Title :
Cans Love
Author :
Park Mitha
Genre :
Various
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Song Joongki,
Others Cast : Onew (SHINee), Jei (FIESTAR), Suzy (Miss A),
Etc
***
“keadaan kepalamu baik baik saja, jadi aku
harap kau tidak menghubungiku lagi”
“tapi kalau aku ingin menghubungimu
bagaimana?” Joongkipun menatap Jieun dengan tatapan teduhnya, dan lagi lagi
Jieun terlihat sedikit salah tingkat
“tidak boleh, urusan kita sudah selesai”
tolak Jieun, ia tidak berani menatap namja itu, tiba tiba suasana terasa panas
baginya, pipinya bahkan terasa sangat panas
“tapi bagiku urusan kita belum selesai”
jelas Joongki, Jieunpun menatap tak percaya namja itu
“tapikan kepalamu baik baik saja” protesnya
“tapi sekarang kau membuat jantungku yang
tidak baik baik saja...”
“mwo?”
“ahh tidak” Joongkipun melihat jam
tangannya, “waktu istirahat hampir habis, ayo kuantar kau kekantor” iapun
berdiri bersiap mengantar Jieun, yeoja itupun hanya menurut
Joongki mengantar Jieun sampai didepan kantornya,
ia bahkan keluar dari mobil untuk mengtar Jieun, “terimakasih sudah mengajakku
makan siang dan sudah mengantarku” ucap Jieun canggung
“eoh aku juga berterimakasih kau sudah mau
menemaniku makan siang” iapun tersenyum manis
“baiklah aku masuk dulu” Jieunpun berjalan
santai memasuki kantornya, meninggalkan Joongki yang kini berjalan memasuki
mobilnya
Setibanya didalam Jieunpun disambut dengan
rekan kerjanya yang sedang bergossip ria dimeja resepsionis, “ya! Nn. Lee,
siapa namja tampan tadi?” tanya Suji rekan kerja Jieun
“bukan siapa siapa” jawab Jieun santai,
Sujipun menatap Jieun tak percaya
“benarkah?” tanyanya tak percaya, “tapi kau
terlihat sangat dekat dengannya?” lanjutnya
“benarkah?” tanya Jieun balik, Sujipun
mengangguk mantap
“kau benar benar sudah putus dengan Jung?”
kali ini Jei rekannya yang sejak tadi hanya mendengarkan mereka memilih untuk
bertanya juga, “siapa nama namja itu, apa pekerjaannya?” tanyanya tak sabaran
“namanya Song Joongki, dia seorang dokter”
jelas Jieun masih dengan santainya
“benarkah? astagaaa dirumah sakit mana dia
berkerja? Aku rasa ada yang tidak beres dengan hatiku” kali ini Suji terlihat
sangat antusias membuat Jieun menatapnya malas, “dia tampan sekali Ji, waktu
dia tersenyum padamu, aku melihatnya dengan jelas dari sini” lanjutnya
“Nn. Kim tolong urus anak ini, pekerjaanku
masih banyak” Jieunpun berjalan santai meninggalkan kedua temannya itu membuat
Jei hanya menatap aneh kearah Suji yang sepertinya membayangkan wajah tampan
namja yang bersama Jieun tadi
***
Jieun berjalan santai keluar dari kamar
mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, matanya tertuju pada
ponselnya yang menyala, ada panggilan masuk dan itu dari Joongki, entah kenapa
Jieun merasa gugup tiba tiba saat membaca nama itu
“yeoboseyo?” ucapnya ragu ragu
‘kau sibuk?’
“tidak, ada apa?”
‘malam ini aku ingin mengajakmu jalan, kau
mau?’
“eee... jam berapa?”
‘kapanpun kau siap’
“yasudah jam 7 malam saja”
‘baiklah’ bip! Jieunpun meletakkan kembali
ponselnya lalu melihat jam dinding, sudah pukul 6 dan itu tandanya ia harus
bersiap siap sekarang, Jieunpun membuka lemarinya mencari pakaian mana yang
baik ia gunakan malam ini, setelah menemukannya iapun langsung berdandan
senatural mungkin
Pukul 7 kurang 13 menit ia sudah siap
dengan penampilannya, iapun berjalan keluar kamarnya dan melihat Jinki yang
sepertinya baru pulang dari kerjanya, “oppa” panggil Jieun, “kau baru pulang?”
“eoh iya, kau mau kembali kekantor lagi?”
ucap Jinki yang kini mendudukan dirinya disofa ruang tengah
“tidak, aku ada urusan sebentar”
“urusan apa? Urusan hati ya?” goda Jinki,
Jieunpun tersipu malu, “secepat itu dapat pengganti?”
“aku tidak bilang yang ini pengganti oppa”
“tapikan tetap saja, apa dia sudah kerja?
Atau masih kuliah?”
“dia seorang dokter”
“whoaa sepertinya yang kali ini sangat
bagus”
Ting!
-Song Joongki-
Aku sudah didepan rumahmu
“baiklah oppa, aku pergi dulu ne, annyeong”
Jieunpun berjalan dengan senyuman manisnya, ia melihat Joongki yang berdiri
sambil bersender pada mobil mewahnya membuat pesonanya bertambah dan dia
terlihat begitu berkharisma, itulah pendapat Jieun
Jieunpun berdisi disamping namja itu
membuat Joongki yang sedang menunggunya terlihat sedikit terkejut, “annyeong”
sapa Jieun manis
“eoh annyeong, kau sudah siap?” Jieunpun
mengangguk sambil tersenyum, “ayo” iapun membukakan pintu untuk Jieun dan
segera masuk kedalam mobilnya, dari balkon Jinki melihat jelas wajah tampan
namja itu
“adikku benar benar hebat” gumamnya, “dia
semudah itu mencari namja tampan dan semudah itu melupakannya, lalu apa kabar
denganku?” iapun menghela nafas berat
.
.
.
Jieun dan Joongki berjalan beriringan
menyusuri jalanan kecil yang ada ditaman, tempat dimana mereka pertama kali
bertemu malam itu, malam dimana Jieun memutuskan Jung karna ia mendapati namja
itu tengah berselingkuh dibelakangnya, dan malam dimana Joongki mendapatkan
luka kecil dikeningnya
Suasana canggung terlihat jelas diantara
mereka, Jieunpun hanya bisa berjalan sambil sesekali mengguncang isi cup
minumannya yang menghasilkan suara karna ice cube yang ada didalamnya
bertabrakkan, Jieunpun sedikit melirik kearah namja itu, Joongki terlihat hanya
fokus pada pemandangan disekitar mereka
“ehem” Jieunpun berdeham, membuat Joongki
menengok kearahnya
“kenapa?” tanya namja itu santai
“mau sampai kapan kita berjalan? Kakiku
sudah mulai pegal” jelas Jieun, Joongkipun tersenyum canggung dan menggaruk
tengkuknya yang tidak gatal, ia bahkan lupa sudah sejauh mana mereka
mengelilingi taman ini
“ayo kita duduk disana” iapun dengan
refleks menarik lengan Jieun membawa gadis itu untuk duduk dikursi kosong
didepan mereka, namun entah kenapa Jieun merasa semakin canggung saat tangan
kekar itu menggenggam tangannya
Joongki yang merasakan kecanggungan Jieun
itupun langsung melepaskan pegangan tangannya dan lagi lagi menggaruk
tengkuknya, “maaf” ucapnya pelan
“eoh” Jieunpun berjalan lebih dulu duduk
dikursi yang Joongki maksud dan setelahnya Joongki ikut menyusul, mereka kini
memandangi pohon sakura yang mulai bertumbuhan, “sebenarnya apa tujuanmu mengajakku
jalan?” tanya Jieun memecahkan keheningan
“entahlah, aku hanya ingin melihatmu” jawab
Joongki jujur, Jieun sedikit melirik namja itu, ia berbicara santai dan tidak
ada perubahan ekspresi diwajah tampannya, tapi kenapa Jieun yang merasakan hal
aneh itu, tubuhnya seketika merasa panas dingin saat namja itu mengatakannya
“kau tidak keberatankan?” kali ini Joongki
mengalihkan pandangannya menatap Jieun
“sebenarnya... aku tidak ingin lagi
berurusan denganmu, aku benar benar minta maaf atas kecerobohanku saat itu”
jelas Jieun sambil tertunduk
“tapi kalau ini tidak ada hubungannya
dengan kejadian itu apa kau keberatan jika aku terus menghubungimu?” tanya
Joongki yang terlihat begitu serius, “aku tidak akan memaksamu untuk mengatakan
tidak, tapi aku harap kau mengatakan tidak” lanjutnya
Jieunpun menempelkan cup minuman
ditangannya pada pipi Joongki membuat namja itu tersentak kaget dan menatap
Jieun penuh tanya, “pipimu memerah” ucap Jieun polos, Joongkipun mengalihkan
pandangannya, menyembunyikan wajahnya dari Jieun
Seketika terdengar gelak tawa Jieun yang
membuat Joongki kembali menatapnya, namun kini tatapan namja itu sangat sulit
dijelaskan, “Dr. Song kau sangat lucu” tawa Jieun yang terlihat begitu senang
karna sudah berhasil membuat dokter tampan itu salah tingkah
“kau belum menjawabku” ucap Joongki serius,
Jieunpun menghentikan tawanya lalu balas menatap Joongki, “jawab dengan jujur”
pintanya
“aku tidak keberatan kalau kau terus
menghubungiku” jelas Jieun, “aku rasa aku tertarik padamu” lanjutnya, iapun
tersenyum manis pada Joongki membuat namja itu terdiam seribu bahasa, ‘apa ia
sedang mengungkapkan perasaannya?’ batin namja itu
“apa kau...”
“ahh sudah tidak usah dibahas, anggap saja
kita baru bertemu detik ini” potong Jieun cepat, iapun berdiri dan berjalan
santai meninggalkan Joongki yang masih memikirkan ucapan gadis itu, “ya!
Ahjussi, mau sampai kapan kau disana?” Joongkipun tersadar dari lamunannya dan
kini berjalan menyusul Jieun
“berhenti memanggilku ahjussi” ucap Joongki
agak kesal namun Jieun hanya tertawa menjawabnya, “aku tidak setua itu”
lanjutnya
“jadi... berapa beda usia kita? Aku
kelahiran 93” jelas Jieun iapun melihat Joongki yang berjalan disampingnya,
namja itu terlihat ragu untuk menjawab
“tidak jauh beda” jelasnya
“benarkah? kalau boleh tahu kita beda
berapa tahun?”
“bisakah kau tidak membahas usia, aku...”
“ayo beritahu aku” potong Jieun, Joongkipun
menghela nafas sabar
“beda 8 tahun, puas?” Joongkipun berjalan
duluan meninggalkan Jieun yang sepertinya sedang menghitung dengan jari
tangannya
“ya! Ahjussi, kau kelahiran 85 ya? Aku
benarkan?” ucap Jieun antusias ia bahkan berlari kecil mengejar Joongki yang
terlihat tidak suka dengan topik pembicaraan mereka
“ya! Kau tidak perlu menyebutkannya juga”
kesal Joongki
“ternyata kau lebih tua dari oppaku, oppaku
kelahiran 89 dan bagiku dia sudah sangat tua, apalagi kau yang...”
“YA!” teriak Joongki kesal, Jieunpun
terdiam namun didetik selanjutnya ia tersenyum senang karna kali ini ia
berhasil membuat namja itu emosi
“kau memang tua tapi wajahmu sangat muda”
jelas Jieun pelan
“jangan memujiku kalau ujung ujungnya kau
akan menjatuhkanku”
“aku serius, kufikir kau hanya 2 atau 3
tahun lebih tua dariku, tapi ternyata...” Jieunpun menggantung ucapannya saat
Joongki menatapnya tajam, “kau tampan jika begitu” lanjutnya, seketika Joongki
mengalihkan pandangannya dari Jieun, lagi lagi Jieun tersenyum senang
“Jieun-ah...”
Jieun dan Joongki mengalihkan pandangan
mereka saat sebuah suara menyapa pendengaran mereka, Jieun membulatkan matanya
tak percaya saat dilihatnya namja tinggi yang kini berdiri tidak jauh
didepannya, berbeda dengan Joongki yang kini menatapnya bingung
“kau” ucap Jieun kaget ia bahkan
menjatuhkan cup minumannya tanpa sadar, namja itupun berjalan mendendekati
Jieun, “berhenti disana” ucap Jieun dingin dan namja itupun menurut
“tadi aku kerumahmu, tapi aku hanya bertemu
Jinki hyung” jelas namja itu, “maafkan aku, aku menyesal sudah melakukannya
padamu” lanjutnya, Jieunpun tersenyum sinis pada namja itu
“ternyata meminta maaf semudah itu bagimu?”
tanya Jieun dengan tatapan tajamnya, “tidak ada yang perlu dimaafkan, semua
sudah berakhir” lanjutnya, “ayo kita pulang” ajaknya pada Joongki, Joongkipun
hanya mengangguk menurut
“ya! Siapa kau? Apa hubunganmu dengan
Jieunku?” namja itupun menatap tajam Joongki membuat Joongki malah menatap
Jieun untuk menjelaskan siapa dirinya pada namja asing itu, namun Jieun hanya
diam tidak mengubris ucapan namja itu
“aku?” tanya Joongki, “jalan berdua dimalam
hari seperti ini menurutmu apa? Tentu saja aku kekasihnya...”
TBC
Chap 2 berlajut ehehe
Gak banyak koar deh, tolong dikomen ya,
thanks
Jieun sama jongki pasangan yg cute, jongki sensitiv bgt klo soal umur.aku juga sepemikiran sama jieun kirain umur mrk beda 2 atau 3 thunan, aku jdi shock loh kak. Bagus apanya oppa(jinki)-_-?,bagus klo calon adik iparnya dokter-_-?, adik ipar yang tua haha. Tapi jinkinya kasian kak author, bikinin pasangannya juga ya.
BalasHapusiya duhhh om Joongki teryata udah tua banget >,<
Hapusiyaya calon adik iparnya lebih tua kk, iyadeh Jinkinya sama author aja ya *gakok*
Jujur aku sk sm mereka berdua,jd aku berharap suatu hr nanti mereka bkl ada projec brng. thor itu yg dtng mantannya ji eun ya ? ngpin dia dtng lg,sekedar mnt maaf ato mau ngajak ji eun balikan lg ?
BalasHapusiya aku juga berharap gitu, dulu ngarepin IU main sama Nam Joohyuk dan sekarang udah kesampean, iya itu mantannya, kelanjutannya baca chap selanjutnya aja yaa hehe
HapusPasangan yang lucu IU ama Jong Ki. Haha. Menarik. Jadi penasaran chap selanjutnya gimana. Cuss langsung baca dah. Hehe. 😂✌
BalasHapusPasangan yang lucu IU ama Jong Ki. Haha. Menarik. Jadi penasaran chap selanjutnya gimana. Cuss langsung baca dah. Hehe. 😂✌
BalasHapus