Jumat, 26 Februari 2016

Boys Meet... Girl? (Chapter 2)


Title                : Boys Meet... Girl?
Author           : Park Mitha
Genre              : Romance, Comedy, Fantasy,
Lengh              : Chapter
Rating             : All
Cast                : IU-Lee Jieun, EXO Member, Etc

***

Tok... tok... tok...

“Jieun-ah kau didalam?” tanya Baekhyun, tidak ada jawaban hingga namja itu langsung membuka pintu yang kebetulan tidak dikunci itu

Namun saat ia membuka pintu ia disambut dengan cahaya yang begitu menyilaukan hingga ia langsung menutup matanya, cahayapun mereda dan Baekhyun kembali melihat kedalam kamar dan betapa terkejutnya ia saat melihat gadis asing yang mereka temukan semalam tengah berdiri didepan cermin besar dengan sayap dibelakangnya

“Jieun-ah kau...” ucap Baekhyun terkejut, Jieunpun ikut terkejut hingga sayap yang Baekhyun lihat itu menghilang setelah namja itu berkedip

“apa yang kau lakukan disini?” ucap Jieun takut takut, Baekhyun yang masih terlihat shock itu menggeleng pelan, “kau tidak melihat apa apa bukan?” lanjut Jieun


“tidak” jawab Baekhyun kaku, “ayo kita makan” iapun berjalan pergi meninggalkan kamar Jieun dengan wajah masih shocknya bahkan Chanyeol terlihat bingung saat melihat ekspresi teman sekamarnya itu

“ada apa denganmu?” tanya Chanyeol bingung, Baekhyunpun mulai membuka mulutnya untuk bicara namun ia mengurungkan niatnya saat melihat Jieun keluar dari kamar

“tidak ada” jawab Baekhyun

“ayo kita makan” ajak Lay yang membawa nampan berisikan makanan mereka, begitu juga dengan Chen yang membawa nampan besar yang berisikan makanan untuk semua member juga Jieun
.
.
.
Jieun duduk dengan canggung diruang tengah dorm yang juga diisi dengan member lainnya yang sedang bersantai santai, mata gadis itu terus saja menjelajah setiap lekuk ruangan, ia bahkan sangat takjub dengan lampu yang tertempel dilangit langit rumah mereka

“apa itu bintang?” tanyanya pada Kai yang sedang duduk disampingnya, Kaipun mengalihkan pandangannya dari ponselnya dan melihat apa yang Jieun tunjuk

“itu namanya lampu bukan bintang” jelas Kai

“tapi kenapa bercahaya?”

“namanya juga penerang, kau ini kalau bertanya yang wajar saja, anak kecil saja tau kenapa lampu bercahaya” kesal Kai, membuat wajah cantik Jieun jadi sedih

“Kai-ya kau kasar sekali dengan perempuan” omel Sehun, yang hanya dijawab tatapan tajam Kai, membuat Sehun hanya bisa menatap kasihan Jieun

***

Sehun bergerak dengan tidak tenang dikamarnya, bahkan ranjang yang awalnya rapi itu menjadi berantakan. Ia terlihat begitu gelisah dengan game diponselnya hingga akhirnya ia menyerah dan melempar ponselnya kesal

“ahh membosankan” keluhnya, iapun berjalan keluar dari kamarnya, suasana dorm sangat sepi mengingat hanya ia yang tidak memiliki jadwal hari ini, namun ia terlihat senang saat dilihatnya Jieun tengah memperhatikan ikan ikan yang ada diaquarium

Senyuman jahilpun terukir dibibirnya, iapun berjalan mendekati Jieun dan mengejutkan yeoja itu dengan menunjukkan wajah konyolnya dari seberang kaca aquarium yang Jieun lihat, dan refleks saja Jieun terjatuh karna begitu terkejut

“haha kau kaget ya?” ucap Sehun mengejek

“kenapa wajahmu bisa jelek sekali?” tanya Jieun sambil memperhatikan wajah tampan Sehun yang tadi terlihat sangat buruk

“mwo! Kau bilang wajahku jelek?” ucap Sehun tidak terima, Jieun hanya mengangguk polos, “asal kau tau ya, semua yeoja diluar sana sangat menggilai ketampananku, yang benar saja kau tidak”

“tapi tadi...”

“apa member lain belum ada yang pulang?” Sehunpun mengalihkan pembicaraan, Jieun hanya menjawabnya dengan gelengan, “ahh iya, Jieun-ah aku ingin bertanya padamu...”

Jieunpun menatap Sehun dengan penasaran, “tapi jangan bohong ya?” lanjut Sehun

“memangnya kau mau tanya apa?”

“apa benar kau berasal dari...” Sehun menunjuk atas, Jieunpun melihat arah yang Sehun tunjuk, yeoja itu mengangguk mantap, “jadi... kau ini manusia atau bukan?”

“aku tidak mau cerita kalau kau tidak mau percaya” tolak Jieun

“aku percaya padamu, ayo ceritakan padaku” paksa Sehun dengan sedikit manja

“kalau kau percaya kenapa saat yang lainnya tertawa kau juga ikut tertawa?”

“itu... itu namanya refleks” ucap Sehun cengengesan, “ayolah ceritakan padaku” paksanya lagi ia bahkan bergelayutan ditangan Jieun seperti anak kecil minta dibelikan permen, hingga akhirnya Jieun luluh dan menceritakan semuanya pada Sehun, entah kenapa Sehun mempercayai gadis itu

“jadi... kau termasuk dalam golongan bidadari?” tanya Sehun yang terlihat berfikir, Jieun hanya mengangguk kecil, “aku tidak menyangka kalau bidadari itu benar ada” Jieun hanya tersenyum simpul menanggapinya

“ceritamu benar benar menakjubkan” Sehunpun mengancungkan dua ibu jarinya, “seandainya hyung hyungku mempercayaimu” gumamnya sedih

“tolong jangan beritahu mereka” ucap Jieun memohon, Sehun menatap Jieun bingung, “cukup kau saja yang tahu cerita ini” lanjutnya

“baiklah, aku akan hargai pripasimu” Sehunpun tersenyum menenangkan membuat Jieun tidak bisa menahan senyumnya juga
.
.
.
Jieun duduk seorang diri dibalkon kamar milik Suho, ia terus saja memandangi bintang bintang yang bertabur dilangit, wajahnya terlihat sedih setiap mengingat keluarga, bagaimanapun juga kehadirannya dikehidupan manusia bukan hal yang ia inginkan

Jieun refleks melindungi matanya dengan tangannya saat sebuah cahaya yang begitu menyilaukan mendekatinya, iapun membuka matanya saat cahaya itu meredup dan betapa terkejutnya ia melihat seorang wanita dengan pakaian serba putih dan sayap yang terkibar tengah berdiri menghadapnya

“eonni” kejut Jieun, “bagaimana bisa eonni ada disini?”

“seharusnya aku yang bertanya begitu, kenapa kau sampai ada disini?” tanya yeoja cantik itu dengan begitu lembutnya namun tersirat nada kesal didalamnya, Jieun menunduk sedih, ia tahu yeoja yang ia panggil eonni itu akan sangat marah padanya

“maafkan aku, aku benar benar tidak menyangka akan seperti ini” lirihnya

“kau sudah melanggar peraturan kita, sebagai hukumannya kau akan berada dibumi selama 100 hari dihitung dari hari pertama kau disini, dan kau tidak bisa menggunakan kekuatanmu selama dibumi”

“kenapa? Bukankah appa pernah tersesat sepertiku tapi ia bisa menggunakan kekuatannya”

“kau melanggar peraturan yang sangat berat, kau sudah menceritakan tentangmu pada manusia, aku tidak bisa memastikan kau bisa kembali atau akan hidup dibumi selamanya”

Jieun hanya tertunduk sedih mendengar penjelasan seniornya, itu berarti hidupnya terancam, yang ia tahu seorang sepertinya tidak bisa berada dibumi lebih dari 100 hari, apabila mereka berada dibumi lebih dari 100 hari maka tidak ada kelanjutan untuk cerita hidup mereka

Jieunpun menutup matanya saat cahaya menyilaukan itu kembali muncul, dan saat ia membuka matanya sosok cantik itu sudah tidak ada lagi, iapun memejamkan matanya menahan airmata yang hampir keluar itu, ia tidak bisa bayangkan bagaimana jadinya jika ia tidak bisa kembali ketempatnya

“eoh disini kau rupanya” Jieun langsung menyeka airmatanya saat ia mendengar suara berat Chanyeol menyapu pendengarannya, “kau menangis?” kejut Chanyeol

“tidak, angin disini sangat kencang mataku jadi perih” jelas Jieun yang berusaha tersenyum, Chanyeolpun hanya mengangguk mengerti

“ayo kita makan, yang lain sudah menunggumu” jelasnya, Jieunpun mengangguk kecil lalu membuntuti Chanyeol yang berjalan didepannya

***

Jieun terduduk dengan lesu dikursi balkon kamarnya, baginya satu hari dibumi sama saja seperti setahun ditempat tinggal aslinya, ia benar benar merindukan keluarganya, ayahnya, ibunya, juga kakak perempuannya

Hal yang selalu gadis itu lakukan sebelum tidur ialah memandangi langit bertabur bintang, hanya dengan itu ia bisa mengurangi rasa rindunya pada keluarganya, “chogi...” Jieun refleks menengok saat ia mendengar suara seseorang, terlihat Sehun yang menampakkan kepalanya dari balik pintu

“ada apa?” tanya Jieun

“boleh aku bergabung denganmu?” tanya Sehun manis, Jieunpun mengangguk dan membiarkan Sehun duduk dikursi sebelah, “kau sedang apa?” tanyanya bingung

“aku... aku sedang merindukan keluargaku” jelasnya dengan nada sedih, Sehunpun memandang Jieun iba, “aku tidak tau kapan aku bisa pulang, ini sudah lebih dari setengah waktuku disini, aku takut jika aku tidak bisa kembali” jelas Jieun

“Jieun-ah... aku minta maaf karna aku tidak bisa menolongmu” lirih Sehun, Jieunpun tersenyum pahit, ia tahu Sehun pasti tidak akan bisa melakukannya, “tapi aku bisa menghiburmu, aku akan membuatmu merasa nyaman tinggal dibumi” lanjutnya dengan nada yang lebih ceria

“dengan cara?”

“besok aku tidak ada jadwal, bagaimana kalau kita jalan jalan, aku akan mengajakmu pergi ketempat yang ditempatmu tidak ada, lalu kita akan makan makan, bagaimana?” Jieun terlihat tertarik dan gadis itu membalasnya dengan anggukan mantap
.
.
.
Seperti janji Sehun semalam, siang harinyapun ia mengajak Jieun jalan jalan, mulai dari taman kota, pusat perbelanjaan hingga ke resto faforite Sehun, mereka berjalan bersama layaknya sepasang kekasih tentu saja dengan Sehun yang menggunakan penyamaran

Jieun terlihat begitu menikmati jalan jalannya bersama Sehun, selama ia tersesat dibumi ia tidak pernah menginjakkan kaki selain didalam dorm EXO, dan kali ini Sehun mengajak Jieun untuk berbelanja keperluannya seperti pakaian, alas kaki, dan mungkin barang pribadinya(?)

Jieun berjalan dengan begitu girang tidak jauh didepan Sehun, gadis itu terus saja memperhatikan patung patung yang tersusun didepan setiap kios yang menjual pakaian, Sehunpun hanya memperhatikannya dengan senyuman geli

“Jieun-ah ayo kesini” ucap Sehun mengajak Jieun memasuki salah satu kios yang ada disana, Sehunpun menarik Jieun membawa gadis itu untuk menghampiri susunan pakaian wanita dan memilihkan beberapa yang menurutnya cocok untuk Jieun

Setelah memilihkan beberapa pakaian iapun menyuruh Jieun untuk berganti diruang ganti, sambil menunggu Jieun namja itu memutuskan untuk melihat lihat kumpuan sepatu pria, “Sehun-ah...” Sehunpun menengok saat mendengar Jieun memanggilnya

Sehun tercengang saat melihat Jieun yang keluar dari ruang ganti, dress putih selutut tanpa lengan itu terlihat sangat cocok dengan Jieun, ‘dia benar benar bidadari’ batin Sehun, “bagaimana?” tanya Jieun menunggu jawaban namja itu

“bagus” jawab Sehun, “ayo kita beli sepatu untukmu” lagi lagi Sehun menarik Jieun menuju tumpukkan sepatu yang terlihat begitu manis, iapun mengambil sepasang sepatu berwarna putih yang sangat manis dan menyuruh Jieun untuk duduk

“sepertinya kau cocok dengan barang berwarna putih” gumam Sehun yang sedang memasangkan sepatu itu dikaki Jieun, Jieunpun hanya diam memperhatikan Sehun, “selesai”

Jieunpun melihat pantulan dirinya dicermin yang besar itu, sebuah senyuman terukir diwajahnya membuat Sehun juga ikut tersenyum, namun tiba tiba senyuman itu pudar membuat Sehun menatapnya bingung, “kalau aku kembali, apa kau akan membuang pakaian ini?” tanya Jieun

Sehun diam, haruskan Jieun membahas itu disaat mereka sedang senang senang, “kenapa kau bertanya begitu?” gumam Sehun sedih

“tidak, aku hanya terlalu menyukai pakaian ini, jadi tolong jangan dibuang yaa” Sehunpun mengangguk mantap dengan senyuman manisnya

Merekapun selesai berbelanja dan memutuskan untuk segera pulang, diperjalanan pulang menuju dorm Sehun terus saja tersenyum melihat tingkah Jieun, setiap apapun yang dilakukan Jieun menurut Sehun itu lucu dan manis, ia bahkan membiarkan Jieun berjalan lebih dulu didepannya

Tiba tiba Jieun terjatuh dijalan membuat Sehun dengan cepat menghampiri yeoja itu, “kau baik baik saja?” tanya Sehun khawatir, Jieun hanya menjawabnya dengan anggukan kecil, iapun berdiri dibantu Sehun, namun saat ia berdiri ia merasa bumi berputar dan...

Brukkk...

“Jieun-ah...”

TBC


Yeay, chapter 2 udah selesai, silahkan dibaca dan jangan lupa dikomen ya, thanks muahhh :*

2 komentar:

  1. yeaaaay udah diupdate aja hehehe....makin suka soalnya momen sehun iu nya banyak <3<3

    BalasHapus