Title :
The Two Of Us
Author :
Park Mitha
Genre :
Various
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Others Cast : EXO Member, Etc
***
“ini hal yang gampang” ucapnya yakin,
Chanyeolpun terlihat ragu namun ia menyerahkan spatula ditangannya pada Jieun
“aku tunggu diruang tengah” Chanyeolpun
berjalan menuju sofa dan kembali duduk bermalas malasan, kali ini namja itu
memilih memaikan ponselnya, sudah berapa hari ini ia tidak memainkan game
diponselnya karna begitu sibuk
“akh” samar samar Chanyeol dengar Jieun
meringis, “kenapa minyaknya melompat seperti ini” lagi, namja itu mendengar
Jieun yang menggerutu, namun ia tidak peduli dan fokus pada ponselnya
“Chanyeol-ah kenapa ini sulit dibalik”
Chanyeol hanya berdeham menjawab gerutuan Jieun dari dapur yang memang tidak
jauh dari ruang tengah apartementnya
“aaaa eomma!” Chanyeolpun memejamkan
matanya menahan emosinya
Iapun terpaksa bangkit lagi dan menghampiri
Jieun yang terlihat jaga jarak aman dengan kompor yang menyala itu, Chanyeolpun
melihat benda hitam yang ada diteplon itu, ahh bukan tapi itu telur yang
gosong, iapun mematikan kompornya dan menatap Jieun aneh
“katanya mudah, kenapa telurnya sampai
seperti ini” tanya Chanyeol, Jieunpun mengerucutkan bibirnya sambil mengusap
punggung tangannya yang sedikit memerah, “kenapa tanganmu?” Chanyeolpun meraih
lengan Jieun melihat tangan yang putih mulus itu agak memerah dibeberapa titik
“minyaknya mengenai tangaku” lirih Jieun,
Chanyeolpun membawa Jieun untuk duduk disofa dan segera mengambil kotak obat,
mengeluarkan sebuah salep dan mengoleskannya pada tangan Jieun yang memerah,
“pelan pelan Yeol” lirih Jieun
“kau harus ikut les memasak mulai sekarang”
gumam Chanyeol, Jieunpun hanya bisa pasrah, ia benar benar menyesal kenapa tidak
dari dulu ia belajar memasak dari ibunya
“mianhae” Jieunpun berucap dengan sangat
pelan namun Chanyeol yang ada disampingnya mendengar dengan jelas penuturan
sedih yeoja itu
Chanyeol diam dan hanya fokus mengobati
Jieun, Jieunpun hanya bisa tertunduk memasang wajah sedihnya, “aku akan
memaafkanmu tapi kau harus mengucapkan ‘Chanyeol oppa, saranghae’ dengan sangat
manis”
“mwo?” kejut Jieun, “tidak mau!” tolaknya
mentah mentah
“begitukah?” tanya Chanyeol yang mulai
menyimpani obat obatan yang habis ia pakai, mendengar nada bicara Chanyeol
begitu membuat Jieun merasa tak enak hati
“yang lain saja, akukan tidak mau
memanggilmu oppa” tawar Jieun, Chanyeol terlihat berfikir dengan ekspresi yang
bahkan membuat Jieun menahan diri untuk mencubit pipinya gemas, ‘dia sangat
manis’ teriak Jieun dalam hati
“bagaimana kalau kecupan manis?” dan...
Plakkk...
“akh, apa apaan kau?”
“itu yang kau maksudkan?” tanya Jieun
kesal, ia baru saja melayangkan sebuah pukulan keras pada lengan Chanyeol,
“dasar mesum!” tambahnya ketus
“wajarkan aku memintanya padamu? Memangnya
kau terima kalau aku memintanya pada wanita lain?” ucap Chanyeol tak kalah
kesal, tangannya memerah karna pukulan istirnya sendiri, “ini KDRT namanya”
tambahnya sambil mengusap lengannya
“awas saja kalau kau berani melakukan itu?
Aku tidak akan mau tidur satu kamar denganmu” ucap Jieun tak kalah kesal
“ya! Sekarang obati tanganku, lihatlah ini
sangat perih” Jieunpun memandangi lengan Chanyeol yang memang memerah
“aku tidak tau cara mengobatinya” jawab
Jieun polos, Chanyeolpun menghela nafas sabar, ‘apa salahku Tuhan sampai kau
berikan aku istri menyebalkan ini?’ batinnya berteriak
Iapun memandang Jieun yang juga
memandangnya, sebuah ide terbesit dikepalanya, iapun membenarkan posisi
duduknya, “aku tau obatnya” ucapnya dengan senyuman, Jieunpun menatapnya seakan
berkata apa obatnya, “cukup dengan ini...” dan...
Chu~
Tanpa hitungan Chanyeolpun langsung berlari
menuju dapur sebelum ia mendapat pukulan atau mungkin tamparan dari Jieun, “YA!
PARK CHANYEOL! MATI KAU!” teriak Jieun kesal, namun Chanyeol hanya terkekeh
mendengarnya dan mulai memasak
“akhirnya aku juga yang memasak” gerutunya,
“tapi tak apa” lanjutnya yang malah tersenyum senang
***
Suasana hening dikamar Chanyeol, lebih
tepatnya kamar Jieun dan Chanyeol sekarang, hanya terlihat Jieun yang
sepertinya masih lelap dipagi hari ini, tapi beberapa saat kemudian tangan
kirinya bergerak meraba bantal sebelah, namun hanya kekosongan yang Jieun
rasakan
Iapun membuka matanya memastikan, dan benar
tidak ada siapapun disampingnya, Jieunpun melihat ke jam yang tertempel
didinding kamar yang menunjukkan pukul 7.48, iapun mendudukan tubuhnya diatas
ranjang mengumpulkan seluruh nyawanya yang berpisah sesaat dari jasadnya
Selanjutnya ia keluar dari kamar dan segera
menuju dapur, satu satunya tempat yang paling ribut dipagi hari ini, Jieunpun
duduk disalah satu kursi yang ada disana lalu menopang dagunya pada tangannya
yang bersender dimeja makan
“Yeol” gumamnya, Chanyeol yang tersentak
kaget itupun nyaris menjatuhkan sendok sayur yang ada ditangannya lalu menatap
Jieun kesal, Jieunpun terkekeh melihatnya
“kau mengagetkanku” kesal Chanyeol, “kenapa
baru bangun eoh? Seharusnya kau yang menyiapkan semua ini” tambahnya
“aku tidak biasa bangun pagi” ucap Jieun
beralasan “kaukan tahu aku juga tidak bisa memasak”, Chanyeolpun berdecak kesal
“jadi apa keahlianmu kalau kau tidak bisa
memasak? Katanya menantu idaman memasak saja tidak bisa” cibir Chanyeol, Jieun
terlihat berfikir
“aku ahli dalam hal bersih bersih” ucapnya
bangga, namun Chanyeol tak bangga sedikitpun mendengarnya dan malah menghela
nafas berat
“hhh... hidupku sudah seperti duda yang
dititipi anak gadis” keluh Chanyeol
“kalau begitu, appa cepat buatkan aku
sarapan” ucap Jieun begitu manja iapun tertawa setelahnya, Chanyeol hanya bisa
berdecak kesal namun ia tersenyum saat tubuhnya memunggungi Jieun
“lusa aku akan kembali kerja” jelas
Chanyeol saat meletakkan sarapan mereka diatas meja, Jieunpun menatap namja itu
tak percaya, “kami harus menyelesaikan konser kami” lanjutnya menjelaskan
“tapikan kau baru 3 hari liburnya” protes
Jieun kecewa
“lalu kau mau apa kalau agensi yang
memintaku tetap harus hadir dikonser kami, kaukan tau Lay hyung tidak bisa ikut
konser karna sibuk dengan syuting di China, panggung konser akan semakin sepi
kalau aku juga ikut absen” jelasnya panjang lebar
“tapi Yeol...”
“kau janji tidak akan mengulanginyakan?”
potong Chanyeol, Jieunpun hanya bisa diam. Ia tahu ia sudah berjanji tidak akan
terlalu egois dengan pekerjaan Chanyeol, ini resiko menjadi istri dari seorang
idol, ditambah hubungan mereka yang terahasia
“baik tuan” ucap Jieun pelan, Chanyeolpun
tersenyum simpul lalu duduk tepat didepan yeoja itu, mengambilkan jatah sarapan
Jieun layaknya seorang ayah yang menyiapkan makan anaknya
“sudahlah anak gadis tidak boleh cemberut
seperti itu, lebih baik kau makan yang banyak supaya tumbuh tinggi seperti
appamu ini” Jieunpun menatap Chanyeol sengit
“kau mengataiku pendek ya?”
“tidak”
“aku tahu aku ini pendek, itulah sebabnya
orangtuaku menikahkanku dengan namja tinggi” Chanyeolpun menahan tawanya, “ini
tidak lucu, kenapa kau malah tertawa?”
“aku tidak tertawa” ucap Chanyeol membela
diri, Jieun hanya menatap kesal namja itu lalu menyuap makanannya dengan kesal
.
.
.
Selesai dari acara sarapan mereka, Jieunpun
memilih untuk bersantai santai diruang tengah sambil menonton acara tv dipagi
hari yang menurutnya sama sekali tak menarik, iapun sedikit menengok saat ia
melihat Chanyeol duduk disampingnya dan merangkulnya
“apa yang kau tonton?” tanya Chanyeol
“entahlah, tak ada yang menarik” jawab
Jieun lesu
“aku tahu sesuatu yang menarik” Jieunpun
menatap Chanyeol seakan berkata ‘apa itu’, “orang disampingmu ini sangat
menarik bukan?” Jieun hanya bisa menatap datar Chanyeol yang sudah tersenyum
sumringah, senyuman konyol khas miliknya
“aku bosan melihatmu” jawab Jieun lesu,
iapun menghela nafas berat meletakkan remot tv diatas meja didepannya, “besok hari
terakhirmu libur, bisakah kita habiskan untuk bersenang senang?” tanya Jieun
dengan wajah seriusnya namun terkesan memohon
“mwo?”
“kau taukan setiap orang yang menikah itu
pasti dapat libur untuk berbulan madu, aku heran kenapa kau tak dapat, agensimu
jahat sekali” kesal Jieun
“jadi kau mau liburan?”
“maunya begitu, tapi waktumu hanya tersisa
satu hari” Jieunpun menyenderkan kepalanya pada pundak namja itu, “aku mau
menghabiskan satu hari full bersamamu, selama ini kita tidak pernah kencan
layaknya sepasang kekasih”
“aku juga berfikir begitu, jadi kau mau
kemana kalau aku mendapat waktu untuk liburan?”
“tidak perlu keluar negeri, atau ketempat
dengan pemandangan yang indah, cukup melakukan beberapa kegiatan denganmu
selama seharian aku sudah senang” Jieunpun tersenyum manis membayangkannya
“apa kau sedang mengungkapkan perasaanmu
padaku?” tanya Chanyeol polos, Jieunpun menghela nafas kasar, namja ini benar
benar perusak suasana, Jieun sedang mencoba menjadikan suasana diapartement
mereka begitu romantis(?), kenapa ia hancurkan
“Yeol, bisakah kau tidak merusak suasana?”
tanya Jieun menahan kesalnya, Chanyeolpun hanya bisa tersenyum sumringah,
senyum yang sangat Jieun benci
“tidak bisa” jawab Chanyeol begitu manis
dan terkesan manja, ingin sekali Jieun lempar wajah tampan itu dengan bantal
sofa yang ia peluk saat ini, benar benar menjengkelkan
***
Jieun terbangun saat alarm dikamar itu
berbunyi, iapun mematikannya dan melihat sekilas kearah jarum jam dan tersenyum
senang, ia bangun tepat waktu, iapun melihat kesamping namun alisnya mengerut
kala tak menemukan Chanyeol disampingnya
“padahal aku sudah memasang alarm jam 6
pagi, kenapa dia lebih dulu bangun dariku?” gumamnya bingung, iapun memutuskan
untuk keluar dari kamar dan menghela nafas berat saat matanya menangkap tubuh
tinggi tegap itu sedang sibuk didapur, hari ini ia gagal bangun duluan dan
membuatkan sarapan untuk Chanyeol, yaa walaupun ia tak bisa memasak, mungkin ia
bisa membuatkan roti juga segelas susu untuk suaminya itu
Jieunpun duduk dikursi memandangi Chanyeol,
“apa aku kesiangan lagi?” tanyanya, Chanyeolpun menengok dan sedikit terkejut
melihat Jieun sudah duduk dikursi dengan wajah sendunya
“tumben bangun pagi” ucap Chanyeol santai,
iapun kembali sibuk memasak
“padahal aku sudah memasang alarm sepagi
mungkin tapi aku kalah cepat denganmu” lirih Jieun
“sebenarnya kau tidak kesiangan, aku hanya
bangun lebih cepat hari ini” jelas Chanyeol, “bukankah kau mau bersenang senang
denganku?” Jieun menaikkan alisnya bingung
“maksudnya?”
“hari ini kita akan bersenang senang,
seperti yang kau mau”
“benarkah?”
TBC
Annyeong, udah chap 4 aja ni ceritanya,
makin sweet and makin tak jelas wkwkwk
Semoga aja ya yang baca ga kecewa sama
cerita saya yang mulai kehabisan akal *ehh
Jangan lupa dikomen ya... saya menunggu
byeee
Aaa adegan so sweet nya masa kepotong mulu. Jieun kekanakan bngt.
BalasHapusuuuu mian, saya ga sanggup bikin terlalu romance(?)
Hapuswoah keren ceritanya. .aku tunggu kelanjutannya thor.
BalasHapuswhoaa gomawo, oke selamat menunggu hehe
HapusHaha chanyeol kalo jadi appa nya jieun lucu jga kak, gak kecewa kok, cuma sedikit kependekan haha (jangan didengerin, orang ini gak puasan,aku dong :p haha) bagus kak ff nya terus berimajinasi.
BalasHapushaha Chanyeol jadi papa muda, kependekan ya? saya juga mikir gitu hehe, oke semangat!
Hapus