Rabu, 03 Februari 2016

Something (Chapter 10)


Title                : Something
Author           : Park Mitha
Genre              : Romance, Comedy, Sad (maybe), Friendship, Family,
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Other Cast    : Jiyeon (T-ARA), EXO Member, Etc

***
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] 

“mianhae...”

“kau tidak salah” Chanyeolpun tersenyum paksa pada Jieun, bisa Jieun rasakan perasaan tertekan hanya dari menatap kedua mata namja itu, “akulah yang harus minta maaf”

“aku tidak bisa melanjutkan ini...”

Jieun membulatkan matanya tak percaya, bagaimana bisa Chanyeol bicara seperti itu, bukankah ia sudah berjanji akan menuruti apapun permintaan Jieun padanya, tapi apa ini? Benar benar tidak sesuai

“ya! Kenapa kau bicara seperti itu eoh? Kau mau ingkar janji?” tanya Jieun masih dengan tatapan nanarnya, Chanyeolpun menatap Jieun dengan wajah sedihnya ditambah tatapan sendu itu

“mianhae...”

“baiklah kalau itu maumu” Jieunpun berbalik dan berjalan meninggalkan Chanyeol, namun sebelum gadis itu benar benar jauh pergi meninggalkannya dengan cepat Chanyeol menahan lengan Jieun dan menarik gadis itu, lalu...

Chu~


Ddrrttt... dddrrrttt....

“omo!” Jieun terbangun dari tidurnya, iapun melihat sekitar ternyata ia masih dikamarnya dan tertidur dimeja belajarnya, ponselnya yang bergetar sudah membangunkannya dari mimpi itu, “apa yang sudah kumimpikan tadi?” gumamnya bertanya pada dirinya sendiri

Gadis itupun baru sadar jika sejak tadi ponselnya bergetar, iapun segera melihat siapa orang yang sudah meneleponnya semalam ini, ‘Park Chanyeol’

Deg! Deg! Deg! Seketika jantung gadis itu berdetak tak karuan saat membacanya, iapun mengacak rambutnya kasar, “aiis berhenti memikirkan mimpi itu Jieun” omelnya pada dirinya sendiri, iapun dengan ragu menerima telepon itu

“yeoboseyo”

kau belum tidur?

“aneh sekali bertanya seperti itu, kalau aku sudah tidur pasti aku tidak menjawab teleponmu” dapat Jieun dengar kekehan malu diseberang sana saat mendengar jawaban Jieun

aku akan menjemputmu kalau kau mau menemaniku jalan malam ini

“kalau aku tidak mau?”

tentu kau harus mau!

“bodoh”

ya! Sepintar apa kau memanggilku bodoh?

“sepertinya aku pernah mengatakan kalimat itu padamu” lagi lagi Chanyeol hanya terkekeh diseberang sana

siap siaplah, aku akan menjemputmu

“tapi aku...”

Tuuttt... tuuttt... tuuttt...

Jieun mengerang kesal kala namja itu memutuskan sambungan teleponnya, “bagaimana bisa dia mengajakku jalan? Ini sudah jam 11 malam lewat” gerutu Jieun, namun tiba tiba Jieun kembali teringat dengan mimpinya beberapa saat lalu dimana Chanyeol juga mengajaknya jalan

“tidak! Tidak! Itu tidak boleh terjadi” Jieunpun langsung mengirim pesan pada Chanyeol

-Lee Jieun-
Aku tidak bisa jalan malam ini
Tugasku sangat banyak

“ck, sejak kapan kau jadi rajin belajar? Ibumu bahkan mengatakan kau sangat pemalas” gerutu Chanyeol sambil memandangi ponselnya

-Park Chanyeol-
Aku sudah dijalan bodoh!

“ahh menyebalkan”
.
.
.
“tumben kau tidak memakai masker dan perlengkapan lainnya?” tanya Jieun saat ia melihat Chanyeol berpakaian dengan wajar, tidak ada masker, kacamata, maupun topi yang menutupi wajah tampan itu

“mana ada jam segini orang orang berkeliaran, apalagi anak gadis yang masih bersekolah”

“lalu kenapa kau ajak aku keluar jam segini? Aku ini masih anak gadis dan aku masih bersekolah” sontak ucapan Jieun membuat Chanyeol tertawa geli

“kau itu sudah 20 tahun keatas, jangan berfikir kalau kau masih anak SMA, terimalah kenyataan” Jieunpun mendengus kesal saat Chanyeol terus saja menertawakannya

Suasana menjadi hening setelah tawaan Chanyeol berakhir, keduanya hanya fokus pada jalanan yang begitu sepi, Jieun benar benar merasakan dejavu saat ia melirik kearah Chanyeol yang tengah menyetir, ekspresi serius itu benar benar mirip dengan yang ada dimimpi Jieun

“apa ada yang akan kau katakan padaku?” tanya Jieun dengan ragu, Chanyeolpun melirik Jieun sekilas

“maksudmu?”

“ya, seperti kau ingin menyerah dengan permintaanku?”

“kau bicara apa eoh?” tanya Chanyeol dengan bingungnya, “kau fikir aku semudah itu menyerah? Asal kau tahu namja sejati itu dia yang tidak mudah menyerah” lanjutnya

Jieunpun bernafas lega mendengar jawaban Chanyeol, ini tidak akan berjalan seperti yang ada dimimpinya, “aku fikir namja sejati itu dia yang tidak menyukai sesama jenis” jawabnya dengan polos

“fikiranmu aneh sekali” ejek Chanyeol, iapun segera menghentikan mobilnya saat mereka sudah sampai ditujuan, “kita sudah sampai”

“pantai?” bingung Jieun

“ini hutan” ucap Chanyeol, “kau tidak lihat ada air disana eoh masih saja bertanya” Chanyeolpun turun dari mobil dengan kesal, Jieunpun hanya memasang wajah tidak peduli lalu mulai membuntuti namja itu yang sudah lebih dulu berjalan menuju pinggiran pantai

“whoaaa udaranya sejuk sekali” ucap Chanyeol dengan begitu bahagianya, iapun merentangkan kedua tangannya merasakan hembusan angin pantai, namun Chanyeol menghentikan aktifitasnya yang sedang menikmati kesejukan angin malam itu saat ia merasakan cipratan air mengenai wajahnya

Iapun melihat Jieun tidak jauh disampingnya tengah tersenyum jahil dan gadis itu kembali menyipratkan air kearahnya, gadis itupun menjulurkan lidahnya lalu berlari menghindari Chanyeol yang ingin membalasnya, “kau mencari masalah denganku?” ucap Chanyeol yang juga ikut tersenyum jahil

***

“achoo”  *mian, ga tau gimana tulisan suara bersin, jadi anggap aja itu suara bersin #apaini*

Sejak tadi Chanyeol terus saja bersin, hidungnya yang memerah dengan tubuh yang dibalut selimut tebalnya, menandakan kalau namja itu sedang sakit sekarang, pintu kamarnyapun terbuka memunculkan seorang Lee Jieun dengan nampan yang berisi semangkuk bubur dan beberapa obat obatan

“makanlah dulu setelah itu makan obatnya” ucap Jieun meletakkan nampan itu diatas meja, Chanyeolpun menatap sekilas bubur itu lalu kembali mengeratkan selimutnya

“aku ini sedang sakit, mana bisa makan sendiri”

“manja sekali, salahmu juga kenapa pergi kepantai malam malam begitu” omel Jieun, Jieunpun duduk disisi ranjang dan bersedia menyuapi Chanyeol, “aku melakukan ini karna eommaku bukan hal lain, ingat, eommaku!”

Skip...

Selesai mengurusi Chanyeol hingga namja itu terlelap Jieunpun mulai membersihkan apartement namja itu, mulai dari ruang utama, hingga dapur, menjadi pengasuh sehari cukup melelahkan bagi Jieun terlebih yang diasuh seseorang yang sangat menyebalkan seperti Chanyeol

Ding... dong...

Jieun yang sedang mencuci piring itu tersentak kaget saat bel apartement berbunyi, dengan cepat gadis itu menuju pintu utama dan melihat melalui intercom, beberapa namja tampan sudah berdiri didepan sana sambil menunggu pintu dibuka

Dengan ragu Jieun membuka pintu apartement, hal itu sukses membuat namja namja tampan itu sedikit terkejut, hingga akhirnya Jieunpun menyuruh mereka untuk masuk sebelum ada yang melihatnya

“kau siapa?” tanya Lay bingung

“kau pasti gadis dikonser itukan? Gadis yang dijodohkan dengan Chanyeol?” tanya Baekhyun memastikan, Jieunpun menatap Baekhyun dengan tatapan anehnya apalagi jika gadis itu mengingat semua pesan yang sudah pernah Baekhyun kirim padanya

“ya itu aku” jawab Jieun santai, “aku disini karna aku harus mengurus teman kalian yang sedang sakit itu” jelasnya, merekapun mengangguk mengerti

“jadi bagaimana keadaannya?” tanya Suho

“mungkin panasnya akan turun setelah memakan obatnya”

“jadi dimana dia sekarang?”

“dia sedang tidur dikamarnya” jelas Jieun, “maaf, aku harus melanjutkan pekerjaanku” iapun pergi kedapur dan menyelesaikan cucian piringnya yang sempat tertunda
.
.
.
Malam ini Jieun kembali menatapi layar laptopnya, tugas yang sempat tertunda karna Chanyeol mengajaknya untuk kepantai dan juga tertunda karna ia harus mengurusi namja itu

Wajah Jieun terlihat begitu serius setiap kali tangan juga matanya berkerjasama membuat kalimat demi kalimat yang dirangkai sebaik dan seindah mungkin, jam menunjukkan pukul 10 malam membuat mata bulat itu sedikit memerah karna lelah memandangi layar terang juga efek mengantuk yang sudah stadium akhir

Iapun akhirnya menyerah dan mematikan laptopnya, berjalan menuju ranjangnya dan membanting tubuhnya disana, iapun seketika teringat Chanyeol yang biasanya akan menghubunginya jika sudah jam seperti ini, menanyakan hal tidak penting yang membuat Jieun terkadang kesal dan kadang membuat gadis itu tertawa geli

Jieunpun mencari ponselnya mencari kontak dengan nama Park Chanyeol diponselnya, jari itu terlihat ragu ingin menghubungi namja itu atau tidak, hingga akhirnya Jieun memutuskan untuk mengirim pesan saja pada namja itu

-Lee Jieun-
Bagaimana keadaanmu?

Jieunpun seketika menutup wajahnya dengan bantal, gadis itu terlihat begitu menyesal sudah mengirim pesan seperti itu pada Chanyeol, “ahh kenapa aku ini?” ucapnya frustasi, iapun memandangi pesan itu lalu kembali menggerutu mengutuk dirinya yang tidak bisa mengontrol diri

11.02 PM

Jieun terbaring diranjangnya masih dengan mata yang terbuka, matanya tidak bisa tertutup sekalipun tadi ia mengantuk saat memandangi layar laptopnya, kini yang ada diotak gadis itu hanya pertanyaan ‘kapan dia membalas pesanku?’ ‘apa yang dia lakukan sekarang?’ dan mungkin ‘dia sudah tidur atau belum?’

TBC


Udah chapter 10 aja nih dan cerita makin ga jelas, oke maapin saya

3 komentar: