Title :
Something
Author :
Park Mitha
Genre :
Romance, Comedy, Sad (maybe), Friendship, Family,
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Other Cast :
Jiyeon (T-ARA), EXO Member, Etc
***
“hentikan Park Chanyeol” ucap Jieun yang
mencoba menahan emosinya
“aku tidak bohong sayang”
“YA! APA APAAN KAU!!”
Buughh... plakkk...
Jieun menggebuki Chanyeol tanpa ampun
membuat namja itu meringis kesakitan diiringi dengan tawa puasnya, dan tawa
namja itu semakin mengundang kemarahan Jieun, hingga gadis itu memukuli
Chanyeol secara brutal
“omo!” teriak Jieun yang nyaris terjatuh
kepinggir kolam membuat Chanyeol dengan cekatan menolongnya, namun...
Byuurrrr~
Jieun dan Chanyeol saling pandang dengan
jarak yang begitu dekat, bahkan Chanyeol masih memegang tangan Jieun, hingga
akhirnya Jieun tersadar dan melepaskan genggaman tangan itu, iapun segera
berdiri dengan keadaan pakaian yang basah
“ini semua karnamu” tuduh Jieun pada
Chanyeol, Chanyeol yang baru saja berdiri itu memasang wajah kesal dan
bingungnya, “coba saja kau tidak bicara seperti tadi kita tidak akan jatuh
kekolam”
“hei, kau saja yang terlalu emosian” tuduh
Chanyeol balik
.
.
.
Ny. Lee masuk kekamar Jieun sambil membawa
nampan berisi secangkir teh hangat yang baru saja ia buat untuk anaknya itu,
“eomma masih tidak mengerti, kenapa kau dan Chanyeol pulang dengan keadaan
seperti tadi” jelas Ny. Lee sambil memberikan teh hangat itu
“eomma juga tidak perlu mengerti, cukup
ketahui saja” jawab Jieun, Ny. Leepun hanya mengangguk dan berjalan menuju
pintu kamar Jieun, namun saat ia memegang kenop pintu iapun kembali melihat
kearah Jieun membuat gadis itu menatap bingung ibunya
“setelah ini temui ayahmu diruang kerjanya”
jelas Ny. Lee lalu pergi meninggalkan kamar Jieun, Jieunpun menghela nafas
kesal, pasti ayahnya akan membahas perjodohan itu lagi
Jieunpun berjalan keluar kamarnya
mengembalikan cangkir kosong kedapur dan melangkah menuju ruang kerja ayahnya,
ruangan yang ia tahu tidak boleh seorangpun ribut didalamnya, masuk kedalam
juga harus pakai izin
Tok... tok... tok...
Jieunpun perlahan membuka pintu ruangan itu
setelah mengetuk, wajahnya dipaksakan untuk tersenyum kearah ayahnya yang sudah
lebih dulu tersenyum, “duduklah” suruh Tn. Lee, Jieunpun menurut
“appa, appa tidak akan membahas masalah itu
lagikan?” tanya Jieun dengan wajah penuh harapnya, Tn. Lee terlihat
menghembuskan nafas berat membuat Jieun merasa semakin gugup
“Jieun-ah, kau tahukan kalau eomma dan appa
hanya memilikimu, kami tidak punya anak lagi selain kau” jelas Tn. Lee, “kami
hanya bisa berharap padamu, jadi appa mohon kali ini saja”
“appa...” lirih Jieun, gadis itu tertunduk
berusaha menyembunyikan airmatanya yang sudah menetes, “tapi aku tidak bisa”
lanjutnya dengan suara bergetar
“appa tahu kalau dia bukan orang biasa,
aku... aku hanya tidak mau hidupku terusik dengan penggemarnya yang membenciku”
jelas Jieun
“Lee Jieun, appa hanya tidak ingin kau
berakhir seperti sepupumu” jelas Tn. Lee, Jieun semakin menunduk ketika ia
mengingat sepupunya yang harus berpisah dengan suaminya dan dititipkan seorang
bayi yang bahkan usianya belum genap 1 bulan
“dijaman sekarang tidak ada pria yang baik”
jelas Tn. Lee, “appa mempercayakanmu padanya karna keluarga mereka mengenal
dekat keluarga kita”
Jieun hanya menangis dalam diam, percuma
jika ia meluapkan semua isi hatinya pasti ujungnya ia akan kalah dengan
ayahnya, “appa hanya minta itu padamu, appa akan merasa tenang kalau kau sudah
bersamanya”
***
Jam menunjukkan pukul 11 malam, taman yang
sepi dan gelap itu hanya disinggahi seorang gadis yang duduk disalah satu kursi
yang kosong, mata indahnya menatap sendu kearah kolam yang tenang, namun
tatapannya teralihkan saat ia mendengar suara seseorang berdeham
Jieun kembali menatap kosong kolam didepannya,
membiarkan namja jangkung itu mengambil posisi duduk tidak jauh disampingnya,
namja itu juga menatap lurus kearah air kolam yang tidak bergerak sedikitpun
“aku ingin mengajukan permintaanku yang
kedua” lirih Jieun, Chanyeol hanya diam menunggu kelanjutan ucapan gadis itu,
“batalkan permintaanku yang pertama” lanjut Jieun
“baiklah” jawab Chanyeol sambil tersenyum
paksa, “kau hanya memiliki satu permintaan lagi, gunakan itu sebaik mungkin”
“aku tahu itu” Jieun tertunduk, lagi lagi
gadis itu menangis, Chanyeolpun menengok saat mendengar isakan tertahan gadis
itu, “seandainya Tuhan bisa menerima permintaanku, aku ingin dia kembali” ucap
Jieun bergetar
Chanyeol hanya diam memandangi wajah Jieun
yang tertutup sebagian rambutnya, suasana yang begitu hening membuatnya bisa
mendengar dengan jelas isak tangis Jieun, ‘sebegitu menyakitkankah?’ fikir
Chanyeol
Iapun perlahan memperkecil jarak dengan
Jieun, memberanikan diri merangkul yeoja itu dan membiarkan kepala yang
tertunduk itu bersender dibahunya, Jieunpun tidak memberontak, ia hanya terlalu
hanyut dalam kesedihannya
“apa aku tidak punya kesempatan?” gumam
Chanyeol, Jieun yang mendengarnyapun perlahan menghentikan tangisnya, “aku juga
tersiksa” lirihnya, Jieunpun mengangkat kepalanya dan menatap Chanyeol yang
berada begitu dekat dengannya
“kau membuatku sakit” Chanyeol balas
menatap Jieun dengan tatapan sendunya, “namja itu... entah kenapa aku merasa
kalah jauh darinya”
“Chanyeol-ssi...”
“Jieun-ah... tidak, maksudku... Lee
Jieun-ssi” potong Chanyeol, namja itu menjeda kalimatnya cukup lama, ia terus
saja menatap kedua mata Jieun begitu dalam seakan ia ingin membuat gadis itu
tahu apa yang ada difikirannya, “aku menyukaimu”
Deg!
“semua ini, semua yang sudah terjadi itu
keinginanku” jelasnya, “menemanimu ke Jepang, mengajakmu makan malam, semua itu
keinginanku, eommaku hanya alasan agar aku bisa melakukannya denganmu”
Jieun semakin menatap namja itu, mencari
kebenaran dimatanya, ia hanya takut jika saat ini Chanyeol sedang berbohong
padanya, “maafkan aku sudah menyusahkanmu” Chanyeolpun melepaskan rangkulannya
pada Jieun dan berdiri membelakangi gadis itu, menyembunyikan airmata yang
sebentar lagi akan jatuh
“kau bisa mengajukan permintaanmu yang
ketiga untuk membatalkan semua ini” Jieun hanya terdiam seribu bahasa, entah
kenapa rasanya begitu memilukan mendengar penyataan Chanyeol barusan
“mianhae...”
.
.
.
Jieun berjalan memasuki rumahnya, setibanya
diruang tengah ia disambut dengan wajah khawatir ibunya, Jieunpun terlihat
terkejut “eomma” kejut Jieun, bukankah saat ia pergi ibu dan ayahnya sudah
tidur
“kau kemana saja eoh? Eomma
mengkhawatirkanmu sayang” ucap Ny. Lee yang terlihat begitu khawatir hingga
tangan lembut itu mengelus pipi Jieun, Jieun hanya menatap ibunya dengan
ekspresi bingung juga terkejutnya
“Chanyeol mengajakku bertemu” jawab Jieun
dengan suara kecil, ia sudah membohongi ibunya sebenarnya ialah yang meminta
Chanyeol datang menemuinya, wajah Ny. Lee seketika terlihat lega
“eomma fikir kau kemana, syukurlah kau
menemuinya” jelas Ny. Lee lega, “jadi dimana Chanyeol sekarang? Kau tidak
mengajaknya mampir sebentar?”
“Chanyeol terlihat lelah jadi aku
menyuruhnya langsung pulang saja” lagi, gadis itu berbohong, “aku ingin tidur
eomma” iapun berjalan menuju kamarnya meninggalkan Ny. Lee yang kini terlihat
lebih lega
Dikamarnya, Jieun terduduk dengan lesu
menatap kosong dinding kamarnya, namun ia tersadar dari lamunannya dan berjalan
menuju lemarinya, mengeluarkan kotak berukuran sedang dan mengambil tumpukan
surat dari Myungsoo
“apa yang harus kulakukan?” lirihnya
menatap surat surat itu
***
Keadaan yang sedikit ribut diruang latihan
gedung SM, terlihat member EXO yang sedang latihan untuk persiapan konser
mereka. Sejak tadi Chanyeol terus saja melakukan kesalahan membuat beberapa member
terlihat mengkhawatirkannya
Musikpun berhenti dan mereka beristirahat
sejenak, “kau baik baik saja?” tanya Suho yang kini mengambil posisi duduk
disamping Chanyeol yang merebahkan dirinya dilantai
“aku baik baik saja” jawab Chanyeol datar,
namja itu memejamkan matanya merasakan lelah yang begitu menjalar ditubuhnya
“tapi kau terlihat tidak baik” jelas Suho
“benarkah?” Chanyeolpun membuka matanya dan
menghela nafas berat, “mungkin aku hanya kelelahan” lanjutnya, iapun duduk dan
menerima air yang Baekhyun berikan untuknya, “gomawo”
“kenapa? Kau bertengkar lagi dengan gadismu
itu?” tanya Baekhyun kali ini yang ikut bergabung dengan mereka, Chanyeolpun
memukul pelan kepala Baekhyun dengan botol minumnya membuat namja itu sedikit
meringis
“ingin tahu saja” ucap Chanyeol,
Baekhyunpun mengerucutkan bibirnya kesal
.
.
.
Jiyeon duduk dalam diam, sejak tadi ia
hanya memperhatikan Jieun yang duduk dengan tatapan kosongnya, yeoja itu sudah
seperti patung bahkan Jiyeon tidak melihat pergerakan Jieun ketika bernafas
“Jiyeon-ah...” lirih Jieun, Jiyeonpun
menaikkan alisnya menatap gadis itu bingung, “hidupku begitu rumit bukan?”
tanyanya, Jiyeon terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan sahabatnya
“hidupmu tidak rumit, kau saja yang
membuatnya rumit”
“benar, aku sudah menghancurkan semuanya”
“ehh” Jiyeon terlihat kikuk, seketika ia
menjadi canggung dengan Jieun, ia tidak menyangka Jieun akan membenarkan
ucapannya
“aku tidak menyangka dia akan mengatakan
itu padaku” gumam Jieun, “sepertinya aku sudah gila” Jiyeon hanya diam
mendengarkan setiap ocehan Jieun, ia tahu Jieun begitu tertekan dengan
perjodohan itu, seandainya saja kehidupan mereka bisa ditukar, ingin sekali
Jiyeon menjadi Jieun
“Jiyeon-ah, apa kau tidak punya solusi
untukku?”
“entahlah, aku tidak bisa ikut campur dalam
masalah keluargamu”
“tapi kau sahabatku”
“sekalipun aku sepupumu, aku tidak akan
ikut campur dalam masalahmu dan orangtuamu”
“lalu aku harus bagaimana?” Jieun menghela
nafas pelan, perasaannya benar benar berkecamuk, terlalu bimbang sampai gadis
itu bingung apa yang sedang ia permasalahkan saat ini. Mungkin benar, ia sudah
gila
“haruskah aku batalkan?”
TBC
Oke fix, cerita semakin rumit dan saya
semakin gila *plakk
Tolong komentar dan saran sangat saya
butuhkan
And jeongmal gomawo bagi yang udah baca +
komen *bow*
Jangan bosan ya sama ff gaje karya saya
*eaa
Waaaa... gak nyangka bakalan diupdate setelah aku baru selesai baca part 12 nya kemarin. Jieun kenapa sih susah banget nerima Chanyeol. Tuh doi dah ngaku suka sama dia. Bikin greget deh ni si jieun. Author-nim FIGHTING buat part2 selanjutnya...
BalasHapushehe iyanih Jieun bikin greget jadi pengen cubit pipi Chanyeol *ehh, oke fighting! ditunggu ya
HapusJangan ih! Garame ah jieun maen batalin aja, kasian Yoda udah berusaha:( hargai yoda seperti menghargai karya! :')
BalasHapusKeep it! Next chap^^
haha iyanih Jieun jahat, duhh bahasanya bikin terhura
Hapusoke ditunggu aja ya..
jangan dibatalin dong thor... coba tambah cewek satu lagi buat bikin jieun cemburu,,,pasti seru..tapi chanyeolnya sukanya sama jieun aja bukan sama si cewek ini hehehe saran aja thor biar ada gregetnya masa chanyeol aja yg berjuang...updatenya ditunggu <3
BalasHapushehe, thanks ya, sarannya bagus banget nih, nanti deh diusahain, ditunggu aja yaa
HapusGreget dah duh jieun kapan sih nerima chanyeol.
BalasHapusLanjutkan trus thor fighting!! Kalo perlu tambahin pemain cowo lagi yg mirip myungsoo atau masa lalu jieun biar lebih greget. Eh sorry kepanjangan yah.
oke makasih ya buat sarannya, untuk kelanjutannya sabar sabar menunggu aja ya
Hapus