Title :
Something
Author :
Park Mitha
Genre :
Romance, Comedy, Sad (maybe), Friendship, Family,
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Other Cast :
Jiyeon (T-ARA), EXO Member, Etc
***
“mianhae...”
“kau tidak salah” Chanyeolpun tersenyum
paksa pada Jieun, bisa Jieun rasakan perasaan tertekan hanya dari menatap kedua
mata namja itu, “akulah yang harus minta maaf”
“aku tidak bisa melanjutkan ini...”
Jieun membulatkan matanya tak percaya,
bagaimana bisa Chanyeol bicara seperti itu, bukankah ia sudah berjanji akan
menuruti apapun permintaan Jieun padanya, tapi apa ini? Benar benar tidak
sesuai
“ya! Kenapa kau bicara seperti itu eoh? Kau
mau ingkar janji?” tanya Jieun masih dengan tatapan nanarnya, Chanyeolpun
menatap Jieun dengan wajah sedihnya ditambah tatapan sendu itu
“mianhae...”
“baiklah kalau itu maumu” Jieunpun berbalik
dan berjalan meninggalkan Chanyeol, namun sebelum gadis itu benar benar jauh
pergi meninggalkannya dengan cepat Chanyeol menahan lengan Jieun dan menarik
gadis itu, lalu...
Chu~
Ddrrttt... dddrrrttt....
“omo!” Jieun terbangun dari tidurnya, iapun
melihat sekitar ternyata ia masih dikamarnya dan tertidur dimeja belajarnya,
ponselnya yang bergetar sudah membangunkannya dari mimpi itu, “apa yang sudah
kumimpikan tadi?” gumamnya bertanya pada dirinya sendiri
Gadis itupun baru sadar jika sejak tadi
ponselnya bergetar, iapun segera melihat siapa orang yang sudah meneleponnya
semalam ini, ‘Park Chanyeol’
Deg! Deg! Deg! Seketika jantung gadis itu
berdetak tak karuan saat membacanya, iapun mengacak rambutnya kasar, “aiis
berhenti memikirkan mimpi itu Jieun” omelnya pada dirinya sendiri, iapun dengan
ragu menerima telepon itu
“yeoboseyo”
‘kau belum tidur?’
“aneh sekali bertanya seperti itu, kalau
aku sudah tidur pasti aku tidak menjawab teleponmu” dapat Jieun dengar kekehan
malu diseberang sana saat mendengar jawaban Jieun
‘aku akan menjemputmu kalau kau mau
menemaniku jalan malam ini’
“kalau aku tidak mau?”
‘tentu kau harus mau!’
“bodoh”
‘ya! Sepintar apa kau memanggilku bodoh?’
“sepertinya aku pernah mengatakan kalimat
itu padamu” lagi lagi Chanyeol hanya terkekeh diseberang sana
‘siap siaplah, aku akan menjemputmu’
“tapi aku...”
Tuuttt... tuuttt... tuuttt...
Jieun mengerang kesal kala namja itu
memutuskan sambungan teleponnya, “bagaimana bisa dia mengajakku jalan? Ini sudah
jam 11 malam lewat” gerutu Jieun, namun tiba tiba Jieun kembali teringat dengan
mimpinya beberapa saat lalu dimana Chanyeol juga mengajaknya jalan
“tidak! Tidak! Itu tidak boleh terjadi”
Jieunpun langsung mengirim pesan pada Chanyeol
-Lee Jieun-
Aku tidak bisa jalan malam ini
Tugasku sangat banyak
“ck, sejak kapan kau jadi rajin belajar? Ibumu
bahkan mengatakan kau sangat pemalas” gerutu Chanyeol sambil memandangi
ponselnya
-Park Chanyeol-
Aku sudah dijalan bodoh!
“ahh menyebalkan”
.
.
.
“tumben kau tidak memakai masker dan
perlengkapan lainnya?” tanya Jieun saat ia melihat Chanyeol berpakaian dengan
wajar, tidak ada masker, kacamata, maupun topi yang menutupi wajah tampan itu
“mana ada jam segini orang orang
berkeliaran, apalagi anak gadis yang masih bersekolah”
“lalu kenapa kau ajak aku keluar jam
segini? Aku ini masih anak gadis dan aku masih bersekolah” sontak ucapan Jieun
membuat Chanyeol tertawa geli
“kau itu sudah 20 tahun keatas, jangan
berfikir kalau kau masih anak SMA, terimalah kenyataan” Jieunpun mendengus
kesal saat Chanyeol terus saja menertawakannya
Suasana menjadi hening setelah tawaan
Chanyeol berakhir, keduanya hanya fokus pada jalanan yang begitu sepi, Jieun
benar benar merasakan dejavu saat ia melirik kearah Chanyeol yang tengah
menyetir, ekspresi serius itu benar benar mirip dengan yang ada dimimpi Jieun
“apa ada yang akan kau katakan padaku?”
tanya Jieun dengan ragu, Chanyeolpun melirik Jieun sekilas
“maksudmu?”
“ya, seperti kau ingin menyerah dengan
permintaanku?”
“kau bicara apa eoh?” tanya Chanyeol dengan
bingungnya, “kau fikir aku semudah itu menyerah? Asal kau tahu namja sejati itu
dia yang tidak mudah menyerah” lanjutnya
Jieunpun bernafas lega mendengar jawaban
Chanyeol, ini tidak akan berjalan seperti yang ada dimimpinya, “aku fikir namja
sejati itu dia yang tidak menyukai sesama jenis” jawabnya dengan polos
“fikiranmu aneh sekali” ejek Chanyeol,
iapun segera menghentikan mobilnya saat mereka sudah sampai ditujuan, “kita
sudah sampai”
“pantai?” bingung Jieun
“ini hutan” ucap Chanyeol, “kau tidak lihat
ada air disana eoh masih saja bertanya” Chanyeolpun turun dari mobil dengan
kesal, Jieunpun hanya memasang wajah tidak peduli lalu mulai membuntuti namja
itu yang sudah lebih dulu berjalan menuju pinggiran pantai
“whoaaa udaranya sejuk sekali” ucap
Chanyeol dengan begitu bahagianya, iapun merentangkan kedua tangannya merasakan
hembusan angin pantai, namun Chanyeol menghentikan aktifitasnya yang sedang
menikmati kesejukan angin malam itu saat ia merasakan cipratan air mengenai
wajahnya
Iapun melihat Jieun tidak jauh disampingnya
tengah tersenyum jahil dan gadis itu kembali menyipratkan air kearahnya, gadis
itupun menjulurkan lidahnya lalu berlari menghindari Chanyeol yang ingin
membalasnya, “kau mencari masalah denganku?” ucap Chanyeol yang juga ikut
tersenyum jahil
***
“achoo”
*mian, ga tau gimana tulisan suara bersin, jadi anggap aja itu suara
bersin #apaini*
Sejak tadi Chanyeol terus saja bersin,
hidungnya yang memerah dengan tubuh yang dibalut selimut tebalnya, menandakan
kalau namja itu sedang sakit sekarang, pintu kamarnyapun terbuka memunculkan
seorang Lee Jieun dengan nampan yang berisi semangkuk bubur dan beberapa obat
obatan
“makanlah dulu setelah itu makan obatnya”
ucap Jieun meletakkan nampan itu diatas meja, Chanyeolpun menatap sekilas bubur
itu lalu kembali mengeratkan selimutnya
“aku ini sedang sakit, mana bisa makan
sendiri”
“manja sekali, salahmu juga kenapa pergi
kepantai malam malam begitu” omel Jieun, Jieunpun duduk disisi ranjang dan
bersedia menyuapi Chanyeol, “aku melakukan ini karna eommaku bukan hal lain,
ingat, eommaku!”
Skip...
Selesai mengurusi Chanyeol hingga namja itu
terlelap Jieunpun mulai membersihkan apartement namja itu, mulai dari ruang
utama, hingga dapur, menjadi pengasuh sehari cukup melelahkan bagi Jieun
terlebih yang diasuh seseorang yang sangat menyebalkan seperti Chanyeol
Ding... dong...
Jieun yang sedang mencuci piring itu
tersentak kaget saat bel apartement berbunyi, dengan cepat gadis itu menuju
pintu utama dan melihat melalui intercom, beberapa namja tampan sudah berdiri
didepan sana sambil menunggu pintu dibuka
Dengan ragu Jieun membuka pintu apartement,
hal itu sukses membuat namja namja tampan itu sedikit terkejut, hingga akhirnya
Jieunpun menyuruh mereka untuk masuk sebelum ada yang melihatnya
“kau siapa?” tanya Lay bingung
“kau pasti gadis dikonser itukan? Gadis yang
dijodohkan dengan Chanyeol?” tanya Baekhyun memastikan, Jieunpun menatap
Baekhyun dengan tatapan anehnya apalagi jika gadis itu mengingat semua pesan
yang sudah pernah Baekhyun kirim padanya
“ya itu aku” jawab Jieun santai, “aku
disini karna aku harus mengurus teman kalian yang sedang sakit itu” jelasnya,
merekapun mengangguk mengerti
“jadi bagaimana keadaannya?” tanya Suho
“mungkin panasnya akan turun setelah
memakan obatnya”
“jadi dimana dia sekarang?”
“dia sedang tidur dikamarnya” jelas Jieun, “maaf,
aku harus melanjutkan pekerjaanku” iapun pergi kedapur dan menyelesaikan cucian
piringnya yang sempat tertunda
.
.
.
Malam ini Jieun kembali menatapi layar
laptopnya, tugas yang sempat tertunda karna Chanyeol mengajaknya untuk kepantai
dan juga tertunda karna ia harus mengurusi namja itu
Wajah Jieun terlihat begitu serius setiap
kali tangan juga matanya berkerjasama membuat kalimat demi kalimat yang
dirangkai sebaik dan seindah mungkin, jam menunjukkan pukul 10 malam membuat
mata bulat itu sedikit memerah karna lelah memandangi layar terang juga efek
mengantuk yang sudah stadium akhir
Iapun akhirnya menyerah dan mematikan
laptopnya, berjalan menuju ranjangnya dan membanting tubuhnya disana, iapun
seketika teringat Chanyeol yang biasanya akan menghubunginya jika sudah jam
seperti ini, menanyakan hal tidak penting yang membuat Jieun terkadang kesal
dan kadang membuat gadis itu tertawa geli
Jieunpun mencari ponselnya mencari kontak
dengan nama Park Chanyeol diponselnya, jari itu terlihat ragu ingin menghubungi
namja itu atau tidak, hingga akhirnya Jieun memutuskan untuk mengirim pesan
saja pada namja itu
-Lee Jieun-
Bagaimana keadaanmu?
Jieunpun seketika menutup wajahnya dengan
bantal, gadis itu terlihat begitu menyesal sudah mengirim pesan seperti itu
pada Chanyeol, “ahh kenapa aku ini?” ucapnya frustasi, iapun memandangi pesan
itu lalu kembali menggerutu mengutuk dirinya yang tidak bisa mengontrol diri
11.02 PM
Jieun terbaring diranjangnya masih dengan
mata yang terbuka, matanya tidak bisa tertutup sekalipun tadi ia mengantuk saat
memandangi layar laptopnya, kini yang ada diotak gadis itu hanya pertanyaan ‘kapan
dia membalas pesanku?’ ‘apa yang dia lakukan sekarang?’ dan mungkin ‘dia sudah
tidur atau belum?’
TBC
Udah chapter 10 aja nih dan cerita makin ga
jelas, oke maapin saya
Tanda2 mulai suka nih..
BalasHapussemangat buat nglanjutinnya thor
iya, makasih yaaa
Hapusokee, ditunggu yaa
BalasHapus