Title :
Beautiful Dancer
Author :
Park Mitha
Genre :
Romance, Sad (maybe)
Lengh :
Oneshoot
Rating :
All
Cast :
IU-Lee Jieun, Lay (EXO), Etc
Cameo :
Hyoyeon (SNSD), Luna (F(x))
***
“hana... dul... hana... dul...” seorang
gadis manis tengah menghitung memberi pengarahan pada beberapa anak kecil yang
sedang melakukan bagian dari gerakan ballet secara serempak dan sama, iapun
menepuk tangannya saat anak anak itu menyelesaikan gerakan dengan cukup baik
“kalian akan menjadi seorang penari yang baik
kalau terus berlatih dengan giat, jadi minggu depan datang lagi ya untuk
latihan” ucap gadis dengan nama Lee Jieun itu lembut dan manis pada anak anak
kecil didepannya yang semuanya adalah perempuan
“nde ssaem” ucap mereka serempak, merekapun
berhambur menghampiri orangtua masing masing dan bersiap pulang, begitu juga
dengan Jieun yang mengemasi barangnya dan berjalan menuju ruang ganti,
mengganti kostum balletnya dengan pakaian santainya
“kudengar besok akan ada guru tari baru menggantikan
Gikwang yang akan wajib militer”
samar samar Jieun mendengar suara rekan kerjanya yang sedang bercengkrama sambil membenarkan make up mereka
samar samar Jieun mendengar suara rekan kerjanya yang sedang bercengkrama sambil membenarkan make up mereka
“ya, katanya dia tidak kalah tampan dari
Kim Jongin” lanjut temannya, Jieun yang baru selesai mengganti pakaiannyapun
ikut bergabung dengan mereka dan membenarkan dandanannya juga
“benarkah?” kali ini Jieun yang bertanya,
ia menatap lawan bicaranya hanya dengan menatap kaca lebar didepannya
“eoh Jieun-ah kau sudah selesai mengajar?”
ucap guru tari itu, Hyoyeon, “kau belum tahu beritanya?” tanyanya pada Jieun
“tidak ada yang memberitahuku” jawabnya
yang fokus pada make upnya
“katanya dia orang China” tambah guru tari
yang satunya, Luna
“kita pasti sulit berkomunikasi dengannya
kalau sampai dia tidak bisa berbahasa Korea” keluh Hyoyeon, iapun menyelesaikan
make upnya lalu bersiap untuk pulang, “aku duluan ya” pamitnya, Jieun dan
Lunapun membalasannya dengan anggukan
.
.
.
Jieun berjalan memasuki cafe langganannya
dan memesan minuman lalu memilih kue apa yang akan ia makan, jari
telunjukkanpun menyentuh dagu tirusnya sambil memandangi kue kue yang ada
dilemari transparan itu
“aku pesan yang ini” Jieun refleks menengok
saat ia mendengar ada suara lain yang bicara hampir bersamaan dengannya dengan
kata kata yang sama pula, juga dengan pesanan yang sama, pelayan yang melayani
mereka terlihat bingung
“maaf agashi, tapi kuenya tinggal satu”
jelas pelayan itu, Jieunpun melirik kearah namja tampan itu
“biar berikan untuknya saja” ucap namja itu
mendului isi otak Jieun
“ahh tidak tuan, aku akan pesan kue yang
lain, kau bisa memesan kue yang ini” ucap Jieun mengalah
“laki laki harus mengalah” ucap namja itu
tersenyum menampakkan lesung pipinya menambah kesan manis diwajahnya, mau tidak
mau Jieun menurut
“gamsahamnida” iapun sedikit membungkuk
sopan, lalu berjalan mencari meja yang kosong dan menikmati kuenya juga minuman
yang ia pesan, matanya sejak tadi terus menatap namja tampan yang duduk seorang
diri tidak jauh dari mejanya
Tampan, itulah kesan pertama Jieun saat
melihatnya, hingga tanpa sadar kue yang ada didepannya sudah habis begitu juga
dengan minumannya yang hanya tersisa sedikit, Jieunpun berjalan menuju kasir
untuk membayar
“berapa totalnya?” tanya Jieun
“anda dimeja berapa?” tanya petugas kasir
“dimeja nomor 9” jelasnya
“ohh nona, minuman dan kue yang kau pesan
sudah dibayar oleh tuan muda yang disana” jelas petugas, Jieunpun melihat arah
yang ditunjuk petugas itu dimana namja tadi yang kini berjalan pergi
meninggalkan cafe itu, benarkah namja itu membayarkan makanannya
“ahh begitu ya, baiklah terimakasih”
Jieunpun berjalan sedikit tergesa keluar cafe, setibanya didepan cafe ia sudah
tidak menemukan namja itu, “padahal aku belum berterimakasih” gumamnya
***
“sampai jumpa minggu depan anak anak” ucap
Jieun ramah, anak anak manis yang adalah muridnya itu melambaikan tangannya
pada Jieun, seperti biasa Jieun akan pergi mengganti pakaiannya sebelum pulang
Iapun berjalan menuju toilet sambil
memainkan ponselnya karna seseorang baru saja meneleponnya, dibelokkan lorong
ia berpapasan dengan seseorang yang tidak sengaja menambraknya hingga ia nyaris
terjatuh
“ahh mianhamnida” ucap namja itu sopan,
Jieunpun melihat siapa yang menabraknya itu dan matanya membulat saat melihat
wajah tampan itu, “kau” gumam namja itu
“kita pernah bertemu dicafe dekat sini
bukan?” kali ini Jieun bertanya, namja itu mengangguk, “eee... apa kau ada
urusan disini?”
“ahh perkenalkan namaku Zang Yixing tapi
kau bisa memanggilku Lay, aku adalah guru tari baru, disini aku menggantikan
posisi Kikwang yang akan wajib militer” Jieun menatap namja itu tak percaya
bahkan mulutnya sedikit terbuka
“kau orang China?” namja dengan nama Lay
itu mengangguk, iapun tiba tiba teringat dengan kejadian dicafe dimana namja
itu membayarkan belanjaannya, “ahh iya Lay-ssi, perkenalkan namaku Lee Jieun,
disini aku sebagai guru ballet” jelas Jieun tak kalah sopan
“ballet?” Jieun mengangguk, “bukankah guru
ballet hanya ada dua orang disini?” tanyanya meyakinnya, lagi lagi Jieun
mengangguk
“ya, hanya aku dan Kim Jongin” jelas Jieun,
“apa benar waktu itu kau yang membayarkan minuman juga kueku?”
“ahh itu...” Lay terlihat menggaruk
tengkuknya yang tak gatal
“gamsahamnida” ucap Jieun sopan, Laypun
menatapnya, “bagaimana jika pulangan nanti kita kecafe itu lagi? Aku yang
traktir” ajak Jieun
“begitukah?” Lay terlihat berfikir sejenak,
“baiklah” iapun menerimanya dengan malu malu
“nanti setelah pulang aku tunggu didepan
ruang adm ya” Jieunpun pergi melanjutkan rencananya yang ingin mengganti
kostumnya
***
Jieun dan Lay berjalan beriringan setelah
pulang dari cafe, dan Jieun menepati janjinya untuk mentraktir namja yang baru
ia kenal itu, alih alih untuk berterimakasih karna namja itu pernah membayarkan
makanannya
Suasana canggungpun tak dapat dihindari,
mereka berjalan beriringan menyusuri jalanan yang cukup sepi, Jieun terlihat
senang bersama namja itu, “Lay-ssi” panggil Jieun memecahkan keheningan, Laypun
menengok kearah Jieun dengan wajah bertanyanya yang terkesan manis, Jieun
bahkan merasakan jantungnya berdetak cepat saat mata sayu yang indah itu
menatapnya
“ada apa?” tanyanya lembut, Jieunpun
mengalihkan pandangannya menyembunyikan pipinya yang mulai memanas, mungkinkah
sudah memerah? Fikirnya
“apa kau sudah lama di Korea?”
“lumayan, kurang lebih 4 tahun aku disini”
jelas Lay
“sebelum menjadi guru tari, apa
pekerjaanmu?”
“sebelum menjadi guru tari aku bekerja
menjadi guru vokal disalah satu tempat kursus vokal” jelasnya, Jieunpun melihat
Lay takjub
“kudengar guru vokal gajinya lebih besar
dari guru tari” gumam Jieun
“iya, kau benar”
“lalu kenapa kau malah memilih berkerja
jadi guru tari?”
“ada seseorang yang kucari” ucapnya begitu
manis membuat Jieun menaikkan alisnya penasaran dengan siapa orang yang dicari
itu, “kau sudah berapa lama mengajar ballet?”
“aku... entahlah aku lupa sudah berapa
lama” jelas Jieun santai lalu terkekeh geli, Laypun ikut tersenyum simpul,
“dari kecil aku benar benar menyukai ballet, itu semua berawal karna kartun
barbie yang kutonton” jelas Jieun, “bagaimana denganmu?”
“aku? awalnya aku tidak pernah kepikiran
menjadi seorang penari, dulu cita citaku menjadi dokter, tapi setelah aku
mempelajari tentang tari lebih dalam, aku rasa takdirku ada disana” jelasnya,
Jieunpun menatap dalam Lay yang tengah tersenyum, manis sekali
“awas!” Jieunpun langsung tersadar dari
lamunannya saat Lay menariknya karna sebuah motor melesat dengan begitu cepat,
nyaris menabrak Jieun jika saja Lay tidak menyelamatkannya, Jieunpun terlihat
sedikit gugup berada dijarak yang begitu dekat dengan namja itu, hingga
akhirnya namja itu tersadar dan melepaskan Jieun
“kau tak apa?” tanya Lay khawatir, Jieun
hanya mengangguk kaku, “selalu saja aku bertemu orang seperti itu dimalam hari”
gerutunya, “ayo aku antar kau pulang” iapun mengajak Jieun untuk melanjutkan jalan
mereka
***
Jieun, Luna, dan Hyoyeon terlihat sedang
menikmati makan siang mereka dikantin tempat mereka mengajar tari, sejak tadi
ketiga yeoja itu terus saja memperhatikan Lay yang juga sedang menikmati makan
siangnya bersama guru tari namja yang lain
“dia manis sekali” puji Luna dengan tatapan
takjubnya
“seandainya aku tidak memiliki kekasih
mungkin sudah kupacari bocah itu” kali ini Hyoyeon yang bersuara, Jieun hanya
diam memandangi Lay sambil membayangkan kejadian semalam dimana jantungnya
dibuat berdebar oleh namja itu
“eonni kau harus bagi bagi denganku” ucap
Luna sedikit kesal, “benarkan Ji?” iapun menyenggol Jieun yang duduk melamun
disampingnya hingga gadis itu tersadar
“hei jangan bilang kau sedang melamunkan Jongin”
tebak Luna, Jieun hanya mendengus kesal, untuk apa memikirkan namja yang selalu
bersamanya selama kerja fikirnya, iapun memakan makanan yang ada didepannya
“hei, tidak mungkin Lee Jieun kita yang
polos ini menyukai Jongin” ucap Hyoyeon tertawa geli, “dia pasti lebih memilih Lay
dibanding Kim Jongin” lanjutnya
“uhuk-“ seketika Jieun tersedak mendengar
penuturan Hyoyeon, membuat dua orang yang satu meja dengannya menatapnya
bingung
“kau baik baik saja?” tanya Luna khawatir,
Jieun hanya mengangguk lalu meminum minumannya, “apa yang dikatakan Hyoyeon
eonni benar?” tanya Luna meyakinnya
“mwo? Hyoyeon eonni bilang apa?” bingung
Jieun yang berpura pura tidak tahu
“kau... beberapa hari lalu aku melihatmu
dan Lay pulang bersama, benarkan?” tanya Hyoyeon penuh selidik, Jieun membelalakan
matanya tak percaya, padahal ia sebisa mungkin pulang terlambat agar tak
ketahuan dua rekannya ini
“ti... tidak” jawab Jieun gugup
“kau itu tidak bisa berbohong, kau pasti
menyukainya, dulu saja saat Jongin mengajakmu pulang bersama kau menolaknya”
ledek Hyoyeon
“hei, mengaku saja, mungkin kami bisa
membantumu mendapatkannya” kali ini Luna menyenggolnya, membuat Jieun merasa
semakin terpojokkan, “seleramu ternyata yang manis manis, aku fikir kau
menyukai Jongin yang sexy” lanjutnya lebih terdengar menggoda
“YA!” kesal Jieun
***
-No Name-
Temui aku diaula pulangan nanti
Jieun mengerutkan keningnya saat sebuah
pesan masuk dengan nomor tidak diketahui menghampiri ponselnya, ia yang baru
selesai mengajar itu berjalan dengan wajah bingung menuju toilet, mengganti
pakaiannya lalu berjalan menuju aula yang ada ditempatnya kerja itu
Jieunpun membuka pintu utama ruangan itu
dan disambut dengan suasana yang gelap, namun tiba tiba seseorang menyalakan
sebuah video dengan infokus yang mengarah kedinding ruangan itu, mata Jieun
membulat saat melihat video itu, sebuah video pertunjukkan ballet solo
Itu dirinya, ia ingat dengan jelas bahwa
gadis yang ada divideo itu adalah dirinya yang 4 tahun lalu mengikuti
perlombaan tari dan memenangkan juara pertama, dan itu juga kejuaraan pertama
yang ia raih selama berlatih ballet
Mata Jieunpun menerawang kearah namja yang
berdiri disamping infokus itu, namja itu juga menonton video yang ia putar,
kurangnya pencahayaan membuat Jieun sulit mengenali wajah itu, hingga videopun
selesai dan perlahan lampu menyala
“gadis divideo itu...” gumam namja itu,
Lay. “dialah orang yang kucari selama ini” lanjutnya, Jieun refleks
membelalakan matanya menatap tak percaya kearah Lay yang kini berjalan
kearahnya, “kejuaraan pertamanya, dilomba pertamanya juga, dia cantik, gerakan
badannya benar benar sempurna, seperti tokoh barbie dikartun yang ia tonton
saat kecil” jelas Lay sambil tersenyum
Jieun hanya diam mematung, jantungnya
berdetak semakin cepat ketika Lay semakin mendekatinya, badannya bahkan terlalu
kaku untuk bergerak mundur, “Jieun-ssi, 4 tahun lalu aku bertemu denganmu
sebagai seorang penggemar, tapi sekarang aku datang padamu sebagai seseorang
yang mencintaimu” Jieun semakin merasakan jantungnya berdetak tak karuan bahkan
ia sedikit sulit untuk hanya sekedar menghirup oksigen
“mungkin ini terlalu mengagetkanmu, karna
aku bukan seseorang yang suka mengulur waktu, jadi... apakah kau mau menjadi
kekasihku?”
FIN~
Huwaaaa~ Lay oppa, kangen banget sama oppa
yang satu ini
EXOU Love Storynya udah hampir dipenghujung
nih, tinggal bagian leader oppa aja yang belum >,<
Ff yang dibuat super ngebut oleh saya ini mohon
dimaapin ya kalo kurang memuaskan wkwk
Baiklah yeorobun, silahkan dikomen, seneng,
sedih, akan saya ladeni wkwk *apaini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar