Title :
Cans Love
Author :
Park Mitha
Genre :
Various
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Song Joongki,
Others Cast : Onew (SHINee), Jei (FIESTAR), Suzy (Miss
A), Etc
***
“tadi aku kerumahmu, tapi aku hanya bertemu
Jinki hyung” jelas namja itu, “maafkan aku, aku menyesal sudah melakukannya
padamu” lanjutnya, Jieunpun tersenyum sinis pada namja itu
“ternyata meminta maaf semudah itu bagimu?”
tanya Jieun dengan tatapan tajamnya, “tidak ada yang perlu dimaafkan, semua
sudah berakhir” lanjutnya, “ayo kita pulang” ajaknya pada Joongki, Joongkipun
hanya mengangguk menurut
“ya! Siapa kau? Apa hubunganmu dengan
Jieunku?” namja itupun menatap tajam Joongki membuat Joongki malah menatap
Jieun untuk menjelaskan siapa dirinya pada namja asing itu, namun Jieun hanya
diam tidak mengubris ucapan namja itu
“aku?” tanya Joongki, “jalan berdua dimalam
hari seperti ini menurutmu apa? Tentu saja aku kekasihnya” Joongkipun langsung merangkul Jieun dan
tersenyum ramah pada namja itu
“Jieun-ah... secepat itukah?” tanya namja
itu tak percaya
“pergilah, kau tidak maukan masuk kantor
polisi karna berkelahi denganku?” ancam Joongki, “dan ingat, jangan pernah
temui KEKASIHKU lagi, mengerti?”
“Jieun-ah...”
“pergilah, aku tidak mau melihatmu lagi”
ucap Jieun kesal, tanpa menjawab lagi namja itupun berbalik badan dan
meninggalkan Jieun, seketika Jieun ambruk dan menangis tersedu sedu membuat
Joongki sedikit panik terlebih kini beberapa pengunjung menatap mereka bingung
***
-Song Joongki-
Terlalu larut dalam kesedihan bisa
membuatmu gila
Bagaimana jika kita bertemu ditaman saja?
Jieun tersenyum geli membaca pesan masuk
dari Joongki, tahu darimana dia kalau Jieun sedang bersedih karna kejadian
kemarin malam
-Lee Jieun-
Tapi bisakah kau bawakan aku anggur?
-Song Joongki-
Tidak, tidak boleh!
-Lee Jieun-
Aku hanya bercanda kkk
Bagaimana jika pukul 8?
-Song Joongki-
Waktu yang tepat
.
.
.
Joongki berjalan santai menyusuri setiap
lekuk jalan kecil yang ada ditaman, iapun tersenyum saat melihat Jieun sudah
lebih dulu menunggunya ditempat biasa mereka bertemu, iapun duduk disamping
Jieun lalu menyerahkan sekantung plastik yang ada ditangannya pada Jieun
“aku tidak bisa membawakanmu anggur, tapi
aku bawa kopi untukmu” ucapnya sambil tersenyum ramah, Jieunpun balas tersenyum
“gomawo” ucap Jieun senang, iapun mengambil
jatah minumannya dan mengambilkan untuk Joongki juga, “bukankah tidak baik
terlalu banyak mengkonsumsi kopi?” tanyanya saat menyerahkan cup kopi itu pada
Joongki
“ya memang benar” jawab Joongki lalu meminum
kopinya
“lalu kenapa kau belikan aku kopi? Kalau
terjadi sesuatu dan aku masuk rumah sakit bagaimana?”
“tentu saja aku yang harus merawatnya, kan
aku jadi sering melihatmu” Jieunpun tersipu malu dan sedikit mendorong tubuh
Joongki membuat namja itu juga tersenyum malu pada Jieun
“untuk masalah semalam...”
“sudahlah, lupakan saja, aku tidak mau
membahasnya lagi” potong Jieun, Joongkipun hanya mengangguk mengerti dan
kembali meminum kopinya, “Joongki-ssi, aku ingin bertanya padamu”
“tanyakan saja”
“apa menjadi dokter ini keinginan awalmu?”
“tidak” jawab Joongki pelan, “aku tidak
pernah berfikir untuk menjadi dokter, tapi appaku mau aku mewarisi keahliannya
sebagai dokter ahli, dan seperti ini aku sekarang” Jieunpun menatap Joongki
dalam
“berarti aku beruntung appaku tidak
memaksaku menuruni profesinya”
“memangnya apa profesi appamu?”
“tentara” seketika Joongki tersedak
mendengarnya dan itu membuat Jieun tertawa melihatnya, “jadi kuperingatkan kau
dari sekarang, jangan macam macam denganku, karna oppaku menyimpan senjata
milik appaku” jelasnya
“aku harus hati hati denganmu mulai
sekarang” candanya, Jieunpun tertawa mendengarnya, “aku punya beberapa kenalan
tentara, siapa nama appamu?”
“Lee Taekyung” jelas Jieun, dan untuk kedua
kalinya Joongki tersedak, “kenapa? Kau mengenal appaku? Tapikan...” Jieun tidak
melanjutkan ucapannya dan ia hanya memandang Joongki yang kini menatapnya
dengan tatapan yang sulit dijelaskan
“sepertinya kau tidak mengenal appaku, dia
sudah meninggal 10 tahun yang lalu, mana mungkin kau mengenalnya, iyakan?”
Jieunpun tersenyum paksa, “tapi mungkin kau mengenal siapa dokter yang sudah
membunuh appaku” lanjutnya
“Jieun-ssi, hidup mati seseorang itu sudah
takdir dari Tuhan” jelas Joongki
“aku tahu itu, tapi entah kenapa aku tidak
bisa terima kalau saat itu tim medis dimedan perang memberikan tanggung jawab
penuh pada dokter itu, appaku meninggal karna kesalahannya” Jieunpun kini
terisak saat mengingat kembali kisah itu
“bahkan negara seakan menyembunyikan
kebenaran dan menganggap appaku mati karna perang bukan karna operasi itu”
Joongkipun merangkul Jieun menepuk pundak gadis itu menguatkan
.
.
.
Suasana canggung disalah satu kursi taman
yang ditempati Jieun dan Joongki, seperti hari sebelumnya, mereka menghabiskan
jam makan siang untuk makan bersama dan duduk santai ditaman sambil menikmati
satu cup kopi
“gomawo” ucap Jieun pelan, Joongkipun hanya
mengangguk menjawabnya, “terimakasih kau sudah mau mendengarkan ceritaku
semalam” lanjutnya
“apa kau melanjutkan tangisanmu dirumah?”
tanya Joongki
“memangnya kenapa?”
“lihatlah matamu” Joongkipun mengambil
kacamata yang disimpannya disaku mantelnya, “pakailah ini” ucapnya sambil
memberikan kacamata hitam miliknya
“apakah tidak aneh jika aku memakainya saat
kerja?” tanya Jieun ragu, Joongkipun memasangkan kacamata itu pada Jieun
“kau terlihat cantik” pujinya, iapun
tersenyum manis pada Jieun
“tapi aku terlihat aneh kalau berkerja
didalam ruangan dengan kacamata hitam ini”
“tujuanmu kekantor untuk berkerja, bukan
untuk menebar pesonakan?” Jieunpun hanya diam, “pakai saja, kau terlihat
menyedihkan dengan mata bengkak itu”
“terimakasih, lagi lagi kau menolongku”
“itu tidak gratis” Jieunpun menatap namja
itu dengan tatapan tak percayanya, ia fikir namja itu tulus menolongnya, Jieunpun
mencoba melepas kacamata itu namun Joongki menahannya, “balasannya tidak sulit,
cukup temani aku jalan malam ini” jelasnya
“sebenarnya kau ini dokter atau apa?
Sepertinya kau punya banyak waktu luang”
“aku? tentu saja aku dokter ahli bedah,
tidak salahkan kalau aku memilih menghabiskan waktu senggangku untuk jalan
dengan gadis cantik? Aku bosan hanya melihat usus, ginjal, paru-paru...”
“ya! Hentikan!” ucap Jieun kesal, “kau
membuatku ingin muntah mendengarnya” Joongkipun tersenyum geli melihat ekspresi
jijik Jieun
“jadi malam ini kau maukan?”
“baiklah” ucap Jieun akhirnya
“kau terpaksa ya?”
“tidak” tolak Jieun mantap, “aku juga bosan
terus terusan dirumah, bagaimana jika namja itu datang lagi kerumahku, ahh aku
tak bisa bayangkan bagaimana jadinya nanti” Jieunpun menggelengkan kepalanya
mencoba menghilangkan khayalannya itu
“kalau dia datang panggil saja namaku tiga
kali, maka aku akan muncul disana”
“ck, memangnya kau jin”
“ya, i’m genie for you girl” Jieunpun
menahan tawanya saat melihat Joongki sedikit bernyanyi untuknya
***
Jieun tersenyum senang saat ia melihat
seorang namja tampan berjalan dengan begitu tegasnya menghampirinya, sekalipun
pencahayaan ditaman itu tidak terlalu terang namun Jieun bisa melihat senyuman
namja itu yang sukses membuat jantungnya berdebar
“kau sudah lama?” tanya Joongki, Jieun
menggeleng sambil tersenyum, “maaf aku tidak bisa menjemputmu” lanjutnya, iapun
duduk disamping Jieun
“tak apa, aku juga harus menyelesaikan
urusanku sebelum kesini” jelasnya
“urusan apa?”
“urusan rahasia kantor, karna kau bukan
bagian dari kami jadi kau tidak boleh tahu” ucap Jieun serius tapi didetik
selanjutnya ia dan Joongkipun tertawa geli
“kau sudah makan?” Jieun hanya menjawabnya
dengan gelengan kecil, “mau makan bersama?” tawar namja itu
“kau fikir untuk apa aku menunda makan
malamku?”
“tentu saja untuk makan malam denganku”
Jieunpun tersenyum malu, ternyata Joongki tahu alasannya, ia bahkan rela
meninggalkan masakan Jinki yang sangat ia sukai itu demi namja ini
“ayo” ajak Joongki, Jieunpun mengangguk dan
berdiri, namun baru saja mereka ingin pergi ke mobil Joongki sebuah teriakan
sudah menghentikan langkah mereka, Joongki menatap Jieun dengan tatapan
bertanyanya begitu juga dengan Jieun yang memasang ekspresi serupa
“haruskan kita cek?” ajak Joongki, Jieun
terlihat ragu namun akhirnya ia mengangguk, merekapun berjalan perlahan
mendekati beberapa orang ditaman itu, Jieun maupun Joongki terlihat begitu
terkejut dengan apa yang sedang dikerumuni itu
“omo” ucap Jieun terkejut ia bahkan sedikit
memundurkan dirinya namun Joongki malah berlari cepat menghampiri seorang yeoja
yang terduduk bersender dipohon dengan pakaian yang berlumur darah
“cepat tolong dia, seseorang sudah
menusuknya..."
TBC
Chap 3 gaes... saya ga tau ya kenapa semua
ff saya makin nambah chap nya makin ga jelas, efek kehabisan ide kali ya hehe
Ok maapin kalo ceritanya kurang
memuaskan(?) dan tak jelas
Saya tunggu komenan yereobun
ah janganjangan yang ngebunuh appa jieun itu ayhnya joongki, atau joongki sendiri? ada unsur detektive gitu gak kak author? kayaknya profesi joongki dan jieun bakal merangkap jadi detektiv juga keke.
BalasHapushayoo siapa hayoo haha, ga tau juga ya, liat aja deh nanti saya juga masih bingung hehe
HapusKyknya mkn mlmnya bkl gagal deh,karna ada gangguan.tp ga papa dngn begitukan bsk ato bsknya lg mereka bs ketemuan lg.he...he....he.....
BalasHapusmalam ini gagal tapi bisa ketemu lagi, duhh modus banget hahaha
Hapus