Title :
Love Me Right
Author :
Park Mitha
Genre :
Romance
Lengh :
Oneshoot
Rating :
All
Cast :
IU-Lee Jieun, Sehun (EXO), Etc
***
Berjalan sambil bergandengan tangan, itulah
yang dilakukan sepasang kekasih pada umumnya, sama halnya dengan sepasang
kekasih yang sedang dimabuk cintai ini, Jieun dan Sehun terlihat saling
melempar senyum terindah mereka
Cuaca yang cukup dingin memang menguntungkan
bagi Jieun, dimana ia bisa terus terusan menempel pada namjanya itu, begitu
juga dengan Sehun yang seakan tidak ingin Jieun pergi sedetikpun dari sisinya
“sebentar lagi hari jadi kita yang ke-2,
kau sudah menyiapkan sesuatu?” tanya Jieun membuka topik pembicaraan, Sehun
terlihat berfikir sejenak lalu menatap gadisnya itu sambil tersenyum
“rahasia” jawabnya, Jieunpun mengerucutkan
bibirnya, “kejutan tidak boleh diberitahukan bukan? Tidak seru jika aku
memberitahumu” jelas namja itu
“apakah sangat mengesankan?”
“rahasia”
“ya! Tidak bisakah aku tau sedikiiit saja”
mohon Jieun sambil menunjukkan puppy eyesnya, namun Sehun tidak mau kalah,
namja itu menggeleng mantap membuat Jieun membuang jauh jauh rasa
keingintahuannya
“bagaimana denganmu? Mungkin kau akan
menceritakan sedikit padaku?”
“tidak akan!”
“kau marah eoh?” tanya Sehun jahil, namja
itupun menekan hidung kecil Jieun dengan gemas, membuatnya semakin merah,
“hidungmu merah seperti badut” ejek Sehun
“hidungmu seperti pinokio” ejek Jieun balik
“tapi kau sukakan?” Jieunpun tersipu malu
kala Sehun mulai menggodanya
“kau juga suka dengankukan?” tanya Jieun
balik, Sehunpun mengangguk mantap membuat Jieun tersenyum senang
“ahh dingin sekali” keluh Jieun sambil
menghela nafas panjang hingga dapat gadis itu lihat asap dingin yang keluar
dari mulutnya, Sehunpun semakin menarik Jieun kedalam dekapannya membuat Jieun
merasa hangat
“apa masih dingin?”
“sudah lebih hangat” ucap Jieun sambil
tersenyum senang
***
Jieun melangkah dengan bahagianya menuju
pintu utama cafe yang diberi nama Leevely Cafe tersebut, dimana ditangannya ada
penyiram tanaman yang sudah diisi dengan air, pagi seperti ini sangat bagus
untuk memberi makan tanaman yang cantik didepan cafenya
“selamat pagi” sapa Jieun saat melihat
seorang ahjumma yang berjalan melewati cafenya, dengan ramah ahjumma itu balik
menyapa Jieun, gadis itupun mulai menyirami semua tanaman yang ada disana,
bahkan tanaman kaktuspun ia siram karna hati gadis itu terlalu bahagia
Sedang asik menyirami tanaman didepan
cafenya tanpa ia sadar jika seorang Oh Sehun sedang berdiri tidak jauh
dibelakangnya yang sudah mengambil ancang ancang akan mengejutkan gadis itu,
dan 1... 2... 3...
“door!”
“omo!”
Byuuurrr~
“Jieun-ah apa yang kau lakukan?”
.
.
.
Sejak tadi Sehun hanya duduk dengan tangan
yang terlipat didada, wajahnya terlihat begitu dingin seperti keadaan
pakaiannya yang setengah basah itu yang membuatnya agak kedinginan, bahkan handuk
yang Jieun ambilkan tidak namja itu pakai, begitu juga dengan secangkir coffee
latte yang ia sukai, terlihat masih utuh dengan hiasan hati diatasnya
Jieun yang duduk tepat didepan namja itu
hanya menunduk sesekali curi pandang pada Sehun yang terus menatapnya tanpa
kedip, “mianhae...” lirih Jieun, terdengar begitu ketakutan
“aku benar benar tidak sengaja” ucap Jieun
lagi, kali ini gadis itu mencoba menatap Sehun yang tidak bergeming sama
sekali, sudah seperti patung saja, “kau pasti kedinginan”
“lalu kenapa kau diam saja disitu?”
akhirnya Sehun mengeluarkan suaranya, namun kini Jieun meresponnya dengan wajah
bingung, membuat gadis itu terlihat sangat manis dimata Sehun, bolehkah Sehun
mengantonginya dan membawanya pulang?
“bukankah aku sudah mengambilkanmu handuk?”
tanya Jieun balik, bahkan handuk itu tergeletak dengan jelas diatas meja, yang
benar saja Sehun tidak melihatnya?
“kau yakin handuk itu bisa menutupi seluruh
tubuhku?”
“apa terlalu kecil?” dengan wajah polosnya
Jieun bertanya membuat Sehun semakin gemas pada gadis itu, “apa mau kuambilkan
yang lebih besar?” Jieunpun mulai berdiri
“kau tidak mengerti?” Jieun menghentikan
langkahnya saat Sehun bersuara, “tidak perlu pakai handuk, cukup peluk aku”
lanjutnya, Jieunpun memasang wajah aneh, ada apa dengan kekasihnya itu? Apa ia
salah makan semalam?
“tidak mau!” jawab Jieun mantap, bahkan
diiringi dengan gelengan
“kenapa?”
“nanti kalau bajuku ikut basah bagaimana? Cafeku
sebentar lagi harus dibuka” ucap Jieun beralasan, Sehunpun terlihat befikir
mencari ide
“kalau begitu, berikan yang disini saja...”
kali ini bukan ekspresi bingung ataupun aneh yang Jieun tunjukkan melainkan
ekspresi super terkejutnya, mata indah itu membulat saat Sehun menunjuk
bibirnya dengan jari telunjuknya
“Sehun-ah, jangan bicara yang aneh aneh”
ucap Jieun yang kini melipat kedua tangannya didada
“hanya sedetik” pinta Sehun, “tidak, tapi
lima detik” mohon namja itu lagi, Jieun menggeleng mantap masih dengan tangan
yang melipat, “ayolah Ji, aku akan merasa lebih hangat kalau kau memelukku atau
menciumku”
“baiklah, satu pelukkan saja ya” tawar Jieun,
Sehunpun mengangguk senang, Jieunpun berjalan mendekati Sehun namun saat gadis
itu ingin mengulurkan tangannya untuk memeluk, Sehun malah menarik Jieun,
dan...
Chu~
1 detik...
3 detik...
5 detik...
“YA!” Jieun mendorong tubuh Sehun kesal, “katanya
hanya pelukan, kenapa kau malah menciumku?” kesal Jieun pada Sehun
“hanya 5 detik” jawab Sehun senang, namja
itupun meminum coffee yang sudah Jieun buatkan untuknya lalu melihat jam
dipergelangan tangannya, “bukankah cafemu harus dibuka?” tanyanya dengan begitu
santai seakan tidak terjadi apa apa
Jieunpun melihat jam didinding yang
menunjukkan pukul 8 pagi, dengan wajah kesal juga langkah yang dihentakkan
gadis itu berjalan menuju pintu dan membalik palang yang bertuliskan ‘close’
itu menjadi ‘open’
“bukankah kau harus kerja? Kenapa tidak
berangkat?”
“sepertinya hari ini aku akan berkerja
dicafemu saja”
“cafeku tidak menerima karyawan” tolak
Jieun mantap, gadis itupun berjalan menuju dapur cafenya, Sehun hanya tersenyum
geli melihat tingkah Jieun yang begitu lucu, hingga akhirnya ia memutuskan
untuk menyusul gadis itu
“yakin tidak menerima karyawan setampan
ini?” godanya
“tampan? Darimananya?” tanya Jieun dengan
juteknya, “mesum sih iya” lanjutnya, iapun mulai menyusuni roti roti yang sudah
siap saji itu, lalu berjalan melewati Sehun bahkan gadis itu menyenggol tubuh
tegap Sehun dengan kesal
“kau marah eoh?” tanya Sehun yang terus
saja membuntuti Jieun, namun tidak ada balasan dari Jieun, Sehun hanya bisa
terkekeh melihat tingkah Jieun yang sedang marah, gadis itu terlihat sangat
menggemaskan
***
-Oh Baby-
Aku tahu kau masih marah padaku
Tapi kau tidak lupa dengan hari inikan?
Jieun memandang layar ponselnya sejenak
lalu melihat kalender yang ada dimejanya dimana ada bentuk hati disalah satu
tanggalnya, “tentu saja aku ingat, bahkan aku menunggu hari ini” gumam Jieun
yang kembali memandangi layar ponselnya
-Baby Ji-
Ya
“hanya itu? Kau pasti sangat marah padaku”
gumam Sehun sambil berbicara pada ponselnya, namja itupun tersenyum senang
sambil mengetik beberapa kata dan mengirimnya pada Jieun
-Oh Baby-
Kalau begitu, aku tunggu jam 8 malam
Kita bertemu ditempat kencan pertama kita
-Baby Ji-
Ya
Jieun melihat jam, sudah jam 6.30, ia harus
bersiap siap untuk merayakan hari jadi mereka yang kedua, Jieun merasa sangat
bahagia saat ini, sekalipun ia hanya membalas kata ‘ya’ namun kenyataannya
gadis itu sangat ingin mengungkapkan kebahagiaannya sekarang
Skip...
Jieun melangkah dengan pelan namun pasti
menyusuri setiap lekuk taman yang sangat gelap itu, mata dan kakinya terus
mendekati satu satunya cahaya yang ada disana, dimana dari kejauhan Jieun bisa
melihat Sehun duduk seorang diri dengan meja yang sudah dihiasi
Indah, itulah kesan pertama Jieun saat
melihat tempat itu, “eoh kau sudah datang” ucap Sehun agak kaget, iapun berdiri
menyambut kedatangan Jieun
“kau yang membuat semua ini?” tanya Jieun,
mata itu terus melihat sekelilingnya, lampu lampu kecil itu terlihat seperti
kunang kunang yang bertebaran mengelilingi mereka, sangat manis
“tentu saja” jawab Sehun mantap, iapun
tersenyum senang melihat reaksi Jieun yang sepertinya sangat menyukai dekorasi
itu, “silahkan duduk” Sehunpun mempersilahkan Jieun duduk, memperlakukan Jieun
layaknya seorang tuan putri lalu mengambil posisi duduk tepat didepan gadis itu
“Jieun-ah, bukankah 2 tahun ini terasa
begitu cepat?” tanya Sehun, namja itupun menggenggam erat tangan Jieun, “aku
bingung harus memulai darimana”
“kau tidak perlu memulai dari awal,
bukankah kita menjalaninya bersama?”
“ahh benar” Sehunpun tersipu malu, “baiklah,
aku akan memulai dari hal yang kau tidak tahu” Jieun memandang Sehun bingung
“sudah sejak setahun yang lalu aku
memikirkannya dan aku benar benar yakin dengan pilihanku, menjadikanmu satu
satunya wanita dihatiku adalah sebuah keberuntungan, aku bahkan tidak bisa
membenci sedikitpun tentang keburukkanmu, dari sikapmu yang terkadang
kekanakan, kau terlewat polos, atau mungkin kau yang cemburuan, aku menyukai
semuanya”
“dan... malam ini, dimana hubungan kita
genap 2 tahun, aku ingin menanyakan satu hal yang harus kau jawab dengan jujur”
“apa itu?” Sehun terlihat mengajak Jieun
untuk berdiri dan Jieun hanya menurut, namja itu menarik nafas dalam dalam dan
menghembuskannya perlahan, iapun meraih sesuatu didalam saku mantelnya, dan ia
bertekuk lutut didepan Jieun sambil menyerahkan benda kotak kecil itu
“Lee Jieun, maukah kau menikah denganku?”
Jieun akui ia sudah tidak bisa menahan
airmata bahagia itu hingga akhirnya pipinya yang memerah itu basah akan
airmata, “Sehun-ah...” lirih Jieun dengan suara bergetarnya, “bagaimana aku
harus menjawabnya? Aku benar benar tidak bisa menolakmu”
Grep! Jieunpun refleks memeluk Sehun,
perasaannya benar benar tidak bisa dikontrol sekarang, ia sudah merasa seperti
terbang keluar angkasa karna terlalu bahagia, Sehunpun dengan senang hati
membalas pelukkan itu
“apa yang harus kulakukan untuk membalas
semua ini? Kau benar benar membuatku merasa menjadi wanita paling beruntung
didunia” oceh Jieun yang masih setia memeluk Sehun, hingga akhirnya iapun
melonggarkan pelukkan itu dan kini menatap Sehun dengan wajah polosnya
“tidak banyak, cukup cintai aku dengan baik
dan benar, juga berikan aku itu...” Jieun memandang Sehun dengan wajah
bingungnya hingga akhirnya ia mendorong tubuh namja itu
“ya! Dasar mesum!”
FIN
maapin kalo gagal romance T,T
maapin kalo gagal romance T,T
Ahaha lucu. Sehun diem2 mesum, Jieun gemesin bngt. Sering2 buat ff sehun-iu yh thor.....
BalasHapushehe makasih ya udah baca + komen, iyadeh ff sehun-iu nya bakalan diperbanyak hehe
HapusCouple fav banget ! >.< pengen di undang ke nikahannya dong wkwkwk :))
BalasHapusoke nanti datang bawa partner ya hehe
Hapussweet couple... paling suka sama fanfic author ini soalnya IUnya dipasangin orang2 kece...thor kalo ada waktu luang bikin dong versi chapternya pasti bagus...oneshoot aja bagus banget...
BalasHapushehe makasih ya udah baca + komen, iyadeh nanti diusahain bikin yang chapter
Hapus