Rabu, 27 Januari 2016

Something (Chapter 6)


Title                : Something
Author           : Park Mitha
Genre              : Romance, Comedy, Sad (maybe), Friendship, Family,
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Other Cast    : Jiyeon (T-ARA), EXO Member, Etc

***
[1] [2] [3] [4] [5]

“apa katamu tadi?”

“kau... kau anak mami” ucap Jieun gugup

“turun dari mobilku, makan malam kita batal” ucap Chanyeol datar, Jieun menatap namja itu tidak percaya, bagaimana bisa namja itu tega meninggalkan Jieun dipinggir jalan yang cukup dingin ini hanya karna kalimat ‘anak mami’

“ya! Kau serius dengan perkataanmu eoh?”

“cepat turun!”

“ya! Park Chanyeol, aku hanya bercanda dengan ucapanku” ucap Jieun yang masih tidak menyangka jika ia akan diusir oleh Chanyeol

“candaanmu menyakitkan”

“tapi itu benar benar hanya bercanda” wajah Jieun seketika terlihat khawatir, ia khawatir jika Chanyeol benar benar murka dan meninggalkannya disana, “tolong maafkan aku” mohon Jieun dengan wajah memelasnya, Chanyeolpun kembali menatap Jieun, masih dengan tatapan dinginnya

“aku akan memaafkanmu...” jawab Chanyeol yang membuat mata Jieun berbinar, “dengan satu syarat” seketika wajah Jieun menjadi datar saat mendengat lanjutan ucapan namja tampan disampingnya itu

“apa itu?”


“berikan aku 3 permintaan seperti yang aku berikan padamu” jleb! Seketika nyawa Jieun melayang, apa namja itu sekarang sedang ingin balas dendam padanya

“kau ingin balas dendam eoh?” tanya Jieun

“mau tidak? Atau kau mau kuturunkan dan bergabung dengan ahjussi didepan sana?” mata Jieunpun mengikuti arah tuju mata Chanyeol dimana tidak jauh didepan mobil yang mereka tumpangi terlihat 3 orang ahjussi yang sepertinya sedang mabuk

“kau tega” seketika mata Jieun berkaca kaca, “katanya mau mengajakku makan malam tapi kenapa malah seperti ini” lanjut Jieun dengan airmata yang sudah membendung, bukannya membujuk Jieun agar tidak menangis Chanyeol malah menertawakan yeoja itu

“hahaha... lihatlah wajahmu, astaga!” Chanyeol tertawa terbahak bahak sampai ia memukuli setir mobil yang tidak bersalah itu, “sepertinya kau yang anak mami” lanjutnya mengejek Jieun, Jieun yang baru menyadari kalau ia sedang dikerjai Chanyeol itu akhirnya benar benar menangis

Iapun memilih untuk keluar dari mobil Chanyeol berjalan cepat menjauhi mobil mewah tersebut, Chanyeolpun menghentikan tawanya saat Jieun meninggalkannya sendirian dimobil, “ya! Apa yang dia lakukan” iapun dengan cepat menyusul Jieun yang terus saja menangis

“ya! Lee Jieun, kau mau kemana eoh?” tanya Chanyeol yang mencoba menghentikan Jieun, namun Jieun tidak membalas melainkan semakin menangis tersedu sedu, “ya!” Chanyeolpun menarik lengan Jieun saat ia berhasil mensejajari posisinya dengan Jieun

“lepaskan aku!” teriak Jieun kesal, “kau benar benar menyebalkan” Jieunpun kembali melanjutkan jalannya dengan kepala yang tertunduk, namun langkahnya terhenti saat ia mencium bau alkohol yang begitu menyengat, saat mengangkat pandangannya Jieun dibuat terkejut bercampur panik, dimana ia melihat ahjussi ahjussi yang ia dan Chanyeol bahas tadi tengah tersenyum kearahnya

“hai cantik” sapa salah satunya, ahjussi itu mencoba menyentuh dagu Jieun namun dengan cepat Chanyeol menghampiri Jieun dan menepis tangan ahjussi itu, ahjussi yang lainnyapun tersenyum sinis menatap Chanyeol yang memberikan tatapan tajamnya

“ya! Siapa kau eoh? Berani beraninya kau menganggu kami” ucap ahjussi yang sudah mabuk itu, Chanyeolpun menarik Jieun agar bersembunyi dibelakangnya dan Jieun hanya menurut

“maaf sudah menganggu kalian, tapi kalian tidak boleh menggangu yeoja ini” jelas Chanyeol dengan begitu jantannya(?), ketiga ahjussi itu saling pandang lalu tertawa keras

“hahaha bocah sepertimu percaya diri sekali mencoba melindungi yeoja manis itu” ucap ahjussi itu meremehkan, “terima ini”

Buugghhh...
.
.
.
“aw! Ya! Pelan pelan!” sejak tadi ruangan mewah dan rapi itu hanya diisi dengan teriakan demi teriakan dari suara berat Chanyeol, sedangkan Jieun yang sedang mengobati luka diwajah namja itu terlihat tidak peduli dengan pasiennya

“diamlah, kau manja sekali” ucap Jieun yang terus fokus mengobati Chanyeol, “seharusnya kau tidak perlu melakukan hal seperti tadi” lanjutnya

“kalau aku tidak seperti itu kau pasti sudah tidak punya masa depan bodoh!” ucap Chanyeol kesal, “YA!” Chanyeol refleks berteriak kesakitan saat Jieun menekan kapas itu dengan kasar dibagian lukanya

“sepintar apa kau memanggilku bodoh huh?” kesal Jieun, iapun menyimpuni obat obatan yang sudah ia pakai untuk mengobati Chanyeol, lalu berjalan melewati Chanyeol untuk menyimpan kotak obat itu

Namun, entah karna kaki Chanyeol yang tidak tahu diam atau Jieun yang tidak hati hati, gadis itu tersandung pada kaki panjang Chanyeol hingga ia terjatuh tepat diatas namja itu, membuat kedua pasang matanya menatap lekat mata indah milik Chanyeol dalam jarak yang begitu dekat, deg! Deg! Deg!

1 detik...

2 detik...

3 detik...

“AAAAAAAAA”

***

Jieun dan Jiyeon duduk sambil melamun disebuah cafe yang sudah menjadi langganan mereka, keduanya terlihat sibuk dengan fikiran masing masing, namun akhirnya Jiyeon tersadar dan kini menatap Jieun yang masih terlihat melamun

“kau benar benar beruntung Lee Jieun” ucap Jiyeon begitu berbinar, Jieun hanya memberikan tatapan datarnya pada Jiyeon, “kurasa kau harus mencoba membuka hatimu untuk orang lain, toh Myungsoo sudah...” Jiyeon langsung menutup mulutnya, ia benar benar mengutuk dirinya yang nyaris saja menyinggung masalah Myungsoo pada Jieun

“ya aku tahu Myungsoo tidak akan kembali, tapi kau juga tahukan kalau aku tidak mudah jatuh cinta pada orang lain”

“coba saja dulu, kurasa Chanyeol oppa bisa membuatmu melupakan kesedihanmu”

“darimana kau tahu?”

“dari semua ceritamu, aku rasa kau langsung melupakan kesedihanmu tentang Myungsoo setiap kau berada didekat Chanyeol oppa” Jieun terlihat berfikir, ucapan Jiyeon memang benar, ia selalu melupakan kesedihannya setiap ia ada disekitar Chanyeol, “bagaimana?” tanya Jiyeon lagi

“entahlah, aku juga masih bingung” Jieunpun menghela nafas berat

“Jieun-ah, kapan kapan ajak aku kalau kau menemui Chanyeol oppa” mohon Jiyeon, Jieun hanya menatap datar sabahatnya itu, “ya, ya, ya, sekali saja” mohonnya dengan begitu manis

“tidak bisa” jawab Jieun datar

“kenapa?”

“aku tidak mau, kau membuatku malu didepannya”

“YA! Teman macam apa kau ini” omel Jiyeon
.
.
.
-Park Chanyeol-
Temui aku dicafe dekat apartementku
Ada yang ingin kuberikan padamu

Jieun kembali membaca pesan singkat yang Chanyeol kirim padanya kurang lebih satu jam yang lalu, yeoja itu kini tengah duduk seorang diri dicafe yang Chanyeol maksud, menunggu namja itu datang dan memberikan sesuatu yang Jieun juga tidak tahu

Minuman yang gadis itu pesan hanya tersisa setengah gelas, “ahh dia lama sekali” keluh Jieun, gadis itu terus memperhatikan pintu masuk cafe itu menunggu sosok tinggi tegap yang sudah membuat janji dengannya

Tik... tok... tik... tok...

Jieun duduk dengan gelisah dikursinya, matanya terus menatap pintu masuk cafe tersebut. Sebuah helaan nafas kesal Jieun keluarkan ketika ia melihat seorang namja jangkung dengan masker, topi, dan mantel tebal yang dijadikan namja itu sebagai penyamaran masuk kedalam cafe tersebut

Jieunpun menatap datar namja itu setelah ia duduk tepat didepan Jieun, “kau sudah lama?” tanya namja itu, Chanyeol

“menurutmu?” tanya Jieun dengan wajah kesalnya, Chanyeolpun melihat jam berwarna emas dipergelangan tangannya

“hanya terlambat satu jam” gumam namja itu

“mwo? Hanya katamu?” kesal Jieun, “sekarang beritahu aku apa yang ingin kau berikan padaku? Aku sudah tidak bisa lama lama disini” ucap Jieun memaksa

Chanyeolpun merogoh saku mantelnya dan mengeluarkan tiga lembar kertas lalu meletakkannya diatas meja dan sedikit mendorongnya kearah Jieun, “itu tiket konser EXO, aku mau kau datang kekonser kami lusa nanti” jelas Chanyeol dibalik maskernya

Jieun melirik kearah lembaran tiket konser itu, “aku tidak mau” jawab Jieun mantap

“kenapa?”

“aku bukan fans kalian, aku juga tidak suka datang ketempat seperti itu” jawab Jieun, “lebih baik kau berikan saja pada fansmu” lanjutnya

“ya! Aku susah payah meminta ini pada managerku dan kau semudah itu menolaknya? Seharusnya kau berterimakasih padaku, ini tiket spesial!” kesal Chanyeol

“tapi... kenapa ada 3 tiket?”

“memangnya kau mau pergi menonton seorang diri eoh?” kesal Chanyeol, “ajak temanmu untuk menontonnya, tapi jangan bilang jika ini dariku” Jieun terlihat berfikir sejenak sambil menatap Chanyeol juga tiket konser itu bergantian

“baiklah” gadis itupun mengambil 2 lembar tiket itu lalu mengembalikannya pada Chanyeol yang satunya, “aku hanya perlu dua tiket” jelasnya

“kau akan datang dengan siapa?”

“kenapa kau ingin tahu eoh?”

“tentu saja aku harus tahu, siapa tahu kau datang dengan namja”

“lalu apa masalahnya denganmu kalau aku datang dengan namja, kau jugakan yang menyuruhku mengajak temanku untuk menonton”

“tapi jangan namja!” Jieun tertawa geli melihat Chanyeol yang marah, sekalipun wajah tampan itu tertutup dengan masker juga topi tapi Jieun bisa membayangkan bagaimana ekspresi namja itu sekarang, tentu saja sangat lucu

***

“KYAAA!!!” Jieun refleks menutup kedua telinganya dengan tangannya kala ia mendengar suara cempreng Jiyeon yang berteriak heboh disampingnya, untung mereka sedang dirumah Jiyeon bukan ditempat umum, yang ada mereka akan dipandang aneh oleh orang lain

“omo... apa yang harus kulakukan?” ucap Jiyeon masih dengan sikap hipernya yang menurut Jieun sangat berlebihan, “ini bukan mimpikan?” Jieun hanya mengangguk malas menanggapi sahabatnya itu

“aku harus datang! Ini tiket spesial dari Chanyeol oppa, ya, aku harus datang” Jieun memandang aneh kearah Jiyeon yang terus saja berceloteh pada dirinya sendiri sambil memegang erat tiket konser yang Jieun berikan padanya

“Jiyeon-ah, bicaralah padaku, jangan mengoceh sendirian” Jiyeonpun memandang Jieun yang terlihat begitu lesu, sebuah senyum lebar terukir dari wajah Jiyeon saat ia baru sadar kalau ia melupakan Jieun, orang yang membawa tiket itu

“mian” hanya kata maaf yang Jiyeon ucapkan, sekarang ia terlalu bahagia karna mendapat tiket konser langsung dari biasnya, “untung aku belum membeli tiketnya” ucapnya

“ya, baguslah” gumam Jieun

“kau akan datang jugakan?”

“tidak...”


TBC

2 komentar: