Title :
Something
Author :
Park Mitha
Genre :
Romance, Comedy, Sad (maybe), Friendship, Family,
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Other Cast :
Jiyeon (T-ARA), EXO Member, Etc
Cameo :
L (INFINITE)
“ada apa dengan mereka?” ucap Chanyeol
bingung, iapun berjalan menuju pintu utama apartement itu lalu mengintip
melalui celah pintu
Dan betapa terkejutnya ia saat ia melihat
ada wajah yang ia kenali dikerumunan itu, iapun menarik nafas panjang dan
membuka pintu itu, “ya! Ayo masuk” ucap Chanyeol yang mencoba menarik Jieun
dari kerumunan itu
“omo” ucap Jieun terkejut ketika Chanyeol
menariknya
“aaaa! Chanyeol oppa!” Chanyeol dengan
sekuat tenaganya menarik Jieun kedalam apartementnya dan menutup pintunya lalu
menguncinya setelah ia mendengar teriakan dari penggemarnya
“hampir saja” ucapnya bernafas lega, iapun
kini menatap Jieun yang berpenampilan acak acakan itu karna jambakan juga
pukulan yang diterimanya, “apa yang kau lakukan disini?” tanya Chanyeol ketus
“aku datang kesini karna eommamu menyuruhku
mengantarkan ini padamu” ucap Jieun dengan jengkelnya, Chanyeolpun menatap
kotak yang Jieun bawa
“eommaku menyuruhmu?” Jieun menjawabnya
dengan anggukan, “seharusnya kau tidak perlu mengikuti perintah eommaku,
lihatlah! Kau sekarang sudah berantakan seperti ini...”
“seharusnya kau berterimakasih padaku”
potong Jieun, “kau lihat? Bahkan kepalaku sampai berdarah seperti ini untuk
siapa? Aku rela melakukan ini hanya untuk mengantarkan makanan ini padamu
bodoh” kesal Jieun
Merasa bersalah Chanyeolpun menarik Jieun
membawa gadis itu untuk duduk disofa, “tunggu sebentar” ucapnya pada Jieun,
Jieunpun memegangi kepalanya yang terluka itu
“ahh sakit” rengeknya, tidak lama
Chanyeolpun datang sambil membawa kotak yang berisi obat obatan
“cepat obati lukamu sebelum infeksi”
ucapnya, Jieunpun menatap namja itu bingung, “apa yang kau lihat? Cepat obati
lukamu itu” omelnya, Jieunpun menghela nafas sabar dan mulai mengobati lukanya
Selama Jieun mengobati lukanya Chanyeol
hanya diam dan cuek namun namja itu diam diam memperhatikan Jieun yang terus
mencoba mengobati lukanya, namun ia terlihat tidak sabaran saat dilihatnya
gadis itu tidak mengobati lukanya
“lukanya bukan disitu” ucap Chanyeol cuek,
Jieunpun menatap Chanyeol dengan wajah sedihnya, ingin rasanya ia menangis
sekarang, bagaimana mana bisa ia disuruh mengobati luka yang bahkan tidak bisa
ia lihat
“jangan banyak bicara, aku sedang mencari
lukanya” omel Jieun, gadis itu terus saja mencoba mengobati lukanya sendiri
namun sayang ia selalu salah mengoleskan obatnya
“ahh, sini biar kuobati” ucap Chanyeol
akhirnya, namja itu sudah geram ingin memakaikan obat itu pada luka Jieun,
Jieun refleks terdiam kaku saat ia melihat wajah tampan Chanyeol dari jarak
yang begitu dekat
Ini seperti mimpi baginya, bagaimana bisa wajah
yang putih mulus milik idol ternama dinegara mereka itu berada dijarak yang
begitu dekat dengannya, terlebih saat namja itu meniup luka Jieun membuat Jieun
fokus pada bibir itu, namun...
“aw” teriak Jieun meringis
“apa yang kau fikirkan?” tanya Chanyeol
karna ia menyadari tatapan Jieun yang sejak tadi terus tertuju padanya, Jieun
yang tertangkap basah itu hanya bisa menunduk sambil memegangi lukanya yang
sudah ditutup oleh plester
“aku mau pulang” ucap Jieun ketus, yeoja
itupun meraih tasnya dan bersiap pulang
“kau serius mau pulang? Kau seharusnya
beruntung hanya mendapat luka kecil dikepala” ucap Chanyeol yang sukses membuat
Jieun menghentikan langkahnya, mau tidak mau ia kembali duduk disofa
“kau sudah makan?” tanya Chanyeol yang
sibuk menyiapkan makannya, Jieun menatap namja itu terkejut, “jangan berfikri
macam macam, aku hanya tidak mau makanan eommaku ini terbuang karna sangat
banyak” potongnya, seketika Jieun menatap namja itu kesal
“tidak, kau tidak perlu memberikannya
padaku” ucap Jieun kesal, namun Chanyeol hanya membalasnya dengan senyuman
gelinya
***
Jieun dan Jiyeon tengah menghabiskan waktu
senggang mereka dihari libur kuliah seperti hari ini, namun sejak tadi Jieun
hanya diam melamun berbeda dengan Jiyeon yang terlihat begitu senangnya
memandangi layar ponselnya dimana ia sedang menonton penampilan live dari EXO
“mereka memang menakjubkan” ucap Jiyeon
begitu antusias, iapun melihat kearah Jieun sekilas dan kembali fokus pada
ponselnya, “kau kenapa lagi?” tanya Jiyeon
“entahlah, aku juga bingung” jawab Jieun
malas
“lebih baik kau cari kesenangan saja malam
ini” Jiyeonpun tersenyum sumringah pada Jieun membuat gadis itu menatap bingung
kearah sahabatnya, “pergi minum bagaimana?” saran Jiyeon
“ya! Kaukan tau aku tidak bisa minum”
“ahh iya, bagaimana dengan namja tampan?”
“Jiyeon-ah, tidak bisakah kau berikan aku
saran yang baik?”
“aku juga tidak tahu” jawab Jiyeon sambil
memasang wajah bingung, “ahh iya, bagaimana dengan pencarianmu?” tiba tiba saja
Jieun terlihat sedih, membuat Jiyeon merasa bersalah, “ahh sepertinya aku salah
bicara” ucapnya sambil tersenyum canggung
.
.
.
Jieun berjalan dengan tergesa menaiki
setiap anak tangga dirumahnya yang membawanya menuju kamarnya, setibanya
didalam ia langsung mengambil kotak mainannya dan membongkar semua isinya,
mungkin saja ada sesuatu yang bisa membawanya menemui seseorang yang sangat ia
rindukan
Iapun bernafas lega saat ia melihat
setumpuk surat yang disatukan dengan karet, dengan cepat ia membongkar semua
isi surat itu mencari surat yang paling terakhir ia dapatkan. Sebuah surat
dengan amplop berwarna biru laut itu membuat Jieun kembali tersenyum senang
Iapun membuka isi surat itu
16 Mei 2014
Hai cantik, bagaimana kabarmu?
Ahh iya, selamat ulangtahun ya semoga semua
yang kau impikan akan segera tercapai
Aku minta maaf jika jarang mengirim surat
padamu, kau tau aku sangat sibuk sekarang hehe
Jieun tersenyum membaca surat itu, namun
airmatanya terus mengalir, iapun kembali melanjutkan bacaannya
Tapi satu hal yang tidak pernah aku
lewatkan, yaitu memikirkanmu
Aku benar benar sangat merindukanmu
Jieun-ah...
-Kim Myungsoo-
Jieunpun melipat kembali surat itu dan
melihat amplopnya, ia benar benar bersyukur semua yang tertulis diamplop itu
masih bisa dibaca dengan jelas, dengan cepat ia membawa surat itu pergi dari
rumahnya, “kau mau kemana?” bingung Ny. Lee yang baru saja pulang dari kerjanya
“aku ada urusan sebentar” ucap Jieun
terlihat senang, iapun kembali melanjutkan jalannya hingga ia tiba disebuah
kantor yang cukup besar dimana terlihat begitu banyak kendaraan yang sering
digunakan untuk mengantarkan paket ataupun surat
“selamat datang nona, apa ada yang bisa
dibantu?” tanya seorang gadis petugas disana, Jieunpun mencari surat didalam
tasnya dan memberikannya pada petugas itu
“apa aku bisa meminta alamat orang yang
sudah mengirim surat ini?” tanya Jieun penasaran, petugas itupun melihat
tulisan yang ada diamplop surat itu
“mungkin membutuhkan waktu lama untuk
melihat datanya, ini surat sudah hampir 2 tahun yang lalu dikirim” jelas
petugas itu sopan
“aku akan menunggunya” ucap Jieun mantap,
gadis itu menatap petugas itu dengan tatapan begitu berharap, merasa tidak enak
petugas itupun menuruti apa yang Jieun mau
Cukup lama Jieun duduk dengan gelisah
ditempat itu hingga ia terlihat agak lega saat petugas itu menemukan alamat
yang Jieun minta, dengan sangat berterimakasih Jieun membungkuk sopan saat
menerima alamat itu
***
“Jieun-ah, kau mau kemana?” bingung ibunya
saat melihat Jieun yang keluar dari kamar sambil membawa kopernya, sudah
seperti orang yang mau kabur saja
“eomma, aku harus pergi ke Jepang hari ini”
jelas Jieun
“ya! Kau mau apa disana? Kita tidak punya
keluarga disana” ucap Ny. Lee terkejut
“aku tidak bisa menundanya eomma, ada hal
yang sangat penting disana, aku akan baik baik saja jadi jangan khawatir”
Jieunpun melanjutkan jalannya sambil menarik kopernya
“eomma mengizinkanmu pergi dengan satu
syarat” Jieun menghentikan langkahnya lalu menatap ibunya penasaran, “pergilah
dengan Chanyeol” jleb! Seketika Jieun merasakan nyawanya melayang, bagaimana
bisa ia pergi menemui namja dengan nama Kim Myungsoo itu bersama Chanyeol
“eomma, aku tidak bisa pergi dengannya, dia
pasti sangat sibuk dengan grubnya, bagaimana jika Jiyeon saja?” Jieunpun
mencoba menawar pada ibunya, Ny. Lee tidak menjawab ia malah mengambil
ponselnya dan menghubungi seseorang
“yeoboseyo”
“...”
“apa Chanyeol sibuk untuk beberapa hari
kedepan?”
“...”
“ahh bagus, kalau begitu Chanyeol bisakan
menemani Jieun ke Jepang?” Jieun menatap ibunya tidak percaya, bagaimana bisa
ibunya separah itu
“ahh nde” Ny. Leepun memutuskan sambungan
teleponnya, “tunggulah sebentar lagi, Chanyeol akan datang” ucap ibunya senang
“eomma...” ingin sekali Jieun menangis sekarang,
ibunya benar benar kelewatan, “yang benar saja eomma titipkan aku pada seorang
namja, nanti kalau aku kenapa napa bagaimana?”
“bagus, dengan begitu kalian akan lebih
cepat dinikahkan” Ny. Leepun tersenyum senang membuat Jieun benar benar menangis
saat ini, “cengeng sekali, begitu saja menangis”
.
.
.
Jieun duduk dengan tenang disamping
Chanyeol yang menggunakan penyamaran, sejak mereka bertemu dirumah Jieun hingga
dipesawatpun mereka tidak mengeluarkan suara sama sekali, Jieun masih terlalu
kesal pada ibunya yang tega menyuruh namja itu untuk menemaninya
Beberapa jam kemudian...
Jieun berjalan dengan tergesa menyusuri
bandara yang besar itu, tidak jauh dibelakangnya terlihat Chanyeol yang
berjalan santai berbeda jauh dengan Jieun yang terlihat sangat terburu
“berhentilah mengikutiku” ucap Jieun
akhirnya, Chanyeolpun menatap bingung gadis itu sekalipun Jieun tidak bisa
melihat wajah Chanyeol karna tertutup dengan penyamarannya
“ya! Bukankah kau tau apa yang membuatku
sampai kesini eoh? Dan kau menyuruhku untuk tidak mengikutimu?!” ucap Chanyeol
kesal
“tapi kau tetap tidak boleh mengikutiku”
ucap Jieun mantap, “aku datang jauh jauh kesini karna aku ingin mencari cinta
pertamaku, tapi kau...” Jieun terlihat tidak sanggup melanjutkan ucapannya, sedangkan
Chanyeol hanya terdiam mendengar ucapan Jieun ‘cinta pertama?’ batin namja itu
“memangnya ada orang yang kau kenal disini?
Bagaimana jika kau tersesat atau diganggu oleh penjahat? Aku jugakan yang akan
direpotkan” kesal Chanyeol
“pokoknya kau tidak boleh ikut!” ucap Jieun
mantap, yeoja itupun melanjutkan jalannya sambil menarik kopernya, Chanyeol
yang berdiri jauh dibelakang gadis itu hanya bisa menghela nafas sabar, iapun
akhirnya memutuskan mengikuti gadis itu dari jauh
Skip...
Jieun melangkah dengan ragu menghampiri
sebuah rumah yang alamatnya tertera dikertas yang ada ditangan Jieun, tatapan
gadis itu benar benar penuh harap, Chanyeol yang menunggu dari kejauhan itu
hanya bisa menyaksikan setiap gerak gadis itu
Baru saja gadis itu ingin menekan bel
dipagar rumah itu tiba tiba saja pagar rumah terbuka, membuat Jieun dan orang
yang membukanya terlihat sama sama terkejut
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar