Title :
Cans Love
Author :
Park Mitha
Genre :
Various
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Song Joongki,
Others Cast : Onew (SHINee), Jei (FIESTAR), Suzy (Miss
A), Etc
Cameo : Shin Eunhee (OC)
***
“aku butuh kejelasan darimu tentang hubungan
kita...” iapun terlihat ragu untuk menjelaskan semuanya
“kau pernah menciumku, kau pernah
memelukku, menggenggam tanganku bahkan kau pernah berjanji akan melindungiku...
aku rasa aku butuh kejelasan untuk semua itu” jelas Jieun, iapun sedikit menunduk
sambil meminum kopinya
Joongki hanya diam, Jieunpun curi pandang
dengan namja itu dan ia mendapati Joongki tengah melamun, ‘apa sangat sulit
memberi kejelasan?’ batin Jieun
“aku tidak tahu pasti bagaimana perasaanmu
padaku... jadi, bisakah kau berikan aku kepastian?” tanya Jieun sekali lagi,
“aku tidak bisa terus terusan digantung seperti ini” lanjutnya
“aku hanya takut kau akan menyesal menjalin
hubungan denganku” Jieun menaikkan alisnya bingung, ‘kenapa harus menyesal?’
batin yeoja itu
“kenapa kau berfikir aku akan menyesal?
Bukankah...”
Tok.. tok.. tok..
“Dr. Song, pasien diruangan 61 mengalami
kejang kejang” Jieun menatap tak percaya perawat yang masuk keruang kerja
Joongki itu, Joongkipun bergegas memakai seragam dokternya dan mengambil alat
alat medis yang selalu harus ia bawa
“tunggu sebentar, aku tidak akan lama”
pesan Joongki pada Jieun dan ia berlalu begitu saja meninggalkan Jieun yang
baru ingin menjawabnya, Jieunpun hanya bisa menghela nafas sabar
“apa mungkin ini yang kau maksud aku akan
menyesal?” gumam Jieun
.
.
.
Suasana ramai disalah satu resto dimana
terlihat para pekerja kantor yang memilih untuk menghabiskan waktu istirahat
mereka untuk makan siang diresto itu, begitu pula yang dilakukan Jei yang kini
duduk seorang diri disalah satu meja pelanggan
Matanya terus melihat kearah pintu masuk
seperti menunggu seseorang dan benar saja, saat ia melihat namja bermata sipit
itu memasuki resto ia langsung tersenyum senang, “maaf membuatmu menunggu” ucap
namja itu, Jinki
“ahh tidak apa, aku juga baru datang
kesini” jawab Jei malu malu begitu juga dengan Jinki yang tak kalah tersipu
melihat kearah Jei
“kau sudah memesan makan?” tanya Jinki, Jei
terlihat menggeleng
“aku menunggumu” jawabnya sambil tertunduk
malu
“ahh begitukah?” Jinkipun semakin tersipu
mendengarnya, “baiklah kalau begitu ayo kita pesan saja, waktu makan siang
orang kantor itu pasti sangat singkat” lanjutnya
“ahh iya” Jeipun mengambil buku menu yang
ada disana bersamaan dengan Jinki yang juga mengambilnya hingga tanpa sengaja
tangan kekar namja itu memegang tangan Jei membuat mereka refleks melepaskan
kembali buku menu itu dan saling tersipu malu
“kau duluan” ucap Jei mengalah
“tidak, ladies first” tolak Jinki manis,
Jeipun merasakan pipinya memerah dan iapun memutuskan untuk duluan memilih menu
makanan yang akan ia santap siang itu
***
“aku pulang” ucap Jieun saat memasuki
rumahnya, iapun berjalan menuju dapur dimana terlihat Jinki yang sedang
memasakan bersama seorang yeoja, tunggu, seorang yeoja? Jieun sedikit terkejut
saat melihat Jei ada dirumahnya dan kini yeoja itu tengah memasak bersama Jinki
“eoh kau sudah pulang?” ucap Jinki dengan
senyum bahagianya begitu juga dengan Jei yang tersenyum ramah pada Jieun, “kau
pasti belum makan karna lembur, ayo kita makan bersama?” ajak Jinki
“ahh sepertinya aku harus mandi dulu, jika
oppa dan eonni mau makan, makanlah duluan” tolak Jieun, “bukankah oppa tidak
mau waktu kebersamaan dengan Jei eonni diganggu?” lanjutnya, dilihatnya Jinki
memberikan tatapan membunuhnya pada Jieun berbeda dengan Jei yang tersipu malu
“baiklah aku kekamar dulu, selamat
bersenang senang” Jieunpun berjalan pergi meninggalkan dapur, setibanya dikamar
ia tak langsung mandi melainkan merebahkan dirinya diranjang
Terdengar helaan berat dimulutnya,
matanyapun menatap lurus kearah langit langit kamarnya, ia jadi teringat dengan
kejadian tadi siang dimana Joongki benar benar tidak merespon pertanyaannya, ditambah
lagi karna Joongki sangat sibuk ia harus kembali kekantor dengan taksi dan itu
tentu saja membuatnya sedikit kecewa apalagi ia tidak sempat berpamitan dengan
namja itu karna Joongki ada operasi dadakan
Ting!
Sebuah pesan masuk diponselnya membuatnya
beralih mencari keberadaan ponselnya, alisnya mengerut saat melihat pesan masuk
itu dari nomor yang tidak dikenali
-No Name-
Jieun-ah
-Lee Jieun-
Ya?
Jieun meletakkan kembali ponselnya dan
beranjak menuju kamar mandi untuk segera mandi sebelum malam semakin larut dan
hanya akan menjadi penyakit jika ia mandi semalam itu
Tidak butuh waktu lama Jieunpun keluar dari
kamar mandi dan kembali mengecek ponselnya, ada balasan dari nomor itu yang
membuatnya sangat penasaran siapa pengirimnya, apa teman kantornya atau mungkin
teman masa kuliahnya yang mengajak reuni
Tapi baru saja Jieun ingin membalas pesan
itu, sebuah panggilan masukpun menghentikannya, nomor yang serupa dengan nomor
yang mengirimnya pesan
“yeoboseyo?” ucap Jieun ragu
‘Jieun-ah, ini aku Jung’
Deg! Jantung Jieun seketika berdebar cepat
membuatnya merasakan panas dingin, namja itu kembali menghubunginya, fikiran
Jieunpun kemana mana ia kembali mengingat kejadian yang menimpa Eunhee, ia
takut jika namja itu memaksanya untuk kembali padanya juga
“eo... eoh, ada apa?” ucap Jieun terbata
‘bolehkan aku menghubungimu? Aku sangat
merindukanmu’
“Jung-ssi, aku tidak mendengarmu....
yeoboseyo...” Jieunpun memutuskan sambungan teleponnya dan terlihat begitu
shock, ia pura pura membuat jaringan buruk agar ia bisa mematikan sambungan
telepon itu
Tok... tok... tok...
“Jieun-ah ayo kita makan” ajak Jinki dari
luar kamar membuat Jieun tersadar dari lamunannya yang beralih menghampiri
oppanya yang sepertinya sudah menunggu
“iya aku akan kesana” jawab Jieun
***
Jieun, Suji, dan Jei tengah duduk satu meja
saat menghabiskan sisa jam istirahat mereka, Jieun terlihat begitu lesu dan
hanya menatap kosong, membuat Jei dan Suji yang baru saja mendengar ceritanya
terlihat begitu shock
“kau sudah menceritakannya pada Jinki?”
tanya Jei khawatir, Jieun terlihat menggeleng, “Jieun-ah, kau harus ceritakan ini
pada oppamu, kalau perlu kau juga ceritakan ini pada dokter tampan itu” lanjut
Jei, wajahnya terlihat begitu khawatir
“benar, dengan begitu kau tidak perlu
terlalu mengkhawatirkannya, aku yakin dokter itu bisa menjagamu” tambah Suji
yang setuju dengan pendapat Jei
“untuk apa aku cerita padanya, kami bukan
sepasang kekasih seperti eonni dan oppa” ucap Jieun, Jeipun sedikit berdeham
saat mendengarnya
“jadi kau mau menyimpannya seorang diri,
Jieun-ah itu hal yang sangat mengerikan jadi jangan kau simpan seorang diri,
oppamu harus mengetahuinya” celoteh Suji
“aku akan menceritakan padanya nanti” jawab
Jieun lesu, “sepertinya aku harus kembali duluan, aku sudah punya janji pada
seseorang” lanjut Jieun, iapun bersiap untuk pergi
“siapa? Dokter tampan?” Jieun terlihat
menggeleng sambil tersenyum simpul, “jangan datang seorang diri kalau orang
yang kau temui itu Jung” perintah Suji
“ndeee” Jieunpun berjalan pergi meninggalkan
resto seorang diri
Namun baru saja keluar dari resto
langkahnya terhenti saat ia melihat Joongki yang tengah tersenyum kearahnya,
namja itu berdiri sambil bersender dimobilnya, Jieunpun terpaksa mendekati
namja itu, “sedang apa kau disini?” tanya Jieun bingung
“aku sedang menunggu seseorang” jawab
Joongki sambil melipatkan tangannya didada, Jieun melihat kesegala arah mencari
mungkin saja orang yang Joongki tunggu sudah datang
“siapa?” tanya Jieun akhirnya
“gadis yang sedang berdiri didepanku ini”
Joongkipun tersenyum manis pada Jieun membuat gadis itu antara tersipu malu dan
juga kesal, kesal karna namja ini terus memberi harapan padanya padahal ia
tidak pernah merespon Jieun
“untuk apa? Bukankah kita tidak ada janji”
jawab Jieun sebiasa mungkin
“aku mau menebus yang kemarin, aku benar
benar sedih saat membiarkanmu pulang dengan taksi, bagaimana?” Joongkipun
menatap Jieun menunggu persetujuan
“bukankah kau sangat sibuk? Aku tidak apa
apa, jadi jangan terlalu merasa bersalah” tolak Jieun
“ayolah, aku belum makan siang, kau maukan
temani aku makan?” tanya Joongki dengan manisnya, baru saja Jieun ingin
mengeluarkan suaranya namja itupun memotongnya dengan, “aku tidak bisa makan
seorang diri, jadi temani aku ya”
“kau terus memaksaku”
“itu agar kau tidak menolak” Jieunpun
menghela nafas sabar, namja ini benar benar tidak mau kalah dengannya, dengan
semangat Joongki membukakan pintu untuk Jieun dan segera melaju menuju resto
yang namja itu inginkan
“dia sudah berbohong pada kita” gumam Suji
saat melihat Jieun dari dalam resto, ia melihat jelas bagaimana gadis itu
bertemu Joongki dan pergi dengan mobil namja itu
“kufikir dia benar benar ada urusan” jawab
Jei
.
.
.
Joongki berjalan memasuki ruang kerjanya
sambil membawa dua gelas kopi ditangannya, iapun memberikan salah satunya pada
Jieun yang sedang duduk santai disofa, “kopi lagi” gumam Jieun, “kau benar
benar dokter yang tidak sehat”
“tapi kau meminumnya jugakan?”
“aku hanya menghargai pemberianmu” jelas
Jieun, iapun meminum kopinya
“bilang saja kau tidak bisa menolak yang
gratis” cibir Joongki, Jieunpun terlihat tidak peduli dan tetap fokus pada
kopinya, “kau tidak apakan kutinggal sebentar, aku janji kali ini benar benar
hanya sebentar”
“pergilah, kesehatan pasienmu lebih penting
dariku” ucap Jieun seakan mengerti, iapun tersenyum simpul pada namja itu
“kau juga penting bagiku...”
“cepatlah pergi sebelum aku berubah
fikiran” potong Jieun, Joongkipun tersenyum pada gadis itu lalu pergi
meninggalkan ruang kerjanya, Jieunpun menghela nafas berat, mungkin inilah
alasan Joongki tidak ingin memberinya kejelasan karna namja itu tidak mau
membuatnya merasa diduakan dengan pekerjaannya
Jieunpun mengeluarkan ponselnya melihat ada
pesan masuk dari Jung dan ia mengabaikannya, ia bahkan berencana akan mengganti
nomor ponselnya daripada ia terus terusan merasa diteror oleh namja itu
Beberapa saat kemudian ponselnyapun
berbunyi, panggilan masuk dari Joongki, Jieun mengerutkan keningnya bingung,
untuk apa namja itu meneleponnya bukankah ia sedang dirumah sakit juga fikirnya
“yeoboseyo?”
‘Jieun-ssi, bisakah kau ambilkan dokumen
pasienku dilaci kiri atas meja kerjaku’ jelas orang diseberang sana,
Jieunpun berjalan menghampiri meja kerja Joongki membuka laci yang dimaksud dan
mencarinya
“dokumen apa?”
‘dokumen atas nama Kim Nari’
Jieunpun melihat satu persatu nama dokumen yang ada disana mencari yang bernama
Kim Nari, namun pergerakan tangannya terhenti saat ia melihat sebuah map
berwarna merah sendiri, berbeda dengan map lainnya yang berwarna biru laut
Matanya semakin terbebelakan saat melihat
tulisan yang tertera dicover dokumen itu, ia tahu itu pasti dokumen hasil
operasi milik pasiennya Joongki, namun matanya terbelalak saat melihat nama
pasiennya itu
“Lee Taekyung...”
TBC
Uwaaaaa udah chap 7 aja ni, maapin kalo
cerita makin ngaco
Tapi saya tetap menunggu komentar yeorobun,
jangan lupa yee
Lee taekyung ayahnya ji eun kan,apa ia joong ki yg nyebabin ayahnya ji eun meninggal,kl ia pst ji eun bkl jd benci deh sm jong ki.
BalasHapusayahnya bukan yaaa... haha iya bisa jadi bisa jadi, thanks ya udah baca + komen, btw salam kenal ya
HapusLee taekyung? itukan nama ayahnya Jieun,tenang aj. ceritanya gak ngaco. malah seru. chapter selanjutnya dipanjangin mit.
BalasHapushahaha iyakah? dipanjangin ya? haha oke deh diusahain, thanks ya kk udah baca + komen
HapusMana nih Thor lanjutannya. Hehe . Lanjutin lagi dong . Wkw . Masa iya ngegantung .😂😞😂✌
BalasHapusMana nih Thor lanjutannya. Hehe . Lanjutin lagi dong . Wkw . Masa iya ngegantung .😂😞😂✌
BalasHapusmaaf ya author belum bisa update, tapi cerita udah selesai kok jadi tunggu aja, diusahain buat cepet update lagi
Hapusauthor please update:'''''''''''''''''(
BalasHapus