Senin, 15 Februari 2016

Something (Chapter 13)


Title                : Something
Author           : Park Mitha
Genre              : Romance, Comedy, Sad (maybe), Friendship, Family,
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Other Cast    : Jiyeon (T-ARA), EXO Member, Etc

***

“hentikan Park Chanyeol” ucap Jieun yang mencoba menahan emosinya

“aku tidak bohong sayang”

“YA! APA APAAN KAU!!”

Buughh... plakkk...

Jieun menggebuki Chanyeol tanpa ampun membuat namja itu meringis kesakitan diiringi dengan tawa puasnya, dan tawa namja itu semakin mengundang kemarahan Jieun, hingga gadis itu memukuli Chanyeol secara brutal

“omo!” teriak Jieun yang nyaris terjatuh kepinggir kolam membuat Chanyeol dengan cekatan menolongnya, namun...

Byuurrrr~

Jieun dan Chanyeol saling pandang dengan jarak yang begitu dekat, bahkan Chanyeol masih memegang tangan Jieun, hingga akhirnya Jieun tersadar dan melepaskan genggaman tangan itu, iapun segera berdiri dengan keadaan pakaian yang basah


“ini semua karnamu” tuduh Jieun pada Chanyeol, Chanyeol yang baru saja berdiri itu memasang wajah kesal dan bingungnya, “coba saja kau tidak bicara seperti tadi kita tidak akan jatuh kekolam”

“hei, kau saja yang terlalu emosian” tuduh Chanyeol balik
.
.
.
Ny. Lee masuk kekamar Jieun sambil membawa nampan berisi secangkir teh hangat yang baru saja ia buat untuk anaknya itu, “eomma masih tidak mengerti, kenapa kau dan Chanyeol pulang dengan keadaan seperti tadi” jelas Ny. Lee sambil memberikan teh hangat itu

“eomma juga tidak perlu mengerti, cukup ketahui saja” jawab Jieun, Ny. Leepun hanya mengangguk dan berjalan menuju pintu kamar Jieun, namun saat ia memegang kenop pintu iapun kembali melihat kearah Jieun membuat gadis itu menatap bingung ibunya

“setelah ini temui ayahmu diruang kerjanya” jelas Ny. Lee lalu pergi meninggalkan kamar Jieun, Jieunpun menghela nafas kesal, pasti ayahnya akan membahas perjodohan itu lagi

Jieunpun berjalan keluar kamarnya mengembalikan cangkir kosong kedapur dan melangkah menuju ruang kerja ayahnya, ruangan yang ia tahu tidak boleh seorangpun ribut didalamnya, masuk kedalam juga harus pakai izin

Tok... tok... tok...

Jieunpun perlahan membuka pintu ruangan itu setelah mengetuk, wajahnya dipaksakan untuk tersenyum kearah ayahnya yang sudah lebih dulu tersenyum, “duduklah” suruh Tn. Lee, Jieunpun menurut

“appa, appa tidak akan membahas masalah itu lagikan?” tanya Jieun dengan wajah penuh harapnya, Tn. Lee terlihat menghembuskan nafas berat membuat Jieun merasa semakin gugup

“Jieun-ah, kau tahukan kalau eomma dan appa hanya memilikimu, kami tidak punya anak lagi selain kau” jelas Tn. Lee, “kami hanya bisa berharap padamu, jadi appa mohon kali ini saja”

“appa...” lirih Jieun, gadis itu tertunduk berusaha menyembunyikan airmatanya yang sudah menetes, “tapi aku tidak bisa” lanjutnya dengan suara bergetar

“appa tahu kalau dia bukan orang biasa, aku... aku hanya tidak mau hidupku terusik dengan penggemarnya yang membenciku” jelas Jieun

“Lee Jieun, appa hanya tidak ingin kau berakhir seperti sepupumu” jelas Tn. Lee, Jieun semakin menunduk ketika ia mengingat sepupunya yang harus berpisah dengan suaminya dan dititipkan seorang bayi yang bahkan usianya belum genap 1 bulan

“dijaman sekarang tidak ada pria yang baik” jelas Tn. Lee, “appa mempercayakanmu padanya karna keluarga mereka mengenal dekat keluarga kita”

Jieun hanya menangis dalam diam, percuma jika ia meluapkan semua isi hatinya pasti ujungnya ia akan kalah dengan ayahnya, “appa hanya minta itu padamu, appa akan merasa tenang kalau kau sudah bersamanya”

***

Jam menunjukkan pukul 11 malam, taman yang sepi dan gelap itu hanya disinggahi seorang gadis yang duduk disalah satu kursi yang kosong, mata indahnya menatap sendu kearah kolam yang tenang, namun tatapannya teralihkan saat ia mendengar suara seseorang berdeham

Jieun kembali menatap kosong kolam didepannya, membiarkan namja jangkung itu mengambil posisi duduk tidak jauh disampingnya, namja itu juga menatap lurus kearah air kolam yang tidak bergerak sedikitpun

“aku ingin mengajukan permintaanku yang kedua” lirih Jieun, Chanyeol hanya diam menunggu kelanjutan ucapan gadis itu, “batalkan permintaanku yang pertama” lanjut Jieun

“baiklah” jawab Chanyeol sambil tersenyum paksa, “kau hanya memiliki satu permintaan lagi, gunakan itu sebaik mungkin”

“aku tahu itu” Jieun tertunduk, lagi lagi gadis itu menangis, Chanyeolpun menengok saat mendengar isakan tertahan gadis itu, “seandainya Tuhan bisa menerima permintaanku, aku ingin dia kembali” ucap Jieun bergetar

Chanyeol hanya diam memandangi wajah Jieun yang tertutup sebagian rambutnya, suasana yang begitu hening membuatnya bisa mendengar dengan jelas isak tangis Jieun, ‘sebegitu menyakitkankah?’ fikir Chanyeol

Iapun perlahan memperkecil jarak dengan Jieun, memberanikan diri merangkul yeoja itu dan membiarkan kepala yang tertunduk itu bersender dibahunya, Jieunpun tidak memberontak, ia hanya terlalu hanyut dalam kesedihannya

“apa aku tidak punya kesempatan?” gumam Chanyeol, Jieun yang mendengarnyapun perlahan menghentikan tangisnya, “aku juga tersiksa” lirihnya, Jieunpun mengangkat kepalanya dan menatap Chanyeol yang berada begitu dekat dengannya

“kau membuatku sakit” Chanyeol balas menatap Jieun dengan tatapan sendunya, “namja itu... entah kenapa aku merasa kalah jauh darinya”

“Chanyeol-ssi...”

“Jieun-ah... tidak, maksudku... Lee Jieun-ssi” potong Chanyeol, namja itu menjeda kalimatnya cukup lama, ia terus saja menatap kedua mata Jieun begitu dalam seakan ia ingin membuat gadis itu tahu apa yang ada difikirannya, “aku menyukaimu”

Deg!

“semua ini, semua yang sudah terjadi itu keinginanku” jelasnya, “menemanimu ke Jepang, mengajakmu makan malam, semua itu keinginanku, eommaku hanya alasan agar aku bisa melakukannya denganmu”

Jieun semakin menatap namja itu, mencari kebenaran dimatanya, ia hanya takut jika saat ini Chanyeol sedang berbohong padanya, “maafkan aku sudah menyusahkanmu” Chanyeolpun melepaskan rangkulannya pada Jieun dan berdiri membelakangi gadis itu, menyembunyikan airmata yang sebentar lagi akan jatuh

“kau bisa mengajukan permintaanmu yang ketiga untuk membatalkan semua ini” Jieun hanya terdiam seribu bahasa, entah kenapa rasanya begitu memilukan mendengar penyataan Chanyeol barusan

“mianhae...”
.
.
.
Jieun berjalan memasuki rumahnya, setibanya diruang tengah ia disambut dengan wajah khawatir ibunya, Jieunpun terlihat terkejut “eomma” kejut Jieun, bukankah saat ia pergi ibu dan ayahnya sudah tidur

“kau kemana saja eoh? Eomma mengkhawatirkanmu sayang” ucap Ny. Lee yang terlihat begitu khawatir hingga tangan lembut itu mengelus pipi Jieun, Jieun hanya menatap ibunya dengan ekspresi bingung juga terkejutnya

“Chanyeol mengajakku bertemu” jawab Jieun dengan suara kecil, ia sudah membohongi ibunya sebenarnya ialah yang meminta Chanyeol datang menemuinya, wajah Ny. Lee seketika terlihat lega

“eomma fikir kau kemana, syukurlah kau menemuinya” jelas Ny. Lee lega, “jadi dimana Chanyeol sekarang? Kau tidak mengajaknya mampir sebentar?”

“Chanyeol terlihat lelah jadi aku menyuruhnya langsung pulang saja” lagi, gadis itu berbohong, “aku ingin tidur eomma” iapun berjalan menuju kamarnya meninggalkan Ny. Lee yang kini terlihat lebih lega

Dikamarnya, Jieun terduduk dengan lesu menatap kosong dinding kamarnya, namun ia tersadar dari lamunannya dan berjalan menuju lemarinya, mengeluarkan kotak berukuran sedang dan mengambil tumpukan surat dari Myungsoo

“apa yang harus kulakukan?” lirihnya menatap surat surat itu

***

Keadaan yang sedikit ribut diruang latihan gedung SM, terlihat member EXO yang sedang latihan untuk persiapan konser mereka. Sejak tadi Chanyeol terus saja melakukan kesalahan membuat beberapa member terlihat mengkhawatirkannya

Musikpun berhenti dan mereka beristirahat sejenak, “kau baik baik saja?” tanya Suho yang kini mengambil posisi duduk disamping Chanyeol yang merebahkan dirinya dilantai

“aku baik baik saja” jawab Chanyeol datar, namja itu memejamkan matanya merasakan lelah yang begitu menjalar ditubuhnya

“tapi kau terlihat tidak baik” jelas Suho

“benarkah?” Chanyeolpun membuka matanya dan menghela nafas berat, “mungkin aku hanya kelelahan” lanjutnya, iapun duduk dan menerima air yang Baekhyun berikan untuknya, “gomawo”

“kenapa? Kau bertengkar lagi dengan gadismu itu?” tanya Baekhyun kali ini yang ikut bergabung dengan mereka, Chanyeolpun memukul pelan kepala Baekhyun dengan botol minumnya membuat namja itu sedikit meringis

“ingin tahu saja” ucap Chanyeol, Baekhyunpun mengerucutkan bibirnya kesal
.
.
.
Jiyeon duduk dalam diam, sejak tadi ia hanya memperhatikan Jieun yang duduk dengan tatapan kosongnya, yeoja itu sudah seperti patung bahkan Jiyeon tidak melihat pergerakan Jieun ketika bernafas

“Jiyeon-ah...” lirih Jieun, Jiyeonpun menaikkan alisnya menatap gadis itu bingung, “hidupku begitu rumit bukan?” tanyanya, Jiyeon terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan sahabatnya

“hidupmu tidak rumit, kau saja yang membuatnya rumit”

“benar, aku sudah menghancurkan semuanya”

“ehh” Jiyeon terlihat kikuk, seketika ia menjadi canggung dengan Jieun, ia tidak menyangka Jieun akan membenarkan ucapannya

“aku tidak menyangka dia akan mengatakan itu padaku” gumam Jieun, “sepertinya aku sudah gila” Jiyeon hanya diam mendengarkan setiap ocehan Jieun, ia tahu Jieun begitu tertekan dengan perjodohan itu, seandainya saja kehidupan mereka bisa ditukar, ingin sekali Jiyeon menjadi Jieun

“Jiyeon-ah, apa kau tidak punya solusi untukku?”

“entahlah, aku tidak bisa ikut campur dalam masalah keluargamu”

“tapi kau sahabatku”

“sekalipun aku sepupumu, aku tidak akan ikut campur dalam masalahmu dan orangtuamu”

“lalu aku harus bagaimana?” Jieun menghela nafas pelan, perasaannya benar benar berkecamuk, terlalu bimbang sampai gadis itu bingung apa yang sedang ia permasalahkan saat ini. Mungkin benar, ia sudah gila

“haruskah aku batalkan?”

TBC

Oke fix, cerita semakin rumit dan saya semakin gila *plakk
Tolong komentar dan saran sangat saya butuhkan
And jeongmal gomawo bagi yang udah baca + komen *bow*

Jangan bosan ya sama ff gaje karya saya *eaa

8 komentar:

  1. Waaaa... gak nyangka bakalan diupdate setelah aku baru selesai baca part 12 nya kemarin. Jieun kenapa sih susah banget nerima Chanyeol. Tuh doi dah ngaku suka sama dia. Bikin greget deh ni si jieun. Author-nim FIGHTING buat part2 selanjutnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iyanih Jieun bikin greget jadi pengen cubit pipi Chanyeol *ehh, oke fighting! ditunggu ya

      Hapus
  2. Jangan ih! Garame ah jieun maen batalin aja, kasian Yoda udah berusaha:( hargai yoda seperti menghargai karya! :')

    Keep it! Next chap^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha iyanih Jieun jahat, duhh bahasanya bikin terhura
      oke ditunggu aja ya..

      Hapus
  3. jangan dibatalin dong thor... coba tambah cewek satu lagi buat bikin jieun cemburu,,,pasti seru..tapi chanyeolnya sukanya sama jieun aja bukan sama si cewek ini hehehe saran aja thor biar ada gregetnya masa chanyeol aja yg berjuang...updatenya ditunggu <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, thanks ya, sarannya bagus banget nih, nanti deh diusahain, ditunggu aja yaa

      Hapus
  4. Greget dah duh jieun kapan sih nerima chanyeol.
    Lanjutkan trus thor fighting!! Kalo perlu tambahin pemain cowo lagi yg mirip myungsoo atau masa lalu jieun biar lebih greget. Eh sorry kepanjangan yah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke makasih ya buat sarannya, untuk kelanjutannya sabar sabar menunggu aja ya

      Hapus