Jumat, 05 Februari 2016

EXOU Love Story - Love Me Right (Sehun Ver.)


Title                : Love Me Right
Author           : Park Mitha
Genre              : Romance
Lengh              : Oneshoot
Rating             : All
Cast                : IU-Lee Jieun, Sehun (EXO), Etc

***

Berjalan sambil bergandengan tangan, itulah yang dilakukan sepasang kekasih pada umumnya, sama halnya dengan sepasang kekasih yang sedang dimabuk cintai ini, Jieun dan Sehun terlihat saling melempar senyum terindah mereka

Cuaca yang cukup dingin memang menguntungkan bagi Jieun, dimana ia bisa terus terusan menempel pada namjanya itu, begitu juga dengan Sehun yang seakan tidak ingin Jieun pergi sedetikpun dari sisinya

“sebentar lagi hari jadi kita yang ke-2, kau sudah menyiapkan sesuatu?” tanya Jieun membuka topik pembicaraan, Sehun terlihat berfikir sejenak lalu menatap gadisnya itu sambil tersenyum


“rahasia” jawabnya, Jieunpun mengerucutkan bibirnya, “kejutan tidak boleh diberitahukan bukan? Tidak seru jika aku memberitahumu” jelas namja itu

“apakah sangat mengesankan?”

“rahasia”

“ya! Tidak bisakah aku tau sedikiiit saja” mohon Jieun sambil menunjukkan puppy eyesnya, namun Sehun tidak mau kalah, namja itu menggeleng mantap membuat Jieun membuang jauh jauh rasa keingintahuannya

“bagaimana denganmu? Mungkin kau akan menceritakan sedikit padaku?”

“tidak akan!”

“kau marah eoh?” tanya Sehun jahil, namja itupun menekan hidung kecil Jieun dengan gemas, membuatnya semakin merah, “hidungmu merah seperti badut” ejek Sehun

“hidungmu seperti pinokio” ejek Jieun balik

“tapi kau sukakan?” Jieunpun tersipu malu kala Sehun mulai menggodanya

“kau juga suka dengankukan?” tanya Jieun balik, Sehunpun mengangguk mantap membuat Jieun tersenyum senang

“ahh dingin sekali” keluh Jieun sambil menghela nafas panjang hingga dapat gadis itu lihat asap dingin yang keluar dari mulutnya, Sehunpun semakin menarik Jieun kedalam dekapannya membuat Jieun merasa hangat

“apa masih dingin?”

“sudah lebih hangat” ucap Jieun sambil tersenyum senang

***

Jieun melangkah dengan bahagianya menuju pintu utama cafe yang diberi nama Leevely Cafe tersebut, dimana ditangannya ada penyiram tanaman yang sudah diisi dengan air, pagi seperti ini sangat bagus untuk memberi makan tanaman yang cantik didepan cafenya

“selamat pagi” sapa Jieun saat melihat seorang ahjumma yang berjalan melewati cafenya, dengan ramah ahjumma itu balik menyapa Jieun, gadis itupun mulai menyirami semua tanaman yang ada disana, bahkan tanaman kaktuspun ia siram karna hati gadis itu terlalu bahagia

Sedang asik menyirami tanaman didepan cafenya tanpa ia sadar jika seorang Oh Sehun sedang berdiri tidak jauh dibelakangnya yang sudah mengambil ancang ancang akan mengejutkan gadis itu, dan 1... 2... 3...

“door!”

“omo!”

Byuuurrr~

“Jieun-ah apa yang kau lakukan?”
.
.
.
Sejak tadi Sehun hanya duduk dengan tangan yang terlipat didada, wajahnya terlihat begitu dingin seperti keadaan pakaiannya yang setengah basah itu yang membuatnya agak kedinginan, bahkan handuk yang Jieun ambilkan tidak namja itu pakai, begitu juga dengan secangkir coffee latte yang ia sukai, terlihat masih utuh dengan hiasan hati diatasnya

Jieun yang duduk tepat didepan namja itu hanya menunduk sesekali curi pandang pada Sehun yang terus menatapnya tanpa kedip, “mianhae...” lirih Jieun, terdengar begitu ketakutan

“aku benar benar tidak sengaja” ucap Jieun lagi, kali ini gadis itu mencoba menatap Sehun yang tidak bergeming sama sekali, sudah seperti patung saja, “kau pasti kedinginan”

“lalu kenapa kau diam saja disitu?” akhirnya Sehun mengeluarkan suaranya, namun kini Jieun meresponnya dengan wajah bingung, membuat gadis itu terlihat sangat manis dimata Sehun, bolehkah Sehun mengantonginya dan membawanya pulang?

“bukankah aku sudah mengambilkanmu handuk?” tanya Jieun balik, bahkan handuk itu tergeletak dengan jelas diatas meja, yang benar saja Sehun tidak melihatnya?

“kau yakin handuk itu bisa menutupi seluruh tubuhku?”

“apa terlalu kecil?” dengan wajah polosnya Jieun bertanya membuat Sehun semakin gemas pada gadis itu, “apa mau kuambilkan yang lebih besar?” Jieunpun mulai berdiri

“kau tidak mengerti?” Jieun menghentikan langkahnya saat Sehun bersuara, “tidak perlu pakai handuk, cukup peluk aku” lanjutnya, Jieunpun memasang wajah aneh, ada apa dengan kekasihnya itu? Apa ia salah makan semalam?

“tidak mau!” jawab Jieun mantap, bahkan diiringi dengan gelengan

“kenapa?”

“nanti kalau bajuku ikut basah bagaimana? Cafeku sebentar lagi harus dibuka” ucap Jieun beralasan, Sehunpun terlihat befikir mencari ide

“kalau begitu, berikan yang disini saja...” kali ini bukan ekspresi bingung ataupun aneh yang Jieun tunjukkan melainkan ekspresi super terkejutnya, mata indah itu membulat saat Sehun menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya

“Sehun-ah, jangan bicara yang aneh aneh” ucap Jieun yang kini melipat kedua tangannya didada

“hanya sedetik” pinta Sehun, “tidak, tapi lima detik” mohon namja itu lagi, Jieun menggeleng mantap masih dengan tangan yang melipat, “ayolah Ji, aku akan merasa lebih hangat kalau kau memelukku atau menciumku”

“baiklah, satu pelukkan saja ya” tawar Jieun, Sehunpun mengangguk senang, Jieunpun berjalan mendekati Sehun namun saat gadis itu ingin mengulurkan tangannya untuk memeluk, Sehun malah menarik Jieun, dan...

Chu~

1 detik...

3 detik...

5 detik...

“YA!” Jieun mendorong tubuh Sehun kesal, “katanya hanya pelukan, kenapa kau malah menciumku?” kesal Jieun pada Sehun

“hanya 5 detik” jawab Sehun senang, namja itupun meminum coffee yang sudah Jieun buatkan untuknya lalu melihat jam dipergelangan tangannya, “bukankah cafemu harus dibuka?” tanyanya dengan begitu santai seakan tidak terjadi apa apa

Jieunpun melihat jam didinding yang menunjukkan pukul 8 pagi, dengan wajah kesal juga langkah yang dihentakkan gadis itu berjalan menuju pintu dan membalik palang yang bertuliskan ‘close’ itu menjadi ‘open’

“bukankah kau harus kerja? Kenapa tidak berangkat?”

“sepertinya hari ini aku akan berkerja dicafemu saja”

“cafeku tidak menerima karyawan” tolak Jieun mantap, gadis itupun berjalan menuju dapur cafenya, Sehun hanya tersenyum geli melihat tingkah Jieun yang begitu lucu, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menyusul gadis itu

“yakin tidak menerima karyawan setampan ini?” godanya

“tampan? Darimananya?” tanya Jieun dengan juteknya, “mesum sih iya” lanjutnya, iapun mulai menyusuni roti roti yang sudah siap saji itu, lalu berjalan melewati Sehun bahkan gadis itu menyenggol tubuh tegap Sehun dengan kesal

“kau marah eoh?” tanya Sehun yang terus saja membuntuti Jieun, namun tidak ada balasan dari Jieun, Sehun hanya bisa terkekeh melihat tingkah Jieun yang sedang marah, gadis itu terlihat sangat menggemaskan

***

-Oh Baby-
Aku tahu kau masih marah padaku
Tapi kau tidak lupa dengan hari inikan?

Jieun memandang layar ponselnya sejenak lalu melihat kalender yang ada dimejanya dimana ada bentuk hati disalah satu tanggalnya, “tentu saja aku ingat, bahkan aku menunggu hari ini” gumam Jieun yang kembali memandangi layar ponselnya

-Baby Ji-
Ya

“hanya itu? Kau pasti sangat marah padaku” gumam Sehun sambil berbicara pada ponselnya, namja itupun tersenyum senang sambil mengetik beberapa kata dan mengirimnya pada Jieun

-Oh Baby-
Kalau begitu, aku tunggu jam 8 malam
Kita bertemu ditempat kencan pertama kita

-Baby Ji-
Ya

Jieun melihat jam, sudah jam 6.30, ia harus bersiap siap untuk merayakan hari jadi mereka yang kedua, Jieun merasa sangat bahagia saat ini, sekalipun ia hanya membalas kata ‘ya’ namun kenyataannya gadis itu sangat ingin mengungkapkan kebahagiaannya sekarang

Skip...

Jieun melangkah dengan pelan namun pasti menyusuri setiap lekuk taman yang sangat gelap itu, mata dan kakinya terus mendekati satu satunya cahaya yang ada disana, dimana dari kejauhan Jieun bisa melihat Sehun duduk seorang diri dengan meja yang sudah dihiasi

Indah, itulah kesan pertama Jieun saat melihat tempat itu, “eoh kau sudah datang” ucap Sehun agak kaget, iapun berdiri menyambut kedatangan Jieun

“kau yang membuat semua ini?” tanya Jieun, mata itu terus melihat sekelilingnya, lampu lampu kecil itu terlihat seperti kunang kunang yang bertebaran mengelilingi mereka, sangat manis

“tentu saja” jawab Sehun mantap, iapun tersenyum senang melihat reaksi Jieun yang sepertinya sangat menyukai dekorasi itu, “silahkan duduk” Sehunpun mempersilahkan Jieun duduk, memperlakukan Jieun layaknya seorang tuan putri lalu mengambil posisi duduk tepat didepan gadis itu

“Jieun-ah, bukankah 2 tahun ini terasa begitu cepat?” tanya Sehun, namja itupun menggenggam erat tangan Jieun, “aku bingung harus memulai darimana”

“kau tidak perlu memulai dari awal, bukankah kita menjalaninya bersama?”

“ahh benar” Sehunpun tersipu malu, “baiklah, aku akan memulai dari hal yang kau tidak tahu” Jieun memandang Sehun bingung

“sudah sejak setahun yang lalu aku memikirkannya dan aku benar benar yakin dengan pilihanku, menjadikanmu satu satunya wanita dihatiku adalah sebuah keberuntungan, aku bahkan tidak bisa membenci sedikitpun tentang keburukkanmu, dari sikapmu yang terkadang kekanakan, kau terlewat polos, atau mungkin kau yang cemburuan, aku menyukai semuanya”

“dan... malam ini, dimana hubungan kita genap 2 tahun, aku ingin menanyakan satu hal yang harus kau jawab dengan jujur”

“apa itu?” Sehun terlihat mengajak Jieun untuk berdiri dan Jieun hanya menurut, namja itu menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya perlahan, iapun meraih sesuatu didalam saku mantelnya, dan ia bertekuk lutut didepan Jieun sambil menyerahkan benda kotak kecil itu

“Lee Jieun, maukah kau menikah denganku?”

Jieun akui ia sudah tidak bisa menahan airmata bahagia itu hingga akhirnya pipinya yang memerah itu basah akan airmata, “Sehun-ah...” lirih Jieun dengan suara bergetarnya, “bagaimana aku harus menjawabnya? Aku benar benar tidak bisa menolakmu”

Grep! Jieunpun refleks memeluk Sehun, perasaannya benar benar tidak bisa dikontrol sekarang, ia sudah merasa seperti terbang keluar angkasa karna terlalu bahagia, Sehunpun dengan senang hati membalas pelukkan itu

“apa yang harus kulakukan untuk membalas semua ini? Kau benar benar membuatku merasa menjadi wanita paling beruntung didunia” oceh Jieun yang masih setia memeluk Sehun, hingga akhirnya iapun melonggarkan pelukkan itu dan kini menatap Sehun dengan wajah polosnya

“tidak banyak, cukup cintai aku dengan baik dan benar, juga berikan aku itu...” Jieun memandang Sehun dengan wajah bingungnya hingga akhirnya ia mendorong tubuh namja itu

“ya! Dasar mesum!”


FIN

maapin kalo gagal romance T,T

6 komentar:

  1. Ahaha lucu. Sehun diem2 mesum, Jieun gemesin bngt. Sering2 buat ff sehun-iu yh thor.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe makasih ya udah baca + komen, iyadeh ff sehun-iu nya bakalan diperbanyak hehe

      Hapus
  2. Couple fav banget ! >.< pengen di undang ke nikahannya dong wkwkwk :))

    BalasHapus
  3. sweet couple... paling suka sama fanfic author ini soalnya IUnya dipasangin orang2 kece...thor kalo ada waktu luang bikin dong versi chapternya pasti bagus...oneshoot aja bagus banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe makasih ya udah baca + komen, iyadeh nanti diusahain bikin yang chapter

      Hapus