kau mengenal oppaku?” tanya Jieun, Jei terlihat berfikir, “aku bingung baru kali ini oppaku terus terusan menceritakan seorang yeoja padaku” lanjut Jieun

“benarkah?” tanya Jei berbinar, Jieun hanya mengangguk, “padahal aku sudah mengatakannya untuk tidak menceritakannya padamu” gerutu Jei

“kalian ingin menyembunyikan hubungan ini dariku?” tanya Jieun tak percaya

“sejak kapan eonni dekat dengan oppanya Jieun?” tanya Suji penasaran

“hmm... mungkin 4 hari yang lalu” jelas Jei, yeoja itu tersenyum sambil menyuap makan siangnya, “aku tidak pernah tau Jieun memiliki oppa yang sangat manis” lanjutnya

“Jieun-ah apa oppamu lebih tampan dari dokter itu?” tanya Suji penasaran, Jieun terlihat berfikir sebentar sambil memainkan sedotan yang ada diminumannya

“sepertinya mereka sama saja” ucap Jieun

“benarkah? ahh aku ingin sekali bertemu oppamu...” Suji menghentikan ucapannya saat ia melihat Jei sudah melemparkan tatapan mematikan padanya, “ahh tidak jadi, Lee Minho lebih tampan dari siapapun” ucapnya mencoba menghibur dirinya sendiri
.
.
.
“aku pulang” Jieun sedikit menengok kepintu masuk rumah mereka dan kembali fokus pada acara tv yang sedang ia tonton, Jinki yang baru pulang itu langsung mengambil posisi duduk disamping Jieun

“akhir akhir ini oppa sering pulang terlambat, kemana saja?” tanya Jieun

“ahh itu...” Jinki tersenyum tak jelas, Jieunpun menatap aneh namja yang adalah saudaranya sendiri itu, “Jei tidak menceritakannya padamu?” tanyanya balik

“ini tidak seperti oppa biasanya” jawab Jieun heran, “sejauh mana hubungan oppa dengannya?” tanya Jieun penuh selidik

“mungkin seperti hubunganmu dengan dokter tampan itu” jelas Jinki sambil tersenyum senang, “ahh aku benar benar beruntung saat itu kau sedang jalan” iapun bersender disenderan sofa dan melonggarkan dasi yang melekat dilehernya

“akhirnya oppaku tidak sendiri lagi” ucap Jieun bersyukur namun dikuping Jinki itu terdengar seperti ejekan, “kapan kau akan mentraktir aku makan? Bukankah secara tidak langsung aku juga membantumu dalam hubungan ini?” Jieunpun mengedip pada oppanya

“ya! Kenapa matamu itu?” Jinkipun sedikit mendorong kepala Jieun dengan jari telunjuknya membuat Jieun mengerucutkan bibirnya, “bukankah setiap hari aku mentraktirmu makan?”

“ahh benar juga, bagaimana dengan double date?”

“nonono, kebersamaanku dengan Jei tidak boleh diganggu”

“cih, lebay sekali” cibir Jieun, iapun kini kembali fokus pada tv yang masih menyala membiarkan oppanya yang kini berkutat dengan ponselnya dan namja itu mulai tersenyum tidak jelas, ya Jieun harus terbiasa dengan sifat tak wajar oppanya itu mulai sekarang

***

Jieun dan Joongki keluar dari mobil saat mobil mewah namja itu sudah terparkir sempurna ditempatnya, merekapun berjalan beriringan memasuki kawasan rumah sakit yang akhir akhir ini menjadi tempat mereka menghabiskan jam makan siang, karna Jieun tidak mau menghabiskan waktunya ditaman itu lagi, takut jika Jung datang menemuinya

“selalu saja mata mata itu menatapku begitu” gerutu Jieun, iapun sedikit menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya, Joongki yang berjalan disampingnya hanya tersenyum simpul mendengarnya, “apa kau ini idol terkenal sampai siapapun berjalan disampingmu akan ditatap seperti itu eoh?” kesal Jieun

“mungkin aku calon idol” ucap Joongki percaya diri, Jieunpun berdecak kesal dan mencibir namja itu

“tunggu sebentar” Joongki refleks menghentikan langkahnya dan menatap bingung Jieun saat gadis itu mendekati kaca transparan itu dan melihat kedalam ruangan itu

“omo, dia manis sekali” kagum Jieun, Joongkipun ikut melihat apa yang gadis itu lihat, ia ikut tersenyum saat melihat seorang bayi yang tengah tertidur didalam inkubator

 “kau juga mau?” tanya Joongki, Jieunpun tertawa pelan mendengar pertanyaan namja itu

“bagaimana bisa? Aku bahkan belum menikah” ucap Jieun yang terus saja memperhatikan bayi itu

“aku bisa memberikanmu yang seperti itu”

“YA!...” Joongki langsung membekap mulut Jieun saat gadis itu berteriak

“pengunjung tidak boleh ribut disini” ucapnya memperingati Jieun, Jieunpun dengan kesal melepaskan tangan namja itu yang membekap mulutnya

“kau yang membuatku berteriak” tuduh Jieun, “apa kau bilang tadi? Aku bisa memberikanmu yang seperti itu?” ucap Jieun mengomel, iapun berjalan dengan kesal meninggalkan Joongki

“cih, memangnya aku kucing” gerutunya, Joongkipun tersenyum geli melihat tingkah Jieun, dan dengan cepat ia menyusul gadis itu mensejajari langkahnya

“aku tidak bilang kau kucing”
.
.
.
“ya! Berhentilah marah padaku, aku hanya bercanda padamu” ucap Joongki memohon karna sejak tadi Jieun terlihat sangat mengacuhkannya

“candaanmu membuatku kesal” kesal Jieun

“aku minta maaf, ayolah jangan terus terusan marah denganku, lain kali aku akan berfikir dulu sebelum bicara” ucap Joongki yang kini lebih memohon

“baiklah, kupegang janjimu” jawab Jieun apa adanya, Joongkipun tersenyum senang dan meminum minumannya yang sudah tertata diatas meja, “ahjussi... ahh maksudku Joongki-ssi...”

“kali ini kau yang membuatku kesal” ucap Joongki terlihat menahan emosinya, “sudah kubilang aku tidak setua itu” lanjutnya, Jieunpun menutup rapat rapat mulutnya karna sudah salah bicara

“sekarang kau yang harus berjanji tidak akan memanggilku ahjussi lagi” Jieun menatap namja itu dengan tatapan berfikirnya

“baiklah” jawabnya akhirnya, suasanapun hening keduanya sibuk dengan minuman masing masing, “tidakkah hubungan kita terlalu gantung?” gumam Jieun yang membuat Joongki meliriknya dengan tatapan bertanya

“maksudku...” Jieun terlihat menimbang nimbang ucapannya, “aku butuh kejelasan darimu tentang hubungan kita...” iapun terlihat ragu untuk menjelaskan semuanya

“kau pernah menciumku, kau pernah memelukku, menggenggam tanganku bahkan kau pernah berjanji akan melindungiku... aku rasa aku butuh kejelasan untuk semua itu” jelas Jieun, iapun sedikit menunduk sambil meminum kopinya

Joongki hanya diam, Jieunpun curi pandang dengan namja itu dan ia mendapati Joongki tengah melamun, ‘apa sangat sulit memberi kejelasan?’ batin Jieun

“aku tidak tahu pasti bagaimana perasaanmu padaku... jadi, bisakah kau berikan aku kepastian?” tanya Jieun sekali lagi, “aku tidak bisa terus terusan digantung seperti ini” lanjutnya

“aku hanya takut kau menyesal sudah menjalin hubungan denganku...”

TBC

Chap 6 dataaaang, terimasih sudah membaca lalu diisi kolom komentarnya ya
Gamsahamnida *bow*

7 komentar:

  1. Apa bnr kl appanya joong ki yg tlh mmbwt appanya ji eun meninggal ? kl bnr gmn prsn ji eun,apa ji eun jg akn membenci joong ki ? next partnya di tunggu ya thor.........

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener ga yaaa... haha selamat menunggu aja deh ya, thanks udah baca + komen

      Hapus
  2. Yeee, aku kmbli lagi setelah menyelesaikan un, baru skrang bisa bca ni ff lg. Jinki sma jei trnyta, biarlah supaya gk kespian trus keke. Ayolah joongki kasih kejelasannya, kalian cocok kok:-) kehalang masa lalu ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. cieee yang mau lulusan, semoga nilainya memuaskan ya, haha daripada Jinki oppa sama aku? :v hahaha masa lalu, thanks ya udah baca + komen

      Hapus
  3. Yeee, aku kmbli lagi setelah menyelesaikan un, baru skrang bisa bca ni ff lg. Jinki sma jei trnyta, biarlah supaya gk kespian trus keke. Ayolah joongki kasih kejelasannya, kalian cocok kok:-) kehalang masa lalu ya?

    BalasHapus
  4. ayolah joongki.beri Jieun penjelasan. gak enak loh di gantung.etdah jadi curcol gue haha pasti joongki takut jieun kecewa.semangat thor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya ga enak digantung, emang jemuran digantung, oke fighting! thanks yaa

      Hapus