Selasa, 22 Maret 2016

Cans Love (Chapter 2)


Title                : Cans Love
Author           : Park Mitha
Genre              : Various
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Song Joongki,
Others Cast   : Onew (SHINee), Jei (FIESTAR), Suzy (Miss A), Etc

***
[1] 

“keadaan kepalamu baik baik saja, jadi aku harap kau tidak menghubungiku lagi”

“tapi kalau aku ingin menghubungimu bagaimana?” Joongkipun menatap Jieun dengan tatapan teduhnya, dan lagi lagi Jieun terlihat sedikit salah tingkat

“tidak boleh, urusan kita sudah selesai” tolak Jieun, ia tidak berani menatap namja itu, tiba tiba suasana terasa panas baginya, pipinya bahkan terasa sangat panas

“tapi bagiku urusan kita belum selesai” jelas Joongki, Jieunpun menatap tak percaya namja itu

“tapikan kepalamu baik baik saja” protesnya

“tapi sekarang kau membuat jantungku yang tidak baik baik saja...”


“mwo?”

“ahh tidak” Joongkipun melihat jam tangannya, “waktu istirahat hampir habis, ayo kuantar kau kekantor” iapun berdiri bersiap mengantar Jieun, yeoja itupun hanya menurut

Joongki mengantar Jieun sampai didepan kantornya, ia bahkan keluar dari mobil untuk mengtar Jieun, “terimakasih sudah mengajakku makan siang dan sudah mengantarku” ucap Jieun canggung

“eoh aku juga berterimakasih kau sudah mau menemaniku makan siang” iapun tersenyum manis

“baiklah aku masuk dulu” Jieunpun berjalan santai memasuki kantornya, meninggalkan Joongki yang kini berjalan memasuki mobilnya

Setibanya didalam Jieunpun disambut dengan rekan kerjanya yang sedang bergossip ria dimeja resepsionis, “ya! Nn. Lee, siapa namja tampan tadi?” tanya Suji rekan kerja Jieun

“bukan siapa siapa” jawab Jieun santai, Sujipun menatap Jieun tak percaya

“benarkah?” tanyanya tak percaya, “tapi kau terlihat sangat dekat dengannya?” lanjutnya

“benarkah?” tanya Jieun balik, Sujipun mengangguk mantap

“kau benar benar sudah putus dengan Jung?” kali ini Jei rekannya yang sejak tadi hanya mendengarkan mereka memilih untuk bertanya juga, “siapa nama namja itu, apa pekerjaannya?” tanyanya tak sabaran

“namanya Song Joongki, dia seorang dokter” jelas Jieun masih dengan santainya

“benarkah? astagaaa dirumah sakit mana dia berkerja? Aku rasa ada yang tidak beres dengan hatiku” kali ini Suji terlihat sangat antusias membuat Jieun menatapnya malas, “dia tampan sekali Ji, waktu dia tersenyum padamu, aku melihatnya dengan jelas dari sini” lanjutnya

“Nn. Kim tolong urus anak ini, pekerjaanku masih banyak” Jieunpun berjalan santai meninggalkan kedua temannya itu membuat Jei hanya menatap aneh kearah Suji yang sepertinya membayangkan wajah tampan namja yang bersama Jieun tadi

***

Jieun berjalan santai keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, matanya tertuju pada ponselnya yang menyala, ada panggilan masuk dan itu dari Joongki, entah kenapa Jieun merasa gugup tiba tiba saat membaca nama itu

“yeoboseyo?” ucapnya ragu ragu

‘kau sibuk?’

“tidak, ada apa?”

‘malam ini aku ingin mengajakmu jalan, kau mau?’

“eee... jam berapa?”

‘kapanpun kau siap’

“yasudah jam 7 malam saja”

‘baiklah’ bip! Jieunpun meletakkan kembali ponselnya lalu melihat jam dinding, sudah pukul 6 dan itu tandanya ia harus bersiap siap sekarang, Jieunpun membuka lemarinya mencari pakaian mana yang baik ia gunakan malam ini, setelah menemukannya iapun langsung berdandan senatural mungkin

Pukul 7 kurang 13 menit ia sudah siap dengan penampilannya, iapun berjalan keluar kamarnya dan melihat Jinki yang sepertinya baru pulang dari kerjanya, “oppa” panggil Jieun, “kau baru pulang?”

“eoh iya, kau mau kembali kekantor lagi?” ucap Jinki yang kini mendudukan dirinya disofa ruang tengah

“tidak, aku ada urusan sebentar”

“urusan apa? Urusan hati ya?” goda Jinki, Jieunpun tersipu malu, “secepat itu dapat pengganti?”

“aku tidak bilang yang ini pengganti oppa”

“tapikan tetap saja, apa dia sudah kerja? Atau masih kuliah?”

“dia seorang dokter”

“whoaa sepertinya yang kali ini sangat bagus”

Ting!

-Song Joongki-
Aku sudah didepan rumahmu

“baiklah oppa, aku pergi dulu ne, annyeong” Jieunpun berjalan dengan senyuman manisnya, ia melihat Joongki yang berdiri sambil bersender pada mobil mewahnya membuat pesonanya bertambah dan dia terlihat begitu berkharisma, itulah pendapat Jieun

Jieunpun berdisi disamping namja itu membuat Joongki yang sedang menunggunya terlihat sedikit terkejut, “annyeong” sapa Jieun manis

“eoh annyeong, kau sudah siap?” Jieunpun mengangguk sambil tersenyum, “ayo” iapun membukakan pintu untuk Jieun dan segera masuk kedalam mobilnya, dari balkon Jinki melihat jelas wajah tampan namja itu

“adikku benar benar hebat” gumamnya, “dia semudah itu mencari namja tampan dan semudah itu melupakannya, lalu apa kabar denganku?” iapun menghela nafas berat
.
.
.
Jieun dan Joongki berjalan beriringan menyusuri jalanan kecil yang ada ditaman, tempat dimana mereka pertama kali bertemu malam itu, malam dimana Jieun memutuskan Jung karna ia mendapati namja itu tengah berselingkuh dibelakangnya, dan malam dimana Joongki mendapatkan luka kecil dikeningnya

Suasana canggung terlihat jelas diantara mereka, Jieunpun hanya bisa berjalan sambil sesekali mengguncang isi cup minumannya yang menghasilkan suara karna ice cube yang ada didalamnya bertabrakkan, Jieunpun sedikit melirik kearah namja itu, Joongki terlihat hanya fokus pada pemandangan disekitar mereka

“ehem” Jieunpun berdeham, membuat Joongki menengok kearahnya

“kenapa?” tanya namja itu santai

“mau sampai kapan kita berjalan? Kakiku sudah mulai pegal” jelas Jieun, Joongkipun tersenyum canggung dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia bahkan lupa sudah sejauh mana mereka mengelilingi taman ini

“ayo kita duduk disana” iapun dengan refleks menarik lengan Jieun membawa gadis itu untuk duduk dikursi kosong didepan mereka, namun entah kenapa Jieun merasa semakin canggung saat tangan kekar itu menggenggam tangannya

Joongki yang merasakan kecanggungan Jieun itupun langsung melepaskan pegangan tangannya dan lagi lagi menggaruk tengkuknya, “maaf” ucapnya pelan

“eoh” Jieunpun berjalan lebih dulu duduk dikursi yang Joongki maksud dan setelahnya Joongki ikut menyusul, mereka kini memandangi pohon sakura yang mulai bertumbuhan, “sebenarnya apa tujuanmu mengajakku jalan?” tanya Jieun memecahkan keheningan

“entahlah, aku hanya ingin melihatmu” jawab Joongki jujur, Jieun sedikit melirik namja itu, ia berbicara santai dan tidak ada perubahan ekspresi diwajah tampannya, tapi kenapa Jieun yang merasakan hal aneh itu, tubuhnya seketika merasa panas dingin saat namja itu mengatakannya

“kau tidak keberatankan?” kali ini Joongki mengalihkan pandangannya menatap Jieun

“sebenarnya... aku tidak ingin lagi berurusan denganmu, aku benar benar minta maaf atas kecerobohanku saat itu” jelas Jieun sambil tertunduk

“tapi kalau ini tidak ada hubungannya dengan kejadian itu apa kau keberatan jika aku terus menghubungimu?” tanya Joongki yang terlihat begitu serius, “aku tidak akan memaksamu untuk mengatakan tidak, tapi aku harap kau mengatakan tidak” lanjutnya

Jieunpun menempelkan cup minuman ditangannya pada pipi Joongki membuat namja itu tersentak kaget dan menatap Jieun penuh tanya, “pipimu memerah” ucap Jieun polos, Joongkipun mengalihkan pandangannya, menyembunyikan wajahnya dari Jieun

Seketika terdengar gelak tawa Jieun yang membuat Joongki kembali menatapnya, namun kini tatapan namja itu sangat sulit dijelaskan, “Dr. Song kau sangat lucu” tawa Jieun yang terlihat begitu senang karna sudah berhasil membuat dokter tampan itu salah tingkah

“kau belum menjawabku” ucap Joongki serius, Jieunpun menghentikan tawanya lalu balas menatap Joongki, “jawab dengan jujur” pintanya

“aku tidak keberatan kalau kau terus menghubungiku” jelas Jieun, “aku rasa aku tertarik padamu” lanjutnya, iapun tersenyum manis pada Joongki membuat namja itu terdiam seribu bahasa, ‘apa ia sedang mengungkapkan perasaannya?’ batin namja itu

“apa kau...”

“ahh sudah tidak usah dibahas, anggap saja kita baru bertemu detik ini” potong Jieun cepat, iapun berdiri dan berjalan santai meninggalkan Joongki yang masih memikirkan ucapan gadis itu, “ya! Ahjussi, mau sampai kapan kau disana?” Joongkipun tersadar dari lamunannya dan kini berjalan menyusul Jieun

“berhenti memanggilku ahjussi” ucap Joongki agak kesal namun Jieun hanya tertawa menjawabnya, “aku tidak setua itu” lanjutnya

“jadi... berapa beda usia kita? Aku kelahiran 93” jelas Jieun iapun melihat Joongki yang berjalan disampingnya, namja itu terlihat ragu untuk menjawab

“tidak jauh beda” jelasnya

“benarkah? kalau boleh tahu kita beda berapa tahun?”

“bisakah kau tidak membahas usia, aku...”

“ayo beritahu aku” potong Jieun, Joongkipun menghela nafas sabar

“beda 8 tahun, puas?” Joongkipun berjalan duluan meninggalkan Jieun yang sepertinya sedang menghitung dengan jari tangannya

“ya! Ahjussi, kau kelahiran 85 ya? Aku benarkan?” ucap Jieun antusias ia bahkan berlari kecil mengejar Joongki yang terlihat tidak suka dengan topik pembicaraan mereka

“ya! Kau tidak perlu menyebutkannya juga” kesal Joongki

“ternyata kau lebih tua dari oppaku, oppaku kelahiran 89 dan bagiku dia sudah sangat tua, apalagi kau yang...”

“YA!” teriak Joongki kesal, Jieunpun terdiam namun didetik selanjutnya ia tersenyum senang karna kali ini ia berhasil membuat namja itu emosi

“kau memang tua tapi wajahmu sangat muda” jelas Jieun pelan

“jangan memujiku kalau ujung ujungnya kau akan menjatuhkanku”

“aku serius, kufikir kau hanya 2 atau 3 tahun lebih tua dariku, tapi ternyata...” Jieunpun menggantung ucapannya saat Joongki menatapnya tajam, “kau tampan jika begitu” lanjutnya, seketika Joongki mengalihkan pandangannya dari Jieun, lagi lagi Jieun tersenyum senang

“Jieun-ah...”

Jieun dan Joongki mengalihkan pandangan mereka saat sebuah suara menyapa pendengaran mereka, Jieun membulatkan matanya tak percaya saat dilihatnya namja tinggi yang kini berdiri tidak jauh didepannya, berbeda dengan Joongki yang kini menatapnya bingung

“kau” ucap Jieun kaget ia bahkan menjatuhkan cup minumannya tanpa sadar, namja itupun berjalan mendendekati Jieun, “berhenti disana” ucap Jieun dingin dan namja itupun menurut

“tadi aku kerumahmu, tapi aku hanya bertemu Jinki hyung” jelas namja itu, “maafkan aku, aku menyesal sudah melakukannya padamu” lanjutnya, Jieunpun tersenyum sinis pada namja itu

“ternyata meminta maaf semudah itu bagimu?” tanya Jieun dengan tatapan tajamnya, “tidak ada yang perlu dimaafkan, semua sudah berakhir” lanjutnya, “ayo kita pulang” ajaknya pada Joongki, Joongkipun hanya mengangguk menurut

“ya! Siapa kau? Apa hubunganmu dengan Jieunku?” namja itupun menatap tajam Joongki membuat Joongki malah menatap Jieun untuk menjelaskan siapa dirinya pada namja asing itu, namun Jieun hanya diam tidak mengubris ucapan namja itu

“aku?” tanya Joongki, “jalan berdua dimalam hari seperti ini menurutmu apa? Tentu saja aku kekasihnya...”

TBC

Chap 2 berlajut ehehe

Gak banyak koar deh, tolong dikomen ya, thanks

6 komentar:

  1. Jieun sama jongki pasangan yg cute, jongki sensitiv bgt klo soal umur.aku juga sepemikiran sama jieun kirain umur mrk beda 2 atau 3 thunan, aku jdi shock loh kak. Bagus apanya oppa(jinki)-_-?,bagus klo calon adik iparnya dokter-_-?, adik ipar yang tua haha. Tapi jinkinya kasian kak author, bikinin pasangannya juga ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya duhhh om Joongki teryata udah tua banget >,<
      iyaya calon adik iparnya lebih tua kk, iyadeh Jinkinya sama author aja ya *gakok*

      Hapus
  2. Jujur aku sk sm mereka berdua,jd aku berharap suatu hr nanti mereka bkl ada projec brng. thor itu yg dtng mantannya ji eun ya ? ngpin dia dtng lg,sekedar mnt maaf ato mau ngajak ji eun balikan lg ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya aku juga berharap gitu, dulu ngarepin IU main sama Nam Joohyuk dan sekarang udah kesampean, iya itu mantannya, kelanjutannya baca chap selanjutnya aja yaa hehe

      Hapus
  3. Pasangan yang lucu IU ama Jong Ki. Haha. Menarik. Jadi penasaran chap selanjutnya gimana. Cuss langsung baca dah. Hehe. 😂✌

    BalasHapus
  4. Pasangan yang lucu IU ama Jong Ki. Haha. Menarik. Jadi penasaran chap selanjutnya gimana. Cuss langsung baca dah. Hehe. 😂✌

    BalasHapus