Minggu, 10 Januari 2016

Something (Chapter 3)


Title                : Something
Author           : Park Mitha
Genre              : Romance, Comedy, Sad (maybe), Friendship, Family,
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Other Cast    : Jiyeon (T-ARA), EXO Member, Etc
Cameo             : L (INFINITE)

***
[1] [2]

“ada apa dengan mereka?” ucap Chanyeol bingung, iapun berjalan menuju pintu utama apartement itu lalu mengintip melalui celah pintu

Dan betapa terkejutnya ia saat ia melihat ada wajah yang ia kenali dikerumunan itu, iapun menarik nafas panjang dan membuka pintu itu, “ya! Ayo masuk” ucap Chanyeol yang mencoba menarik Jieun dari kerumunan itu

“omo” ucap Jieun terkejut ketika Chanyeol menariknya

“aaaa! Chanyeol oppa!” Chanyeol dengan sekuat tenaganya menarik Jieun kedalam apartementnya dan menutup pintunya lalu menguncinya setelah ia mendengar teriakan dari penggemarnya

“hampir saja” ucapnya bernafas lega, iapun kini menatap Jieun yang berpenampilan acak acakan itu karna jambakan juga pukulan yang diterimanya, “apa yang kau lakukan disini?” tanya Chanyeol ketus


“aku datang kesini karna eommamu menyuruhku mengantarkan ini padamu” ucap Jieun dengan jengkelnya, Chanyeolpun menatap kotak yang Jieun bawa

“eommaku menyuruhmu?” Jieun menjawabnya dengan anggukan, “seharusnya kau tidak perlu mengikuti perintah eommaku, lihatlah! Kau sekarang sudah berantakan seperti ini...”

“seharusnya kau berterimakasih padaku” potong Jieun, “kau lihat? Bahkan kepalaku sampai berdarah seperti ini untuk siapa? Aku rela melakukan ini hanya untuk mengantarkan makanan ini padamu bodoh” kesal Jieun

Merasa bersalah Chanyeolpun menarik Jieun membawa gadis itu untuk duduk disofa, “tunggu sebentar” ucapnya pada Jieun, Jieunpun memegangi kepalanya yang terluka itu

“ahh sakit” rengeknya, tidak lama Chanyeolpun datang sambil membawa kotak yang berisi obat obatan

“cepat obati lukamu sebelum infeksi” ucapnya, Jieunpun menatap namja itu bingung, “apa yang kau lihat? Cepat obati lukamu itu” omelnya, Jieunpun menghela nafas sabar dan mulai mengobati lukanya

Selama Jieun mengobati lukanya Chanyeol hanya diam dan cuek namun namja itu diam diam memperhatikan Jieun yang terus mencoba mengobati lukanya, namun ia terlihat tidak sabaran saat dilihatnya gadis itu tidak mengobati lukanya

“lukanya bukan disitu” ucap Chanyeol cuek, Jieunpun menatap Chanyeol dengan wajah sedihnya, ingin rasanya ia menangis sekarang, bagaimana mana bisa ia disuruh mengobati luka yang bahkan tidak bisa ia lihat

“jangan banyak bicara, aku sedang mencari lukanya” omel Jieun, gadis itu terus saja mencoba mengobati lukanya sendiri namun sayang ia selalu salah mengoleskan obatnya

“ahh, sini biar kuobati” ucap Chanyeol akhirnya, namja itu sudah geram ingin memakaikan obat itu pada luka Jieun, Jieun refleks terdiam kaku saat ia melihat wajah tampan Chanyeol dari jarak yang begitu dekat

Ini seperti mimpi baginya, bagaimana bisa wajah yang putih mulus milik idol ternama dinegara mereka itu berada dijarak yang begitu dekat dengannya, terlebih saat namja itu meniup luka Jieun membuat Jieun fokus pada bibir itu, namun...

“aw” teriak Jieun meringis

“apa yang kau fikirkan?” tanya Chanyeol karna ia menyadari tatapan Jieun yang sejak tadi terus tertuju padanya, Jieun yang tertangkap basah itu hanya bisa menunduk sambil memegangi lukanya yang sudah ditutup oleh plester

“aku mau pulang” ucap Jieun ketus, yeoja itupun meraih tasnya dan bersiap pulang

“kau serius mau pulang? Kau seharusnya beruntung hanya mendapat luka kecil dikepala” ucap Chanyeol yang sukses membuat Jieun menghentikan langkahnya, mau tidak mau ia kembali duduk disofa

“kau sudah makan?” tanya Chanyeol yang sibuk menyiapkan makannya, Jieun menatap namja itu terkejut, “jangan berfikri macam macam, aku hanya tidak mau makanan eommaku ini terbuang karna sangat banyak” potongnya, seketika Jieun menatap namja itu kesal

“tidak, kau tidak perlu memberikannya padaku” ucap Jieun kesal, namun Chanyeol hanya membalasnya dengan senyuman gelinya

***

Jieun dan Jiyeon tengah menghabiskan waktu senggang mereka dihari libur kuliah seperti hari ini, namun sejak tadi Jieun hanya diam melamun berbeda dengan Jiyeon yang terlihat begitu senangnya memandangi layar ponselnya dimana ia sedang menonton penampilan live dari EXO

“mereka memang menakjubkan” ucap Jiyeon begitu antusias, iapun melihat kearah Jieun sekilas dan kembali fokus pada ponselnya, “kau kenapa lagi?” tanya Jiyeon

“entahlah, aku juga bingung” jawab Jieun malas

“lebih baik kau cari kesenangan saja malam ini” Jiyeonpun tersenyum sumringah pada Jieun membuat gadis itu menatap bingung kearah sahabatnya, “pergi minum bagaimana?” saran Jiyeon

“ya! Kaukan tau aku tidak bisa minum”

“ahh iya, bagaimana dengan namja tampan?”

“Jiyeon-ah, tidak bisakah kau berikan aku saran yang baik?”

“aku juga tidak tahu” jawab Jiyeon sambil memasang wajah bingung, “ahh iya, bagaimana dengan pencarianmu?” tiba tiba saja Jieun terlihat sedih, membuat Jiyeon merasa bersalah, “ahh sepertinya aku salah bicara” ucapnya sambil tersenyum canggung
.
.
.
Jieun berjalan dengan tergesa menaiki setiap anak tangga dirumahnya yang membawanya menuju kamarnya, setibanya didalam ia langsung mengambil kotak mainannya dan membongkar semua isinya, mungkin saja ada sesuatu yang bisa membawanya menemui seseorang yang sangat ia rindukan

Iapun bernafas lega saat ia melihat setumpuk surat yang disatukan dengan karet, dengan cepat ia membongkar semua isi surat itu mencari surat yang paling terakhir ia dapatkan. Sebuah surat dengan amplop berwarna biru laut itu membuat Jieun kembali tersenyum senang

Iapun membuka isi surat itu

16 Mei 2014

Hai cantik, bagaimana kabarmu?
Ahh iya, selamat ulangtahun ya semoga semua yang kau impikan akan segera tercapai
Aku minta maaf jika jarang mengirim surat padamu, kau tau aku sangat sibuk sekarang hehe

Jieun tersenyum membaca surat itu, namun airmatanya terus mengalir, iapun kembali melanjutkan bacaannya

Tapi satu hal yang tidak pernah aku lewatkan, yaitu memikirkanmu
Aku benar benar sangat merindukanmu Jieun-ah...

-Kim Myungsoo-

Jieunpun melipat kembali surat itu dan melihat amplopnya, ia benar benar bersyukur semua yang tertulis diamplop itu masih bisa dibaca dengan jelas, dengan cepat ia membawa surat itu pergi dari rumahnya, “kau mau kemana?” bingung Ny. Lee yang baru saja pulang dari kerjanya

“aku ada urusan sebentar” ucap Jieun terlihat senang, iapun kembali melanjutkan jalannya hingga ia tiba disebuah kantor yang cukup besar dimana terlihat begitu banyak kendaraan yang sering digunakan untuk mengantarkan paket ataupun surat

“selamat datang nona, apa ada yang bisa dibantu?” tanya seorang gadis petugas disana, Jieunpun mencari surat didalam tasnya dan memberikannya pada petugas itu

“apa aku bisa meminta alamat orang yang sudah mengirim surat ini?” tanya Jieun penasaran, petugas itupun melihat tulisan yang ada diamplop surat itu

“mungkin membutuhkan waktu lama untuk melihat datanya, ini surat sudah hampir 2 tahun yang lalu dikirim” jelas petugas itu sopan

“aku akan menunggunya” ucap Jieun mantap, gadis itu menatap petugas itu dengan tatapan begitu berharap, merasa tidak enak petugas itupun menuruti apa yang Jieun mau

Cukup lama Jieun duduk dengan gelisah ditempat itu hingga ia terlihat agak lega saat petugas itu menemukan alamat yang Jieun minta, dengan sangat berterimakasih Jieun membungkuk sopan saat menerima alamat itu

***

“Jieun-ah, kau mau kemana?” bingung ibunya saat melihat Jieun yang keluar dari kamar sambil membawa kopernya, sudah seperti orang yang mau kabur saja

“eomma, aku harus pergi ke Jepang hari ini” jelas Jieun

“ya! Kau mau apa disana? Kita tidak punya keluarga disana” ucap Ny. Lee terkejut

“aku tidak bisa menundanya eomma, ada hal yang sangat penting disana, aku akan baik baik saja jadi jangan khawatir” Jieunpun melanjutkan jalannya sambil menarik kopernya

“eomma mengizinkanmu pergi dengan satu syarat” Jieun menghentikan langkahnya lalu menatap ibunya penasaran, “pergilah dengan Chanyeol” jleb! Seketika Jieun merasakan nyawanya melayang, bagaimana bisa ia pergi menemui namja dengan nama Kim Myungsoo itu bersama Chanyeol

“eomma, aku tidak bisa pergi dengannya, dia pasti sangat sibuk dengan grubnya, bagaimana jika Jiyeon saja?” Jieunpun mencoba menawar pada ibunya, Ny. Lee tidak menjawab ia malah mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang

“yeoboseyo”

“...”

“apa Chanyeol sibuk untuk beberapa hari kedepan?”

“...”

“ahh bagus, kalau begitu Chanyeol bisakan menemani Jieun ke Jepang?” Jieun menatap ibunya tidak percaya, bagaimana bisa ibunya separah itu

“ahh nde” Ny. Leepun memutuskan sambungan teleponnya, “tunggulah sebentar lagi, Chanyeol akan datang” ucap ibunya senang

“eomma...” ingin sekali Jieun menangis sekarang, ibunya benar benar kelewatan, “yang benar saja eomma titipkan aku pada seorang namja, nanti kalau aku kenapa napa bagaimana?”

“bagus, dengan begitu kalian akan lebih cepat dinikahkan” Ny. Leepun tersenyum senang membuat Jieun benar benar menangis saat ini, “cengeng sekali, begitu saja menangis”
.
.
.
Jieun duduk dengan tenang disamping Chanyeol yang menggunakan penyamaran, sejak mereka bertemu dirumah Jieun hingga dipesawatpun mereka tidak mengeluarkan suara sama sekali, Jieun masih terlalu kesal pada ibunya yang tega menyuruh namja itu untuk menemaninya

Beberapa jam kemudian...

Jieun berjalan dengan tergesa menyusuri bandara yang besar itu, tidak jauh dibelakangnya terlihat Chanyeol yang berjalan santai berbeda jauh dengan Jieun yang terlihat sangat terburu

“berhentilah mengikutiku” ucap Jieun akhirnya, Chanyeolpun menatap bingung gadis itu sekalipun Jieun tidak bisa melihat wajah Chanyeol karna tertutup dengan penyamarannya

“ya! Bukankah kau tau apa yang membuatku sampai kesini eoh? Dan kau menyuruhku untuk tidak mengikutimu?!” ucap Chanyeol kesal

“tapi kau tetap tidak boleh mengikutiku” ucap Jieun mantap, “aku datang jauh jauh kesini karna aku ingin mencari cinta pertamaku, tapi kau...” Jieun terlihat tidak sanggup melanjutkan ucapannya, sedangkan Chanyeol hanya terdiam mendengar ucapan Jieun ‘cinta pertama?’ batin namja itu

“memangnya ada orang yang kau kenal disini? Bagaimana jika kau tersesat atau diganggu oleh penjahat? Aku jugakan yang akan direpotkan” kesal Chanyeol

“pokoknya kau tidak boleh ikut!” ucap Jieun mantap, yeoja itupun melanjutkan jalannya sambil menarik kopernya, Chanyeol yang berdiri jauh dibelakang gadis itu hanya bisa menghela nafas sabar, iapun akhirnya memutuskan mengikuti gadis itu dari jauh

Skip...

Jieun melangkah dengan ragu menghampiri sebuah rumah yang alamatnya tertera dikertas yang ada ditangan Jieun, tatapan gadis itu benar benar penuh harap, Chanyeol yang menunggu dari kejauhan itu hanya bisa menyaksikan setiap gerak gadis itu

Baru saja gadis itu ingin menekan bel dipagar rumah itu tiba tiba saja pagar rumah terbuka, membuat Jieun dan orang yang membukanya terlihat sama sama terkejut


TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar