Kamis, 18 Februari 2016

Something (Chapter 14)


Title                : Something
Author           : Park Mitha
Genre              : Romance, Comedy, Sad (maybe), Friendship, Family,
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Other Cast    : Jiyeon (T-ARA), EXO Member, Etc
Cameo             : L (INFINITE)

***

“Jiyeon-ah, apa kau tidak punya solusi untukku?”

“entahlah, aku tidak bisa ikut campur dalam masalah keluargamu”

“tapi kau sahabatku”

“sekalipun aku sepupumu, aku tidak akan ikut campur dalam masalahmu dan orangtuamu”

“lalu aku harus bagaimana?” Jieun menghela nafas pelan, perasaannya benar benar berkecamuk, terlalu bimbang sampai gadis itu bingung apa yang sedang ia permasalahkan saat ini. Mungkin benar, ia sudah gila

“haruskah aku batalkan?”

Jiyeon hanya bisa menatap Jieun dengan tatapan mirisnya, “itu semua terserah padamu, tapi aku memiliki saran agar kau melanjutkannya saja, kau tidak kasihan pada Chanyeol oppa? Sepertinya dia serius menyukaimu”


Jieun terdiam sejenak, memikirkan ucapan sahabatnya itu, ‘benarkah Chanyeol serius dengan ucapannya’ batinnya, “bagaimana? Kau tidak akan membatalkannya bukan? Ayolah Ji, kau juga harus menghargai aku yang rela mengorbankan perasaanku demi hubunganmu dan Chanyeol oppa” paksa Jiyeon sambil mengguncang lengan Jieun

“memangnya kau tidak cemburu kalau aku menikah dengan idolamu?”

“yahh, jangan bertanya begitu, aku sedang dalam proses move on dari Chanyeol oppa, aku akan menerima Sehun sebagai idolaku” jelas Jiyeon

“kau labil” ejek Jieun, Jiyeonpun bersiap memukul Jieun dengan buku tebal yang ada didepannya namun ia mengurungkannya mengingat Jieun yang sudah cukup tidak waras, kalau sampai ia memukulnya mungkin gadis itu benar benar akan jadi penghuni RSJ
.
.
.
Jieun berjalan seorang diri menyusuri taman yang begitu indah, kakinya melangkah menuju kursi taman yang dicat warna putih itu, iapun mendudukinya dan menatap lurus kedepan dimana ia bisa melihat hamparan bunga bunga yang berwarna warni

Jieunpun menengok sebentar saat ia merasa seseorang duduk tidak jauh disampingnya, matanya membelalak saat melihat namja yang kini tersenyum manis kearahnya, “Myungsoo-ya...” lirih Jieun, mata gadis itu membulat sempurna

“Jieun-ah... terimakasih karna kau sudah melepaskanku” jelas namja bermata sipit itu, Myungsoo. Jieun masih menatapnya dengan tatapan kaget, “aku ikut bahagia melihat kau sudah mendapatkan namja yang lebih tampan dariku” lanjutnya

“Myungsoo-ya, aku tidak memiliki namja lain” jelas Jieun, gadis itu terus menatap Myungsoo dengan tatapan kagetnya, “aku hanya menyukaimu”

“Jieun-ah... aku tau isi hatimu lebih dari dirimu sendiri” Myungsoo tersenyum manis membuat Jieun ingin sekali memeluk namja itu, ia benar benar merindukan Myungsoo, “perasaanmu padaku itu hanya rasa sayang kepada sahabat” Jieun hanya terdiam, ia masih bingung dengan keadaan saat ini

“Jieunku ternyata sangat polos sampai sampai dia tidak menyadari kepada siapa ia jatuh cinta” Myungsoopun terkekeh hingga Jieunpun hanya bisa menatap bingung namja itu sambil menaikkan alisnya, “namja itu... kejarlah dia”

“tapi...”

“anggap saja ini permintaan terakhirku” Myungsoopun berdiri dan tersenyum begitu lembut pada Jieun, hingga namja itu berjalan meninggalkan Jieun yang masih terduduk kaku dikursi

“Myungsoo-ya tunggu aku...” lirih Jieun, “kumohon jangan tinggalkan aku”

Jieun terbangun dari tidurnya dengan nafas yang memburu, bahkan keringat membasahi pelipisnya, Jieun menyentuh dada sebelah kirinya, jantungnya berdetak begitu cepat bahkan ia merasakan panas dingin ditubuhnya

Iapun melihat kearah jam dinding dikamarnya, pukul 1 malam. Iapun duduk diatas ranjangnya menormalkan pernafasannya, “apa maksudnya?” gumam Jieun ketika gadis itu mengingat kembali mimpinya barusan, ia bahkan bingung mengartikan itu adalah mimpi indah atau buruk

***

Chanyeol duduk dengan tenang sambil memainkan ponselnya, disampingnya terlihat Baekhyun yang juga sibuk dengan ponselnya sendiri, “daebak” takjub Baekhyun. Chanyeolpun melihat Baekhyun disampingnya yang fokus pada ponselnya

“ada apa?”

“apa ini nomor gadismu itu?” tanya Baekhyun sambil menunjukkan nomor yang tidak dikenali diponselnya, Chanyeolpun menyamakannya dengan nomor Jieun dan ternyata benar itu nomor Jieun, “whoa ternyata daya ingatku sangat hebat” puji Baekhyun pada dirinya sendiri

“tadi dia menelepon tapi saat kuangkat dia langsung mematikannya” jelas Baekhyun

“dia meneleponmu?” Baekhyun mengangguk polos, Chanyeolpun mulai sibuk dengan fikirannya, yang benar saja Jieun menelepon Baekhyun? Bukankah gadis itu sangat membenci Baekhyun? Atau mungkin ada sesuatu yang ingin dia sampaikan pada Baekhyun?, semua pertanyaan itu mengelilingi otak Chanyeol membuatnya semakin bingung

Ting!

Chanyeol langsung mengalihkan pandangannya keponsel Baekhyun yang berbunyi, sebuah pesan masuk dari nomor tadi yang adalah nomor Jieun

-No Name-
Baekhyun-ssi, ini aku Lee Jieun
Apa aku bisa minta tolong padamu?

Baekhyunpun memandang Chanyeol yang ada disampingnya, memberikan tatapan seakan bertanya ada-apa-dengan-kalian, “kau tau kenapa dia meminta bantuanku?” tanyanya

“entahlah, kau tanya saja pada orangnya langsung” jelas Chanyeol, Baekhyunpun mengangguk kecil lalu mengetik beberapa kata dengan jari lentiknya itu

-Byun Baekhyun-
Apa yang bisa kubantu?

-No Name-
Tolong rahasiakan ini dari siapapun
Khususnya Park Chanyeol!

Baekhyunpun langsung menjauhkan ponselnya dari pandangan Chanyeol setelah membaca pesan dari Jieun, “kau tidak boleh lihat” ucap Baekhyun yang menyembunyikan ponselnya, Chanyeolpun memandang aneh teman satu grubnya itu

“ya teruskan saja” ucap Chanyeol kesal, iapun kembali fokus pada ponselnya namun wajahnya ditekuk, Baekhyunpun sedikit menyunggingkan senyum jahil, ia tahu sahabatnya itu sedang cemburu

“hei jangan cemburu padaku, aku bukan tipe gadismu” jelas Baekhyun sambil tersenyum geli, Chanyeol hanya menatap sinis namja itu sebentar lalu fokus lagi pada ponselnya
.
.
.
Jieun duduk dengan bosan dikursi taman yang sering ia datangi, kaki gadis itu terus saja berayun maju mundur kadang sesekali menendang rumput rumput kecil dibawahnya, jam menunjukkan pukul 11 yang hampir menuju jam 12 malam dan gadis itu hanya duduk seorang diri ditaman yang sepi

“Lee Jieun-ssi” panggil seseorang, Jieunpun menghela nafas kasar dan melihat kesumber suara, terlihat seorang namja dengan topi, masker dan mantel tebalnya tengah berjalan mendekati Jieun

“kenapa lama sekali?” tanya Jieun dengan sedikit kesal

“mian, tadi aku terlalu lama mencari perlengkapan penyamaranku” jelas namja itu, Baekhyun. Iapun duduk disamping Jieun

“untuk apa pakai seperti itu? Memangnya ada yang melihatmu jam seperti ini” ledek Jieun

“hei, asal kau tahu, aku ini idol terkenal, kemanapun aku melangkah pasti ada yang mengikutiku” jelasnya, Jieun hanya memutar bola matanya jengah

“kau tidak lupakan kenapa aku memanggilmu kesini?”

“memangnya kau minta tolong apa?” Baekhyunpun membenarkan posisi duduknya dan menyerong menghadap Jieun, “apa ada hubungannya dengan Chanyeol?”

“ya, ini tentang Chanyeol” jelas Jieun, “apa yang kau tahu tentang hubunganku dengan Chanyeol?” Baekhyun terlihat berfikir sambil memegangi dagunya

“kau dan Chanyeol bertemu karna perjodohan” jelas Baekhyun

“tidak ada lagi?”

“ahh iya...” Jieunpun menatap Baekhyun penuh harap, “Chanyeol sangat menyukaimu tapi cintanya bertepuk sebelah tangan, aku benarkan?” Baekhyun dengan semangat menjelaskan semuanya, bahkan ia mengakhiri dengan menunjuk Jieun untuk memastikan kalau perkataannya benar

“kau salah” jawab Jieun santai

“mwo? Salah?”

“ahh aku bingung” Jieunpun mengeluh frustasi, “kau tahu kenapa Chanyeol tidak menghubungiku?”

“entahlah, kufikir kalian terus berhubungan karna akhir akhir ini Chanyeol sering tersenyum tidak jelas setiap bermain dengan ponselnya” Jieun menaikkan satu alisnya, ‘sering tersenyum?’ batin gadis itu

“kau tidak pernah bertanya siapa yang membuatnya seperti itu?”

“aku tidak pernah menanyakannya karna kufikir orang itu kau” jelas Baekhyun, “jadi... sudah berapa lama kalian hilang kontak?”

Jieun menghela nafas berat, “entahlah, terakhir kali saat dia menyatakan perasaannya padaku waktu itu” Baekhyun memandang Jieun penuh selidik

“lalu apa jawabanmu?”

“aku tidak menjawabnya”

“aiis, kau sudah melakukan kesalahan besar” ucap Baekhyun kecewa namun terdengar heboh, “Park Chanyeol itu... dia tidak pernah memaksa orang lain, kau mengerti maksudku bukan?”

Jieun menatap Baekhyun mencerna setiap perkataan namja itu, “sekarang aku tanya padamu? Apa kau menyukai Chanyeol atau tidak?”

“aku ragu untuk hal itu” jawab Jieun

“ternyata kau bukan yeoja yang peka, kasian sekali Chanyeolku. Dia pasti terlalu banyak memberimu kode tapi kau tidak pernah menerimanya, pantas saja dia terlihat stres”

“benarkah?” Baekhyun hanya mengangguk dengan wajah super manisnya, “apa dia tahu kau pergi menemuiku?” tanyanya lagi

“bukankah kau minta untuk diharasiakan?” tanya Baekhyun kesal, Jieun hanya memasang wajah sendunya, “selain tidak peka, otakmu juga berkerja lambat” ejek Baekhyun, Jieun hanya diam tidak memperdulikan

Ddrrttt... dddrrttt...

“yeoboseyo?” Jieun melihat kearah Baekhyun saat namja itu menerima panggilan masuk diponselnya, iapun balik melihat Jieun dan berbicara tanpa suara sambil menyebutkan nama Chen, Jieunpun hanya diam menunggu namja itu selesai menelepon

“baiklah, aku pulang” bip! Baekhyunpun kembali menyimpan ponselnya, “sepertinya aku tidak bisa berlama lama disini, besok pagi kami harus berangkat ke Amerika” jelas Baekhyun

“baiklah, kau bisa pulang sekarang” Jieunpun ikut berdiri saat Baekhyun juga berdiri dan bersiap pulang, “terimakasih sudah mau menolongku”

“kau belum mengatakan apa yang harus kubantu” jelas Baekhyun

“menjadi teman curhatku dan menceritakan tentang Chanyeol, itu yang aku minta darimu” jelas Jieun sambil tersenyum tulus, “dan satu lagi, tolong cari tau siapa orang yang sering membuatnya tersenyum itu ya” pinta Jieun dengan manisnya

“ahh begitu, oke aku akan mencari tau tentang itu” Baekhyunpun terkekeh, “baiklah aku pergi” Jieunpun kembali duduk saat Baekhyun sudah pergi, jam sudah menunjukkan pukul 00.18 AM, dan gadis itu tidak ada niatan untuk pulang kerumahnya toh ayahnya sedang diluar kota dan ibunya sudah tidur saat ia pergi, iapun mengeratkan mantelnya karna cuaca semakin dingin

“kenapa belum pulang?” Jieun menengok saat mendengar suara orang lain yang sepertinya sedang berbicara padanya

“kau...”

TBC

Akhirnya, setelah berjelajah didunia imajinasi, chapter 14 selesai juga
Mohon komen dan sarannya, itu sangat berguna untuk saya
Dan bagi yang udah baca + komen terimakasih banyak *bow*

Bagi yang cuma baca “oke aku ga mau temanan sama kamu” *plakk

9 komentar:

  1. makasih buat updateannya thor. yah kok momennya chanyeol jieun dikit banget...padahal ngarep banget banyak momen disini hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sama sama, duhh maaf banget nih dichap ini Jieun sama Chanyeolnya ga ada momentnya soalnya otak saya lagi buntu, nanti deh di chap selanjutnya ChanU-nya dibanyakin hehe

      Hapus
  2. Siapa tuh yg bikin cy senyum2 sendiri. Duh apa ada orang ketiga? Siapa juga tuh yang dimaksud Jieun? Penasaran banget... next nya banyakin ChanEun moment nya dong thor... hehe FIGHTING!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. siapa hayooo hehe, oke deh maaf banget ya dichap ini ChanU momentnya benar benar mengecewakan ㅠ_ㅠ semoga chap selanjutnya ga mengecewakan yaa

      Hapus
  3. Siapa tuh yg bikin cy senyum2 sendiri. Duh apa ada orang ketiga? Siapa juga tuh yang dimaksud Jieun? Penasaran banget... next nya banyakin ChanEun moment nya dong thor... hehe FIGHTING!!

    BalasHapus
  4. thor buruan diupdate gih penasaran banget iniiii....makin kesini makin seru aja...kalo bisa tambah cowok satu lagi juga thor kan ini udah ada bau2 cewek baru hehehe fighting thor, <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya yang sabar yaa, wahh rumit deh jadinya kisah cinta Chanyeol kalo ada saingannya hehe, emang keciuman ya aromanya? oke fighting!

      Hapus
  5. Ada orang ketiga kah? Udh moment chanU nya dikit eh ada yg ketiga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lengkap banget jadinya yaa ㅠ_ㅠ pliss maapin saya karna ga masukin ChanU moment disini, jeongmal mianhae

      Hapus