Title :
Complete
Author :
Park Mitha
Genre :
Romance (maybe), Family,
Lengh :
Oneshoot
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Sehun (EXO)
Cameo :
Kai (EXO), Irene (Red Velvet)
***
Previous Love Me Right and Our Valentine
Suatu hari diminggu pagi yang cerah,
suasana dikamar bernuansa putih cream yang terlihat sangat damai dan membiarkan
cahaya matahari masuk kedalam celah jendela yang masih tertutup tirai itu, terlihat
seorang namja yang masih bergelut dengan dunia mimpinya yang entah kapan akan
berakhir
Ceklek...
Pintu terbuka menampilkan seorang wanita
cantik dengan rambut hitam panjang yang terurai, sebuah helaan kecil keluar
dari mulutnya ketika melihat sosok tampan itu belum juga bangun, iapun berjalan
mendekati ranjang sambil mendorong kereta bayi yang ada didepannya
“Sehun-ah, kapan kau akan bangun?” tanya
Jieun sambil mengguncang tubuh Sehun, namja itupun menggeliat pelan, “kau tidak
melupakan janjimu pada Yuikan?” tanya Jieun lagi
Sehunpun membuka matanya saat aroma bayi
khas milik anaknya menyapa indera penciumannya, iapun menatap Jieun yang duduk
disisi ranjang lalu mengalihkan pandangannya pada seorang bayi cantik yang ada
dikereta bayi, bayi bernama Oh Yui itu hanya bisa menatap Sehun sambil mengisap
ibu jarinya
“tentu saja aku tidak lupa” Sehunpun bangun
dari tidurnya dan bersiap memberikan morning kiss pada istrinya, namun Jieun
lebih dulu menghindar membuat Sehun hanya bisa menghela nafas sabar
“tolong jagakan Yui sebentar, aku belum
selesai membuat sarapan” jelas Jieun lalu berjalan pergi meninggalkan kamar,
kini hanya tersisa Sehun dan Yui yang saling pandang
Sehunpun sedikit menarik kereta bayi itu
mendekat kesisi ranjang, iapun memandangi bayi berusia 10 bulan itu, mata indah
itu adalah milik ibunya, dan bibir tipis itu pasti milik ayahnya, Sehunpun
tersenyum haru saat melihat tatapan polos milik Yui, benar benar seperti ibunya
“hari ini Yui mau kemana?” tanya Sehun pada
Yui, namun Yui hanya menatap Sehun sesekali menggerakkan tangannya, Sehunpun meraih
Yui dan menggendongnya, “kau semakin berat”
Iapun membawa Yui kedapur menemani Jieun
yang sepertinya sangat sibuk, “mau kubantu?” tawar Sehun, Jieunpun menengok
sekilas lalu kembali fokus pada masakannya
“tidak perlu, sebentar lagi juga selesai” jawab
Jieun santai, Sehunpun hanya mengangguk dan mengajak Yui duduk dimeja makan,
“kau sudah punya tujuan hari ini?”
“tentu” jawab Sehun mantap, iapun mengajak
Yui bermain membuat bayi itu tertawa, “kencanku dan Yui pasti sangat
menyenangkan” lanjutnya, Jieunpun tersenyum geli
.
.
.
“semoga Yui tidak merepotkanmu, aku benar
benar minta maaf harus meninggalkan Yui padamu” ucap Jieun sedih, Sehun yang
duduk disofa ruang tengah itu meresponnya dengan senyuman
“tidak apa, kau juga butuh waktu untuk
bersenang senang, jadi percayakan saja Yui padaku” jelas Sehun, Jieun yang
selesai memasang mantel tebalnya itu duduk disamping Sehun dan memeluknya
“gomawo” ucapnya terharu, “Yui pasti senang
menghabiskan weekend bersama ayahnya” Jieunpun melepaskan pelukan itu dan
berjalan menuju pintu utama diiringi Sehun yang mengantarnya
“aku akan pulang cepat”
“tidak usah terburu buru, nikmati saja”
ucap Sehun menenangkan
“baiklah, aku pergi”
Sehunpun kembali menuju ruang tengah dimana
ia melihat Yui yang sedang bermain dengan mainannya, “Yui-ya, bagaimana kalau
hari ini kita kerumah paman Jongin?” tanya Sehun, Yuipun melihat kearah Sehun
dan mengulurkan tangannya minta digendong
“kau maukan?” Sehunpun terlihat senang, ia
bahkan berkali kali mencium pipi chubby milik Yui membuat Yui sedikit risih
hingga tangan mungil itu mendorong wajah tampan Sehun
***
Tok... tok... tok...
Pintu terbuka menampakkan sosok Jongin yang
menyambut Sehun dengan senyuman lebarnya, “whoaa kau membawa Yui kesini” takjub
Jongin tak percaya, iapun melihat kesamping ataupun belakang Sehun seperti
mencari seseorang, “dimana Jieun?”
“hari ini dia ada acara dengan teman
lamanya, jadi aku menawarkan diri untuk menjaga Yui” jelas Sehun, Jonginpun
tertawa geli dan mempersilahkan Sehun masuk
“ternyata kau gentle juga” tawa Jongin,
Sehunpun hanya terkekeh
“dimana anakmu?”
“dikamar, kau mau menemuinya?” Sehun
mengangguk membenarkan, Jonginpun mengajak Sehun pergi kekamar anaknya, kamar
bernuansa biru langit itu terlihat begitu penuh dengan mainan bayi, ya Jongin
juga memiliki seorang bayi hanya saja bayinya belum genap 1 bulan
“Yui-ya, lihatlah adik bayinya paman
Jongin, tampan bukan?” ucap Sehun sambil mendekatkan Yui pada bayi yang tengah
tertidur itu, Yuipun tertawa senang melihat bayi tampan bernama Kim Taeoh itu
“kau tahu? Aku dan istriku pernah berfikir
untuk menjodohkan Yui dan Taeoh” jelas Jongin lalu terkekeh, “menurutku mereka
akan menjadi generasi yang baik”
“ahh benar juga” jawab Sehun, “tapi sayang
Yui lebih tua dari Taeoh”
“bukankah noona noona lebih menyenangkan?”
Sehun hanya bisa tersipu malu mendengar godaan sahabatnya itu
“tapi dipanggil oppa itu lebih mengesankan
bukan?” kali ini Jongin yang terlihat malu, entah kenapa mereka jadi saling
sindir
.
.
.
Sehun berjalan menyusuri taman kota yang
begitu ramai bersama Yui dikereta bayinya, musim semi memang waktu yang
menyenangkan untuk menghabiskan weekend bersama keluarga, Sehunpun refleks
menghentikan langkahnya saat sebuah bola mengenai kakinya
Tidak lama datang seorang gadis kecil yang
mengambil bolanya, “maaf oppa, adikku melempar bola sampai mengenaimu” ucap
gadis kecil itu sopan, Sehunpun terkekeh, ‘aku dipanggil oppa’ batinnya
“iya tidak apa” jawab Sehun lembut, gadis
kecil itupun melihat Yui yang sejak tadi mencoba meraih bola milik gadis itu
“adikmu lucu sekali” puji gadis itu, lagi
lagi Sehun terkekeh, ‘apa aku semuda itu?’ batinnya, “siapa namanya?” tanya
gadis itu begitu penasaran, ia bahkan memegang pipi Yui yang begitu bulat
“namanya Oh Yui” jelas Sehun, “namamu
siapa?”
“namaku Kim Jia” jelasnya ceria, “kalau
begitu aku pergi dulu oppa, adikku pasti sudah menunggu, dah Yui” gadis kecil
bernama Kim Jia itupun pergi meninggalkan Sehun dan Yui, wajah Yui terlihat
ingin menangis saat Jia pergi
“Yui-ya, eonni itu cantikkan?” tanya Sehun,
namun Yui membalasnya dengan tangisan, Sehunpun sedikit panik saat Yui tiba
tiba menangis, “ada apa? Kau lapar ya?” Sehunpun mencari botol susu milik Yui
didalam tas yang tergantung disisi kereta bayi itu
***
Suasana tenang dikediaman Sehun dan
keluarga kecilnya, diruang tengah terlihat Sehun dan Yui yang ada dipangkuannya
tengah menonton kartun anak anak, Sehunpun meraih album photo yang tersimpan
dilaci meja didepannya dan membukanya
“Yui-ya lihatlah” suruh Sehun, Yui yang
terlihat tertarik dengan buku itupun melihatnya, terlihat begitu banyak photo keluarga
kecil itu, mulai dari photo kencan mereka, photo pernikahan, juga photo liburan
mereka saat berbulan madu di Jepang, dan tidak lupa photo Yui juga memenuhi
album itu
“Yui-ya, eommamu sangat cantikkan?” tanya
Sehun sambil memandang photo Jieun yang tengah tersenyum kearah kamera dengan
gaun pengantin yang membuatnya terlihat seperti seorang putri, Yui menyentuh
photo itu dengan tangan mungilnya
“kau tau dulu appa itu orang yang sangat
sederhana, bahkan appa pernah diputuskan oleh kekasih appa karna tidak punya
banyak uang” jelas Sehun, Yui hanya diam memandang lembar demi lembar photo
yang ada disana
Flashback on...
Sepasang kekasih tengah berjalan menyusuri
jalan kecil yang ada ditaman, yeoja dengan rambut panjang yang agak kecoklatan
itu terlihat menggandeng namja tampan disampingnya, “Sehun-ah, bagaimana kalau
kita liburan ke Jeju saat hari jadi kita nanti” ajak yeoja itu, Irene
Sehun, namja tampan itu terlihat memasang
wajah sendunya, “sepertinya aku tidak bisa” jawab Sehun sedih, Irenepun menatap
Sehun bingung, “kenapa?” tanya gadis itu
“kau tahukan kalau aku tidak menghasilkan
banyak uang, aku baru 2 bulan berkerja dikantorku, dan gajiku masih kecil”
jelas Sehun
“kenapa kau tidak cari pekerjaan yang lain
saja, yang gajinya lebih tinggi” tanya Irene
“mendapatkan posisi sebagai karyawan biasa
saja aku sulit apalagi mencari pekerjaan dengan gaji tinggi, itu tidak mungkin”
jelas Sehun, Irenepun melepaskan gandengan tangannya
“jadi kapan kau bisa mengajakku berlibur,
Seulgi bahkan sudah keluar negeri bersama kekasihnya” Sehunpun memberitakan
tatapan tajamnya pada Irene
“Irene-ssi, bisakah kau tidak membandingkan
hubungan kita dengan hubungan teman temanmu yang terlahir dari keluarga kaya? Tentu
saja itu akan berbeda jauh” ucap Sehun dingin, “aku ini hanya seorang perantau disini,
menghidupi diriku sendiri saja aku sudah sangat pas pas-an, apalagi mengajakmu
berlibur keluar negeri, aku tidak bisa”
“kalau kau ingin memiliki kekasih yang bisa
mengajakmu kemanapun kau mau, lebih baik tinggalkan saja aku” lanjut Sehun,
Irenepun menatap Sehun dengan tatapan yang sulit dijelaskan
“baiklah kalau itu maumu, mulai sekarang
kita putus” Irenepun berjalan pergi meninggalkan Sehun yang terlihat begitu
sedih, ia tidak menyangka kalau Irene gadis yang ia cintai ternyata lebih
mencintai uang dibanding dirinya
Sehunpun berjalan gontai menyusuri setiap
lekuk jalan raya seorang diri, hingga akhirnya namja itu melangkahkan kakinya
masuk kedalam cafe dengan nama Leevely Cafe, “selamat datang, apa ada yang
ingin dipesan?” sapa pemilik cafe dengan begitu sopan dan ramah
“aku pesan coffee latte satu” jelas Sehun
masih dengan wajah sendunya
“baiklah tuan, pesananmu akan diantar
kemejamu” jelas gadis manis itu, Sehunpun mencari meja kosong dan duduk, mata
namja itu menatap keluar dinding kaca itu, iapun menghela nafas berat saat ia
melihat sepasang kekasih yang terlihat begitu bahagia melewati cafe itu
“coffee latte pesananmu tuan” ucap gadis
manis itu sambil meletakkan pesanan Sehun, namun bukannya merespon Sehun masih
saja terlihat melamun, gadis manis yang adalah Jieun itu akhirnya memutuskan
untuk menyadarkan Sehun dari lamunannya
“maaf tuan, ini coffee lattemu” ucap Jieun
sekali lagi, Sehunpun tersadar dan menatap pesanannya, “nikmatilah selagi hangat,
dimusim dingin seperti ini memang cocok untuk menikmati minuman yang hangat”
jelas Jieun ramah, Sehunpun hanya bisa menatap Jieun datar
Entahlah apa yang Jieun campurkan kedalam
minuman Sehun waktu itu hingga namja itu menjadikan cafe milik Jieun sebagai
tempat langganannya ketika pagi saat ia akan berangkat kerja dan malam hari
ketika ia pulang kerja, bahkan namja itu menjadikan coffee latte buatan Jieun
sebagai minuman faforitenya
Ia bahkan sesekali mengajak pemilik cafe
itu untuk berbincang ringan, Sehun merasa nyaman ketika bersama Jieun, selain
cantik Jieun juga orang yang nyaman untuk diajak curhat, Sehun bahkan
menceritakan tentang kisah cintanya yang berakhir mengenaskan itu
Hingga akhirnya Sehun menyatakan cintanya
pada Jieun, “aku tau aku bukan pria yang kaya, tapi aku akan mencintaimu
sepenuh hatiku, jadi Lee Jieun-ssi maukah kau menjadi kekasihku?”
Jieun yang saat itu baru saja menutup
cafe-nya terlihat shock dengan pernyataan Sehun, namun perasaan bukanlah hal
yang mudah dikendalikan dan Jieun dengan senang hati menerima Sehun
Sejak saat itu Sehun berkerja lebih keras,
ia tidak ingin Jieun meninggalkannya seperti Irene yang meninggalkannya
sekalipun ia tahu Jieun bukanlah gadis yang gila uang, bahkan gadis itu tidak
pernah meminta sesuatu pada Sehun, sekalipun itu hal kecil
Flashback off...
Sehunpun tersenyum ketika mengingat kisah
masa lalunya, benar benar sebuah cerita sempurna yang sudah Tuhan tulis
untuknya, kegagalan adalah awal dari kesuksesan dan itulah yang Sehun rasakan,
ia merasa beruntung memiliki Jieun, terlebih sekarang mereka sudah memiliki
malaikat kecil yang begitu menggemaskan, tidakkah ini sudah sangat lengkap? Pekerjaan
yang mapan, seorang istri yang cantik dan seorang bayi yang begitu manis, Sehun
merasa hidupnya lebih dari sempurna
Iapun melihat kearah Yui yang sudah
tertidur dipangkuannya, dengan hati hati dan penuh kasih sayang Sehun
menggendong Yui menidurkan bayinya ditempat tidurnya, “Yui-ya” gumam Sehun
sambil memandangi wajah damai bayinya
“appa ingin kau tumbuh menjadi seperti
eommamu, menjadi wanita yang cantik, pintar, dan baik hati” Sehunpun mengelus
lembut puncak kelapa Yui, “teruslah menjadi bayi appa yang manis ya, appa
menyayangimu” chup~ Sehunpun mencium puncak kepala Yui dan berjalan santai
keluar dari kamar bayinya
Ceklek...
Sehun yang baru saja keluar dari kamar Yui
itu menengok saat ia mendengar suara seseorang membuka pintu, dan muncullah
Jieun dengan wajah lelahnya, namun senyuman tulus itu tidak pernah pudar untuk
Sehun, “kau sudah pulang eoh” ucap Sehun senang
“mianhae, aku pulang terlambat” ucap Jieun
merasa bersalah, ia dan Sehunpun memilih untuk duduk disofa sekedar melepaskan
kelelahan masing masing
“tidak apa, yang penting kau pulang, kalau
tidak pulang yakinlah kau tidak akan kubukakan pintu” Jieunpun terkekeh begitu
juga dengan Sehun
“bagaimana hari ini? Apa Yui merepotkanmu?”
“tidak, Yui anak yang baik, dan kurasa
kencan kami sangat berkesan” jelas Sehun, Jieunpun tersenyum senang
mendengarnya, “bagaimana denganmu?”
“acaranya menyenangkan, tapi aku tidak bisa
fokus karna terus teringat padamu dan Yui” jelas Jieun
“benarkah?” Jieun mengangguk mantap
“kau pasti lelah mengurus Yui seharian”
Jieunpun memijit lengan Sehun membuat namja itu merasa nyaman, “kemana saja
kalian seharian ini?”
“aku mengajak Yui menemui anak Jongin, dan
kami jalan jalan ditaman kota, dan kau tau? Disana aku bertemu dengan gadis
kecil yang memanggilku oppa dan mengira Yui adalah adikku” Jieunpun memasang
wajah terkejutnya
“benarkah?” Jieunpun tertawa pelan saat
Sehun mengangguk, suasanapun hening, Jieun hanya fokus memijit Sehun sedangkan
Sehun hanya memejamkan matanya sambil menyenderkan kepalanya disenderan sofa
“kurasa Yui membutuhkan teman” gumam Sehun,
“dia terlihat senang saat melihat anak Jongin, dan dia juga terlihat sedih saat gadis manis
ditaman itu meninggalkannya”
“aku juga berfikir seperti itu, Yui hanya
berteman dengan mainannya selama ini”
“bagaiman kalau kita berikan Yui adik?”
Jieunpun mengganti pijitan itu menjadi pukulan saat ia mendengar saran dari
Sehun, “akh! Sakit” rintih Sehun
“membagi sayang untukmu dan Yui saja aku
kesulitan apalagi jika bertambah satu orang, aku belum memikirkan hal itu”
jelas Jieun, “lagipula Yui masih kecil, dia bahkan belum genap 1 tahun”
“akukan hanya bercanda” jawab Sehun
mengerucutkan bibirnya, iapun menghela nafas berat, “sudah lama ya kita tidak
bermesraan seperti ini, terakhir kali sebelum Yui lahir”
“ya, sekarang kau sibuk pada pekerjaanmu
dan aku terlalu sibuk mengurus Yui”
“tentu saja aku harus kerja lebih keras,
kebutuhan kita sekarang banyak, khususnya untuk Yui”
“suamiku ternyata semakin berfikir dewasa”
ucap Jieun senang, Sehunpun menatap Jieun dengan tatapan teduhnya, wajah tampan
itu perlahan mendekat kewajah Jieun, hanya berjarak beberapa senti bibir itu
akan bertemu, namun...
“oweee... oweee...”
“astaga Yui, ini bukan saatnya kau menangis”
keluh Sehun, Jieunpun hanya bisa terkekeh dan memutuskan untuk menemui bayinya
FIN~
Uyeee~, SeU couple is back, dengan cerita
baru dan anggota keluarga baru *ehh
Seperti rencana sebelumnya, Our Valentine
akhirnya berlanjut
Thanks ya buat yang udah baca + komen, tolong
pendapatnya tentang ff ini *bow*
tetep bagus thor.hehehe bikin lagi dong thor sehun iu nya yg banyak :-P
BalasHapushehe makasih ya, iyadeh nanti diusahain bikin lagi SeU couple-nya
HapusAh cia cia banyakin ff HunU yh thor. Suka bngt ama couple ini.
BalasHapusiyadeh diusahain bikin ff couple cetar ini lagi hehe
HapusGreget bacanya sumpah~ lanjut terua ah wkwkwk
BalasHapushahaha oke dehh
Hapus