Title :
Something
Author :
Park Mitha
Genre :
Romance, Comedy, Sad (maybe), Friendship, Family,
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Other Cast :
Jiyeon (T-ARA), EXO Member, Etc
***
“terimakasih sudah mau menolongku”
“kau belum mengatakan apa yang harus
kubantu” jelas Baekhyun
“menjadi teman curhatku dan menceritakan
tentang Chanyeol, itu yang aku minta darimu” jelas Jieun sambil tersenyum
tulus, “dan satu lagi, tolong cari tau siapa orang yang sering membuatnya tersenyum
itu ya” pinta Jieun dengan manisnya
“ahh begitu, oke aku akan mencari tau
tentang itu” Baekhyunpun terkekeh, “baiklah aku pergi” Jieunpun kembali duduk
saat Baekhyun sudah pergi, jam sudah menunjukkan pukul 00.18 AM, dan gadis itu
tidak ada niatan untuk pulang kerumahnya toh ayahnya sedang diluar kota dan
ibunya sudah tidur saat ia pergi, iapun mengeratkan mantelnya karna cuaca
semakin dingin
“kenapa belum pulang?” Jieun menengok saat
mendengar suara orang lain yang sepertinya sedang berbicara padanya
“kau...”
Jieun membelalakan matanya tak percaya saat
dilihatnya namja tinggi dan tampan yang sedang memenuhi fikirannya itu berdiri
tidak jauh dibelakangnya, bahkan namja itu tersenyum tipis pada Jieun dan kini
mengambil posisi duduk disamping Jieun
“sejak kapan kau ada disini?” tanya Jieun
masih dengan wajah shocknya
“sudah sejak tadi, tapi saat aku ingin
kesini aku melihat sepasang kekasih yang sepertinya sedang kencan” jelas
Chanyeol, “apa namja tadi kekasihmu?” tanya Chanyeol
“mwoya! Jangan sembarang bicara” jawab
Jieun kesal, “dia bukan kekasihku, dia itu teman satu grubmu, Byun Baekhyun”
Chanyeol membulatkan matanya tak percaya
“Baek... Baekhyun?” tanyanya terbata, Jieun
hanya mengangguk, “untuk apa dia menemuimu disini?”
“rahasia” jawab Jieun santai, Chanyeolpun
berdecak kesal, “kenapa kau tidak pulang? Bukankah besok pagi kalian akan
berangkat ke Amerika?”
“heol~ ternyata aku tertinggal jauh dari
Baekhyun” keluh Chanyeol, namja itupun memasukkan kedua tangannya kedalam saku
jaket kulitnya, “sudah sejauh mana kedekatan kalian?” iapun melihat kearah
Jieun
Jieunpun memasang wajah paniknya, “ya!
Jangan salah paham begitu” ucap Jieun sambil mengibaskan tangannya untuk
meyakinkan ucapannya
“untuk apa aku salah paham, aku tidak ada
hak untuk itu”
“jangan bicara begitu, kau membuatku
semakin merasa bersalah padamu” jelas Jieun sambil tertunduk, suasanapun tiba
tiba berubah hening setelah Jieun berbicara seperti itu, mereka terlihat sibuk
dengan fikiran masing masing
“maafkan aku karna selama ini tidak
menyadari maksud dari semua perlakuanmu... aku... aku hanya bingung dengan
perasaanku” tutur Jieun pelan
“maaf karna aku tidak pernah menyadari hal
itu, selama ini aku hanya memfokuskan perasaanku pada Myungsoo, sampai sampai
aku tidak bisa membedakan mana suka dan mana cinta”
“kau sedang latihan membaca puisi ya?”
Bugghh...
“akh! Sakit” Chanyeol meringis saat Jieun
meninju lengannya, sebenarnya tinjuan gadis itu tidak kuat tapi permata
cincinya yang tajam itu yang mungkin akan melukai tangan mulus seorang Park Chanyeol
hingga namja itu merintih kesakitan
“aku sedang bicara serius padamu bodoh”
ucap Jieun dengan begitu kesalnya, "ahh kau menyebalkan” Jieunpun
menghentakkan kakinya kesal
“aku hanya bosan mendengarmu mengatakan
maaf terus menerus” potong Chanyeol, “kau itu tidak salah, hanya saja kita
bertemu disaat yang tidak tepat”
“tapi masalah ini tidak akan serumit ini
kalau saja aku tidak...”
“berhenti menyalahkan dirimu!” Jieun terdiam
membeku saat ia mendengar suara berat itu sedikit membentaknya, “sudah kubilang
ini bukan kesalahanmu”
“kau marah padaku?” lirih Jieun, mata gadis
itu berkaca kaca saat ia dibentak oleh Chanyeol. Ya, Jieun adalah gadis yang
manja, selama hidup ia tidak pernah dibentak oleh orangtuanya mengingat ia adalah
anak yang patuh dan sangat disayangi oleh orangtuanya, wajarkan jika sekarang
ia akan menangis?
“ya, aku marah padamu! Aku marah karna kau
terus mengatakan kalau semua ini kesalahanmu!” Chanyeol berbicara dengan nada
yang meninggi, ia seakan tidak peduli dengan butiran bening yang membasahi pipi
gadis itu
“argh! Kenapa aku menyukai gadis bodoh
sepertimu” keluh Chanyeol, Jieunpun semakin menangis bahkan gadis itu tidak
bisa menyembunyikan isakannya, Chanyeolpun menatap sendu kearah Jieun yang
tertunduk namun pundak gadis itu bergetar
Grepp...
Entah keberanian darimana Chanyeol menarik
Jieun kedalam pelukkannya, mengelus lembut puncak kepala gadis itu mencoba
untuk menenangkannya, “maaf aku sudah kasar padamu” lirih Chanyeol, Jieunpun
perlahan menghentikan tangisnya namun gadis itu tidak bergerak sedikitpun
dipelukkan Chanyeol
“aku mohon padamu, jangan pernah
menyalahkan dirimu lagi untuk hal ini” Jieun hanya diam, entah kenapa gadis itu
merasa nyaman berada dipelukkan Chanyeol
***
Baekhyun berjalan santai memasuki kamar
hotel yang kebetulan saat itu ia sekamar dengan Chanyeol, ia melihat Chanyeol
lagi lagi tersenyum tidak jelas pada ponselnya, Baekhyunpun berdeham cukup
keras dan meletakkan gelas minumnya diatas meja
“siapa itu?” tanya Baekhyun yang mengambil
posisi duduk diatas ranjangnya, Chanyeolpun menengok kearah Baekhyun dengan
wajah bingungnya
“maksudnya?”
“siapa yang membuatmu seperti itu?” tanya
Baekhyun memperjelas, “senyum senyum tidak jelas, kau terlihat seperti orang
gila”
“kau ingin tahu?” Baekhyun mengangguk
mantap dengan wajah manis penuh harapnya, “beritahu aku dulu apa yang kau dan
Jieun rahasiakan dariku” seketika wajah Baekhyun terlihat datar
“kalian membuatku jadi serba salah” gerutu
Baekhyun, namja itupun meneguk habis minumnya lalu menatap Chanyeol tajam, “beritahu
dulu aku baru kuberitahu padamu” jelasnya
“tidak, otakmu itu licik, aku tidak mau
tertipu”
“ayolah Yeol, ini permintaan Jieun bukan
rasa ingin tahuku” rengek Baekhyun akhirnya, Chanyeolpun hanya bisa menatap
aneh sahabatnya itu, dia memang sering begitu tapi tetap saja Chanyeol tidak
biasa dengan hal seperti itu
“maksudnya permintaan Jieun?” bingung
Chanyeol, “apa saja yang kau ceritakan padanya?”
“rahasia”
Buugghh...
“ya!” pekik Baekhyun saat Chanyeol
melemparnya dengan bantal, “seharusnya kau berterimakasih padaku, setidaknya
aku ini juga mencari tahu perasaan Jieun padamu” omel Baekhyun, “Jieun itu
menyukaimu hanya saja dia tidak yakin pada perasaannya, dan itu juga karnamu”
“aku tidak percaya” jawab Chanyeol tidak
peduli, iapun kembali fokus pada ponselnya
***
Jieun termenung dikursi belajarnya, matanya
menatap kosong kearah layar ponselnya yang menampilkan percakapan singkat
antara ia dan Baekhyun, dan pesan terakhir Baekhyun sukses membuat gadis itu
seperti patung
-Byun Baekhyun-
Jieun-ssi, aku sudah tahu siapa orang itu
-Lee Jieun-
Benarkah?
-Byun Baekhyun-
Aku harap kau tidak akan terkejut saat
membacanya
-Lee Jieun-
Cepat beritahu aku
-Byun Baekhyun-
Aku juga terkejut saat mengetahuinya
Chanyeol menamai kontaknya dengan nama ‘baby’
Tapi aku mengenali photonya
Itu photo hoobae kami, member Red Velvet
Jieunpun meletakkan ponselnya dengan kasar
ketika ia kembali membaca pesan itu, iapun menenggelamkan kepalanya diantara
lengannya yang terlipat diatas meja, “apa secepat itu dia berpaling?” lirih
Jieun
.
.
.
Jieun dan Chanyeol duduk bersebelahan
ditaman yang mungkin sudah menjadi tempat andalan mereka untuk bertemu, mungkin
sudah lebih dari 20 menit mereka ada disana namun tidak satupun membuka suara
untuk memulai pembicaraan
Jieun hanya menatap datar kolam yang ada
didepan mereka, angin yang berhembus cukup dingin seakan tidak berpengaruh pada
gadis itu, pesan singkat Baekhyun terus terusan berputar dikepalanya
“ternyata begini rasanya” lirih gadis itu
diiringi dengan senyum pahit, iapun menatap Chanyeol yang lebih dulu melihat
kearahnya, “kenapa kau jahat sekali padaku?”
“apa maksudmu?”
“kemarin kau mengatakan kalau kau
menyukaiku, tapi kenapa sekarang ada yeoja lain?” Chanyeol memasang wajah super
bingungnya
“aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan”
Jieunpun tersenyum sinis dengan mata yang berkaca
“Baekhyun, dia menceritakan semuanya padaku,
siapa itu baby, siapa itu member RV, dan apa hubunganmu dengan salah satu
diantara mereka” Chanyeol membulatkan matanya, “setelah semua itu terbongkar,
kau masih berani mengatakan kau menyukaiku eoh?”
“Jieun-ssi, aku benar benar tidak mengerti
apa yang kau fikirkan sekarang, aku bisa jelaskan semua itu, apa yang Baekhyun
ceritakan padamu itu...”
“kenapa kau begini padaku?” potong gadis
itu ”apa aku tidak memiliki kesempatan lagi untuk meyakinkan hatiku?” Jieunpun
menatap Chanyeol dengan airmata yang terus menetes
“kau fikir aku tidak pernah memikirkan hal
ini... aku bahkan menangis setiap mengingatmu, aku tahu aku hanya seorang gadis
bodoh yang dijodohkan dengan seorang idol tampan sepertimu, tapi jangan
permainkan aku seperti ini”
“maaf kalau selama ini aku membuatmu
menunggu, aku...” Jieunpun menarik nafas berat seakan kalimat yang akan ia ucapkan
begitu sulit, “aku sangat sulit melawan rasa gengsiku, aku terlalu malu untuk
mengatakan kalau aku menyukaimu”
TBC
*apaini
Akhirnya chapter 15-nya udah selesai, dan
saya masih bingung sampai dimana cerita ini karna belum menemukan titik
endingnya haha *authormulaigila
Seperti biasanya, komentar dan saran sangat
saya butuhkan, semoga yang ini ga mengecewakan kayak chap sebelumnya ya T,T
Oke, sampai jumpa di chap selanjutnya *bow*
jangan lupa komen yaa...
Asiiiik tanda baikan nih...hehehe ditunggu updatean super kilatnya ya thor ini paling cepet updatenya heheheh makasih thor ;-) kurang berapa chapter lagi nih penasaran
BalasHapussuper kilat? wahhh, iya sama sama, ditunggu aja deh yaa hehe
HapusMakin seruuu..!!! Jangan cepet2 ending nya ya thor... Fighting buat bikin chapter selanjutnya...!!!
BalasHapushehe makasih ya udah baca + komen, oke fighting!
HapusAh chanyeol apaan sih. Lanjut trus yh thor tapi panjangi lagi fighting
BalasHapusiyanih Chanyeol apaan sih hehe, iya ditunggu ya
Hapus