Selasa, 08 Maret 2016

The Two Of Us (Chapter 2)


Title                : The Two Of Us
Author           : Park Mitha
Genre              : Various
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Others Cast   : EXO Member, Etc

***
[1] 

“Yeol... aku merindukanmu”

“kenapa tanganku sulit sekali menulis kalimat itu untukmu?”

Jieunpun menyeka airmatanya kasar, memandangi ponselnya dengan harapan agar namja itu membalas pesannya, mungkin sekedar bertanya ‘apa kau sudah makan?’ atau mungkin ‘kenapa belum tidur?’ ahh Jieun benar benar merindukan moment itu

Jieun kembali mengetik pesan pada namja itu, egois? Ya, Jieun egois sekarang, masa bodoh dengan egois, ia benar benar merindukan namja itu sekarang

-Lee Jieun-
Yeol...

Jieun meruntuki dirinya yang bagaikan pengganggu dalam pekerjaan Chanyeol, mengirim pesan tidak bertujuan itu pasti membuat Chanyeol jengkel, “maafkan aku Yeol” lirihnya, “aku sangat egois sekarang”

-Park Chanyeol-

Maaf sayang, bagaimana kalau kita lanjut besok saja?
Aku benar benar sibuk sekarang

Jieunpun memandang ponselnya dengan airmata yang berderai, ujung ujungnya pasti akan seperti ini, seandainya ia memelihara kucing seperti doraemon mungkin ia akan mengajak robot kucing itu untuk melewati pintu kemana saja dan menemui Chanyeol, Jieun kau gila!

“maafkan aku Yeol...” isak Jieun, “tapi tidak bisakah kau mengerti kalau aku benar benar merindukanmu?” iapun mengelap layar ponselnya yang terkena tetesan airmatanya, “ponselku bahkan ikut menangis”

Ting!

-Park Chanyeol-
Jangan tidur larut malam
Aku mencintaimu

Jieunpun dengan cepat membalas pesan namja itu dengan mata yang terus berair

-Lee Jieun-
Jangan kirim pesan seperti itu bodoh!

Jieunpun melempar asal ponselnya dan menutup wajahnya dengan selimut, menangis sejadi jadinya dibalik selimut tebalnya, ia tidak perduli akan sebengkak apa matanya besok
.
.
.
Dddrrrtttt... dddrrrtttt...

Jieun yang masih terbaring diranjangnya itu segera meraba raba sisi ranjangnya mencari keberadaan ponselnya yang bergetar, setelah menemukannya iapun segera menerima panggilan masuk itu

“eo?”

kau sudah bangun? Ahh sepertinya kau baru bangun’ jawab orang diseberang sana dengan nada ceria, berbeda dengan Jieun yang terlihat begitu lesu

“ada apa?” Jieunpun duduk diatas ranjangnya menyesuaikan matanya dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah jendelanya

sebentar lagi aku tiba di Korea, mau kencan?

“Yeol... aku tidak bisa”

kenapa?

Jieun tertunduk dengan rambut yang menutupi wajahnya, haruskah ia bilang pada namja itu kalau matanya bengkak karna menangisinya semalaman?

“mataku...”

kenapa matamu?’ terdengar kekhawatiran dari nada bicara Chanyeol

“mataku... bengkak Yeol”

mwo?

“ahh lupakan, hati hati dijalan, jangan lupa hubungi aku kalau kau sudah sampai” bip! Jieun memutuskan sambungan teleponnya sepihak, ia benar benar malu pada namja itu

***

Jieun berdiri didepan cermin besar yang ada dikamarnya, matanya terus memperhatikan penampilannya dari ujung kaki hingga ujung kepala, ‘sempurna’ batinnya, iapun duduk disisi ranjangnya sambil memandangi ponselnya

-Park Chanyeol-
Jangan lupa besok
Aku akan menjemputmu jam 10

Jieunpun tersenyum senang saat membaca pesan singkat yang Chanyeol kirim semalam, namja itu akan menjemputnya jam 10 dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 9.46 itu tandanya sebentar lagi ia akan melihat wajah tampan kekasihnya itu

Jieunpun memutuskan untuk menemui ibunya sebelum ia dijemput Chanyeol, gadis itu tersenyum saat melihat wanita paruh baya yang sangat ia sayangi itu tengah menyibukkan diri didapur kesayangannya, “eomma” panggil Jieun

“ada apa?” tanya Ny. Lee yang masih terlihat sibuk dengan potong memotongnya

“hari ini aku dan Chanyeol akan kebutik Ny. Yoon” jelas Jieun, Ny. Leepun menatap Jieun dengan tatapan berbinar, “hari ini dia free” lanjut Jieun senang, Ny. Leepun tersenyum senang

“akhirnya...” ucapnya senang, Jieunpun melihat sup yang ada dipanci, terlihat begitu menggiurkan

“tapi sepertinya aku tidak bisa makan dirumah hari ini” jelas Jieun sedih, “eomma tahukan alasannya?” Jieunpun mengedip manja pada ibunya

“haha, iya eomma mengerti, karna eomma memasak terlalu banyak, mungkin lebih baik kalau dibagi dengan keluarga Park” Jieunpun mengangguk menyetujuinya

“itu ide bagus” ucap Jieun senang

Ding... dong...

Ibu dan anak itupun langsung mengalihkan pandangan mereka saat suara bel rumah mereka berbunyi, “itu pasti dia” ucap Jieun senang, iapun segera melesat membukakan pintu untuk orang yang ‘sangat’ ia rindukan itu

“hai” sapa orang itu dengan senyum manisnya, Jieunpun balas tersenyum manis, “sudah siap?” tanyanya lagi, Jieunpun mengangguk, “aku harus izin pada calon mertua dulu”

Jieunpun mempersilahkan Chanyeol masuk untuk meminta izin pada ibunya karna akan menculik anaknya hari ini, Jieunpun tersenyum senang melihat namja itu, ‘dia semakin tampan’ puji Jieun dalam hati
.
.
.
Jieun dan Chanyeol duduk dengan tenang dikursi taman yang menjadi tempat tujuan mereka selanjutnya setelah dari butik Ny. Yoon, gadis itu menghela nafas berat sambil memandangi air kolam yang tenang, “Yeol...” gumam Jieun, Chanyeolpun menengok kearah Jieun

“ya?”

“aku merasa canggung denganmu” jelasnya, “mungkin ini karna kita jarang bertemu” lanjutnya, Chanyeolpun menatap sendu Jieun, iapun memutuskan untuk merangkul Jieun membuat gadis itu menyenderkan kepala dipundaknya

“mianhae” lirih Chanyeol, “kau mau memaafkankukan?” Chanyeolpun menatap Jieun membuat gadis itu juga menatapnya hingga mata mereka bertemu dengan jarak yang cukup dekat

“tidak” jawab Jieun polos, Chanyeolpun menautkan kedua alisnya yang terbentuk indah itu, “aku hanya bercanda” lanjut Jieun, iapun melepaskan rangkulang namja itu dan duduk pada posisi semula

“aku ingin bertanya padamu?” Chanyeolpun menatap Jieun menunggu kelanjutan ucapan gadis itu, “apa kau... merasa gugup saat denganku?” Chanyeol mengerjapkan matanya berkali kali

“kenapa bertanya begitu?” bingungnya

“tidak, hanya saja...”

“kau gugup ya?” potong Chanyeol, Jieun menatap Chanyeol dengan tatapan anehnya, wajah namja itu sudah terlihat menyebalkan, senyuman jahil itu sangat menjengkelkan Jieun, “hayoo mengaku...”

“tidak” Jieunpun mengalihkan pandangannya meruntuki dirinya yang sudah bicara frontal, ia juga tidak ingin Chanyeol melihat pipinya yang mulai memerah, Chanyeolpun mendekatkan wajahnya kewajah gadis itu, memberikan senyuman jahil yang tentu saja membuat Jieun jengkel, “jangan lihat aku begitu” kesal Jieun

“ternyata seorang Lee Jieun tidak bisa menolak pesonaku” gumam Chanyeol bangga, “apa aku ini benar benar tampan sampai wajahnya memerah saat kutatap?” iapun bertanya pada dirinya sendiri namun itu membuat Jieun kesal

“hentikan Yeol” kesal Jieun, “akukan hanya bertanya padamu, aku tidak mau dengar ocehanmu yang lain”

“mau dengar jawabanku?” Jieunpun langsung menatap namja itu penasaran, Chanyeolpun mendekatkan wajahnya kewajah Jieun, memberikan kecupan singkat dibibir gadis itu membuat pemiliknya sukses membulatkan matanya, “seperti itu perasaanku saat bersamamu” lanjutnya sambil tersenyum manis

Jieun hanya diam terpaku menatap Chanyeol, membuat namja itu terkekeh geli akan ekspresi kaget kekasihnya, “sekarang aku yang ingin bertanya padamu” jelas Chanyeol, Jieunpun tersadar dan menunggu lanjutan dari ucapan namja itu, “kenapa kau tidak memberitahuku kalau minggu depan kau wisuda?”

Deg! Jieun terdiam, bagaimana bisa Chanyeol tahu tentang wisudanya, “siapa yang memberitahumu?” tanya Jieun balik

“jawab dulu pertanyaanku” ucap Chanyeol serius, “kenapa kau merahasiakannya dariku? Aku tidak pantas mengetahuinya ya?” lanjutnya

“tidak, maksudku bukan begitu...” Jieun terlihat panik, ia bingung bagaimana merangkai kata untuk menjawab pertanyaan namja itu, “maafkan aku” lirihnya

“kau hanya memberitahu pada orang orang yang bisa datang diacara wisudamu bukan?” belum juga Jieun menjawab pertanyaan sebelumnya Chanyeol sudah menumpukkan pertanyaan lagi, “aku mengerti” lanjutnya

“Yeol...” lirih Jieun

“selamat atas kelulusanmu, maaf jika aku tidak bisa datang nanti, aku benar benar senang atas kelulusanmu” Chanyeolpun tersenyum tulus membuat Jieun semakin merasa bersalah pada namja itu, “sepertinya minggu depan aku akan konser diluar negeri lagi” lanjutnya, wajah Jieunpun berubah menjadi kesal mendengar ucapan namja itu

“aku tahu kau tidak akan bisa hadir, itulah sebabnya aku tidak memberitahumu” jelas Jieun sedikit kesal, “kalau aku memberitahumu, aku hanya takut kalau aku terlalu mengharapkanmu untuk datang” lanjutnya

Hening, Chanyeol hanya menatap Jieun yang tertunduk sedih, ia sudah menduga alasan kenapa gadis itu tidak memberitahunya dan ternyata dugaannya benar, Chanyeolpun mendekat ingin memeluk gadis itu namun dengan cepat Jieun menepis tangan Chanyeol yang mencoba menyentuh pundaknya

“aku ingin pulang” ucap Jieun dingin, iapun berdiri bersiap untuk pulang dan tidak ada pilihan untuk Chanyeol selain mengalah dan mengantarkan Jieun pulang

***

Jieun terduduk sambil memeluk tubuhnya diatas ranjang, seharusnya hari ini gadis itu berbahagia seperti teman temannya yang lain. Sejak pulang dari acara wisudanya Jieun terlihat begitu murung, bahkan ia melupakan waktu makannya dan hanya berdiam diri dikamar

Ia terus menatap layar ponselnya, menunggu pesan atau panggilan masuk dari Chanyeol, seharusnya namja itu juga mengucapkan selamat padanya seperti yang diucapkan teman temannya, Jieun tahu Chanyeol memang sibuk tapi ia yakin namja itu pasti bisa meluangkan sedikit waktu untuk mengirim pesan padanya

Namun permasalahannya sekarang adalah, sejak pertemuan mereka terakhir kali mereka bertengkar dan tidak saling menghubungi, Jieun benar benar marah pada Chanyeol karna namja itu lagi lagi mengatakan kalau ia akan keluar negeri, dan Chanyeol marah pada Jieun karna gadis itu tidak bisa mengerti pekerjaannya, ya itu egois memang

Tapi tidak bisakah sekarang mereka berbaikan? hari pernikahan mereka sudah semakin dekat dan tidak mungkin jika mereka masih dalam keadaan seperti ini, dan lagi lagi Jieun menangis meruntuki dirinya yang tidak bisa mengerti keadaan Chanyeol

Suasana yang sama terjadi diapartement Chanyeol, namja itu hanya duduk menatap kosong kearah tv yang menyala, ia ingat sekali kalau hari ini adalah hari yang Jieun tunggu tunggu bahkan ibunya mengingatkannya untuk mengatakan selamat pada Jieun sekalipun ia tidak datang

Iapun meraih ponselnya, menatap wajah cantik Jieun yang menjadi wallpaper diponsel itu, Chanyeol tersenyum pahit memandang wajah itu

“Jieun-ah, kenapa kau membuatku ragu...”


TBC

Yeay, chap 2 selesai, gimana? Ga jelas kan ceritanya *emang, harap maklum ya
Sekarang saya kurang fokus bikin ff karna sibuk dengan tugas baru saja *eaa

Harap dikomen ya, saya menunggu byeee, muahh :*

2 komentar:

  1. yah kok chanyeol ragu sih,,,:-( padahal kangen banget momen romance mereka...sekarang malah seringnya marahan,,,gimana kalo jieun jadi artis juga thor jadi nanti jadwal jieun jauh lebih padat so chanyeol biar ngerasain berada di posisi jieun..hahaha saran aja sih thor...ditunggu update selanjutnya <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. entahlah Chanyeol lagi labil mungkin *ehh, hehe makasih ya sarannya, oke selamat menunggu

      Hapus