Kamis, 24 Maret 2016

Cans Love (Chapter 3)


Title                : Cans Love
Author           : Park Mitha
Genre              : Various
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Song Joongki,
Others Cast   : Onew (SHINee), Jei (FIESTAR), Suzy (Miss A), Etc

***
[1] [2] 

“tadi aku kerumahmu, tapi aku hanya bertemu Jinki hyung” jelas namja itu, “maafkan aku, aku menyesal sudah melakukannya padamu” lanjutnya, Jieunpun tersenyum sinis pada namja itu

“ternyata meminta maaf semudah itu bagimu?” tanya Jieun dengan tatapan tajamnya, “tidak ada yang perlu dimaafkan, semua sudah berakhir” lanjutnya, “ayo kita pulang” ajaknya pada Joongki, Joongkipun hanya mengangguk menurut

“ya! Siapa kau? Apa hubunganmu dengan Jieunku?” namja itupun menatap tajam Joongki membuat Joongki malah menatap Jieun untuk menjelaskan siapa dirinya pada namja asing itu, namun Jieun hanya diam tidak mengubris ucapan namja itu

“aku?” tanya Joongki, “jalan berdua dimalam hari seperti ini menurutmu apa? Tentu saja aku kekasihnya”  Joongkipun langsung merangkul Jieun dan tersenyum ramah pada namja itu

“Jieun-ah... secepat itukah?” tanya namja itu tak percaya

“pergilah, kau tidak maukan masuk kantor polisi karna berkelahi denganku?” ancam Joongki, “dan ingat, jangan pernah temui KEKASIHKU lagi, mengerti?”


“Jieun-ah...”

“pergilah, aku tidak mau melihatmu lagi” ucap Jieun kesal, tanpa menjawab lagi namja itupun berbalik badan dan meninggalkan Jieun, seketika Jieun ambruk dan menangis tersedu sedu membuat Joongki sedikit panik terlebih kini beberapa pengunjung menatap mereka bingung

***

-Song Joongki-
Terlalu larut dalam kesedihan bisa membuatmu gila
Bagaimana jika kita bertemu ditaman saja?

Jieun tersenyum geli membaca pesan masuk dari Joongki, tahu darimana dia kalau Jieun sedang bersedih karna kejadian kemarin malam

-Lee Jieun-
Tapi bisakah kau bawakan aku anggur?

-Song Joongki-
Tidak, tidak boleh!

-Lee Jieun-
Aku hanya bercanda kkk
Bagaimana jika pukul 8?

-Song Joongki-
Waktu yang tepat
.
.
.
Joongki berjalan santai menyusuri setiap lekuk jalan kecil yang ada ditaman, iapun tersenyum saat melihat Jieun sudah lebih dulu menunggunya ditempat biasa mereka bertemu, iapun duduk disamping Jieun lalu menyerahkan sekantung plastik yang ada ditangannya pada Jieun

“aku tidak bisa membawakanmu anggur, tapi aku bawa kopi untukmu” ucapnya sambil tersenyum ramah, Jieunpun balas tersenyum

“gomawo” ucap Jieun senang, iapun mengambil jatah minumannya dan mengambilkan untuk Joongki juga, “bukankah tidak baik terlalu banyak mengkonsumsi kopi?” tanyanya saat menyerahkan cup kopi itu pada Joongki

“ya memang benar” jawab Joongki lalu meminum kopinya

“lalu kenapa kau belikan aku kopi? Kalau terjadi sesuatu dan aku masuk rumah sakit bagaimana?”

“tentu saja aku yang harus merawatnya, kan aku jadi sering melihatmu” Jieunpun tersipu malu dan sedikit mendorong tubuh Joongki membuat namja itu juga tersenyum malu pada Jieun

“untuk masalah semalam...”

“sudahlah, lupakan saja, aku tidak mau membahasnya lagi” potong Jieun, Joongkipun hanya mengangguk mengerti dan kembali meminum kopinya, “Joongki-ssi, aku ingin bertanya padamu”

“tanyakan saja”

“apa menjadi dokter ini keinginan awalmu?”

“tidak” jawab Joongki pelan, “aku tidak pernah berfikir untuk menjadi dokter, tapi appaku mau aku mewarisi keahliannya sebagai dokter ahli, dan seperti ini aku sekarang” Jieunpun menatap Joongki dalam

“berarti aku beruntung appaku tidak memaksaku menuruni profesinya”

“memangnya apa profesi appamu?”

“tentara” seketika Joongki tersedak mendengarnya dan itu membuat Jieun tertawa melihatnya, “jadi kuperingatkan kau dari sekarang, jangan macam macam denganku, karna oppaku menyimpan senjata milik appaku” jelasnya

“aku harus hati hati denganmu mulai sekarang” candanya, Jieunpun tertawa mendengarnya, “aku punya beberapa kenalan tentara, siapa nama appamu?”

“Lee Taekyung” jelas Jieun, dan untuk kedua kalinya Joongki tersedak, “kenapa? Kau mengenal appaku? Tapikan...” Jieun tidak melanjutkan ucapannya dan ia hanya memandang Joongki yang kini menatapnya dengan tatapan yang sulit dijelaskan

“sepertinya kau tidak mengenal appaku, dia sudah meninggal 10 tahun yang lalu, mana mungkin kau mengenalnya, iyakan?” Jieunpun tersenyum paksa, “tapi mungkin kau mengenal siapa dokter yang sudah membunuh appaku” lanjutnya

“Jieun-ssi, hidup mati seseorang itu sudah takdir dari Tuhan” jelas Joongki

“aku tahu itu, tapi entah kenapa aku tidak bisa terima kalau saat itu tim medis dimedan perang memberikan tanggung jawab penuh pada dokter itu, appaku meninggal karna kesalahannya” Jieunpun kini terisak saat mengingat kembali kisah itu

“bahkan negara seakan menyembunyikan kebenaran dan menganggap appaku mati karna perang bukan karna operasi itu” Joongkipun merangkul Jieun menepuk pundak gadis itu menguatkan
.
.
.
Suasana canggung disalah satu kursi taman yang ditempati Jieun dan Joongki, seperti hari sebelumnya, mereka menghabiskan jam makan siang untuk makan bersama dan duduk santai ditaman sambil menikmati satu cup kopi

“gomawo” ucap Jieun pelan, Joongkipun hanya mengangguk menjawabnya, “terimakasih kau sudah mau mendengarkan ceritaku semalam” lanjutnya

“apa kau melanjutkan tangisanmu dirumah?” tanya Joongki

“memangnya kenapa?”

“lihatlah matamu” Joongkipun mengambil kacamata yang disimpannya disaku mantelnya, “pakailah ini” ucapnya sambil memberikan kacamata hitam miliknya

“apakah tidak aneh jika aku memakainya saat kerja?” tanya Jieun ragu, Joongkipun memasangkan kacamata itu pada Jieun

“kau terlihat cantik” pujinya, iapun tersenyum manis pada Jieun

“tapi aku terlihat aneh kalau berkerja didalam ruangan dengan kacamata hitam ini”

“tujuanmu kekantor untuk berkerja, bukan untuk menebar pesonakan?” Jieunpun hanya diam, “pakai saja, kau terlihat menyedihkan dengan mata bengkak itu”

“terimakasih, lagi lagi kau menolongku”

“itu tidak gratis” Jieunpun menatap namja itu dengan tatapan tak percayanya, ia fikir namja itu tulus menolongnya, Jieunpun mencoba melepas kacamata itu namun Joongki menahannya, “balasannya tidak sulit, cukup temani aku jalan malam ini” jelasnya

“sebenarnya kau ini dokter atau apa? Sepertinya kau punya banyak waktu luang”

“aku? tentu saja aku dokter ahli bedah, tidak salahkan kalau aku memilih menghabiskan waktu senggangku untuk jalan dengan gadis cantik? Aku bosan hanya melihat usus, ginjal, paru-paru...”

“ya! Hentikan!” ucap Jieun kesal, “kau membuatku ingin muntah mendengarnya” Joongkipun tersenyum geli melihat ekspresi jijik Jieun

“jadi malam ini kau maukan?”

“baiklah” ucap Jieun akhirnya

“kau terpaksa ya?”

“tidak” tolak Jieun mantap, “aku juga bosan terus terusan dirumah, bagaimana jika namja itu datang lagi kerumahku, ahh aku tak bisa bayangkan bagaimana jadinya nanti” Jieunpun menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan khayalannya itu

“kalau dia datang panggil saja namaku tiga kali, maka aku akan muncul disana”

“ck, memangnya kau jin”

“ya, i’m genie for you girl” Jieunpun menahan tawanya saat melihat Joongki sedikit bernyanyi untuknya

***

Jieun tersenyum senang saat ia melihat seorang namja tampan berjalan dengan begitu tegasnya menghampirinya, sekalipun pencahayaan ditaman itu tidak terlalu terang namun Jieun bisa melihat senyuman namja itu yang sukses membuat jantungnya berdebar

“kau sudah lama?” tanya Joongki, Jieun menggeleng sambil tersenyum, “maaf aku tidak bisa menjemputmu” lanjutnya, iapun duduk disamping Jieun

“tak apa, aku juga harus menyelesaikan urusanku sebelum kesini” jelasnya

“urusan apa?”

“urusan rahasia kantor, karna kau bukan bagian dari kami jadi kau tidak boleh tahu” ucap Jieun serius tapi didetik selanjutnya ia dan Joongkipun tertawa geli

“kau sudah makan?” Jieun hanya menjawabnya dengan gelengan kecil, “mau makan bersama?” tawar namja itu

“kau fikir untuk apa aku menunda makan malamku?”

“tentu saja untuk makan malam denganku” Jieunpun tersenyum malu, ternyata Joongki tahu alasannya, ia bahkan rela meninggalkan masakan Jinki yang sangat ia sukai itu demi namja ini

“ayo” ajak Joongki, Jieunpun mengangguk dan berdiri, namun baru saja mereka ingin pergi ke mobil Joongki sebuah teriakan sudah menghentikan langkah mereka, Joongki menatap Jieun dengan tatapan bertanyanya begitu juga dengan Jieun yang memasang ekspresi serupa

“haruskan kita cek?” ajak Joongki, Jieun terlihat ragu namun akhirnya ia mengangguk, merekapun berjalan perlahan mendekati beberapa orang ditaman itu, Jieun maupun Joongki terlihat begitu terkejut dengan apa yang sedang dikerumuni itu

“omo” ucap Jieun terkejut ia bahkan sedikit memundurkan dirinya namun Joongki malah berlari cepat menghampiri seorang yeoja yang terduduk bersender dipohon dengan pakaian yang berlumur darah

“cepat tolong dia, seseorang sudah menusuknya..."

TBC

Chap 3 gaes... saya ga tau ya kenapa semua ff saya makin nambah chap nya makin ga jelas, efek kehabisan ide kali ya hehe
Ok maapin kalo ceritanya kurang memuaskan(?) dan tak jelas
Saya tunggu komenan yereobun



4 komentar:

  1. ah janganjangan yang ngebunuh appa jieun itu ayhnya joongki, atau joongki sendiri? ada unsur detektive gitu gak kak author? kayaknya profesi joongki dan jieun bakal merangkap jadi detektiv juga keke.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayoo siapa hayoo haha, ga tau juga ya, liat aja deh nanti saya juga masih bingung hehe

      Hapus
  2. Kyknya mkn mlmnya bkl gagal deh,karna ada gangguan.tp ga papa dngn begitukan bsk ato bsknya lg mereka bs ketemuan lg.he...he....he.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. malam ini gagal tapi bisa ketemu lagi, duhh modus banget hahaha

      Hapus