Title :
Boys Meet... Girl?
Author :
Park Mitha
Genre :
Romance, Comedy, Fantasy,
Lengh :
Chapter
Rating :
All
Cast :
IU-Lee Jieun, EXO Member, Etc
***
Tok... tok... tok...
“Jieun-ah kau didalam?” tanya Baekhyun,
tidak ada jawaban hingga namja itu langsung membuka pintu yang kebetulan tidak
dikunci itu
Namun saat ia membuka pintu ia disambut
dengan cahaya yang begitu menyilaukan hingga ia langsung menutup matanya,
cahayapun mereda dan Baekhyun kembali melihat kedalam kamar dan betapa
terkejutnya ia saat melihat gadis asing yang mereka temukan semalam tengah
berdiri didepan cermin besar dengan sayap dibelakangnya
“Jieun-ah kau...” ucap Baekhyun terkejut,
Jieunpun ikut terkejut hingga sayap yang Baekhyun lihat itu menghilang setelah
namja itu berkedip
“apa yang kau lakukan disini?” ucap Jieun
takut takut, Baekhyun yang masih terlihat shock itu menggeleng pelan, “kau
tidak melihat apa apa bukan?” lanjut Jieun
“tidak” jawab Baekhyun kaku, “ayo kita
makan” iapun berjalan pergi meninggalkan kamar Jieun dengan wajah masih
shocknya bahkan Chanyeol terlihat bingung saat melihat ekspresi teman
sekamarnya itu
“ada apa denganmu?” tanya Chanyeol bingung,
Baekhyunpun mulai membuka mulutnya untuk bicara namun ia mengurungkan niatnya
saat melihat Jieun keluar dari kamar
“tidak ada” jawab Baekhyun
“ayo kita makan” ajak Lay yang membawa
nampan berisikan makanan mereka, begitu juga dengan Chen yang membawa nampan
besar yang berisikan makanan untuk semua member juga Jieun
.
.
.
Jieun duduk dengan canggung diruang tengah
dorm yang juga diisi dengan member lainnya yang sedang bersantai santai, mata
gadis itu terus saja menjelajah setiap lekuk ruangan, ia bahkan sangat takjub
dengan lampu yang tertempel dilangit langit rumah mereka
“apa itu bintang?” tanyanya pada Kai yang
sedang duduk disampingnya, Kaipun mengalihkan pandangannya dari ponselnya dan
melihat apa yang Jieun tunjuk
“itu namanya lampu bukan bintang” jelas Kai
“tapi kenapa bercahaya?”
“namanya juga penerang, kau ini kalau
bertanya yang wajar saja, anak kecil saja tau kenapa lampu bercahaya” kesal
Kai, membuat wajah cantik Jieun jadi sedih
“Kai-ya kau kasar sekali dengan perempuan”
omel Sehun, yang hanya dijawab tatapan tajam Kai, membuat Sehun hanya bisa
menatap kasihan Jieun
***
Sehun bergerak dengan tidak tenang
dikamarnya, bahkan ranjang yang awalnya rapi itu menjadi berantakan. Ia
terlihat begitu gelisah dengan game diponselnya hingga akhirnya ia menyerah dan
melempar ponselnya kesal
“ahh membosankan” keluhnya, iapun berjalan
keluar dari kamarnya, suasana dorm sangat sepi mengingat hanya ia yang tidak
memiliki jadwal hari ini, namun ia terlihat senang saat dilihatnya Jieun tengah
memperhatikan ikan ikan yang ada diaquarium
Senyuman jahilpun terukir dibibirnya, iapun
berjalan mendekati Jieun dan mengejutkan yeoja itu dengan menunjukkan wajah
konyolnya dari seberang kaca aquarium yang Jieun lihat, dan refleks saja Jieun
terjatuh karna begitu terkejut
“haha kau kaget ya?” ucap Sehun mengejek
“kenapa wajahmu bisa jelek sekali?” tanya
Jieun sambil memperhatikan wajah tampan Sehun yang tadi terlihat sangat buruk
“mwo! Kau bilang wajahku jelek?” ucap Sehun
tidak terima, Jieun hanya mengangguk polos, “asal kau tau ya, semua yeoja
diluar sana sangat menggilai ketampananku, yang benar saja kau tidak”
“tapi tadi...”
“apa member lain belum ada yang pulang?”
Sehunpun mengalihkan pembicaraan, Jieun hanya menjawabnya dengan gelengan, “ahh
iya, Jieun-ah aku ingin bertanya padamu...”
Jieunpun menatap Sehun dengan penasaran,
“tapi jangan bohong ya?” lanjut Sehun
“memangnya kau mau tanya apa?”
“apa benar kau berasal dari...” Sehun
menunjuk atas, Jieunpun melihat arah yang Sehun tunjuk, yeoja itu mengangguk
mantap, “jadi... kau ini manusia atau bukan?”
“aku tidak mau cerita kalau kau tidak mau
percaya” tolak Jieun
“aku percaya padamu, ayo ceritakan padaku”
paksa Sehun dengan sedikit manja
“kalau kau percaya kenapa saat yang lainnya
tertawa kau juga ikut tertawa?”
“itu... itu namanya refleks” ucap Sehun
cengengesan, “ayolah ceritakan padaku” paksanya lagi ia bahkan bergelayutan
ditangan Jieun seperti anak kecil minta dibelikan permen, hingga akhirnya Jieun
luluh dan menceritakan semuanya pada Sehun, entah kenapa Sehun mempercayai
gadis itu
“jadi... kau termasuk dalam golongan
bidadari?” tanya Sehun yang terlihat berfikir, Jieun hanya mengangguk kecil,
“aku tidak menyangka kalau bidadari itu benar ada” Jieun hanya tersenyum simpul
menanggapinya
“ceritamu benar benar menakjubkan” Sehunpun
mengancungkan dua ibu jarinya, “seandainya hyung hyungku mempercayaimu”
gumamnya sedih
“tolong jangan beritahu mereka” ucap Jieun
memohon, Sehun menatap Jieun bingung, “cukup kau saja yang tahu cerita ini”
lanjutnya
“baiklah, aku akan hargai pripasimu”
Sehunpun tersenyum menenangkan membuat Jieun tidak bisa menahan senyumnya juga
.
.
.
Jieun duduk seorang diri dibalkon kamar
milik Suho, ia terus saja memandangi bintang bintang yang bertabur dilangit,
wajahnya terlihat sedih setiap mengingat keluarga, bagaimanapun juga
kehadirannya dikehidupan manusia bukan hal yang ia inginkan
Jieun refleks melindungi matanya dengan
tangannya saat sebuah cahaya yang begitu menyilaukan mendekatinya, iapun
membuka matanya saat cahaya itu meredup dan betapa terkejutnya ia melihat
seorang wanita dengan pakaian serba putih dan sayap yang terkibar tengah
berdiri menghadapnya
“eonni” kejut Jieun, “bagaimana bisa eonni
ada disini?”
“seharusnya aku yang bertanya begitu,
kenapa kau sampai ada disini?” tanya yeoja cantik itu dengan begitu lembutnya
namun tersirat nada kesal didalamnya, Jieun menunduk sedih, ia tahu yeoja yang
ia panggil eonni itu akan sangat marah padanya
“maafkan aku, aku benar benar tidak
menyangka akan seperti ini” lirihnya
“kau sudah melanggar peraturan kita,
sebagai hukumannya kau akan berada dibumi selama 100 hari dihitung dari hari
pertama kau disini, dan kau tidak bisa menggunakan kekuatanmu selama dibumi”
“kenapa? Bukankah appa pernah tersesat
sepertiku tapi ia bisa menggunakan kekuatannya”
“kau melanggar peraturan yang sangat berat,
kau sudah menceritakan tentangmu pada manusia, aku tidak bisa memastikan kau
bisa kembali atau akan hidup dibumi selamanya”
Jieun hanya tertunduk sedih mendengar
penjelasan seniornya, itu berarti hidupnya terancam, yang ia tahu seorang
sepertinya tidak bisa berada dibumi lebih dari 100 hari, apabila mereka berada
dibumi lebih dari 100 hari maka tidak ada kelanjutan untuk cerita hidup mereka
Jieunpun menutup matanya saat cahaya
menyilaukan itu kembali muncul, dan saat ia membuka matanya sosok cantik itu
sudah tidak ada lagi, iapun memejamkan matanya menahan airmata yang hampir
keluar itu, ia tidak bisa bayangkan bagaimana jadinya jika ia tidak bisa
kembali ketempatnya
“eoh disini kau rupanya” Jieun langsung
menyeka airmatanya saat ia mendengar suara berat Chanyeol menyapu
pendengarannya, “kau menangis?” kejut Chanyeol
“tidak, angin disini sangat kencang mataku
jadi perih” jelas Jieun yang berusaha tersenyum, Chanyeolpun hanya mengangguk
mengerti
“ayo kita makan, yang lain sudah
menunggumu” jelasnya, Jieunpun mengangguk kecil lalu membuntuti Chanyeol yang
berjalan didepannya
***
Jieun terduduk dengan lesu dikursi balkon
kamarnya, baginya satu hari dibumi sama saja seperti setahun ditempat tinggal
aslinya, ia benar benar merindukan keluarganya, ayahnya, ibunya, juga kakak
perempuannya
Hal yang selalu gadis itu lakukan sebelum
tidur ialah memandangi langit bertabur bintang, hanya dengan itu ia bisa
mengurangi rasa rindunya pada keluarganya, “chogi...” Jieun refleks menengok
saat ia mendengar suara seseorang, terlihat Sehun yang menampakkan kepalanya
dari balik pintu
“ada apa?” tanya Jieun
“boleh aku bergabung denganmu?” tanya Sehun
manis, Jieunpun mengangguk dan membiarkan Sehun duduk dikursi sebelah, “kau
sedang apa?” tanyanya bingung
“aku... aku sedang merindukan keluargaku”
jelasnya dengan nada sedih, Sehunpun memandang Jieun iba, “aku tidak tau kapan
aku bisa pulang, ini sudah lebih dari setengah waktuku disini, aku takut jika
aku tidak bisa kembali” jelas Jieun
“Jieun-ah... aku minta maaf karna aku tidak
bisa menolongmu” lirih Sehun, Jieunpun tersenyum pahit, ia tahu Sehun pasti
tidak akan bisa melakukannya, “tapi aku bisa menghiburmu, aku akan membuatmu
merasa nyaman tinggal dibumi” lanjutnya dengan nada yang lebih ceria
“dengan cara?”
“besok aku tidak ada jadwal, bagaimana
kalau kita jalan jalan, aku akan mengajakmu pergi ketempat yang ditempatmu
tidak ada, lalu kita akan makan makan, bagaimana?” Jieun terlihat tertarik dan
gadis itu membalasnya dengan anggukan mantap
.
.
.
Seperti janji Sehun semalam, siang
harinyapun ia mengajak Jieun jalan jalan, mulai dari taman kota, pusat
perbelanjaan hingga ke resto faforite Sehun, mereka berjalan bersama layaknya
sepasang kekasih tentu saja dengan Sehun yang menggunakan penyamaran
Jieun terlihat begitu menikmati jalan
jalannya bersama Sehun, selama ia tersesat dibumi ia tidak pernah menginjakkan
kaki selain didalam dorm EXO, dan kali ini Sehun mengajak Jieun untuk
berbelanja keperluannya seperti pakaian, alas kaki, dan mungkin barang
pribadinya(?)
Jieun berjalan dengan begitu girang tidak
jauh didepan Sehun, gadis itu terus saja memperhatikan patung patung yang
tersusun didepan setiap kios yang menjual pakaian, Sehunpun hanya
memperhatikannya dengan senyuman geli
“Jieun-ah ayo kesini” ucap Sehun mengajak
Jieun memasuki salah satu kios yang ada disana, Sehunpun menarik Jieun membawa
gadis itu untuk menghampiri susunan pakaian wanita dan memilihkan beberapa yang
menurutnya cocok untuk Jieun
Setelah memilihkan beberapa pakaian iapun
menyuruh Jieun untuk berganti diruang ganti, sambil menunggu Jieun namja itu
memutuskan untuk melihat lihat kumpuan sepatu pria, “Sehun-ah...” Sehunpun
menengok saat mendengar Jieun memanggilnya
Sehun tercengang saat melihat Jieun yang
keluar dari ruang ganti, dress putih selutut tanpa lengan itu terlihat sangat
cocok dengan Jieun, ‘dia benar benar bidadari’ batin Sehun, “bagaimana?” tanya
Jieun menunggu jawaban namja itu
“bagus” jawab Sehun, “ayo kita beli sepatu
untukmu” lagi lagi Sehun menarik Jieun menuju tumpukkan sepatu yang terlihat
begitu manis, iapun mengambil sepasang sepatu berwarna putih yang sangat manis
dan menyuruh Jieun untuk duduk
“sepertinya kau cocok dengan barang berwarna
putih” gumam Sehun yang sedang memasangkan sepatu itu dikaki Jieun, Jieunpun
hanya diam memperhatikan Sehun, “selesai”
Jieunpun melihat pantulan dirinya dicermin
yang besar itu, sebuah senyuman terukir diwajahnya membuat Sehun juga ikut
tersenyum, namun tiba tiba senyuman itu pudar membuat Sehun menatapnya bingung,
“kalau aku kembali, apa kau akan membuang pakaian ini?” tanya Jieun
Sehun diam, haruskan Jieun membahas itu
disaat mereka sedang senang senang, “kenapa kau bertanya begitu?” gumam Sehun
sedih
“tidak, aku hanya terlalu menyukai pakaian
ini, jadi tolong jangan dibuang yaa” Sehunpun mengangguk mantap dengan senyuman
manisnya
Merekapun selesai berbelanja dan memutuskan
untuk segera pulang, diperjalanan pulang menuju dorm Sehun terus saja tersenyum
melihat tingkah Jieun, setiap apapun yang dilakukan Jieun menurut Sehun itu
lucu dan manis, ia bahkan membiarkan Jieun berjalan lebih dulu didepannya
Tiba tiba Jieun terjatuh dijalan membuat
Sehun dengan cepat menghampiri yeoja itu, “kau baik baik saja?” tanya Sehun
khawatir, Jieun hanya menjawabnya dengan anggukan kecil, iapun berdiri dibantu
Sehun, namun saat ia berdiri ia merasa bumi berputar dan...
Brukkk...
“Jieun-ah...”
TBC
Yeay, chapter 2 udah selesai, silahkan
dibaca dan jangan lupa dikomen ya, thanks muahhh :*
yeaaaay udah diupdate aja hehehe....makin suka soalnya momen sehun iu nya banyak <3<3
BalasHapushehe makasih ya udah mau baca + komen
Hapus