Title :
Something
Author :
Park Mitha
Genre :
Romance, Comedy, Sad (maybe), Friendship, Family,
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Other Cast :
Jiyeon (T-ARA), EXO Member, Etc
Cameo :
L (INFINITE)
Jieun melangkah dengan ragu menghampiri
sebuah rumah yang alamatnya tertera dikertas yang ada ditangan Jieun, tatapan
gadis itu benar benar penuh harap, Chanyeol yang menunggu dari kejauhan itu
hanya bisa menyaksikan setiap gerak gadis itu
Baru saja gadis itu ingin menekan bel
dipagar rumah itu tiba tiba saja pagar rumah itu terbuka, membuat Jieun dan
orang yang membukanya terlihat sama sama terkejut
“kau!?” kejut wanita dewasa yang membuka
pintu itu, Jieunpun membungkuk sopan pada wanita itu
“annyeonghasseo eomonim” sapa Jieun sopan,
“eomonim masih ingat denganku?” tanya Jieun, wanita itu terlihat mengangguk
ragu
“kau Lee Jieun bukan?” tanya wanita itu,
Jieun mengangguk mantap sambil tersenyum senang, “bagaimana bisa kau dapat
alamat rumah kami?”
“ahh itu ceritanya panjang...” ucap Jieun
malu malu, “apa Myungsoo ada?” Jieunpun menanyakan hal yang sudah ia pendam
sejak tadi, namun seketika wajah wanita yang ia panggil eomonim itu terlihat
sedih, membuat Jieun menatapnya bingung
“eomonim...” Jieun melihat wanita itu menangis,
“apa ada yang salah dengan pertanyaanku?” tanya Jieun bingung perasaannya mulai
tidak enak sekarang, eomonimpun mengajak Jieun masuk kedalam rumahnya membuat
Chanyeol menggerutu kesal karna ditinggal sendirian
Skip...
Disebuah tempat yang begitu sepi, tempat
yang biasa orang sebut dengan rumah abu, terlihat Jieun yang tengah menangis
tersedu sedu menatap sebuah photo seorang namja yang tengah tersenyum, tidak
jauh dibelakang Jieun terlihat Chanyeol yang hanya bisa menatap sendu gadis itu
“Myungsoo-ya...” sejak tadi Jieun hanya
bisa mengucapkan nama namja itu, tidak ada kata lain yang bisa ia ucapkan
ketika ia mengetahui kenyataan bahwa cinta pertamanya sudah tiada, bahkan
awalnya ia tidak percaya dengan cerita ibu Myungsoo
Flashback on...
Seorang namja tampan yang sedang duduk
dengan tenang dimobil mewah miliknya, sebuah kotak cincin yang berisi sepasang
cincin cantik yang ia beli beberapa hari lalu membuatnya semakin terlihat
senang, “kau tidak akan menyangkanya Jieun-ah” ucap namja itu senang
Iapun mulai menjalankan mobilnya menuju
bandara yang akan membawanya pergi menemui Jieun, namun dipertengahan jalan
ponsel namja itu berbunyi membuatnya dengan terpaksa mengambilnya, tapi baru
saja namja itu memegang ponselnya tiba tiba saja ponselnya terjatuh kebawah
membuatnya kesulitan mengambilnya
Iapun terus menggeledah lokasi tempat
ponselnya yang terjatuh bersamaan dengan fokus pada menyetirnya, namun saat ia
sudah menemukan ponselnya, sebuah suara klakson yang sangat keras menyapa
telinganya
Iapun dengan cepat kembali pada posisi
duduknya, namun...
Tiiiinnnn!!!! Brrukkkk!!!!!!
Flashback off...
Chanyeol melihat jam ditangannya dan
menghela nafas berat, ini sudah lebih dari 2 jam mereka disana, dan selama
mereka disana Chanyeol hanya bisa menatap Jieun yang terus terusan menangisi
namja dengan nama Kim Myungsoo itu
Ingin sekali ia mengajak gadis itu untuk
pergi namun secara bersamaan juga ia merasa iba dengan gadis manis itu,
“Jieun-ssi...”
“kalau kau mau pergi, pergi saja, aku akan
tetap disini” potong Jieun, ia seakan tahu dengan kalimat yang akan Chanyeol
ucapkan
“baiklah kalau kau masih ingin disini”
jawab Chanyeol, namja itupun duduk bersender pada kopernya, “aku juga akan
disini sampai kau pergi” lanjutnya, Jieunpun menghentikan tangisnya lalu
menatap Chanyeol yang berada tidak jauh dibelakangnya melalui pantulan kaca
lemari didepannya
Wajah Chanyeol terlihat sangat lelah, namja
itu bahkan nekad membuka maskernya, ia merasa panas karna terus terusan memakai
masker. Seketika Jieun merasa bimbang ia benar benar khawatir pada Chanyeol
jika namja itu tetap disana, tapi disisi lain ia tidak ingin meninggalkan
Myungsoo
“untuk apa kau menangisinya, dia tidak akan
bangun lagi saat mendengar tangismu, jadi biarkan dia tenang disana” samar
samar Jieun dengar suara seseorang yang sepertinya sedang menasihati orang
lain, iapun melihat dua orang yeoja tidak jauh disana membuat Chanyeol langsung
memakai kembali maskernya, ia beruntung bisa mengerti apa yang diucapkan orang
itu, namun sepertinya Chanyeol tidak mengerti sama sekali
‘benar, sebanyak apa aku meneteskan
airmataku dia tidak akan kembali’ batin Jieun, iapun menyeka airmatanya lalu
berdiri menghadap Chanyeol yang langsung berdiri saat gadis itu membalikkan
badan, “ayo kita pulang” ucap Jieun datar
“mwo? Kita bahkan baru beberapa jam di
Jepang dan kau sudah mau kembali ke Korea?” kejut Chanyeol, “lebih baik kita
pulang besok saja, ini sudah sore” tawar Chanyeol
“lalu kita akan tinggal dimana?” tanya
Jieun masih dengan nada dan ekspresi datarnya
“kau ini, tentu saja menginap dihotel”
jawab Chanyeol jengkel seketika Jieun membelalakan matanya, yeoja itu bahkan
menutup tubuhnya yang jelas jelas sudah tertutup pakaiannya yang tebal, “ya!
Jangan berfikir macam macam, hotel itu kamarnya tidak hanya satu” kesal
Chanyeol, namja itu tau benar apa yang sedang difikirkan gadis didepannya
Dengan tertunduk malu Jieunpun menurunkan
tangannya, iapun meraih kopernya lalu kembali menatap photo Myungsoo, ‘aku
sudah merelakanmu, jadi berbahagialah disana’ bantin Jieun berbicara pada photo
itu, iapun dengan langkah berat meninggalkan rumah abu diikui Chanyeol
dibelakangnya
Jieun dan Chanyeol berjalan menyusuri
setiap lekuk jalanan yang bagi mereka sangat asing, mereka sudah berjalan
beriringan tidak seperti sebelumnya dimana Chanyeol yang berjalan begitu jauh
dibelakang Jieun
“kau tahu dimana kita harus menginap?”
tanya Jieun sambil melihat setiap gedung gedung yang mereka lewati,
pemandangannya sangat indah jika dimalam hari apalagi resto resto yang berlampu
warna warni membuat mata Jieun dibuat takjub dengan pemandangan disana
“aku tau hotel yang bagus disini, dulu saat
aku dan grubku konser disini kami tidur dihotel itu” jelas Chanyeol, Jieun
hanya mengangguk mengerti
Mereka terus berjalan menghampiri hotel yang
Chanyeol maksud, memang tidak terlalu jauh jadi tidak perlu menggunakan taksi,
“bagaimana perasaanmu saat pertama kali bertemu denganku?” tanya Chanyeol basa
basi, Jieunpun menengok kearah namja itu sekilas lalu fokus pada jalanan
“biasa saja” ucap Jieun mantap
“benarkah? bukankah kau tau kalau aku ini
idol ternama di dunia?”
“lalu?”
“yaa setidaknya kau bahagia bisa
mengenalku, terlebih sekarang kita sedang berduaan saja”
“benarkah kita sedang berdua?” Jieunpun
melihat sekitar, cukup banyak pejalan kaki seperti mereka ditempat itu, “banyak
orang disini” lanjutnya
“kau ini bodoh atau apa sih?” kesal
Chanyeol, “maksudku itu...”
“aku mengerti maksudmu” potong Jieun cepat,
“kau tidak bisa menyamakanku dengan yeoja yeoja diluar sana yang akan berteriak
histeris bahkan menangis saat bertemu kalian, aku bukan bagian dari mereka, dan
aku tidak pernah menyukai seseorang seperti itu” jelas Jieun
“jadi jangan berharap jika aku akan
menyukaimu” lanjut Jieun, gadis itupun melanjutkan jalannya membuat Chanyeol menatapnya
bingung
“siapa juga yang memintamu menyukaiku? Aku
hanya bertanya bagaimana perasaanmu saat pertama kali melihatku” kesal
Chanyeol, “aku juga sudah menduga kau bukan tipe yeoja seperti itu”
“baguslah” ucap Jieun cuek, Chanyeolpun
kembali mensejajari langkahnya dengan Jieun, “kenapa kau mau mengikutiku
kesini?” tanya Jieun akhirnya
“menurutmu?”
“paksaan dari ibumu?”
“yaaa begitulah”
“kenapa kau tidak beralasan saja kalau
jadwalmu padat”
“aku akan dibunuh oleh ibuku kalau aku
melakukannya, dia sama saja seperti managerku, dia tahu semua tentang jadwalku”
jelas Chanyeol, “ahh itu dia hotelnya” ucap Chanyeol tersenyum senang saat
mereka tiba dihotel tujuan, Jieunpun ikut tersenyum senang
Merekapun masuk kedalam bersama, Chanyeol
semakin menurunkan topinya agar benar benar tidak ada yang mengenalinya disana,
“kau saja yang pesan kamar” suruh Chanyeol, Jieun hanya mengangguk lalu
berjalan menuju resepsioner
“ada yang bisa kami bantu?” tanya
resepsioner tersebut
“aku butuh 2 kamar, apa ada?” jawab Jieun
dengan bahasa Jepang yang fasih, ia tidak rugi sudah pernah belajar bahasa
Jepang selama bertahun tahun
“tunggu sebentar” resepsioner itu terlihat
mengecek data, “maaf, hanya tersisa satu kamar kosong” Jieun terlihat terkejut,
iapun menghampiri Chanyeol yang tidak jauh darinya, “hanya ada satu kamar
kosong, bagaimana?” tanyanya
“mwo? Huh~ apa yang harus kita lakukan? Kau
mau mencari hotel lain?” ucap Chanyeol kecewa
“memangnya kau tau hotel lain selain
disini?”
“tidak” seketika Jieun maupun Chanyeol
terlihat kecewa, Jieunpun kembali kemeja resepsioner
“baiklah, aku pesan satu kamar” jawabnya
tidak semangat, iapun diberi kunci kamarnya, “terimakasih” iapun berjalan
menghampiri Chanyeol, “jangan berfikir macam macam ini dalam keadaan mendadak”
ucap Jieun cepat
“siapa juga yang berfikiran aneh, kau saja
yang berotak mesum” ucap Chanyeol kesal, iapun berjalan dibelakang Jieun yang
sudah dulu berjalan didepannya, merekapun masuk kesalah satu kamar yang ada
disana, setibanya didalam kamarnya memang cukup besar, namun hanya ada satu
ranjang disana
“ini bencana” Jieunpun tertunduk lesu
dibuatnya, “hanya ada satu orang yang bisa tidur diranjang”jelasnya pada
Chanyeol
“baiklah baiklah, aku mengerti maksudmu”
Chanyeolpun menarik kopernya menuju sofa yang ada disana, tidak buruk untuk
tidur disofa malam ini, sofanya juga cukup nyaman untuk ditiduri
.
.
.
“bagaimana pertualangan kalian?”
tanya orang diseberang sana yang berbicara pada Chanyeol melalui video call,
Chanyeol memasang wajah lelahnya membuat namja diseberang sana yang adalah
Baekhyun terlihat tertawa geli
“aku akan menceritakan sedetailnya saat
pulang nanti, yang pasti aku merasa seperti masuk kedalam sebuah drama” jelas
Chanyeol dengan begitu exited
“benarkah? memangnya kalian melakukan
apa saja?” tanya Baekhyun penasaran
“tidak banyak yang kami lakukan tapi kau
tau sekarang aku dimana?” tanya Chanyeol balik membuat Baekhyun terlihat
semakin penasaran
“kau terlihat seperti dihotel, benarkan?”
“benar, dan aku... satu kamar dengannya”
“MWO?!” seketika Baekhyun terlonjak
dari duduknya, “kenapa bisa kalian sekamar? Apa kalian akan berbulan madu?”
tanya Baekhyun shock, Chanyeol tertawa geli melihatnya
“ya! Otak mesum, kami bukan suami istri
jadi tidak ada yang namanya bulan madu, ini keadaan darurat karna kamar kosong
hanya tersisa satu”
“tapi kau tidak akan macam macamkan
padanya?”
“tentu saja aku akan menggunakan kesempatan
ini”
“Mwoya?” Chanyeol refleks menengok saat ia
mendengar suara Jieun, dimana terlihat gadis itu yang baru keluar dari kamar
mandi, “apa katamu tadi?” tanya Jieun dengan api dimatanya
“eee... i... itu... hanya bercanda” ucap
Chanyeol gugup
“Chanyeol-ah, ada apa? Apa terjadi
sesuatu disana?” bip! Tanpa pamit Chanyeol memutuskan sambungan video call
antara ia dan Baekhyun
“bercanda katamu?”
Plakkkkk!!!!
TBC
lanjut!! :D
BalasHapusaku suka banget sama fanfictionnya..chanyeol jail. gak sabar nunggu lanjutannya..chanyeol beneran bercanda atau emang serius ya?.. wkwk :D
hehe, iyadeh ditunggu ya, lanjutannya bakalan terungkap dichapter selanjutnya
HapusSeru,seru,bagus ceritanya,dibikin penasaran.iu kyaknya cuek bebek gmna gitu,suka ^^
BalasHapushehe makasihh ya udah baca + komen
HapusSeru,seru,bagus ceritanya,dibikin penasaran.iu kyaknya cuek bebek gmna gitu,suka ^^
BalasHapus