Minggu, 21 Februari 2016

Complete


Title                : Complete
Author           : Park Mitha
Genre              : Romance (maybe), Family,
Lengh              : Oneshoot
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Sehun (EXO)
Cameo             : Kai (EXO), Irene (Red Velvet)

***
Previous Love Me Right and Our Valentine

Suatu hari diminggu pagi yang cerah, suasana dikamar bernuansa putih cream yang terlihat sangat damai dan membiarkan cahaya matahari masuk kedalam celah jendela yang masih tertutup tirai itu, terlihat seorang namja yang masih bergelut dengan dunia mimpinya yang entah kapan akan berakhir

Ceklek...

Pintu terbuka menampilkan seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang yang terurai, sebuah helaan kecil keluar dari mulutnya ketika melihat sosok tampan itu belum juga bangun, iapun berjalan mendekati ranjang sambil mendorong kereta bayi yang ada didepannya

“Sehun-ah, kapan kau akan bangun?” tanya Jieun sambil mengguncang tubuh Sehun, namja itupun menggeliat pelan, “kau tidak melupakan janjimu pada Yuikan?” tanya Jieun lagi

Sehunpun membuka matanya saat aroma bayi khas milik anaknya menyapa indera penciumannya, iapun menatap Jieun yang duduk disisi ranjang lalu mengalihkan pandangannya pada seorang bayi cantik yang ada dikereta bayi, bayi bernama Oh Yui itu hanya bisa menatap Sehun sambil mengisap ibu jarinya


“tentu saja aku tidak lupa” Sehunpun bangun dari tidurnya dan bersiap memberikan morning kiss pada istrinya, namun Jieun lebih dulu menghindar membuat Sehun hanya bisa menghela nafas sabar

“tolong jagakan Yui sebentar, aku belum selesai membuat sarapan” jelas Jieun lalu berjalan pergi meninggalkan kamar, kini hanya tersisa Sehun dan Yui yang saling pandang

Sehunpun sedikit menarik kereta bayi itu mendekat kesisi ranjang, iapun memandangi bayi berusia 10 bulan itu, mata indah itu adalah milik ibunya, dan bibir tipis itu pasti milik ayahnya, Sehunpun tersenyum haru saat melihat tatapan polos milik Yui, benar benar seperti ibunya

“hari ini Yui mau kemana?” tanya Sehun pada Yui, namun Yui hanya menatap Sehun sesekali menggerakkan tangannya, Sehunpun meraih Yui dan menggendongnya, “kau semakin berat”

Iapun membawa Yui kedapur menemani Jieun yang sepertinya sangat sibuk, “mau kubantu?” tawar Sehun, Jieunpun menengok sekilas lalu kembali fokus pada masakannya

“tidak perlu, sebentar lagi juga selesai” jawab Jieun santai, Sehunpun hanya mengangguk dan mengajak Yui duduk dimeja makan, “kau sudah punya tujuan hari ini?”

“tentu” jawab Sehun mantap, iapun mengajak Yui bermain membuat bayi itu tertawa, “kencanku dan Yui pasti sangat menyenangkan” lanjutnya, Jieunpun tersenyum geli
.
.
.
“semoga Yui tidak merepotkanmu, aku benar benar minta maaf harus meninggalkan Yui padamu” ucap Jieun sedih, Sehun yang duduk disofa ruang tengah itu meresponnya dengan senyuman

“tidak apa, kau juga butuh waktu untuk bersenang senang, jadi percayakan saja Yui padaku” jelas Sehun, Jieun yang selesai memasang mantel tebalnya itu duduk disamping Sehun dan memeluknya

“gomawo” ucapnya terharu, “Yui pasti senang menghabiskan weekend bersama ayahnya” Jieunpun melepaskan pelukan itu dan berjalan menuju pintu utama diiringi Sehun yang mengantarnya

“aku akan pulang cepat”

“tidak usah terburu buru, nikmati saja” ucap Sehun menenangkan

“baiklah, aku pergi”

Sehunpun kembali menuju ruang tengah dimana ia melihat Yui yang sedang bermain dengan mainannya, “Yui-ya, bagaimana kalau hari ini kita kerumah paman Jongin?” tanya Sehun, Yuipun melihat kearah Sehun dan mengulurkan tangannya minta digendong

“kau maukan?” Sehunpun terlihat senang, ia bahkan berkali kali mencium pipi chubby milik Yui membuat Yui sedikit risih hingga tangan mungil itu mendorong wajah tampan Sehun

***

Tok... tok... tok...

Pintu terbuka menampakkan sosok Jongin yang menyambut Sehun dengan senyuman lebarnya, “whoaa kau membawa Yui kesini” takjub Jongin tak percaya, iapun melihat kesamping ataupun belakang Sehun seperti mencari seseorang, “dimana Jieun?”

“hari ini dia ada acara dengan teman lamanya, jadi aku menawarkan diri untuk menjaga Yui” jelas Sehun, Jonginpun tertawa geli dan mempersilahkan Sehun masuk

“ternyata kau gentle juga” tawa Jongin, Sehunpun hanya terkekeh

“dimana anakmu?”

“dikamar, kau mau menemuinya?” Sehun mengangguk membenarkan, Jonginpun mengajak Sehun pergi kekamar anaknya, kamar bernuansa biru langit itu terlihat begitu penuh dengan mainan bayi, ya Jongin juga memiliki seorang bayi hanya saja bayinya belum genap 1 bulan

“Yui-ya, lihatlah adik bayinya paman Jongin, tampan bukan?” ucap Sehun sambil mendekatkan Yui pada bayi yang tengah tertidur itu, Yuipun tertawa senang melihat bayi tampan bernama Kim Taeoh itu

“kau tahu? Aku dan istriku pernah berfikir untuk menjodohkan Yui dan Taeoh” jelas Jongin lalu terkekeh, “menurutku mereka akan menjadi generasi yang baik”

“ahh benar juga” jawab Sehun, “tapi sayang Yui lebih tua dari Taeoh”

“bukankah noona noona lebih menyenangkan?” Sehun hanya bisa tersipu malu mendengar godaan sahabatnya itu

“tapi dipanggil oppa itu lebih mengesankan bukan?” kali ini Jongin yang terlihat malu, entah kenapa mereka jadi saling sindir
.
.
.
Sehun berjalan menyusuri taman kota yang begitu ramai bersama Yui dikereta bayinya, musim semi memang waktu yang menyenangkan untuk menghabiskan weekend bersama keluarga, Sehunpun refleks menghentikan langkahnya saat sebuah bola mengenai kakinya

Tidak lama datang seorang gadis kecil yang mengambil bolanya, “maaf oppa, adikku melempar bola sampai mengenaimu” ucap gadis kecil itu sopan, Sehunpun terkekeh, ‘aku dipanggil oppa’ batinnya

“iya tidak apa” jawab Sehun lembut, gadis kecil itupun melihat Yui yang sejak tadi mencoba meraih bola milik gadis itu

“adikmu lucu sekali” puji gadis itu, lagi lagi Sehun terkekeh, ‘apa aku semuda itu?’ batinnya, “siapa namanya?” tanya gadis itu begitu penasaran, ia bahkan memegang pipi Yui yang begitu bulat

“namanya Oh Yui” jelas Sehun, “namamu siapa?”

“namaku Kim Jia” jelasnya ceria, “kalau begitu aku pergi dulu oppa, adikku pasti sudah menunggu, dah Yui” gadis kecil bernama Kim Jia itupun pergi meninggalkan Sehun dan Yui, wajah Yui terlihat ingin menangis saat Jia pergi

“Yui-ya, eonni itu cantikkan?” tanya Sehun, namun Yui membalasnya dengan tangisan, Sehunpun sedikit panik saat Yui tiba tiba menangis, “ada apa? Kau lapar ya?” Sehunpun mencari botol susu milik Yui didalam tas yang tergantung disisi kereta bayi itu

***

Suasana tenang dikediaman Sehun dan keluarga kecilnya, diruang tengah terlihat Sehun dan Yui yang ada dipangkuannya tengah menonton kartun anak anak, Sehunpun meraih album photo yang tersimpan dilaci meja didepannya dan membukanya

“Yui-ya lihatlah” suruh Sehun, Yui yang terlihat tertarik dengan buku itupun melihatnya, terlihat begitu banyak photo keluarga kecil itu, mulai dari photo kencan mereka, photo pernikahan, juga photo liburan mereka saat berbulan madu di Jepang, dan tidak lupa photo Yui juga memenuhi album itu

“Yui-ya, eommamu sangat cantikkan?” tanya Sehun sambil memandang photo Jieun yang tengah tersenyum kearah kamera dengan gaun pengantin yang membuatnya terlihat seperti seorang putri, Yui menyentuh photo itu dengan tangan mungilnya

“kau tau dulu appa itu orang yang sangat sederhana, bahkan appa pernah diputuskan oleh kekasih appa karna tidak punya banyak uang” jelas Sehun, Yui hanya diam memandang lembar demi lembar photo yang ada disana

Flashback on...

Sepasang kekasih tengah berjalan menyusuri jalan kecil yang ada ditaman, yeoja dengan rambut panjang yang agak kecoklatan itu terlihat menggandeng namja tampan disampingnya, “Sehun-ah, bagaimana kalau kita liburan ke Jeju saat hari jadi kita nanti” ajak yeoja itu, Irene

Sehun, namja tampan itu terlihat memasang wajah sendunya, “sepertinya aku tidak bisa” jawab Sehun sedih, Irenepun menatap Sehun bingung, “kenapa?” tanya gadis itu

“kau tahukan kalau aku tidak menghasilkan banyak uang, aku baru 2 bulan berkerja dikantorku, dan gajiku masih kecil” jelas Sehun

“kenapa kau tidak cari pekerjaan yang lain saja, yang gajinya lebih tinggi” tanya Irene

“mendapatkan posisi sebagai karyawan biasa saja aku sulit apalagi mencari pekerjaan dengan gaji tinggi, itu tidak mungkin” jelas Sehun, Irenepun melepaskan gandengan tangannya

“jadi kapan kau bisa mengajakku berlibur, Seulgi bahkan sudah keluar negeri bersama kekasihnya” Sehunpun memberitakan tatapan tajamnya pada Irene

“Irene-ssi, bisakah kau tidak membandingkan hubungan kita dengan hubungan teman temanmu yang terlahir dari keluarga kaya? Tentu saja itu akan berbeda jauh” ucap Sehun dingin, “aku ini hanya seorang perantau disini, menghidupi diriku sendiri saja aku sudah sangat pas pas-an, apalagi mengajakmu berlibur keluar negeri, aku tidak bisa”

“kalau kau ingin memiliki kekasih yang bisa mengajakmu kemanapun kau mau, lebih baik tinggalkan saja aku” lanjut Sehun, Irenepun menatap Sehun dengan tatapan yang sulit dijelaskan

“baiklah kalau itu maumu, mulai sekarang kita putus” Irenepun berjalan pergi meninggalkan Sehun yang terlihat begitu sedih, ia tidak menyangka kalau Irene gadis yang ia cintai ternyata lebih mencintai uang dibanding dirinya

Sehunpun berjalan gontai menyusuri setiap lekuk jalan raya seorang diri, hingga akhirnya namja itu melangkahkan kakinya masuk kedalam cafe dengan nama Leevely Cafe, “selamat datang, apa ada yang ingin dipesan?” sapa pemilik cafe dengan begitu sopan dan ramah

“aku pesan coffee latte satu” jelas Sehun masih dengan wajah sendunya

“baiklah tuan, pesananmu akan diantar kemejamu” jelas gadis manis itu, Sehunpun mencari meja kosong dan duduk, mata namja itu menatap keluar dinding kaca itu, iapun menghela nafas berat saat ia melihat sepasang kekasih yang terlihat begitu bahagia melewati cafe itu

“coffee latte pesananmu tuan” ucap gadis manis itu sambil meletakkan pesanan Sehun, namun bukannya merespon Sehun masih saja terlihat melamun, gadis manis yang adalah Jieun itu akhirnya memutuskan untuk menyadarkan Sehun dari lamunannya

“maaf tuan, ini coffee lattemu” ucap Jieun sekali lagi, Sehunpun tersadar dan menatap pesanannya, “nikmatilah selagi hangat, dimusim dingin seperti ini memang cocok untuk menikmati minuman yang hangat” jelas Jieun ramah, Sehunpun hanya bisa menatap Jieun datar

Entahlah apa yang Jieun campurkan kedalam minuman Sehun waktu itu hingga namja itu menjadikan cafe milik Jieun sebagai tempat langganannya ketika pagi saat ia akan berangkat kerja dan malam hari ketika ia pulang kerja, bahkan namja itu menjadikan coffee latte buatan Jieun sebagai minuman faforitenya

Ia bahkan sesekali mengajak pemilik cafe itu untuk berbincang ringan, Sehun merasa nyaman ketika bersama Jieun, selain cantik Jieun juga orang yang nyaman untuk diajak curhat, Sehun bahkan menceritakan tentang kisah cintanya yang berakhir mengenaskan itu

Hingga akhirnya Sehun menyatakan cintanya pada Jieun, “aku tau aku bukan pria yang kaya, tapi aku akan mencintaimu sepenuh hatiku, jadi Lee Jieun-ssi maukah kau menjadi kekasihku?”

Jieun yang saat itu baru saja menutup cafe-nya terlihat shock dengan pernyataan Sehun, namun perasaan bukanlah hal yang mudah dikendalikan dan Jieun dengan senang hati menerima Sehun

Sejak saat itu Sehun berkerja lebih keras, ia tidak ingin Jieun meninggalkannya seperti Irene yang meninggalkannya sekalipun ia tahu Jieun bukanlah gadis yang gila uang, bahkan gadis itu tidak pernah meminta sesuatu pada Sehun, sekalipun itu hal kecil

Flashback off...

Sehunpun tersenyum ketika mengingat kisah masa lalunya, benar benar sebuah cerita sempurna yang sudah Tuhan tulis untuknya, kegagalan adalah awal dari kesuksesan dan itulah yang Sehun rasakan, ia merasa beruntung memiliki Jieun, terlebih sekarang mereka sudah memiliki malaikat kecil yang begitu menggemaskan, tidakkah ini sudah sangat lengkap? Pekerjaan yang mapan, seorang istri yang cantik dan seorang bayi yang begitu manis, Sehun merasa hidupnya lebih dari sempurna

Iapun melihat kearah Yui yang sudah tertidur dipangkuannya, dengan hati hati dan penuh kasih sayang Sehun menggendong Yui menidurkan bayinya ditempat tidurnya, “Yui-ya” gumam Sehun sambil memandangi wajah damai bayinya

“appa ingin kau tumbuh menjadi seperti eommamu, menjadi wanita yang cantik, pintar, dan baik hati” Sehunpun mengelus lembut puncak kelapa Yui, “teruslah menjadi bayi appa yang manis ya, appa menyayangimu” chup~ Sehunpun mencium puncak kepala Yui dan berjalan santai keluar dari kamar bayinya

Ceklek...

Sehun yang baru saja keluar dari kamar Yui itu menengok saat ia mendengar suara seseorang membuka pintu, dan muncullah Jieun dengan wajah lelahnya, namun senyuman tulus itu tidak pernah pudar untuk Sehun, “kau sudah pulang eoh” ucap Sehun senang

“mianhae, aku pulang terlambat” ucap Jieun merasa bersalah, ia dan Sehunpun memilih untuk duduk disofa sekedar melepaskan kelelahan masing masing

“tidak apa, yang penting kau pulang, kalau tidak pulang yakinlah kau tidak akan kubukakan pintu” Jieunpun terkekeh begitu juga dengan Sehun

“bagaimana hari ini? Apa Yui merepotkanmu?”

“tidak, Yui anak yang baik, dan kurasa kencan kami sangat berkesan” jelas Sehun, Jieunpun tersenyum senang mendengarnya, “bagaimana denganmu?”

“acaranya menyenangkan, tapi aku tidak bisa fokus karna terus teringat padamu dan Yui” jelas Jieun

“benarkah?” Jieun mengangguk mantap

“kau pasti lelah mengurus Yui seharian” Jieunpun memijit lengan Sehun membuat namja itu merasa nyaman, “kemana saja kalian seharian ini?”

“aku mengajak Yui menemui anak Jongin, dan kami jalan jalan ditaman kota, dan kau tau? Disana aku bertemu dengan gadis kecil yang memanggilku oppa dan mengira Yui adalah adikku” Jieunpun memasang wajah terkejutnya

“benarkah?” Jieunpun tertawa pelan saat Sehun mengangguk, suasanapun hening, Jieun hanya fokus memijit Sehun sedangkan Sehun hanya memejamkan matanya sambil menyenderkan kepalanya disenderan sofa

“kurasa Yui membutuhkan teman” gumam Sehun, “dia terlihat senang saat melihat anak Jongin, dan  dia juga terlihat sedih saat gadis manis ditaman itu meninggalkannya”

“aku juga berfikir seperti itu, Yui hanya berteman dengan mainannya selama ini”

“bagaiman kalau kita berikan Yui adik?” Jieunpun mengganti pijitan itu menjadi pukulan saat ia mendengar saran dari Sehun, “akh! Sakit” rintih Sehun

“membagi sayang untukmu dan Yui saja aku kesulitan apalagi jika bertambah satu orang, aku belum memikirkan hal itu” jelas Jieun, “lagipula Yui masih kecil, dia bahkan belum genap 1 tahun”

“akukan hanya bercanda” jawab Sehun mengerucutkan bibirnya, iapun menghela nafas berat, “sudah lama ya kita tidak bermesraan seperti ini, terakhir kali sebelum Yui lahir”

“ya, sekarang kau sibuk pada pekerjaanmu dan aku terlalu sibuk mengurus Yui”

“tentu saja aku harus kerja lebih keras, kebutuhan kita sekarang banyak, khususnya untuk Yui”

“suamiku ternyata semakin berfikir dewasa” ucap Jieun senang, Sehunpun menatap Jieun dengan tatapan teduhnya, wajah tampan itu perlahan mendekat kewajah Jieun, hanya berjarak beberapa senti bibir itu akan bertemu, namun...

“oweee... oweee...”

“astaga Yui, ini bukan saatnya kau menangis” keluh Sehun, Jieunpun hanya bisa terkekeh dan memutuskan untuk menemui bayinya

FIN~

Uyeee~, SeU couple is back, dengan cerita baru dan anggota keluarga baru *ehh
Seperti rencana sebelumnya, Our Valentine akhirnya berlanjut

Thanks ya buat yang udah baca + komen, tolong pendapatnya tentang ff ini *bow*

6 komentar:

  1. tetep bagus thor.hehehe bikin lagi dong thor sehun iu nya yg banyak :-P

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe makasih ya, iyadeh nanti diusahain bikin lagi SeU couple-nya

      Hapus
  2. Ah cia cia banyakin ff HunU yh thor. Suka bngt ama couple ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyadeh diusahain bikin ff couple cetar ini lagi hehe

      Hapus
  3. Greget bacanya sumpah~ lanjut terua ah wkwkwk

    BalasHapus