Minggu, 10 Januari 2016

Something (Chapter 2)


Title                : Something
Author           : Park Mitha
Genre              : Romance, Comedy, Sad (maybe), Friendship, Family,
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Other Cast    : Jiyeon (T-ARA), EXO Member, Etc

***
[1]

“eomma dan orangtua Chanyeol akan menjodohkanmu dengannya”

“MWO?”

Jieun menatap ibunya tidak percaya, apa ia tidak salah dengar, “dijodohkan?” tanya Jieun sekali lagi, Ny. Lee mengangguk santai, “eomma, eomma pasti tau jawabankukan?”

“kau pasti menerimanya bukan?” tanya Ny. Lee balik sambil tersenyum

“aaaa tentu saja aku menolaknya” ucap Jieun merengek

“kenapa kau menolaknya? Bukankah kau sangat beruntung dijodohkan dengan seorang idol tampan incaran semua gadis didunia?”

“eomma berlebihan sekali” ucap Jieun kesal, “aku tidak akan menyukai namja lain sebelum aku bertemu dengannya” jelas Jieun

“kau menunggu seseorang yang tidak pasti, kau bahkan tidak tau dimana keberadaannya” omel Ny. Lee namun Jieun bersikeras tidak mau menerima perjodohan itu

“Jieun-ah, eomma mohon padamu untuk mengikuti permintaan eomma yang ini, mungkin saja ini permintaan terakhir eomma, jadi...”


“eomma, jangan bicara begitu” potong Jieun cepat

“makanya terimalah perjodohan ini, eomma dan orangtua Chanyeol sudah sejak lama ingin menjodohkan kalian, bahkan saat kau baru lahir kami sudah merencanakan perjodohan ini” ucap Ny. Lee memohon

“eomma, ini sudah 2016 dan perjodohan itu adalah hal kuno, bagaimanapun juga eomma bersikeras aku tidak akan menerimanya” tolak Jieun dengan wajah kesalnya

“Jieun-ah...” Jieun berjalan pergi meninggalkan rumah tanpa mempersilahkan ibunya untuk menyelesaikan pembicaraannya, “Jieun-ah, kau mau kemana?” Ny. Lee mencoba menghentikan anaknya namun sayang Jieun tidak peduli dengan teriakkan ibunya

“ahh bagaimana ini, dia benar benar menolaknya” ucap Ny. Lee bingung
.
.
.
Jieun terduduk lesu bersama Jiyeon yang tengah sibuk menonton penampilan dari EXO boyband kesukaannya, Jiyeon tidak sedikitpun menengok kearah Jieun yang sepertinya membutuhkan bantuannya

“Jieun-ah, lihatlah Chanyeol oppa, bukankah dia terlihat menawan?” Jiyeonpun melihatkan layar ponselnya yang sedang memutar penampilan EXO pada Jieun, gadis itu hanya menatapnya datar tanpa ekspresi sedikitpun sekalipun Jiyeon sudah terlihat kehabisan nafas saat melihat Chanyeol melakukan wink kekamera

“Jieun-ah, kau kenapa?” akhirnya, kalimat yang Jieun tunggu tunggu keluar juga dari mulut sahabatnya, “kau ada masalah? Dengan siapa?” tanya Jiyeon lagi

“dengan eommaku” jelas Jieun

“mwo? Bagaimana bisa? Bukankah kalian ibu dan anak yang akur” kejut Jiyeon

“namja itu...” Jieun menunjuk layar ponsel Jiyeon, “eommaku menjodohkanku dengannya” seketika Jieun menangis merengek seperti anak kecil yang kehilangan permennya, sedangkan Jiyeon hanya bisa terdiam kaku menatap sahabatnya

“di... dijodohkan?” tanya Jiyeon meyakinkan

“ahh aku tidak mau, Jiyeon-ah aku harus bagaimana” rengek Jieun

“kau benar benar beruntung Jieun-ah”

“bukan kalimat itu yang mau kudengar” rengek Jieun lagi

“terima saja, siapa tau dia jodohmu, ya walaupun aku sulit menerima ini” ucap Jiyeon yang terlihat begitu berat mengucapkan kata katanya

“Jiyeon-ah bukankah kau tau aku menunggu namja itu” jelas Jieun, “aku benar benar belum bisa menerima siapapun dikehidupanku” lanjutnya

“aku tahu kau sangat mencintainya, tapi... dia sudah menghilang Jieun-ah, dia bahkan tidak lagi mengirim surat padamu” jelas Jiyeon mengingatkan

“Jiyeon-ah...”

***

Chanyeol duduk dengan asal disofa seorang diri sambil memainkan game diponselnya, wajahnya terlihat kesal karna sejak tadi ia terus terusan kalah hingga akhirnya ia membanting ponselnya kesampingnya dan mengacak rambutnya kesal

Iapun beralih menuju dapur membuka lemari es berukuran besar itu, namun wajahnya terlihat kecewa saat melihat isi dikulkas itu hanya ada minuman, “bagaimana bisa aku lupa kalau bahan didapur sudah habis” gerutunya

Iapun mengambil ponselnya dan segera menghubungi managernya, “hyung, apa kau sedang sibuk?”

“...”

“ahh nde” Chanyeol bernafas berat, iapun mencari nomor asistennya dan segera menghubunginya namun sayang nomor yang ia tuju sedang tidak aktif, untuk kesekian kalinya Chanyeol dibuat kesal

Mau tidak mau ia mengambil mantel, masker, juga kacamatanya untuk melakukan penyamaran, ia harus pergi sendiri membeli makan. Namun saat ia membuka pintu apartementnya suasana ramai sukses membuatnya kembali menutup pintu apartementnya terlebih ia mendengar suara gadis yang berteriak, “itu Chanyeol oppa”

“arghh” kesalnya, tiba tiba ia merasakan perutnya keroncongan, “ahh kenapa kalian datang disaat yang tidak tepat” keluhnya

Iapun berjalan gontai menuju sofa dan merebahkan dirinya disana, ia terus melihat kontak yang ada diponselnya, hingga akhirnya berhenti dikontak dengan nama ‘eomma’, dengan semangat namja itu menelepon ibunya

“yeoboseyo eomma”

“...”

“eomma, apa eomma sibuk?”

“...”

“aku sekarang sedang sekarat, diapartementku tidak ada makanan sama sekali, managerku sibuk, dan didepan apartement penggemarku sedang berkumpul” curhat Chanyeol pada ibunya

“...”

“nde, eomma bisakan?”

“...”

“ahh nde, tolong bawakan secepatnya”

“...” bip! Chanyeol memutuskan sambungan teleponnya dan kembali meratapi nasibnya, “padahal aku ini idol terkenal, tapi kenapa sampai kelaparan seperti ini?” gerutunya

Suasana dikediaman keluarga Park atau lebih tepatnya tempat tinggal orangtua Chanyeol, dimana terlihat ibu Chanyeol yang sedang menelepon seseorang, wajahnya terlihat begitu senang, “yeoboseyo”

“...”

“apa Jieun sibuk?”

“...”

“ahh begini... bla bla bla” Ny. Park bercerita begitu panjang pada lawan bicaranya diseberang sana yang adalah ibu Jieun, “bagaimana?” tanyanya

“...”

“ahh baiklah, aku akan mempersiapkannya dulu ya” bip! Ny. Park memutuskan sambungan teleponnya lalu tersenyum senang melihat layar ponselnya yang tertera photo keluarga kecilnya

Sedangkan suasana dirumah keluarga Lee dimana terlihat Jieun yang sedang sibuk bermain game dikamarnya, yeoja itu terlihat begitu serius memainkan game dilaptopnya itu

Bahkan ia tidak sadar jika ibunya masuk kekamarnya dan memperhatikan setiap gerak geriknya, “Jieun-ah” panggil Ny. Lee

“hmm” Jieun hanya menjawabnya dengan dehaman membuat Ny. Lee agak jengkel hingga dengan kesal Ny. Lee menekan tombol power di laptop tersebut

“EOMMA” teriak Jieun histeris karna tiba tiba laptop nya mati, “kenapa eomma tekan tombol powernya? Laptopku bisa rusak” rengek Jieun

“makanya kalau orangtua memanggil itu jawab dengan sopan” omel Ny. Lee, “lebih baik sekarang kau bersiap siap dan pergilah kerumah keluarga Park” suruh ibunya

“untuk apa aku kesana?” bingung Jieun

“Ny. Park membutuhkan bantuanmu” ucap ibunya

“tapi eomma...”

“tidak ada penolakan dalam bentuk apapun” potong ibunya cepat, Ny. Leepun keluar dari kamar Jieun menyisakan Jieun yang terlihat begitu jengkel dengan ibunya yang bersikap seenaknya

Skip...

“eoh Jieun-ah kau sudah datang” Ny. Park tersenyum senang melihat Jieun yang sudah datang kerumahnya, “masuklah” mau tidak mau Jieun menurut saja

Didalam rumah yang besar itu Jieun dapat melihat photo yang bertempel didinding, ternyata Chanyeol memiliki seorang noona yang sangat cantik, “maaf sudah merepotkanmu, kau bisa tolong antarkan ini ke apartement Chanyeolkan?” tanya Ny. Park sambil menyodorkan kotak berukuran sedang yang berisi makanan untuk Chanyeol

“nde?” kejut Jieun bahkan gadis itu membelalakan matanya

“Chanyeol benar benar membutuhkan ini, ia tidak bisa keluar dari apartementnya karna penggemarnya menunggunya didepan” jelas Ny. Park

“tapi...”

“hanya kau satu satunya harapan eomonim Jieun-ah” wajah Ny. Park terlihat memohon

“eomonim?”

“ya, kau bisa memanggilku dengan sebutan eomonim saja” Ny. Parkpun memberikan kotak itu pada Jieun, dan selembar kertas yang berisi alamat apartement Chanyeol, dan mau tidak mau Jieun mengantarkan kotak berisikan makanan itu

Setibanya digedung apartement Chanyeol, Jieun terus berjalan mencari letak apartement namja itu, hingga akhirnya ia berbelok dan melihat ada keramaian dilorong apartement itu, terlihat kumpulan remaja yeoja yang sepertinya anak SMA sedang berkerumun disalah satu pintu apartement

“pasti disana” ucap Jieun, iapun berjalan menghampiri kerumunan itu dan berdiri tepat didepan pintu apartement itu, melihat kekertas yang ada ditangannya dan, “ini apartementnya” gumam gadis itu

“ya! Siapa kau? Apa yang kau lakukan didepan pintu apartement Chanyeol oppa?” Jieun menengok saat ia mendengar suara seorang gadis yang sepertinya menegurnya, namun ia kembali melihat kepintu apartement itu

“ya! Apa kau penguntit eoh? Kau bukan bagian dari kami, jangan berani berani mendekati oppa kami” ucap yang lainnya, Jieunpun mencoba sebisa mungkin tidak mendengarkan ucapan penggemar Chanyeol (sorry ya fans Chanyeol oppa, ga maksud lohh, aku juga fans Chanyeol oppa kok #plakk)

“ya! Kau, siapa namamu dimana sekolahmu, berani beraninya kau mengabaikan kami” teriak yang lainnya, Jieunpun terlihat sudah habis kesabaran hingga ia menatap tajam remaja remaja didepannya

“hei bocah, lebih baik kalian pulang dan belajar, tidak ada gunanya kalian berdiam diri disini, Chanyeol tidak akan keluar” ucap Jieun santai namun suskes membuat kelompok penggemar itu emosi

“ya! Kau pasti sasaeng fans yang mau menguntit oppa kan?” tuduh salah satunya, “ayo kita beri pelajaran, jangan sampai oppa kita terluka karna gadis jelek ini” kumpulan gadis itupun mengerumuni Jieun yang terlihat begitu sulit untuk melawan mereka

“ya! Apa yang kalian lakukan eoh!” teriak Jieun kesal, “YA! SAKIT” lagi lagi Jieun berteriak saat salah satu diantara mereka menarik rambut panjang Jieun

“rasakan ini” teriak yang lainnya

Sedangkan Chanyeol yang tengah kelaparan itu terlihat bingung karna ia merasa terjadi keributan didepan apartementnya, “ada apa dengan mereka?” bingungnya, iapun berjalan menuju pintu utama apartement itu lalu mengintip melalui celah pintu

Dan betapa terkejutnya ia saat ia melihat ada wajah yang ia kenali dikerumunan itu, iapun menarik nafas panjang dan membuka pintu itu, “ya! Ayo masuk” ucap Chanyeol yang mencoba menarik Jieun dari kerumunan itu

“omo”

TBC


Tidak ada komentar:

Posting Komentar