Sabtu, 12 Maret 2016

The Two Of Us (Chapter 4)


Title                : The Two Of Us
Author           : Park Mitha
Genre              : Various
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Others Cast   : EXO Member, Etc

***
[1] [2] [3] 

“ini hal yang gampang” ucapnya yakin, Chanyeolpun terlihat ragu namun ia menyerahkan spatula ditangannya pada Jieun

“aku tunggu diruang tengah” Chanyeolpun berjalan menuju sofa dan kembali duduk bermalas malasan, kali ini namja itu memilih memaikan ponselnya, sudah berapa hari ini ia tidak memainkan game diponselnya karna begitu sibuk

“akh” samar samar Chanyeol dengar Jieun meringis, “kenapa minyaknya melompat seperti ini” lagi, namja itu mendengar Jieun yang menggerutu, namun ia tidak peduli dan fokus pada ponselnya

“Chanyeol-ah kenapa ini sulit dibalik” Chanyeol hanya berdeham menjawab gerutuan Jieun dari dapur yang memang tidak jauh dari ruang tengah apartementnya

“aaaa eomma!” Chanyeolpun memejamkan matanya menahan emosinya


Iapun terpaksa bangkit lagi dan menghampiri Jieun yang terlihat jaga jarak aman dengan kompor yang menyala itu, Chanyeolpun melihat benda hitam yang ada diteplon itu, ahh bukan tapi itu telur yang gosong, iapun mematikan kompornya dan menatap Jieun aneh

“katanya mudah, kenapa telurnya sampai seperti ini” tanya Chanyeol, Jieunpun mengerucutkan bibirnya sambil mengusap punggung tangannya yang sedikit memerah, “kenapa tanganmu?” Chanyeolpun meraih lengan Jieun melihat tangan yang putih mulus itu agak memerah dibeberapa titik

“minyaknya mengenai tangaku” lirih Jieun, Chanyeolpun membawa Jieun untuk duduk disofa dan segera mengambil kotak obat, mengeluarkan sebuah salep dan mengoleskannya pada tangan Jieun yang memerah, “pelan pelan Yeol” lirih Jieun

“kau harus ikut les memasak mulai sekarang” gumam Chanyeol, Jieunpun hanya bisa pasrah, ia benar benar menyesal kenapa tidak dari dulu ia belajar memasak dari ibunya

“mianhae” Jieunpun berucap dengan sangat pelan namun Chanyeol yang ada disampingnya mendengar dengan jelas penuturan sedih yeoja itu

Chanyeol diam dan hanya fokus mengobati Jieun, Jieunpun hanya bisa tertunduk memasang wajah sedihnya, “aku akan memaafkanmu tapi kau harus mengucapkan ‘Chanyeol oppa, saranghae’ dengan sangat manis”

“mwo?” kejut Jieun, “tidak mau!” tolaknya mentah mentah

“begitukah?” tanya Chanyeol yang mulai menyimpani obat obatan yang habis ia pakai, mendengar nada bicara Chanyeol begitu membuat Jieun merasa tak enak hati

“yang lain saja, akukan tidak mau memanggilmu oppa” tawar Jieun, Chanyeol terlihat berfikir dengan ekspresi yang bahkan membuat Jieun menahan diri untuk mencubit pipinya gemas, ‘dia sangat manis’ teriak Jieun dalam hati

“bagaimana kalau kecupan manis?” dan...

Plakkk...

“akh, apa apaan kau?”

“itu yang kau maksudkan?” tanya Jieun kesal, ia baru saja melayangkan sebuah pukulan keras pada lengan Chanyeol, “dasar mesum!” tambahnya ketus

“wajarkan aku memintanya padamu? Memangnya kau terima kalau aku memintanya pada wanita lain?” ucap Chanyeol tak kalah kesal, tangannya memerah karna pukulan istirnya sendiri, “ini KDRT namanya” tambahnya sambil mengusap lengannya

“awas saja kalau kau berani melakukan itu? Aku tidak akan mau tidur satu kamar denganmu” ucap Jieun tak kalah kesal

“ya! Sekarang obati tanganku, lihatlah ini sangat perih” Jieunpun memandangi lengan Chanyeol yang memang memerah

“aku tidak tau cara mengobatinya” jawab Jieun polos, Chanyeolpun menghela nafas sabar, ‘apa salahku Tuhan sampai kau berikan aku istri menyebalkan ini?’ batinnya berteriak

Iapun memandang Jieun yang juga memandangnya, sebuah ide terbesit dikepalanya, iapun membenarkan posisi duduknya, “aku tau obatnya” ucapnya dengan senyuman, Jieunpun menatapnya seakan berkata apa obatnya, “cukup dengan ini...” dan...

Chu~

Tanpa hitungan Chanyeolpun langsung berlari menuju dapur sebelum ia mendapat pukulan atau mungkin tamparan dari Jieun, “YA! PARK CHANYEOL! MATI KAU!” teriak Jieun kesal, namun Chanyeol hanya terkekeh mendengarnya dan mulai memasak

“akhirnya aku juga yang memasak” gerutunya, “tapi tak apa” lanjutnya yang malah tersenyum senang

***

Suasana hening dikamar Chanyeol, lebih tepatnya kamar Jieun dan Chanyeol sekarang, hanya terlihat Jieun yang sepertinya masih lelap dipagi hari ini, tapi beberapa saat kemudian tangan kirinya bergerak meraba bantal sebelah, namun hanya kekosongan yang Jieun rasakan

Iapun membuka matanya memastikan, dan benar tidak ada siapapun disampingnya, Jieunpun melihat ke jam yang tertempel didinding kamar yang menunjukkan pukul 7.48, iapun mendudukan tubuhnya diatas ranjang mengumpulkan seluruh nyawanya yang berpisah sesaat dari jasadnya

Selanjutnya ia keluar dari kamar dan segera menuju dapur, satu satunya tempat yang paling ribut dipagi hari ini, Jieunpun duduk disalah satu kursi yang ada disana lalu menopang dagunya pada tangannya yang bersender dimeja makan

“Yeol” gumamnya, Chanyeol yang tersentak kaget itupun nyaris menjatuhkan sendok sayur yang ada ditangannya lalu menatap Jieun kesal, Jieunpun terkekeh melihatnya

“kau mengagetkanku” kesal Chanyeol, “kenapa baru bangun eoh? Seharusnya kau yang menyiapkan semua ini” tambahnya

“aku tidak biasa bangun pagi” ucap Jieun beralasan “kaukan tahu aku juga tidak bisa memasak”, Chanyeolpun berdecak kesal

“jadi apa keahlianmu kalau kau tidak bisa memasak? Katanya menantu idaman memasak saja tidak bisa” cibir Chanyeol, Jieun terlihat berfikir

“aku ahli dalam hal bersih bersih” ucapnya bangga, namun Chanyeol tak bangga sedikitpun mendengarnya dan malah menghela nafas berat

“hhh... hidupku sudah seperti duda yang dititipi anak gadis” keluh Chanyeol

“kalau begitu, appa cepat buatkan aku sarapan” ucap Jieun begitu manja iapun tertawa setelahnya, Chanyeol hanya bisa berdecak kesal namun ia tersenyum saat tubuhnya memunggungi Jieun

“lusa aku akan kembali kerja” jelas Chanyeol saat meletakkan sarapan mereka diatas meja, Jieunpun menatap namja itu tak percaya, “kami harus menyelesaikan konser kami” lanjutnya menjelaskan

“tapikan kau baru 3 hari liburnya” protes Jieun kecewa

“lalu kau mau apa kalau agensi yang memintaku tetap harus hadir dikonser kami, kaukan tau Lay hyung tidak bisa ikut konser karna sibuk dengan syuting di China, panggung konser akan semakin sepi kalau aku juga ikut absen” jelasnya panjang lebar

“tapi Yeol...”

“kau janji tidak akan mengulanginyakan?” potong Chanyeol, Jieunpun hanya bisa diam. Ia tahu ia sudah berjanji tidak akan terlalu egois dengan pekerjaan Chanyeol, ini resiko menjadi istri dari seorang idol, ditambah hubungan mereka yang terahasia

“baik tuan” ucap Jieun pelan, Chanyeolpun tersenyum simpul lalu duduk tepat didepan yeoja itu, mengambilkan jatah sarapan Jieun layaknya seorang ayah yang menyiapkan makan anaknya

“sudahlah anak gadis tidak boleh cemberut seperti itu, lebih baik kau makan yang banyak supaya tumbuh tinggi seperti appamu ini” Jieunpun menatap Chanyeol sengit

“kau mengataiku pendek ya?”

“tidak”

“aku tahu aku ini pendek, itulah sebabnya orangtuaku menikahkanku dengan namja tinggi” Chanyeolpun menahan tawanya, “ini tidak lucu, kenapa kau malah tertawa?”

“aku tidak tertawa” ucap Chanyeol membela diri, Jieun hanya menatap kesal namja itu lalu menyuap makanannya dengan kesal
.
.
.
Selesai dari acara sarapan mereka, Jieunpun memilih untuk bersantai santai diruang tengah sambil menonton acara tv dipagi hari yang menurutnya sama sekali tak menarik, iapun sedikit menengok saat ia melihat Chanyeol duduk disampingnya dan merangkulnya

“apa yang kau tonton?” tanya Chanyeol

“entahlah, tak ada yang menarik” jawab Jieun lesu

“aku tahu sesuatu yang menarik” Jieunpun menatap Chanyeol seakan berkata ‘apa itu’, “orang disampingmu ini sangat menarik bukan?” Jieun hanya bisa menatap datar Chanyeol yang sudah tersenyum sumringah, senyuman konyol khas miliknya

“aku bosan melihatmu” jawab Jieun lesu, iapun menghela nafas berat meletakkan remot tv diatas meja didepannya, “besok hari terakhirmu libur, bisakah kita habiskan untuk bersenang senang?” tanya Jieun dengan wajah seriusnya namun terkesan memohon

“mwo?”

“kau taukan setiap orang yang menikah itu pasti dapat libur untuk berbulan madu, aku heran kenapa kau tak dapat, agensimu jahat sekali” kesal Jieun

“jadi kau mau liburan?”

“maunya begitu, tapi waktumu hanya tersisa satu hari” Jieunpun menyenderkan kepalanya pada pundak namja itu, “aku mau menghabiskan satu hari full bersamamu, selama ini kita tidak pernah kencan layaknya sepasang kekasih”

“aku juga berfikir begitu, jadi kau mau kemana kalau aku mendapat waktu untuk liburan?”

“tidak perlu keluar negeri, atau ketempat dengan pemandangan yang indah, cukup melakukan beberapa kegiatan denganmu selama seharian aku sudah senang” Jieunpun tersenyum manis membayangkannya

“apa kau sedang mengungkapkan perasaanmu padaku?” tanya Chanyeol polos, Jieunpun menghela nafas kasar, namja ini benar benar perusak suasana, Jieun sedang mencoba menjadikan suasana diapartement mereka begitu romantis(?), kenapa ia hancurkan

“Yeol, bisakah kau tidak merusak suasana?” tanya Jieun menahan kesalnya, Chanyeolpun hanya bisa tersenyum sumringah, senyum yang sangat Jieun benci

“tidak bisa” jawab Chanyeol begitu manis dan terkesan manja, ingin sekali Jieun lempar wajah tampan itu dengan bantal sofa yang ia peluk saat ini, benar benar menjengkelkan

***

Jieun terbangun saat alarm dikamar itu berbunyi, iapun mematikannya dan melihat sekilas kearah jarum jam dan tersenyum senang, ia bangun tepat waktu, iapun melihat kesamping namun alisnya mengerut kala tak menemukan Chanyeol disampingnya

“padahal aku sudah memasang alarm jam 6 pagi, kenapa dia lebih dulu bangun dariku?” gumamnya bingung, iapun memutuskan untuk keluar dari kamar dan menghela nafas berat saat matanya menangkap tubuh tinggi tegap itu sedang sibuk didapur, hari ini ia gagal bangun duluan dan membuatkan sarapan untuk Chanyeol, yaa walaupun ia tak bisa memasak, mungkin ia bisa membuatkan roti juga segelas susu untuk suaminya itu

Jieunpun duduk dikursi memandangi Chanyeol, “apa aku kesiangan lagi?” tanyanya, Chanyeolpun menengok dan sedikit terkejut melihat Jieun sudah duduk dikursi dengan wajah sendunya

“tumben bangun pagi” ucap Chanyeol santai, iapun kembali sibuk memasak

“padahal aku sudah memasang alarm sepagi mungkin tapi aku kalah cepat denganmu” lirih Jieun

“sebenarnya kau tidak kesiangan, aku hanya bangun lebih cepat hari ini” jelas Chanyeol, “bukankah kau mau bersenang senang denganku?” Jieun menaikkan alisnya bingung

“maksudnya?”

“hari ini kita akan bersenang senang, seperti yang kau mau”

“benarkah?”

TBC

Annyeong, udah chap 4 aja ni ceritanya, makin sweet and makin tak jelas wkwkwk
Semoga aja ya yang baca ga kecewa sama cerita saya yang mulai kehabisan akal *ehh
Jangan lupa dikomen ya... saya menunggu byeee


6 komentar:

  1. Aaa adegan so sweet nya masa kepotong mulu. Jieun kekanakan bngt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. uuuu mian, saya ga sanggup bikin terlalu romance(?)

      Hapus
  2. woah keren ceritanya. .aku tunggu kelanjutannya thor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. whoaa gomawo, oke selamat menunggu hehe

      Hapus
  3. Haha chanyeol kalo jadi appa nya jieun lucu jga kak, gak kecewa kok, cuma sedikit kependekan haha (jangan didengerin, orang ini gak puasan,aku dong :p haha) bagus kak ff nya terus berimajinasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha Chanyeol jadi papa muda, kependekan ya? saya juga mikir gitu hehe, oke semangat!

      Hapus