Title :
Something
Author :
Park Mitha
Genre :
Romance, Comedy, Sad (maybe), Friendship, Family,
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Other Cast :
Jiyeon (T-ARA), EXO Member, Etc
Cameo :
L (INFINITE)
***
“Jiyeon-ah, apa kau tidak punya solusi
untukku?”
“entahlah, aku tidak bisa ikut campur dalam
masalah keluargamu”
“tapi kau sahabatku”
“sekalipun aku sepupumu, aku tidak akan
ikut campur dalam masalahmu dan orangtuamu”
“lalu aku harus bagaimana?” Jieun menghela
nafas pelan, perasaannya benar benar berkecamuk, terlalu bimbang sampai gadis
itu bingung apa yang sedang ia permasalahkan saat ini. Mungkin benar, ia sudah
gila
“haruskah aku batalkan?”
Jiyeon hanya bisa menatap Jieun dengan
tatapan mirisnya, “itu semua terserah padamu, tapi aku memiliki saran agar kau
melanjutkannya saja, kau tidak kasihan pada Chanyeol oppa? Sepertinya dia
serius menyukaimu”
Jieun terdiam sejenak, memikirkan ucapan
sahabatnya itu, ‘benarkah Chanyeol serius dengan ucapannya’ batinnya, “bagaimana?
Kau tidak akan membatalkannya bukan? Ayolah Ji, kau juga harus menghargai aku
yang rela mengorbankan perasaanku demi hubunganmu dan Chanyeol oppa” paksa
Jiyeon sambil mengguncang lengan Jieun
“memangnya kau tidak cemburu kalau aku
menikah dengan idolamu?”
“yahh, jangan bertanya begitu, aku sedang
dalam proses move on dari Chanyeol oppa, aku akan menerima Sehun sebagai
idolaku” jelas Jiyeon
“kau labil” ejek Jieun, Jiyeonpun bersiap
memukul Jieun dengan buku tebal yang ada didepannya namun ia mengurungkannya
mengingat Jieun yang sudah cukup tidak waras, kalau sampai ia memukulnya
mungkin gadis itu benar benar akan jadi penghuni RSJ
.
.
.
Jieun berjalan seorang diri menyusuri taman
yang begitu indah, kakinya melangkah menuju kursi taman yang dicat warna putih
itu, iapun mendudukinya dan menatap lurus kedepan dimana ia bisa melihat
hamparan bunga bunga yang berwarna warni
Jieunpun menengok sebentar saat ia merasa
seseorang duduk tidak jauh disampingnya, matanya membelalak saat melihat namja
yang kini tersenyum manis kearahnya, “Myungsoo-ya...” lirih Jieun, mata gadis
itu membulat sempurna
“Jieun-ah... terimakasih karna kau sudah
melepaskanku” jelas namja bermata sipit itu, Myungsoo. Jieun masih menatapnya
dengan tatapan kaget, “aku ikut bahagia melihat kau sudah mendapatkan namja
yang lebih tampan dariku” lanjutnya
“Myungsoo-ya, aku tidak memiliki namja lain”
jelas Jieun, gadis itu terus menatap Myungsoo dengan tatapan kagetnya, “aku
hanya menyukaimu”
“Jieun-ah... aku tau isi hatimu lebih dari dirimu
sendiri” Myungsoo tersenyum manis membuat Jieun ingin sekali memeluk namja itu,
ia benar benar merindukan Myungsoo, “perasaanmu padaku itu hanya rasa sayang
kepada sahabat” Jieun hanya terdiam, ia masih bingung dengan keadaan saat ini
“Jieunku ternyata sangat polos sampai
sampai dia tidak menyadari kepada siapa ia jatuh cinta” Myungsoopun terkekeh
hingga Jieunpun hanya bisa menatap bingung namja itu sambil menaikkan alisnya,
“namja itu... kejarlah dia”
“tapi...”
“anggap saja ini permintaan terakhirku”
Myungsoopun berdiri dan tersenyum begitu lembut pada Jieun, hingga namja itu
berjalan meninggalkan Jieun yang masih terduduk kaku dikursi
“Myungsoo-ya tunggu aku...” lirih Jieun,
“kumohon jangan tinggalkan aku”
Jieun terbangun dari tidurnya dengan nafas
yang memburu, bahkan keringat membasahi pelipisnya, Jieun menyentuh dada
sebelah kirinya, jantungnya berdetak begitu cepat bahkan ia merasakan panas
dingin ditubuhnya
Iapun melihat kearah jam dinding
dikamarnya, pukul 1 malam. Iapun duduk diatas ranjangnya menormalkan
pernafasannya, “apa maksudnya?” gumam Jieun ketika gadis itu mengingat kembali
mimpinya barusan, ia bahkan bingung mengartikan itu adalah mimpi indah atau
buruk
***
Chanyeol duduk dengan tenang sambil
memainkan ponselnya, disampingnya terlihat Baekhyun yang juga sibuk dengan
ponselnya sendiri, “daebak” takjub Baekhyun. Chanyeolpun melihat Baekhyun
disampingnya yang fokus pada ponselnya
“ada apa?”
“apa ini nomor gadismu itu?” tanya Baekhyun
sambil menunjukkan nomor yang tidak dikenali diponselnya, Chanyeolpun
menyamakannya dengan nomor Jieun dan ternyata benar itu nomor Jieun, “whoa
ternyata daya ingatku sangat hebat” puji Baekhyun pada dirinya sendiri
“tadi dia menelepon tapi saat kuangkat dia
langsung mematikannya” jelas Baekhyun
“dia meneleponmu?” Baekhyun mengangguk
polos, Chanyeolpun mulai sibuk dengan fikirannya, yang benar saja Jieun
menelepon Baekhyun? Bukankah gadis itu sangat membenci Baekhyun? Atau mungkin
ada sesuatu yang ingin dia sampaikan pada Baekhyun?, semua pertanyaan itu
mengelilingi otak Chanyeol membuatnya semakin bingung
Ting!
Chanyeol langsung mengalihkan pandangannya
keponsel Baekhyun yang berbunyi, sebuah pesan masuk dari nomor tadi yang adalah
nomor Jieun
-No Name-
Baekhyun-ssi, ini aku Lee Jieun
Apa aku bisa minta tolong padamu?
Baekhyunpun memandang Chanyeol yang ada
disampingnya, memberikan tatapan seakan bertanya ada-apa-dengan-kalian, “kau
tau kenapa dia meminta bantuanku?” tanyanya
“entahlah, kau tanya saja pada orangnya
langsung” jelas Chanyeol, Baekhyunpun mengangguk kecil lalu mengetik beberapa
kata dengan jari lentiknya itu
-Byun Baekhyun-
Apa yang bisa kubantu?
-No Name-
Tolong rahasiakan ini dari siapapun
Khususnya Park Chanyeol!
Baekhyunpun langsung menjauhkan ponselnya
dari pandangan Chanyeol setelah membaca pesan dari Jieun, “kau tidak boleh
lihat” ucap Baekhyun yang menyembunyikan ponselnya, Chanyeolpun memandang aneh
teman satu grubnya itu
“ya teruskan saja” ucap Chanyeol kesal,
iapun kembali fokus pada ponselnya namun wajahnya ditekuk, Baekhyunpun sedikit
menyunggingkan senyum jahil, ia tahu sahabatnya itu sedang cemburu
“hei jangan cemburu padaku, aku bukan tipe
gadismu” jelas Baekhyun sambil tersenyum geli, Chanyeol hanya menatap sinis
namja itu sebentar lalu fokus lagi pada ponselnya
.
.
.
Jieun duduk dengan bosan dikursi taman yang
sering ia datangi, kaki gadis itu terus saja berayun maju mundur kadang sesekali
menendang rumput rumput kecil dibawahnya, jam menunjukkan pukul 11 yang hampir
menuju jam 12 malam dan gadis itu hanya duduk seorang diri ditaman yang sepi
“Lee Jieun-ssi” panggil seseorang, Jieunpun
menghela nafas kasar dan melihat kesumber suara, terlihat seorang namja dengan
topi, masker dan mantel tebalnya tengah berjalan mendekati Jieun
“kenapa lama sekali?” tanya Jieun dengan
sedikit kesal
“mian, tadi aku terlalu lama mencari
perlengkapan penyamaranku” jelas namja itu, Baekhyun. Iapun duduk disamping
Jieun
“untuk apa pakai seperti itu? Memangnya ada
yang melihatmu jam seperti ini” ledek Jieun
“hei, asal kau tahu, aku ini idol terkenal,
kemanapun aku melangkah pasti ada yang mengikutiku” jelasnya, Jieun hanya
memutar bola matanya jengah
“kau tidak lupakan kenapa aku memanggilmu
kesini?”
“memangnya kau minta tolong apa?”
Baekhyunpun membenarkan posisi duduknya dan menyerong menghadap Jieun, “apa ada
hubungannya dengan Chanyeol?”
“ya, ini tentang Chanyeol” jelas Jieun,
“apa yang kau tahu tentang hubunganku dengan Chanyeol?” Baekhyun terlihat
berfikir sambil memegangi dagunya
“kau dan Chanyeol bertemu karna perjodohan”
jelas Baekhyun
“tidak ada lagi?”
“ahh iya...” Jieunpun menatap Baekhyun
penuh harap, “Chanyeol sangat menyukaimu tapi cintanya bertepuk sebelah tangan,
aku benarkan?” Baekhyun dengan semangat menjelaskan semuanya, bahkan ia
mengakhiri dengan menunjuk Jieun untuk memastikan kalau perkataannya benar
“kau salah” jawab Jieun santai
“mwo? Salah?”
“ahh aku bingung” Jieunpun mengeluh
frustasi, “kau tahu kenapa Chanyeol tidak menghubungiku?”
“entahlah, kufikir kalian terus berhubungan
karna akhir akhir ini Chanyeol sering tersenyum tidak jelas setiap bermain
dengan ponselnya” Jieun menaikkan satu alisnya, ‘sering tersenyum?’ batin gadis
itu
“kau tidak pernah bertanya siapa yang
membuatnya seperti itu?”
“aku tidak pernah menanyakannya karna
kufikir orang itu kau” jelas Baekhyun, “jadi... sudah berapa lama kalian hilang
kontak?”
Jieun menghela nafas berat, “entahlah,
terakhir kali saat dia menyatakan perasaannya padaku waktu itu” Baekhyun
memandang Jieun penuh selidik
“lalu apa jawabanmu?”
“aku tidak menjawabnya”
“aiis, kau sudah melakukan kesalahan besar”
ucap Baekhyun kecewa namun terdengar heboh, “Park Chanyeol itu... dia tidak
pernah memaksa orang lain, kau mengerti maksudku bukan?”
Jieun menatap Baekhyun mencerna setiap
perkataan namja itu, “sekarang aku tanya padamu? Apa kau menyukai Chanyeol atau
tidak?”
“aku ragu untuk hal itu” jawab Jieun
“ternyata kau bukan yeoja yang peka, kasian
sekali Chanyeolku. Dia pasti terlalu banyak memberimu kode tapi kau tidak
pernah menerimanya, pantas saja dia terlihat stres”
“benarkah?” Baekhyun hanya mengangguk
dengan wajah super manisnya, “apa dia tahu kau pergi menemuiku?” tanyanya lagi
“bukankah kau minta untuk diharasiakan?”
tanya Baekhyun kesal, Jieun hanya memasang wajah sendunya, “selain tidak peka,
otakmu juga berkerja lambat” ejek Baekhyun, Jieun hanya diam tidak
memperdulikan
Ddrrttt... dddrrttt...
“yeoboseyo?” Jieun melihat kearah Baekhyun
saat namja itu menerima panggilan masuk diponselnya, iapun balik melihat Jieun
dan berbicara tanpa suara sambil menyebutkan nama Chen, Jieunpun hanya diam
menunggu namja itu selesai menelepon
“baiklah, aku pulang” bip! Baekhyunpun
kembali menyimpan ponselnya, “sepertinya aku tidak bisa berlama lama disini,
besok pagi kami harus berangkat ke Amerika” jelas Baekhyun
“baiklah, kau bisa pulang sekarang”
Jieunpun ikut berdiri saat Baekhyun juga berdiri dan bersiap pulang,
“terimakasih sudah mau menolongku”
“kau belum mengatakan apa yang harus
kubantu” jelas Baekhyun
“menjadi teman curhatku dan menceritakan
tentang Chanyeol, itu yang aku minta darimu” jelas Jieun sambil tersenyum
tulus, “dan satu lagi, tolong cari tau siapa orang yang sering membuatnya
tersenyum itu ya” pinta Jieun dengan manisnya
“ahh begitu, oke aku akan mencari tau
tentang itu” Baekhyunpun terkekeh, “baiklah aku pergi” Jieunpun kembali duduk
saat Baekhyun sudah pergi, jam sudah menunjukkan pukul 00.18 AM, dan gadis itu
tidak ada niatan untuk pulang kerumahnya toh ayahnya sedang diluar kota dan
ibunya sudah tidur saat ia pergi, iapun mengeratkan mantelnya karna cuaca
semakin dingin
“kenapa belum pulang?” Jieun menengok saat
mendengar suara orang lain yang sepertinya sedang berbicara padanya
“kau...”
TBC
Akhirnya, setelah berjelajah didunia
imajinasi, chapter 14 selesai juga
Mohon komen dan sarannya, itu sangat
berguna untuk saya
Dan bagi yang udah baca + komen terimakasih
banyak *bow*
Bagi yang cuma baca “oke aku ga mau temanan
sama kamu” *plakk
makasih buat updateannya thor. yah kok momennya chanyeol jieun dikit banget...padahal ngarep banget banyak momen disini hehehe
BalasHapusiya sama sama, duhh maaf banget nih dichap ini Jieun sama Chanyeolnya ga ada momentnya soalnya otak saya lagi buntu, nanti deh di chap selanjutnya ChanU-nya dibanyakin hehe
HapusSiapa tuh yg bikin cy senyum2 sendiri. Duh apa ada orang ketiga? Siapa juga tuh yang dimaksud Jieun? Penasaran banget... next nya banyakin ChanEun moment nya dong thor... hehe FIGHTING!!
BalasHapussiapa hayooo hehe, oke deh maaf banget ya dichap ini ChanU momentnya benar benar mengecewakan ㅠ_ㅠ semoga chap selanjutnya ga mengecewakan yaa
HapusSiapa tuh yg bikin cy senyum2 sendiri. Duh apa ada orang ketiga? Siapa juga tuh yang dimaksud Jieun? Penasaran banget... next nya banyakin ChanEun moment nya dong thor... hehe FIGHTING!!
BalasHapusthor buruan diupdate gih penasaran banget iniiii....makin kesini makin seru aja...kalo bisa tambah cowok satu lagi juga thor kan ini udah ada bau2 cewek baru hehehe fighting thor, <3
BalasHapusiya yang sabar yaa, wahh rumit deh jadinya kisah cinta Chanyeol kalo ada saingannya hehe, emang keciuman ya aromanya? oke fighting!
HapusAda orang ketiga kah? Udh moment chanU nya dikit eh ada yg ketiga.
BalasHapuslengkap banget jadinya yaa ㅠ_ㅠ pliss maapin saya karna ga masukin ChanU moment disini, jeongmal mianhae
Hapus