Sabtu, 05 Maret 2016

The Two Of Us (Chapter 1)


Title                : The Two Of Us
Author           : Park Mitha
Genre              : Various
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Others Cast   : EXO Member, Etc
Cameo             : Jiyeon (T-ARA), Jinwoon (2AM)

***

“kyaaa~” terdengar teriakkan serempak dari lokasi konser yang digelar di NY itu, silver ocean terlihat jelas dari atas panggung membuat namja namja tampan yang sedang berdiri diatas panggung terlihat begitu terharu

Konser yang digelar beberapa jam itu terasa begitu singkat bagi mereka, ketika konser selesai semua memberpun kembali kehotel untuk beristirahat karna besok mereka harus kembali ke Korea

Chanyeol dan Baekhyun berjalan beriringan menuju kamar hotel sambil diselingi candaan ringan, setibanya dikamar kedua namja itu langsung merebahkan diri diranjang masing masing

“hhhh.... melelahkan sekali” ucap Chanyeol sambil menghela nafas panjang


“kan ada Jieun yang siap menjadi tukang pijatmu” jelas Baekhyun diranjang seberang, Chanyeolpun menengok kearah Baekhyun yang kini bermain dengan ponselnya

“ohh iyayah” jawab Chanyeol sok lupa, “lalu siapa yang bersedia menjadi tukang pijatmu?” ledeknya, Baekhyunpun menatap Chanyeol jengkel

“tentu saja asistenku” jawab Baekhyun yakin, Chanyeolpun tertawa mengejek, “terus saja ejek aku, kau dan Jieun pacaran juga berkat siapa hah?” kesal Baekhyun

“ahaha mian aku hanya bercanda” jelas Chanyeol sambil tertawa puas, Baekhyunpun hanya bisa mencibir
.
.
.
Seorang gadis manis tengah duduk dengan tenang dimeja belajarnya dengan laptop yang menyala didepannya, pandangan gadis itu tidak sedikitpun beralih dari layar berukuran sedang itu sekalipun mata indah itu terlihat memerah dan sedikit meredup

Ting!

Jieunpun dengan sangat terpaksa mengalihkan pandangannya kearah ponselnya yang berbunyi, dengan wajah setengah mengantuk gadis itu membuka pesan masuk dari ‘Park Chanyeol’

-Park Chanyeol-
Kau sudah tidur?

Jieunpun dengan lihainya membalas pesan itu dan kembali fokus pada laptopnya, namun tidak lama setelah itu ponselnya berbunyi tanda panggilan masuk

“yeoboseyo?” jawab Jieun lesu

kau sedang apa? Kenapa belum tidur?’ tanya orang diseberang sana dengan sedikit memaksa, Jieunpun menghela nafas berat

“aku harus menyelesaikan tugas akhirku” jelas Jieun malas

kau sudah makan?

“aku akan makan besok pagi”

ck, cepatlah istirahat, sudah jam berapa ini

“ya” bip! Jieunpun memutuskan sambungannya lalu kembali fokus pada laptopnya namun matanya sudah tidak bisa dibuka lagi dengan terpaksa gadis itu mematikan laptopnya dan berjalan gontai menuju ranjangnya, merebahkan tubuh mungilnya dan mulai menuju alam mimpi

***

Jieun berjalan dengan lesu mneyusuri lorong kampusnya, ia terus saja menggerutu sambil memandangi laporan tugas akhirnya yang ditolak oleh dosennya dan dicoret tanpa dibaca dulu, ingin sekali ia membuang laporan itu ketempat sampah dan menuntut dosennya itu, hei itu berlebih Jieun

Langkah gadis itu berbelok menuju kantin, disana ia melihat Jiyeon tengah duduk bersama seorang namja dan mereka terlihat begitu asik dengan topik pembicaraan mereka, Jieunpun menghela nafas berat lalu melangkahkan kakinya menemui kedua orang itu

Setibanya disana ia langsung mendudukkan dirinya dengan sebal dikursi samping Jiyeon membuat Jiyeon maupun namja bermata sipit itu menatapnya bingung, “kau kenapa?” tanya Jiyeon bingung, Jieunpun meletakkan laporannya dengan kasar diatas meja, membuat Jiyeon dengan begitu penasaran membukanya dan terlihat terkejut

“ditolak?” kejut Jiyeon tak percaya, untuk kesekian kalinya Jieun menghela nafas berat, gadis itu hanya menatap kosong kearah laporannya

“padahal aku begadang menyelesaikannya” lirihnya, “aku bahkan mengabaikan Chanyeol dan melupakan jadwal makanku” lanjutnya, Jiyeonpun menatap iba kearah sahabatnya itu begitu juga dengan Jinwoon, namja yang bergabung dengan mereka

“dia mengatakan dimana kesalahannya?” tanya Jinwoon mencoba menenangkan

“aku hanya lupa memberi titik dan dia langsung mencoretnya, astagaa~” Jieunpun menjawabnya dengan emosi yang tertahan, wajahnya sedikit memerah karna begitu marah

Dddrrrttt... ddrrrttt...

Jieunpun mengambil ponselnya dengan kesal, dan menerima panggilan dari kekasihnya itu, Park Chanyeol, “kenapa?” tanya Jieun ketus

ya! Kenapa nada bicaramu begitu?’ omel orang diseberang sana, Jieunpun menutup matanya rapat rapat meruntuki dirinya yang melampiaskan kekesalannya pada namja itu

“mian, ada apa?” kali ini Jieun berbicara sedikit lebih lembut

malam ini temui aku ditaman, karna besok aku akan berangkat keluar negeri lagi

“oh” jawab Jieun datar, iapun memutuskan sambungan itu tanpa menunggu balasan dari Chanyeol, membuat namja yang kini tengah berada didorm EXO terlihat begitu bingung memandangi ponselnya

“pulsaku tidak habiskan?” tanyanya pada dirinya sendiri
.
.
.
Malam haripun tiba, Jieun duduk dengan gelisah dikursi taman seorang diri, entah sudah berapa lama ia menunggu namja yang membuat janji dengannya itu, Jieunpun semakin mengeratkan mantelnya dan melihat kesekeliling namun tidak satupun orang disana

“kemana sebenarnya anak itu” gerutu Jieun, tidak lama setelah itu ia melihat seorang namja tinggi berbadan tegap berjalan kearahnya, membuat gadis itu menghela nafas kesal, “lama sekali” keluhnya

“mian, kau sudah tidak sabar ya ingin bertemu denganku?” tanya Chanyeol dengan begitu yakinnya, iapun tersenyum geli saat melihat Jieun membelalakan matanya, “kenapa tidak memelukku?” tanyanya lagi, kali ini namja itu merentangkan tangannya bersiap siap untuk memeluk Jieun, namun Jieun malah mendorong tubuh besar itu hingga pemiliknya hampir terjatuh

“menyebalkan” ucap Jieun cemberut, Chanyeolpun mendekati Jieun dan mencoba untuk memeluk kekasihkanya itu lagi namun dengan cepat Jieun menghindar, “jangan sentuh aku” kesalnya, Chanyeolpun mengerucutkan bibirnya dan memilih untuk duduk disamping yeoja itu

Suasanapun menjadi hening, Jieun hanya diam memikirkan tugas akhirnya yang ditolak itu, ia tidak ingin menegur Chanyeol karna moodnya sedang buruk sekarang, Chanyeolpun berdeham mencoba mencairkan suasana

“Jieun-ah...” panggilnya, Jieunpun hanya membalasnya dengan dehaman tidak ada niat untuk mengeluarkan suaranya, “kau marah padaku?” Chanyeolpun melihat kearah Jieun yang sama sekali tidak meliriknya

“tidak” jawab Jieun datar, Chanyeolpun menghela nafas kasar mendengar jawaban Jieun, iapun memegang kedua pundak Jieun dan menariknya agar gadis itu menghadap kearahnya

“kalau kau tidak marah kenapa sifatmu seperti ini padaku?” tanya Chanyeol sedikit memaksa, Jieunpun melepaskan tangan Chanyeol dari pundaknya dan kembali menghadap kearah kolam

“aku hanya sedang kesal” jelas Jieun, “tugas akhirku ditolak... ahh tidak, tapi juga dicoret” lanjutnya, Chanyeolpun memandangi Jieun dalam diam, “dan aku tambah kesal karna kau bilang besok akan berangkat keluar negeri lagi padahal kau baru kembali tadi pagi” tambahnya

“mian” lirih Chanyeol

“sebenarnya ini bukan salahmu, tapi ini salah agensimu, kenapa mereka begitu kejam pada artis mereka, apa mereka fikir kalian ini robot yang tidak butuh istirahat” omel Jieun, Chanyeolpun hanya menatap gadisnya itu dengan alis yang mengerut

“kau juga! Sudah tahu besok akan pergi lagi kenapa masih saja mengajakku bertemu” Chanyeol refleks menjauhkan tubuhnya dari Jieun saat gadis itu tiba tiba mengomel kearahnya

“memangnya kau tidak merindukanku?” tanya Chanyeol

“tapi kau harus menggunakan waktu singkatmu itu sebaik mungkin”

“kau mengkhawatirkanku ya?” Jieunpun menatap Chanyeol datar, Chanyeol selalu saja membuat emosinya memuncak, entah Jieun yang emosian atau mungkin namja itu yang menyebalkan

“lupakan” kesal Jieun, “ahh iya, eomma menanyakan padaku kapan kita pergi kebutik Ny. Yoon?” Chanyeol terlihat berfikir

“mungkin minggu ini aku sangat sibuk...”

“kau itu selalu sibuk” potong Jieun dengan ketusnya

“jangan hanya menyalahkanku, kau juga pasti sibuk dengan tugas akhirmu itu” kali ini Jieun hanya diam karna perkataan namja itu benar, “kenapa orangtua itu selalu tidak sabaran”

“kau mengatai eommaku tidak sabaran eoh?”

“bukan begitu, eommaku juga memaksaku untuk segera pergi denganmu” Jieun maupun Chanyeol sama sama menghela nafas berat

***

Jieun berjalan santai memasuki rumahnya, wajahnya terlihat sangat cerah hari ini. Tentu saja, itu karna tugas akhirnya sudah diterima dan ia hanya menunggu waktu untuk wisuda, “ahh senangnya” gumam Jieun pelan, iapun menghampiri ibunya yang sedang menonton TV

“eomma” ucap Jieun senang, iapun langsung mengambil posisi duduk disamping ibunya

“ada apa? Kau terlihat begitu bahagia?” bingung Ny. Lee

“tentu saja” jawab Jieun mantap, “bulan depan aku akan wisuda” jelasnya girang, Ny. Leepun menatap Jieun tak percaya

“benarkah?” Jieun mengangguk sambil tersenyum senang, “kalau begitu cepat urus pernikahanmu, toh bulan depan kau mendapatkan gelar sarjana hukummu itu” lanjut Ny. Lee yang seketika membuat wajah Jieun jadi masam

“eommaku sayang... sebenarnya aku tidak keberatan untuk mengurus pernikahanku lebih cepat, tapi permasalahannya itu ada pada calon menantumu” jelas Jieun sesabar mungkin, “jangankan mau mengurus pernikahan, bertemu saja kami jarang” tambah Jieun kesal

“ahh ternyata anak eomma sudah tidak sabar ingin dinikahkan” Jieunpun memasang wajah aneh saat mendengar ucapan ibunya, ‘kapan aku pernah bicara begitu?’ batinnya, “eomma akan bicarakan ini pada keluarga Park, mungkin saja mereka bisa meminta pada agensi Chanyeol untuk mengurangi jadwalnya”

“andwae!” ucap Jieun mantap, ibunyapun menatapnya bingung, “jangan bilang pada mereka kalau bulan depan aku wisuda, aku tidak mau kalau Chanyeol tahu” lanjutnya

“kenapa lagi?”

“pokoknya tidak boleh!” ucap Jieun mantap, Ny. Leepun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya yang masih seperti anak SMA, benar benar kekanakan
.
.
.
Suasana hening dikamar Jieun, hanya ada suara jarum jam yang bergerak sedangkan pemilik kamar sedang terbaring malas malasan diatas ranjangnya. Selimut, bantal dan guling bahkan berada bukan pada tempatnya karna sejak tadi gadis itu terus bergerak risih

Iapun akhirnya duduk dan memandangi layar ponselnya, hanya ada beberapa aplikasi diponselnya dengan wallpaper wajah cantik dirinya dan wajah tampan Chanyeol disana, “kau benar benar sibuk ya?” tanyanya sambil memandangi wajah Chanyeol diponselnya

“kalau tau begini aku tidak akan mengatakan ‘aku menyukaimu’ waktu itu” kesalnya, Jieunpun meratapi nasibnya yang begitu malang

Menjadi kekasih seorang idol ternama seperti Chanyeol memang menguras hati, bayangkan saja semenjak mereka resmi berpacaran Chanyeol menjadi semakin sibuk, bahkan dalam seminggu mereka hanya akan bertemu 1 atau 2 kali, itu juga beruntung jika mereka bisa bertemu hingga 3 kali

Jieunpun mencari kontak Chanyeol dan bersiap mengirim pesan pada namja itu, namun sebelum ia mengetik isi pesannya, mata itu melihat kearah jam dinding, “dia pasti sedang konser sekarang” gumamnya, “ahh masa bodoh, diakan bisa membalasnya setelah konser”

-Lee Jieun-
Yeol...

Jieunpun meletakkan ponselnya disamping bantalnya dan memilih untuk berbaring menunggu namja itu membalas pesannya, atau mungkin tertidur karna bisa saja Chanyeol membalas pesannya saat pagi hari, seperti kejadian sebelumnya

Ting!

Jieun refleks terbangun dari posisi tidurnya dan mengambil ponselnya, balasan dari Chanyeol. Dan entah kenapa ia merasa begitu bahagia sekarang

-Park Chanyeol-
Ya?

-Lee Jieun-
Kau sibuk?

-Park Chanyeol-
Hmm, ada apa?

-Lee Jieun-
Tidak apa

“aaaaa eomma!” Jieunpun merengek setelah membalas pesan namja itu, ia benar benar gila sekarang, bolehkah ia menangis karna sangat merindukan namja itu?, namja yang dulunya sangat ia benci tapi entah kenapa ia sangat mencintainya sekarang, hati memang sulit berkerjasama dengan otak, Jieunpun memandangi ponselnya dengan airmata yang membendung dipelupuk matanya

“Yeol... aku merindukanmu”

“kenapa tanganku sulit sekali menulis kalimat itu untukmu?”


TBC


Ehem ehem ehem, chap 1 udah selesai, gemana yeoreobun? Suka ga?
Tolong komennya ya, jangan jadi silent readers karna itu perbuatan buruk *eaa

Sampai jumpa di chap selanjutnya byeee *bow* muahh :*

6 komentar:

  1. next kak! aku suka kok sama cerita ini.. semoga cepet nikah ya Chanyeol!

    BalasHapus
  2. Ini lanjutan something ya kak? Wah seneng ada chanU lagi, suka, chanyeol sibuk terus, gk apa-apa deh yg penting jieunnya nanti nikah sma chanyeol,jieunnya nanti jdi cemburuan. Romance nya banyakin ya ka? Keke nawar mulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih, yakin Jieun nikah sama Chanyeol? hahaha, iyadeh ditunggu aja yaaa

      Hapus
  3. Ya deh yg lg kngn ga ketemu bntr aja rasany ky udh lm bngt g ketemu,btw ji eunnya lucu ky abg lg jatuh cinta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha Jieunkan umur aja yg 20-an tapi jiwa sama mukanya masih abg

      Hapus