Minggu, 10 Januari 2016

Something (Chapter 4)


Title                : Something
Author           : Park Mitha
Genre              : Romance, Comedy, Sad (maybe), Friendship, Family,
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Other Cast    : Jiyeon (T-ARA), EXO Member, Etc
Cameo             : L (INFINITE)

***
[1] [2] [3]

Jieun melangkah dengan ragu menghampiri sebuah rumah yang alamatnya tertera dikertas yang ada ditangan Jieun, tatapan gadis itu benar benar penuh harap, Chanyeol yang menunggu dari kejauhan itu hanya bisa menyaksikan setiap gerak gadis itu

Baru saja gadis itu ingin menekan bel dipagar rumah itu tiba tiba saja pagar rumah itu terbuka, membuat Jieun dan orang yang membukanya terlihat sama sama terkejut

“kau!?” kejut wanita dewasa yang membuka pintu itu, Jieunpun membungkuk sopan pada wanita itu

“annyeonghasseo eomonim” sapa Jieun sopan, “eomonim masih ingat denganku?” tanya Jieun, wanita itu terlihat mengangguk ragu

“kau Lee Jieun bukan?” tanya wanita itu, Jieun mengangguk mantap sambil tersenyum senang, “bagaimana bisa kau dapat alamat rumah kami?”


“ahh itu ceritanya panjang...” ucap Jieun malu malu, “apa Myungsoo ada?” Jieunpun menanyakan hal yang sudah ia pendam sejak tadi, namun seketika wajah wanita yang ia panggil eomonim itu terlihat sedih, membuat Jieun menatapnya bingung


“eomonim...” Jieun melihat wanita itu menangis, “apa ada yang salah dengan pertanyaanku?” tanya Jieun bingung perasaannya mulai tidak enak sekarang, eomonimpun mengajak Jieun masuk kedalam rumahnya membuat Chanyeol menggerutu kesal karna ditinggal sendirian

Skip...

Disebuah tempat yang begitu sepi, tempat yang biasa orang sebut dengan rumah abu, terlihat Jieun yang tengah menangis tersedu sedu menatap sebuah photo seorang namja yang tengah tersenyum, tidak jauh dibelakang Jieun terlihat Chanyeol yang hanya bisa menatap sendu gadis itu

“Myungsoo-ya...” sejak tadi Jieun hanya bisa mengucapkan nama namja itu, tidak ada kata lain yang bisa ia ucapkan ketika ia mengetahui kenyataan bahwa cinta pertamanya sudah tiada, bahkan awalnya ia tidak percaya dengan cerita ibu Myungsoo

Flashback on...

Seorang namja tampan yang sedang duduk dengan tenang dimobil mewah miliknya, sebuah kotak cincin yang berisi sepasang cincin cantik yang ia beli beberapa hari lalu membuatnya semakin terlihat senang, “kau tidak akan menyangkanya Jieun-ah” ucap namja itu senang

Iapun mulai menjalankan mobilnya menuju bandara yang akan membawanya pergi menemui Jieun, namun dipertengahan jalan ponsel namja itu berbunyi membuatnya dengan terpaksa mengambilnya, tapi baru saja namja itu memegang ponselnya tiba tiba saja ponselnya terjatuh kebawah membuatnya kesulitan mengambilnya

Iapun terus menggeledah lokasi tempat ponselnya yang terjatuh bersamaan dengan fokus pada menyetirnya, namun saat ia sudah menemukan ponselnya, sebuah suara klakson yang sangat keras menyapa telinganya

Iapun dengan cepat kembali pada posisi duduknya, namun...

Tiiiinnnn!!!! Brrukkkk!!!!!!

Flashback off...

Chanyeol melihat jam ditangannya dan menghela nafas berat, ini sudah lebih dari 2 jam mereka disana, dan selama mereka disana Chanyeol hanya bisa menatap Jieun yang terus terusan menangisi namja dengan nama Kim Myungsoo itu

Ingin sekali ia mengajak gadis itu untuk pergi namun secara bersamaan juga ia merasa iba dengan gadis manis itu, “Jieun-ssi...”

“kalau kau mau pergi, pergi saja, aku akan tetap disini” potong Jieun, ia seakan tahu dengan kalimat yang akan Chanyeol ucapkan

“baiklah kalau kau masih ingin disini” jawab Chanyeol, namja itupun duduk bersender pada kopernya, “aku juga akan disini sampai kau pergi” lanjutnya, Jieunpun menghentikan tangisnya lalu menatap Chanyeol yang berada tidak jauh dibelakangnya melalui pantulan kaca lemari didepannya

Wajah Chanyeol terlihat sangat lelah, namja itu bahkan nekad membuka maskernya, ia merasa panas karna terus terusan memakai masker. Seketika Jieun merasa bimbang ia benar benar khawatir pada Chanyeol jika namja itu tetap disana, tapi disisi lain ia tidak ingin meninggalkan Myungsoo

“untuk apa kau menangisinya, dia tidak akan bangun lagi saat mendengar tangismu, jadi biarkan dia tenang disana” samar samar Jieun dengar suara seseorang yang sepertinya sedang menasihati orang lain, iapun melihat dua orang yeoja tidak jauh disana membuat Chanyeol langsung memakai kembali maskernya, ia beruntung bisa mengerti apa yang diucapkan orang itu, namun sepertinya Chanyeol tidak mengerti sama sekali

‘benar, sebanyak apa aku meneteskan airmataku dia tidak akan kembali’ batin Jieun, iapun menyeka airmatanya lalu berdiri menghadap Chanyeol yang langsung berdiri saat gadis itu membalikkan badan, “ayo kita pulang” ucap Jieun datar

“mwo? Kita bahkan baru beberapa jam di Jepang dan kau sudah mau kembali ke Korea?” kejut Chanyeol, “lebih baik kita pulang besok saja, ini sudah sore” tawar Chanyeol

“lalu kita akan tinggal dimana?” tanya Jieun masih dengan nada dan ekspresi datarnya

“kau ini, tentu saja menginap dihotel” jawab Chanyeol jengkel seketika Jieun membelalakan matanya, yeoja itu bahkan menutup tubuhnya yang jelas jelas sudah tertutup pakaiannya yang tebal, “ya! Jangan berfikir macam macam, hotel itu kamarnya tidak hanya satu” kesal Chanyeol, namja itu tau benar apa yang sedang difikirkan gadis didepannya

Dengan tertunduk malu Jieunpun menurunkan tangannya, iapun meraih kopernya lalu kembali menatap photo Myungsoo, ‘aku sudah merelakanmu, jadi berbahagialah disana’ bantin Jieun berbicara pada photo itu, iapun dengan langkah berat meninggalkan rumah abu diikui Chanyeol dibelakangnya

Jieun dan Chanyeol berjalan menyusuri setiap lekuk jalanan yang bagi mereka sangat asing, mereka sudah berjalan beriringan tidak seperti sebelumnya dimana Chanyeol yang berjalan begitu jauh dibelakang Jieun

“kau tahu dimana kita harus menginap?” tanya Jieun sambil melihat setiap gedung gedung yang mereka lewati, pemandangannya sangat indah jika dimalam hari apalagi resto resto yang berlampu warna warni membuat mata Jieun dibuat takjub dengan pemandangan disana

“aku tau hotel yang bagus disini, dulu saat aku dan grubku konser disini kami tidur dihotel itu” jelas Chanyeol, Jieun hanya mengangguk mengerti

Mereka terus berjalan menghampiri hotel yang Chanyeol maksud, memang tidak terlalu jauh jadi tidak perlu menggunakan taksi, “bagaimana perasaanmu saat pertama kali bertemu denganku?” tanya Chanyeol basa basi, Jieunpun menengok kearah namja itu sekilas lalu fokus pada jalanan

“biasa saja” ucap Jieun mantap

“benarkah? bukankah kau tau kalau aku ini idol ternama di dunia?”

“lalu?”

“yaa setidaknya kau bahagia bisa mengenalku, terlebih sekarang kita sedang berduaan saja”

“benarkah kita sedang berdua?” Jieunpun melihat sekitar, cukup banyak pejalan kaki seperti mereka ditempat itu, “banyak orang disini” lanjutnya

“kau ini bodoh atau apa sih?” kesal Chanyeol, “maksudku itu...”

“aku mengerti maksudmu” potong Jieun cepat, “kau tidak bisa menyamakanku dengan yeoja yeoja diluar sana yang akan berteriak histeris bahkan menangis saat bertemu kalian, aku bukan bagian dari mereka, dan aku tidak pernah menyukai seseorang seperti itu” jelas Jieun

“jadi jangan berharap jika aku akan menyukaimu” lanjut Jieun, gadis itupun melanjutkan jalannya membuat Chanyeol menatapnya bingung

“siapa juga yang memintamu menyukaiku? Aku hanya bertanya bagaimana perasaanmu saat pertama kali melihatku” kesal Chanyeol, “aku juga sudah menduga kau bukan tipe yeoja seperti itu”

“baguslah” ucap Jieun cuek, Chanyeolpun kembali mensejajari langkahnya dengan Jieun, “kenapa kau mau mengikutiku kesini?” tanya Jieun akhirnya

“menurutmu?”

“paksaan dari ibumu?”

“yaaa begitulah”

“kenapa kau tidak beralasan saja kalau jadwalmu padat”

“aku akan dibunuh oleh ibuku kalau aku melakukannya, dia sama saja seperti managerku, dia tahu semua tentang jadwalku” jelas Chanyeol, “ahh itu dia hotelnya” ucap Chanyeol tersenyum senang saat mereka tiba dihotel tujuan, Jieunpun ikut tersenyum senang

Merekapun masuk kedalam bersama, Chanyeol semakin menurunkan topinya agar benar benar tidak ada yang mengenalinya disana, “kau saja yang pesan kamar” suruh Chanyeol, Jieun hanya mengangguk lalu berjalan menuju resepsioner

“ada yang bisa kami bantu?” tanya resepsioner tersebut

“aku butuh 2 kamar, apa ada?” jawab Jieun dengan bahasa Jepang yang fasih, ia tidak rugi sudah pernah belajar bahasa Jepang selama bertahun tahun

“tunggu sebentar” resepsioner itu terlihat mengecek data, “maaf, hanya tersisa satu kamar kosong” Jieun terlihat terkejut, iapun menghampiri Chanyeol yang tidak jauh darinya, “hanya ada satu kamar kosong, bagaimana?” tanyanya

“mwo? Huh~ apa yang harus kita lakukan? Kau mau mencari hotel lain?” ucap Chanyeol kecewa

“memangnya kau tau hotel lain selain disini?”

“tidak” seketika Jieun maupun Chanyeol terlihat kecewa, Jieunpun kembali kemeja resepsioner

“baiklah, aku pesan satu kamar” jawabnya tidak semangat, iapun diberi kunci kamarnya, “terimakasih” iapun berjalan menghampiri Chanyeol, “jangan berfikir macam macam ini dalam keadaan mendadak” ucap Jieun cepat

“siapa juga yang berfikiran aneh, kau saja yang berotak mesum” ucap Chanyeol kesal, iapun berjalan dibelakang Jieun yang sudah dulu berjalan didepannya, merekapun masuk kesalah satu kamar yang ada disana, setibanya didalam kamarnya memang cukup besar, namun hanya ada satu ranjang disana

“ini bencana” Jieunpun tertunduk lesu dibuatnya, “hanya ada satu orang yang bisa tidur diranjang”jelasnya pada Chanyeol

“baiklah baiklah, aku mengerti maksudmu” Chanyeolpun menarik kopernya menuju sofa yang ada disana, tidak buruk untuk tidur disofa malam ini, sofanya juga cukup nyaman untuk ditiduri
.
.
.
bagaimana pertualangan kalian?” tanya orang diseberang sana yang berbicara pada Chanyeol melalui video call, Chanyeol memasang wajah lelahnya membuat namja diseberang sana yang adalah Baekhyun terlihat tertawa geli

“aku akan menceritakan sedetailnya saat pulang nanti, yang pasti aku merasa seperti masuk kedalam sebuah drama” jelas Chanyeol dengan begitu exited

benarkah? memangnya kalian melakukan apa saja?” tanya Baekhyun penasaran

“tidak banyak yang kami lakukan tapi kau tau sekarang aku dimana?” tanya Chanyeol balik membuat Baekhyun terlihat semakin penasaran

kau terlihat seperti dihotel, benarkan?

“benar, dan aku... satu kamar dengannya”

MWO?!” seketika Baekhyun terlonjak dari duduknya, “kenapa bisa kalian sekamar? Apa kalian akan berbulan madu?” tanya Baekhyun shock, Chanyeol tertawa geli melihatnya

“ya! Otak mesum, kami bukan suami istri jadi tidak ada yang namanya bulan madu, ini keadaan darurat karna kamar kosong hanya tersisa satu”

tapi kau tidak akan macam macamkan padanya?

“tentu saja aku akan menggunakan kesempatan ini”

“Mwoya?” Chanyeol refleks menengok saat ia mendengar suara Jieun, dimana terlihat gadis itu yang baru keluar dari kamar mandi, “apa katamu tadi?” tanya Jieun dengan api dimatanya

“eee... i... itu... hanya bercanda” ucap Chanyeol gugup

Chanyeol-ah, ada apa? Apa terjadi sesuatu disana?” bip! Tanpa pamit Chanyeol memutuskan sambungan video call antara ia dan Baekhyun

“bercanda katamu?”

Plakkkkk!!!!


TBC

5 komentar:

  1. lanjut!! :D
    aku suka banget sama fanfictionnya..chanyeol jail. gak sabar nunggu lanjutannya..chanyeol beneran bercanda atau emang serius ya?.. wkwk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, iyadeh ditunggu ya, lanjutannya bakalan terungkap dichapter selanjutnya

      Hapus
  2. Seru,seru,bagus ceritanya,dibikin penasaran.iu kyaknya cuek bebek gmna gitu,suka ^^

    BalasHapus
  3. Seru,seru,bagus ceritanya,dibikin penasaran.iu kyaknya cuek bebek gmna gitu,suka ^^

    BalasHapus