Title :
Something
Author :
Park Mitha
Genre :
Romance, Comedy, Sad (maybe), Friendship, Family,
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Other Cast :
Jiyeon (T-ARA), EXO Member, Etc
“eomma dan orangtua Chanyeol akan menjodohkanmu
dengannya”
“MWO?”
Jieun menatap ibunya tidak percaya, apa ia
tidak salah dengar, “dijodohkan?” tanya Jieun sekali lagi, Ny. Lee mengangguk
santai, “eomma, eomma pasti tau jawabankukan?”
“kau pasti menerimanya bukan?” tanya Ny.
Lee balik sambil tersenyum
“aaaa tentu saja aku menolaknya” ucap Jieun
merengek
“kenapa kau menolaknya? Bukankah kau sangat
beruntung dijodohkan dengan seorang idol tampan incaran semua gadis didunia?”
“eomma berlebihan sekali” ucap Jieun kesal,
“aku tidak akan menyukai namja lain sebelum aku bertemu dengannya” jelas Jieun
“kau menunggu seseorang yang tidak pasti,
kau bahkan tidak tau dimana keberadaannya” omel Ny. Lee namun Jieun bersikeras
tidak mau menerima perjodohan itu
“Jieun-ah, eomma mohon padamu untuk mengikuti
permintaan eomma yang ini, mungkin saja ini permintaan terakhir eomma, jadi...”
“eomma, jangan bicara begitu” potong Jieun
cepat
“makanya terimalah perjodohan ini, eomma
dan orangtua Chanyeol sudah sejak lama ingin menjodohkan kalian, bahkan saat
kau baru lahir kami sudah merencanakan perjodohan ini” ucap Ny. Lee memohon
“eomma, ini sudah 2016 dan perjodohan itu
adalah hal kuno, bagaimanapun juga eomma bersikeras aku tidak akan menerimanya”
tolak Jieun dengan wajah kesalnya
“Jieun-ah...” Jieun berjalan pergi
meninggalkan rumah tanpa mempersilahkan ibunya untuk menyelesaikan
pembicaraannya, “Jieun-ah, kau mau kemana?” Ny. Lee mencoba menghentikan
anaknya namun sayang Jieun tidak peduli dengan teriakkan ibunya
“ahh bagaimana ini, dia benar benar
menolaknya” ucap Ny. Lee bingung
.
.
.
Jieun terduduk lesu bersama Jiyeon yang
tengah sibuk menonton penampilan dari EXO boyband kesukaannya, Jiyeon tidak
sedikitpun menengok kearah Jieun yang sepertinya membutuhkan bantuannya
“Jieun-ah, lihatlah Chanyeol oppa, bukankah
dia terlihat menawan?” Jiyeonpun melihatkan layar ponselnya yang sedang memutar
penampilan EXO pada Jieun, gadis itu hanya menatapnya datar tanpa ekspresi
sedikitpun sekalipun Jiyeon sudah terlihat kehabisan nafas saat melihat
Chanyeol melakukan wink kekamera
“Jieun-ah, kau kenapa?” akhirnya, kalimat
yang Jieun tunggu tunggu keluar juga dari mulut sahabatnya, “kau ada masalah?
Dengan siapa?” tanya Jiyeon lagi
“dengan eommaku” jelas Jieun
“mwo? Bagaimana bisa? Bukankah kalian ibu
dan anak yang akur” kejut Jiyeon
“namja itu...” Jieun menunjuk layar ponsel
Jiyeon, “eommaku menjodohkanku dengannya” seketika Jieun menangis merengek
seperti anak kecil yang kehilangan permennya, sedangkan Jiyeon hanya bisa
terdiam kaku menatap sahabatnya
“di... dijodohkan?” tanya Jiyeon meyakinkan
“ahh aku tidak mau, Jiyeon-ah aku harus
bagaimana” rengek Jieun
“kau benar benar beruntung Jieun-ah”
“bukan kalimat itu yang mau kudengar”
rengek Jieun lagi
“terima saja, siapa tau dia jodohmu, ya
walaupun aku sulit menerima ini” ucap Jiyeon yang terlihat begitu berat
mengucapkan kata katanya
“Jiyeon-ah bukankah kau tau aku menunggu
namja itu” jelas Jieun, “aku benar benar belum bisa menerima siapapun
dikehidupanku” lanjutnya
“aku tahu kau sangat mencintainya, tapi...
dia sudah menghilang Jieun-ah, dia bahkan tidak lagi mengirim surat padamu”
jelas Jiyeon mengingatkan
“Jiyeon-ah...”
***
Chanyeol duduk dengan asal disofa seorang
diri sambil memainkan game diponselnya, wajahnya terlihat kesal karna sejak
tadi ia terus terusan kalah hingga akhirnya ia membanting ponselnya
kesampingnya dan mengacak rambutnya kesal
Iapun beralih menuju dapur membuka lemari
es berukuran besar itu, namun wajahnya terlihat kecewa saat melihat isi
dikulkas itu hanya ada minuman, “bagaimana bisa aku lupa kalau bahan didapur
sudah habis” gerutunya
Iapun mengambil ponselnya dan segera
menghubungi managernya, “hyung, apa kau sedang sibuk?”
“...”
“ahh nde” Chanyeol bernafas berat, iapun
mencari nomor asistennya dan segera menghubunginya namun sayang nomor yang ia
tuju sedang tidak aktif, untuk kesekian kalinya Chanyeol dibuat kesal
Mau tidak mau ia mengambil mantel, masker,
juga kacamatanya untuk melakukan penyamaran, ia harus pergi sendiri membeli
makan. Namun saat ia membuka pintu apartementnya suasana ramai sukses
membuatnya kembali menutup pintu apartementnya terlebih ia mendengar suara
gadis yang berteriak, “itu Chanyeol oppa”
“arghh” kesalnya, tiba tiba ia merasakan
perutnya keroncongan, “ahh kenapa kalian datang disaat yang tidak tepat”
keluhnya
Iapun berjalan gontai menuju sofa dan
merebahkan dirinya disana, ia terus melihat kontak yang ada diponselnya, hingga
akhirnya berhenti dikontak dengan nama ‘eomma’, dengan semangat namja itu
menelepon ibunya
“yeoboseyo eomma”
“...”
“eomma, apa eomma sibuk?”
“...”
“aku sekarang sedang sekarat,
diapartementku tidak ada makanan sama sekali, managerku sibuk, dan didepan
apartement penggemarku sedang berkumpul” curhat Chanyeol pada ibunya
“...”
“nde, eomma bisakan?”
“...”
“ahh nde, tolong bawakan secepatnya”
“...” bip! Chanyeol memutuskan sambungan
teleponnya dan kembali meratapi nasibnya, “padahal aku ini idol terkenal, tapi
kenapa sampai kelaparan seperti ini?” gerutunya
Suasana dikediaman keluarga Park atau lebih
tepatnya tempat tinggal orangtua Chanyeol, dimana terlihat ibu Chanyeol yang
sedang menelepon seseorang, wajahnya terlihat begitu senang, “yeoboseyo”
“...”
“apa Jieun sibuk?”
“...”
“ahh begini... bla bla bla” Ny. Park
bercerita begitu panjang pada lawan bicaranya diseberang sana yang adalah ibu
Jieun, “bagaimana?” tanyanya
“...”
“ahh baiklah, aku akan mempersiapkannya
dulu ya” bip! Ny. Park memutuskan sambungan teleponnya lalu tersenyum senang
melihat layar ponselnya yang tertera photo keluarga kecilnya
Sedangkan suasana dirumah keluarga Lee
dimana terlihat Jieun yang sedang sibuk bermain game dikamarnya, yeoja itu
terlihat begitu serius memainkan game dilaptopnya itu
Bahkan ia tidak sadar jika ibunya masuk
kekamarnya dan memperhatikan setiap gerak geriknya, “Jieun-ah” panggil Ny. Lee
“hmm” Jieun hanya menjawabnya dengan
dehaman membuat Ny. Lee agak jengkel hingga dengan kesal Ny. Lee menekan tombol
power di laptop tersebut
“EOMMA” teriak Jieun histeris karna tiba
tiba laptop nya mati, “kenapa eomma tekan tombol powernya? Laptopku bisa rusak”
rengek Jieun
“makanya kalau orangtua memanggil itu jawab
dengan sopan” omel Ny. Lee, “lebih baik sekarang kau bersiap siap dan pergilah
kerumah keluarga Park” suruh ibunya
“untuk apa aku kesana?” bingung Jieun
“Ny. Park membutuhkan bantuanmu” ucap
ibunya
“tapi eomma...”
“tidak ada penolakan dalam bentuk apapun”
potong ibunya cepat, Ny. Leepun keluar dari kamar Jieun menyisakan Jieun yang
terlihat begitu jengkel dengan ibunya yang bersikap seenaknya
Skip...
“eoh Jieun-ah kau sudah datang” Ny. Park
tersenyum senang melihat Jieun yang sudah datang kerumahnya, “masuklah” mau
tidak mau Jieun menurut saja
Didalam rumah yang besar itu Jieun dapat
melihat photo yang bertempel didinding, ternyata Chanyeol memiliki seorang
noona yang sangat cantik, “maaf sudah merepotkanmu, kau bisa tolong antarkan
ini ke apartement Chanyeolkan?” tanya Ny. Park sambil menyodorkan kotak
berukuran sedang yang berisi makanan untuk Chanyeol
“nde?” kejut Jieun bahkan gadis itu
membelalakan matanya
“Chanyeol benar benar membutuhkan ini, ia
tidak bisa keluar dari apartementnya karna penggemarnya menunggunya didepan”
jelas Ny. Park
“tapi...”
“hanya kau satu satunya harapan eomonim
Jieun-ah” wajah Ny. Park terlihat memohon
“eomonim?”
“ya, kau bisa memanggilku dengan sebutan
eomonim saja” Ny. Parkpun memberikan kotak itu pada Jieun, dan selembar kertas
yang berisi alamat apartement Chanyeol, dan mau tidak mau Jieun mengantarkan
kotak berisikan makanan itu
Setibanya digedung apartement Chanyeol,
Jieun terus berjalan mencari letak apartement namja itu, hingga akhirnya ia
berbelok dan melihat ada keramaian dilorong apartement itu, terlihat kumpulan
remaja yeoja yang sepertinya anak SMA sedang berkerumun disalah satu pintu
apartement
“pasti disana” ucap Jieun, iapun berjalan
menghampiri kerumunan itu dan berdiri tepat didepan pintu apartement itu,
melihat kekertas yang ada ditangannya dan, “ini apartementnya” gumam gadis itu
“ya! Siapa kau? Apa yang kau lakukan
didepan pintu apartement Chanyeol oppa?” Jieun menengok saat ia mendengar suara
seorang gadis yang sepertinya menegurnya, namun ia kembali melihat kepintu
apartement itu
“ya! Apa kau penguntit eoh? Kau bukan
bagian dari kami, jangan berani berani mendekati oppa kami” ucap yang lainnya,
Jieunpun mencoba sebisa mungkin tidak mendengarkan ucapan penggemar Chanyeol
(sorry ya fans Chanyeol oppa, ga maksud lohh, aku juga fans Chanyeol oppa kok
#plakk)
“ya! Kau, siapa namamu dimana sekolahmu,
berani beraninya kau mengabaikan kami” teriak yang lainnya, Jieunpun terlihat
sudah habis kesabaran hingga ia menatap tajam remaja remaja didepannya
“hei bocah, lebih baik kalian pulang dan
belajar, tidak ada gunanya kalian berdiam diri disini, Chanyeol tidak akan
keluar” ucap Jieun santai namun suskes membuat kelompok penggemar itu emosi
“ya! Kau pasti sasaeng fans yang mau
menguntit oppa kan?” tuduh salah satunya, “ayo kita beri pelajaran, jangan
sampai oppa kita terluka karna gadis jelek ini” kumpulan gadis itupun
mengerumuni Jieun yang terlihat begitu sulit untuk melawan mereka
“ya! Apa yang kalian lakukan eoh!” teriak
Jieun kesal, “YA! SAKIT” lagi lagi Jieun berteriak saat salah satu diantara
mereka menarik rambut panjang Jieun
“rasakan ini” teriak yang lainnya
Sedangkan Chanyeol yang tengah kelaparan
itu terlihat bingung karna ia merasa terjadi keributan didepan apartementnya,
“ada apa dengan mereka?” bingungnya, iapun berjalan menuju pintu utama
apartement itu lalu mengintip melalui celah pintu
Dan betapa terkejutnya ia saat ia melihat
ada wajah yang ia kenali dikerumunan itu, iapun menarik nafas panjang dan
membuka pintu itu, “ya! Ayo masuk” ucap Chanyeol yang mencoba menarik Jieun
dari kerumunan itu
“omo”
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar