Selasa, 08 Maret 2016

EXOU Love Story - Beautiful Dancer (Lay Ver.)


Title                : Beautiful Dancer
Author           : Park Mitha
Genre              : Romance, Sad (maybe)
Lengh              : Oneshoot
Rating             : All
Cast                : IU-Lee Jieun, Lay (EXO), Etc
Cameo             : Hyoyeon (SNSD), Luna (F(x))

***

“hana... dul... hana... dul...” seorang gadis manis tengah menghitung memberi pengarahan pada beberapa anak kecil yang sedang melakukan bagian dari gerakan ballet secara serempak dan sama, iapun menepuk tangannya saat anak anak itu menyelesaikan gerakan dengan cukup baik

“kalian akan menjadi seorang penari yang baik kalau terus berlatih dengan giat, jadi minggu depan datang lagi ya untuk latihan” ucap gadis dengan nama Lee Jieun itu lembut dan manis pada anak anak kecil didepannya yang semuanya adalah perempuan

“nde ssaem” ucap mereka serempak, merekapun berhambur menghampiri orangtua masing masing dan bersiap pulang, begitu juga dengan Jieun yang mengemasi barangnya dan berjalan menuju ruang ganti, mengganti kostum balletnya dengan pakaian santainya

“kudengar besok akan ada guru tari baru menggantikan Gikwang yang akan wajib militer”
samar samar Jieun mendengar suara rekan kerjanya yang sedang bercengkrama sambil membenarkan make up mereka

“ya, katanya dia tidak kalah tampan dari Kim Jongin” lanjut temannya, Jieun yang baru selesai mengganti pakaiannyapun ikut bergabung dengan mereka dan membenarkan dandanannya juga

“benarkah?” kali ini Jieun yang bertanya, ia menatap lawan bicaranya hanya dengan menatap kaca lebar didepannya

“eoh Jieun-ah kau sudah selesai mengajar?” ucap guru tari itu, Hyoyeon, “kau belum tahu beritanya?” tanyanya pada Jieun

“tidak ada yang memberitahuku” jawabnya yang fokus pada make upnya

“katanya dia orang China” tambah guru tari yang satunya, Luna

“kita pasti sulit berkomunikasi dengannya kalau sampai dia tidak bisa berbahasa Korea” keluh Hyoyeon, iapun menyelesaikan make upnya lalu bersiap untuk pulang, “aku duluan ya” pamitnya, Jieun dan Lunapun membalasannya dengan anggukan
.
.
.
Jieun berjalan memasuki cafe langganannya dan memesan minuman lalu memilih kue apa yang akan ia makan, jari telunjukkanpun menyentuh dagu tirusnya sambil memandangi kue kue yang ada dilemari transparan itu

“aku pesan yang ini” Jieun refleks menengok saat ia mendengar ada suara lain yang bicara hampir bersamaan dengannya dengan kata kata yang sama pula, juga dengan pesanan yang sama, pelayan yang melayani mereka terlihat bingung

“maaf agashi, tapi kuenya tinggal satu” jelas pelayan itu, Jieunpun melirik kearah namja tampan itu

“biar berikan untuknya saja” ucap namja itu mendului isi otak Jieun

“ahh tidak tuan, aku akan pesan kue yang lain, kau bisa memesan kue yang ini” ucap Jieun mengalah

“laki laki harus mengalah” ucap namja itu tersenyum menampakkan lesung pipinya menambah kesan manis diwajahnya, mau tidak mau Jieun menurut

“gamsahamnida” iapun sedikit membungkuk sopan, lalu berjalan mencari meja yang kosong dan menikmati kuenya juga minuman yang ia pesan, matanya sejak tadi terus menatap namja tampan yang duduk seorang diri tidak jauh dari mejanya

Tampan, itulah kesan pertama Jieun saat melihatnya, hingga tanpa sadar kue yang ada didepannya sudah habis begitu juga dengan minumannya yang hanya tersisa sedikit, Jieunpun berjalan menuju kasir untuk membayar

“berapa totalnya?” tanya Jieun

“anda dimeja berapa?” tanya petugas kasir

“dimeja nomor 9” jelasnya

“ohh nona, minuman dan kue yang kau pesan sudah dibayar oleh tuan muda yang disana” jelas petugas, Jieunpun melihat arah yang ditunjuk petugas itu dimana namja tadi yang kini berjalan pergi meninggalkan cafe itu, benarkah namja itu membayarkan makanannya

“ahh begitu ya, baiklah terimakasih” Jieunpun berjalan sedikit tergesa keluar cafe, setibanya didepan cafe ia sudah tidak menemukan namja itu, “padahal aku belum berterimakasih” gumamnya

***

“sampai jumpa minggu depan anak anak” ucap Jieun ramah, anak anak manis yang adalah muridnya itu melambaikan tangannya pada Jieun, seperti biasa Jieun akan pergi mengganti pakaiannya sebelum pulang

Iapun berjalan menuju toilet sambil memainkan ponselnya karna seseorang baru saja meneleponnya, dibelokkan lorong ia berpapasan dengan seseorang yang tidak sengaja menambraknya hingga ia nyaris terjatuh

“ahh mianhamnida” ucap namja itu sopan, Jieunpun melihat siapa yang menabraknya itu dan matanya membulat saat melihat wajah tampan itu, “kau” gumam namja itu

“kita pernah bertemu dicafe dekat sini bukan?” kali ini Jieun bertanya, namja itu mengangguk, “eee... apa kau ada urusan disini?”

“ahh perkenalkan namaku Zang Yixing tapi kau bisa memanggilku Lay, aku adalah guru tari baru, disini aku menggantikan posisi Kikwang yang akan wajib militer” Jieun menatap namja itu tak percaya bahkan mulutnya sedikit terbuka

“kau orang China?” namja dengan nama Lay itu mengangguk, iapun tiba tiba teringat dengan kejadian dicafe dimana namja itu membayarkan belanjaannya, “ahh iya Lay-ssi, perkenalkan namaku Lee Jieun, disini aku sebagai guru ballet” jelas Jieun tak kalah sopan

“ballet?” Jieun mengangguk, “bukankah guru ballet hanya ada dua orang disini?” tanyanya meyakinnya, lagi lagi Jieun mengangguk

“ya, hanya aku dan Kim Jongin” jelas Jieun, “apa benar waktu itu kau yang membayarkan minuman juga kueku?”

“ahh itu...” Lay terlihat menggaruk tengkuknya yang tak gatal

“gamsahamnida” ucap Jieun sopan, Laypun menatapnya, “bagaimana jika pulangan nanti kita kecafe itu lagi? Aku yang traktir” ajak Jieun

“begitukah?” Lay terlihat berfikir sejenak, “baiklah” iapun menerimanya dengan malu malu

“nanti setelah pulang aku tunggu didepan ruang adm ya” Jieunpun pergi melanjutkan rencananya yang ingin mengganti kostumnya

***

Jieun dan Lay berjalan beriringan setelah pulang dari cafe, dan Jieun menepati janjinya untuk mentraktir namja yang baru ia kenal itu, alih alih untuk berterimakasih karna namja itu pernah membayarkan makanannya

Suasana canggungpun tak dapat dihindari, mereka berjalan beriringan menyusuri jalanan yang cukup sepi, Jieun terlihat senang bersama namja itu, “Lay-ssi” panggil Jieun memecahkan keheningan, Laypun menengok kearah Jieun dengan wajah bertanyanya yang terkesan manis, Jieun bahkan merasakan jantungnya berdetak cepat saat mata sayu yang indah itu menatapnya

“ada apa?” tanyanya lembut, Jieunpun mengalihkan pandangannya menyembunyikan pipinya yang mulai memanas, mungkinkah sudah memerah? Fikirnya

“apa kau sudah lama di Korea?”

“lumayan, kurang lebih 4 tahun aku disini” jelas Lay

“sebelum menjadi guru tari, apa pekerjaanmu?”

“sebelum menjadi guru tari aku bekerja menjadi guru vokal disalah satu tempat kursus vokal” jelasnya, Jieunpun melihat Lay takjub

“kudengar guru vokal gajinya lebih besar dari guru tari” gumam Jieun

“iya, kau benar”

“lalu kenapa kau malah memilih berkerja jadi guru tari?”

“ada seseorang yang kucari” ucapnya begitu manis membuat Jieun menaikkan alisnya penasaran dengan siapa orang yang dicari itu, “kau sudah berapa lama mengajar ballet?”

“aku... entahlah aku lupa sudah berapa lama” jelas Jieun santai lalu terkekeh geli, Laypun ikut tersenyum simpul, “dari kecil aku benar benar menyukai ballet, itu semua berawal karna kartun barbie yang kutonton” jelas Jieun, “bagaimana denganmu?”

“aku? awalnya aku tidak pernah kepikiran menjadi seorang penari, dulu cita citaku menjadi dokter, tapi setelah aku mempelajari tentang tari lebih dalam, aku rasa takdirku ada disana” jelasnya, Jieunpun menatap dalam Lay yang tengah tersenyum, manis sekali

“awas!” Jieunpun langsung tersadar dari lamunannya saat Lay menariknya karna sebuah motor melesat dengan begitu cepat, nyaris menabrak Jieun jika saja Lay tidak menyelamatkannya, Jieunpun terlihat sedikit gugup berada dijarak yang begitu dekat dengan namja itu, hingga akhirnya namja itu tersadar dan melepaskan Jieun

“kau tak apa?” tanya Lay khawatir, Jieun hanya mengangguk kaku, “selalu saja aku bertemu orang seperti itu dimalam hari” gerutunya, “ayo aku antar kau pulang” iapun mengajak Jieun untuk melanjutkan jalan mereka

***

Jieun, Luna, dan Hyoyeon terlihat sedang menikmati makan siang mereka dikantin tempat mereka mengajar tari, sejak tadi ketiga yeoja itu terus saja memperhatikan Lay yang juga sedang menikmati makan siangnya bersama guru tari namja yang lain

“dia manis sekali” puji Luna dengan tatapan takjubnya

“seandainya aku tidak memiliki kekasih mungkin sudah kupacari bocah itu” kali ini Hyoyeon yang bersuara, Jieun hanya diam memandangi Lay sambil membayangkan kejadian semalam dimana jantungnya dibuat berdebar oleh namja itu

“eonni kau harus bagi bagi denganku” ucap Luna sedikit kesal, “benarkan Ji?” iapun menyenggol Jieun yang duduk melamun disampingnya hingga gadis itu tersadar

“hei jangan bilang kau sedang melamunkan Jongin” tebak Luna, Jieun hanya mendengus kesal, untuk apa memikirkan namja yang selalu bersamanya selama kerja fikirnya, iapun memakan makanan yang ada didepannya

“hei, tidak mungkin Lee Jieun kita yang polos ini menyukai Jongin” ucap Hyoyeon tertawa geli, “dia pasti lebih memilih Lay dibanding Kim Jongin” lanjutnya

“uhuk-“ seketika Jieun tersedak mendengar penuturan Hyoyeon, membuat dua orang yang satu meja dengannya menatapnya bingung

“kau baik baik saja?” tanya Luna khawatir, Jieun hanya mengangguk lalu meminum minumannya, “apa yang dikatakan Hyoyeon eonni benar?” tanya Luna meyakinnya

“mwo? Hyoyeon eonni bilang apa?” bingung Jieun yang berpura pura tidak tahu

“kau... beberapa hari lalu aku melihatmu dan Lay pulang bersama, benarkan?” tanya Hyoyeon penuh selidik, Jieun membelalakan matanya tak percaya, padahal ia sebisa mungkin pulang terlambat agar tak ketahuan dua rekannya ini

“ti... tidak” jawab Jieun gugup

“kau itu tidak bisa berbohong, kau pasti menyukainya, dulu saja saat Jongin mengajakmu pulang bersama kau menolaknya” ledek Hyoyeon

“hei, mengaku saja, mungkin kami bisa membantumu mendapatkannya” kali ini Luna menyenggolnya, membuat Jieun merasa semakin terpojokkan, “seleramu ternyata yang manis manis, aku fikir kau menyukai Jongin yang sexy” lanjutnya lebih terdengar menggoda

“YA!” kesal Jieun

***

-No Name-
Temui aku diaula pulangan nanti

Jieun mengerutkan keningnya saat sebuah pesan masuk dengan nomor tidak diketahui menghampiri ponselnya, ia yang baru selesai mengajar itu berjalan dengan wajah bingung menuju toilet, mengganti pakaiannya lalu berjalan menuju aula yang ada ditempatnya kerja itu

Jieunpun membuka pintu utama ruangan itu dan disambut dengan suasana yang gelap, namun tiba tiba seseorang menyalakan sebuah video dengan infokus yang mengarah kedinding ruangan itu, mata Jieun membulat saat melihat video itu, sebuah video pertunjukkan ballet solo

Itu dirinya, ia ingat dengan jelas bahwa gadis yang ada divideo itu adalah dirinya yang 4 tahun lalu mengikuti perlombaan tari dan memenangkan juara pertama, dan itu juga kejuaraan pertama yang ia raih selama berlatih ballet

Mata Jieunpun menerawang kearah namja yang berdiri disamping infokus itu, namja itu juga menonton video yang ia putar, kurangnya pencahayaan membuat Jieun sulit mengenali wajah itu, hingga videopun selesai dan perlahan lampu menyala

“gadis divideo itu...” gumam namja itu, Lay. “dialah orang yang kucari selama ini” lanjutnya, Jieun refleks membelalakan matanya menatap tak percaya kearah Lay yang kini berjalan kearahnya, “kejuaraan pertamanya, dilomba pertamanya juga, dia cantik, gerakan badannya benar benar sempurna, seperti tokoh barbie dikartun yang ia tonton saat kecil” jelas Lay sambil tersenyum

Jieun hanya diam mematung, jantungnya berdetak semakin cepat ketika Lay semakin mendekatinya, badannya bahkan terlalu kaku untuk bergerak mundur, “Jieun-ssi, 4 tahun lalu aku bertemu denganmu sebagai seorang penggemar, tapi sekarang aku datang padamu sebagai seseorang yang mencintaimu” Jieun semakin merasakan jantungnya berdetak tak karuan bahkan ia sedikit sulit untuk hanya sekedar menghirup oksigen

“mungkin ini terlalu mengagetkanmu, karna aku bukan seseorang yang suka mengulur waktu, jadi... apakah kau mau menjadi kekasihku?”

FIN~

Huwaaaa~ Lay oppa, kangen banget sama oppa yang satu ini
EXOU Love Storynya udah hampir dipenghujung nih, tinggal bagian leader oppa aja yang belum >,<
Ff yang dibuat super ngebut oleh saya ini mohon dimaapin ya kalo kurang memuaskan wkwk
Baiklah yeorobun, silahkan dikomen, seneng, sedih, akan saya ladeni wkwk *apaini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar