Jumat, 15 April 2016

Cans Love (Chapter 7)


Title                : Cans Love
Author           : Park Mitha
Genre              : Various
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Song Joongki,
Others Cast   : Onew (SHINee), Jei (FIESTAR), Suzy (Miss A), Etc
Cameo             : Shin Eunhee (OC)

***
[1] [2] [3] [4] [5] [6] 

“aku butuh kejelasan darimu tentang hubungan kita...” iapun terlihat ragu untuk menjelaskan semuanya

“kau pernah menciumku, kau pernah memelukku, menggenggam tanganku bahkan kau pernah berjanji akan melindungiku... aku rasa aku butuh kejelasan untuk semua itu” jelas Jieun, iapun sedikit menunduk sambil meminum kopinya

Joongki hanya diam, Jieunpun curi pandang dengan namja itu dan ia mendapati Joongki tengah melamun, ‘apa sangat sulit memberi kejelasan?’ batin Jieun

“aku tidak tahu pasti bagaimana perasaanmu padaku... jadi, bisakah kau berikan aku kepastian?” tanya Jieun sekali lagi, “aku tidak bisa terus terusan digantung seperti ini” lanjutnya

“aku hanya takut kau akan menyesal menjalin hubungan denganku” Jieun menaikkan alisnya bingung, ‘kenapa harus menyesal?’ batin yeoja itu

“kenapa kau berfikir aku akan menyesal? Bukankah...”

Tok.. tok.. tok..


“Dr. Song, pasien diruangan 61 mengalami kejang kejang” Jieun menatap tak percaya perawat yang masuk keruang kerja Joongki itu, Joongkipun bergegas memakai seragam dokternya dan mengambil alat alat medis yang selalu harus ia bawa

“tunggu sebentar, aku tidak akan lama” pesan Joongki pada Jieun dan ia berlalu begitu saja meninggalkan Jieun yang baru ingin menjawabnya, Jieunpun hanya bisa menghela nafas sabar

“apa mungkin ini yang kau maksud aku akan menyesal?” gumam Jieun
.
.
.
Suasana ramai disalah satu resto dimana terlihat para pekerja kantor yang memilih untuk menghabiskan waktu istirahat mereka untuk makan siang diresto itu, begitu pula yang dilakukan Jei yang kini duduk seorang diri disalah satu meja pelanggan

Matanya terus melihat kearah pintu masuk seperti menunggu seseorang dan benar saja, saat ia melihat namja bermata sipit itu memasuki resto ia langsung tersenyum senang, “maaf membuatmu menunggu” ucap namja itu, Jinki

“ahh tidak apa, aku juga baru datang kesini” jawab Jei malu malu begitu juga dengan Jinki yang tak kalah tersipu melihat kearah Jei

“kau sudah memesan makan?” tanya Jinki, Jei terlihat menggeleng

“aku menunggumu” jawabnya sambil tertunduk malu

“ahh begitukah?” Jinkipun semakin tersipu mendengarnya, “baiklah kalau begitu ayo kita pesan saja, waktu makan siang orang kantor itu pasti sangat singkat” lanjutnya

“ahh iya” Jeipun mengambil buku menu yang ada disana bersamaan dengan Jinki yang juga mengambilnya hingga tanpa sengaja tangan kekar namja itu memegang tangan Jei membuat mereka refleks melepaskan kembali buku menu itu dan saling tersipu malu

“kau duluan” ucap Jei mengalah

“tidak, ladies first” tolak Jinki manis, Jeipun merasakan pipinya memerah dan iapun memutuskan untuk duluan memilih menu makanan yang akan ia santap siang itu

***

“aku pulang” ucap Jieun saat memasuki rumahnya, iapun berjalan menuju dapur dimana terlihat Jinki yang sedang memasakan bersama seorang yeoja, tunggu, seorang yeoja? Jieun sedikit terkejut saat melihat Jei ada dirumahnya dan kini yeoja itu tengah memasak bersama Jinki

“eoh kau sudah pulang?” ucap Jinki dengan senyum bahagianya begitu juga dengan Jei yang tersenyum ramah pada Jieun, “kau pasti belum makan karna lembur, ayo kita makan bersama?” ajak Jinki

“ahh sepertinya aku harus mandi dulu, jika oppa dan eonni mau makan, makanlah duluan” tolak Jieun, “bukankah oppa tidak mau waktu kebersamaan dengan Jei eonni diganggu?” lanjutnya, dilihatnya Jinki memberikan tatapan membunuhnya pada Jieun berbeda dengan Jei yang tersipu malu

“baiklah aku kekamar dulu, selamat bersenang senang” Jieunpun berjalan pergi meninggalkan dapur, setibanya dikamar ia tak langsung mandi melainkan merebahkan dirinya diranjang

Terdengar helaan berat dimulutnya, matanyapun menatap lurus kearah langit langit kamarnya, ia jadi teringat dengan kejadian tadi siang dimana Joongki benar benar tidak merespon pertanyaannya, ditambah lagi karna Joongki sangat sibuk ia harus kembali kekantor dengan taksi dan itu tentu saja membuatnya sedikit kecewa apalagi ia tidak sempat berpamitan dengan namja itu karna Joongki ada operasi dadakan

Ting!

Sebuah pesan masuk diponselnya membuatnya beralih mencari keberadaan ponselnya, alisnya mengerut saat melihat pesan masuk itu dari nomor yang tidak dikenali

-No Name-
Jieun-ah

-Lee Jieun-
Ya?

Jieun meletakkan kembali ponselnya dan beranjak menuju kamar mandi untuk segera mandi sebelum malam semakin larut dan hanya akan menjadi penyakit jika ia mandi semalam itu

Tidak butuh waktu lama Jieunpun keluar dari kamar mandi dan kembali mengecek ponselnya, ada balasan dari nomor itu yang membuatnya sangat penasaran siapa pengirimnya, apa teman kantornya atau mungkin teman masa kuliahnya yang mengajak reuni

Tapi baru saja Jieun ingin membalas pesan itu, sebuah panggilan masukpun menghentikannya, nomor yang serupa dengan nomor yang mengirimnya pesan

“yeoboseyo?” ucap Jieun ragu

Jieun-ah, ini aku Jung

Deg! Jantung Jieun seketika berdebar cepat membuatnya merasakan panas dingin, namja itu kembali menghubunginya, fikiran Jieunpun kemana mana ia kembali mengingat kejadian yang menimpa Eunhee, ia takut jika namja itu memaksanya untuk kembali padanya juga

“eo... eoh, ada apa?” ucap Jieun terbata

bolehkan aku menghubungimu? Aku sangat merindukanmu

Jung-ssi, aku tidak mendengarmu.... yeoboseyo...” Jieunpun memutuskan sambungan teleponnya dan terlihat begitu shock, ia pura pura membuat jaringan buruk agar ia bisa mematikan sambungan telepon itu

Tok... tok... tok...

“Jieun-ah ayo kita makan” ajak Jinki dari luar kamar membuat Jieun tersadar dari lamunannya yang beralih menghampiri oppanya yang sepertinya sudah menunggu

“iya aku akan kesana” jawab Jieun

***

Jieun, Suji, dan Jei tengah duduk satu meja saat menghabiskan sisa jam istirahat mereka, Jieun terlihat begitu lesu dan hanya menatap kosong, membuat Jei dan Suji yang baru saja mendengar ceritanya terlihat begitu shock

“kau sudah menceritakannya pada Jinki?” tanya Jei khawatir, Jieun terlihat menggeleng, “Jieun-ah, kau harus ceritakan ini pada oppamu, kalau perlu kau juga ceritakan ini pada dokter tampan itu” lanjut Jei, wajahnya terlihat begitu khawatir

“benar, dengan begitu kau tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya, aku yakin dokter itu bisa menjagamu” tambah Suji yang setuju dengan pendapat Jei

“untuk apa aku cerita padanya, kami bukan sepasang kekasih seperti eonni dan oppa” ucap Jieun, Jeipun sedikit berdeham saat mendengarnya

“jadi kau mau menyimpannya seorang diri, Jieun-ah itu hal yang sangat mengerikan jadi jangan kau simpan seorang diri, oppamu harus mengetahuinya” celoteh Suji

“aku akan menceritakan padanya nanti” jawab Jieun lesu, “sepertinya aku harus kembali duluan, aku sudah punya janji pada seseorang” lanjut Jieun, iapun bersiap untuk pergi

“siapa? Dokter tampan?” Jieun terlihat menggeleng sambil tersenyum simpul, “jangan datang seorang diri kalau orang yang kau temui itu Jung” perintah Suji

“ndeee” Jieunpun berjalan pergi meninggalkan resto seorang diri

Namun baru saja keluar dari resto langkahnya terhenti saat ia melihat Joongki yang tengah tersenyum kearahnya, namja itu berdiri sambil bersender dimobilnya, Jieunpun terpaksa mendekati namja itu, “sedang apa kau disini?” tanya Jieun bingung

“aku sedang menunggu seseorang” jawab Joongki sambil melipatkan tangannya didada, Jieun melihat kesegala arah mencari mungkin saja orang yang Joongki tunggu sudah datang

“siapa?” tanya Jieun akhirnya

“gadis yang sedang berdiri didepanku ini” Joongkipun tersenyum manis pada Jieun membuat gadis itu antara tersipu malu dan juga kesal, kesal karna namja ini terus memberi harapan padanya padahal ia tidak pernah merespon Jieun

“untuk apa? Bukankah kita tidak ada janji” jawab Jieun sebiasa mungkin

“aku mau menebus yang kemarin, aku benar benar sedih saat membiarkanmu pulang dengan taksi, bagaimana?” Joongkipun menatap Jieun menunggu persetujuan

“bukankah kau sangat sibuk? Aku tidak apa apa, jadi jangan terlalu merasa bersalah” tolak Jieun

“ayolah, aku belum makan siang, kau maukan temani aku makan?” tanya Joongki dengan manisnya, baru saja Jieun ingin mengeluarkan suaranya namja itupun memotongnya dengan, “aku tidak bisa makan seorang diri, jadi temani aku ya”

“kau terus memaksaku”

“itu agar kau tidak menolak” Jieunpun menghela nafas sabar, namja ini benar benar tidak mau kalah dengannya, dengan semangat Joongki membukakan pintu untuk Jieun dan segera melaju menuju resto yang namja itu inginkan

“dia sudah berbohong pada kita” gumam Suji saat melihat Jieun dari dalam resto, ia melihat jelas bagaimana gadis itu bertemu Joongki dan pergi dengan mobil namja itu

“kufikir dia benar benar ada urusan” jawab Jei
.
.
.
Joongki berjalan memasuki ruang kerjanya sambil membawa dua gelas kopi ditangannya, iapun memberikan salah satunya pada Jieun yang sedang duduk santai disofa, “kopi lagi” gumam Jieun, “kau benar benar dokter yang tidak sehat”

“tapi kau meminumnya jugakan?”

“aku hanya menghargai pemberianmu” jelas Jieun, iapun meminum kopinya

“bilang saja kau tidak bisa menolak yang gratis” cibir Joongki, Jieunpun terlihat tidak peduli dan tetap fokus pada kopinya, “kau tidak apakan kutinggal sebentar, aku janji kali ini benar benar hanya sebentar”

“pergilah, kesehatan pasienmu lebih penting dariku” ucap Jieun seakan mengerti, iapun tersenyum simpul pada namja itu

“kau juga penting bagiku...”

“cepatlah pergi sebelum aku berubah fikiran” potong Jieun, Joongkipun tersenyum pada gadis itu lalu pergi meninggalkan ruang kerjanya, Jieunpun menghela nafas berat, mungkin inilah alasan Joongki tidak ingin memberinya kejelasan karna namja itu tidak mau membuatnya merasa diduakan dengan pekerjaannya

Jieunpun mengeluarkan ponselnya melihat ada pesan masuk dari Jung dan ia mengabaikannya, ia bahkan berencana akan mengganti nomor ponselnya daripada ia terus terusan merasa diteror oleh namja itu

Beberapa saat kemudian ponselnyapun berbunyi, panggilan masuk dari Joongki, Jieun mengerutkan keningnya bingung, untuk apa namja itu meneleponnya bukankah ia sedang dirumah sakit juga fikirnya

“yeoboseyo?”

Jieun-ssi, bisakah kau ambilkan dokumen pasienku dilaci kiri atas meja kerjaku’ jelas orang diseberang sana, Jieunpun berjalan menghampiri meja kerja Joongki membuka laci yang dimaksud dan mencarinya

“dokumen apa?”

dokumen atas nama Kim Nari’ Jieunpun melihat satu persatu nama dokumen yang ada disana mencari yang bernama Kim Nari, namun pergerakan tangannya terhenti saat ia melihat sebuah map berwarna merah sendiri, berbeda dengan map lainnya yang berwarna biru laut

Matanya semakin terbebelakan saat melihat tulisan yang tertera dicover dokumen itu, ia tahu itu pasti dokumen hasil operasi milik pasiennya Joongki, namun matanya terbelalak saat melihat nama pasiennya itu

“Lee Taekyung...”

TBC

Uwaaaaa udah chap 7 aja ni, maapin kalo cerita makin ngaco

Tapi saya tetap menunggu komentar yeorobun, jangan lupa yee

8 komentar:

  1. Lee taekyung ayahnya ji eun kan,apa ia joong ki yg nyebabin ayahnya ji eun meninggal,kl ia pst ji eun bkl jd benci deh sm jong ki.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayahnya bukan yaaa... haha iya bisa jadi bisa jadi, thanks ya udah baca + komen, btw salam kenal ya

      Hapus
  2. Lee taekyung? itukan nama ayahnya Jieun,tenang aj. ceritanya gak ngaco. malah seru. chapter selanjutnya dipanjangin mit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iyakah? dipanjangin ya? haha oke deh diusahain, thanks ya kk udah baca + komen

      Hapus
  3. Mana nih Thor lanjutannya. Hehe . Lanjutin lagi dong . Wkw . Masa iya ngegantung .😂😞😂✌

    BalasHapus
  4. Mana nih Thor lanjutannya. Hehe . Lanjutin lagi dong . Wkw . Masa iya ngegantung .😂😞😂✌

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf ya author belum bisa update, tapi cerita udah selesai kok jadi tunggu aja, diusahain buat cepet update lagi

      Hapus
  5. author please update:'''''''''''''''''(

    BalasHapus