Title :
The Two Of Us
Author :
Park Mitha
Genre :
Various
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Others Cast : EXO Member, Etc
***
“Yeol... aku merindukanmu”
“kenapa tanganku sulit sekali menulis
kalimat itu untukmu?”
Jieunpun menyeka airmatanya kasar,
memandangi ponselnya dengan harapan agar namja itu membalas pesannya, mungkin
sekedar bertanya ‘apa kau sudah makan?’ atau mungkin ‘kenapa belum tidur?’ ahh
Jieun benar benar merindukan moment itu
Jieun kembali mengetik pesan pada namja
itu, egois? Ya, Jieun egois sekarang, masa bodoh dengan egois, ia benar benar
merindukan namja itu sekarang
-Lee Jieun-
Yeol...
Jieun meruntuki dirinya yang bagaikan
pengganggu dalam pekerjaan Chanyeol, mengirim pesan tidak bertujuan itu pasti
membuat Chanyeol jengkel, “maafkan aku Yeol” lirihnya, “aku sangat egois
sekarang”
-Park Chanyeol-
Maaf sayang, bagaimana kalau kita lanjut
besok saja?
Aku benar benar sibuk sekarang
Jieunpun memandang ponselnya dengan airmata
yang berderai, ujung ujungnya pasti akan seperti ini, seandainya ia memelihara
kucing seperti doraemon mungkin ia akan mengajak robot kucing itu untuk
melewati pintu kemana saja dan menemui Chanyeol, Jieun kau gila!
“maafkan aku Yeol...” isak Jieun, “tapi
tidak bisakah kau mengerti kalau aku benar benar merindukanmu?” iapun mengelap
layar ponselnya yang terkena tetesan airmatanya, “ponselku bahkan ikut
menangis”
Ting!
-Park Chanyeol-
Jangan tidur larut malam
Aku mencintaimu ❤
Jieunpun dengan cepat membalas pesan namja
itu dengan mata yang terus berair
-Lee Jieun-
Jangan kirim pesan seperti itu bodoh!
Jieunpun melempar asal ponselnya dan
menutup wajahnya dengan selimut, menangis sejadi jadinya dibalik selimut
tebalnya, ia tidak perduli akan sebengkak apa matanya besok
.
.
.
Dddrrrtttt... dddrrrtttt...
Jieun yang masih terbaring diranjangnya itu
segera meraba raba sisi ranjangnya mencari keberadaan ponselnya yang bergetar,
setelah menemukannya iapun segera menerima panggilan masuk itu
“eo?”
‘kau sudah bangun? Ahh sepertinya kau
baru bangun’ jawab orang diseberang sana dengan nada ceria, berbeda dengan
Jieun yang terlihat begitu lesu
“ada apa?” Jieunpun duduk diatas ranjangnya
menyesuaikan matanya dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah jendelanya
‘sebentar lagi aku tiba di Korea, mau
kencan?’
“Yeol... aku tidak bisa”
‘kenapa?’
Jieun tertunduk dengan rambut yang menutupi
wajahnya, haruskah ia bilang pada namja itu kalau matanya bengkak karna
menangisinya semalaman?
“mataku...”
‘kenapa matamu?’ terdengar
kekhawatiran dari nada bicara Chanyeol
“mataku... bengkak Yeol”
‘mwo?’
“ahh lupakan, hati hati dijalan, jangan
lupa hubungi aku kalau kau sudah sampai” bip! Jieun memutuskan sambungan
teleponnya sepihak, ia benar benar malu pada namja itu
***
Jieun berdiri didepan cermin besar yang ada
dikamarnya, matanya terus memperhatikan penampilannya dari ujung kaki hingga
ujung kepala, ‘sempurna’ batinnya, iapun duduk disisi ranjangnya sambil
memandangi ponselnya
-Park Chanyeol-
Jangan lupa besok
Aku akan menjemputmu jam 10
Jieunpun tersenyum senang saat membaca
pesan singkat yang Chanyeol kirim semalam, namja itu akan menjemputnya jam 10
dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 9.46 itu tandanya sebentar lagi ia
akan melihat wajah tampan kekasihnya itu
Jieunpun memutuskan untuk menemui ibunya
sebelum ia dijemput Chanyeol, gadis itu tersenyum saat melihat wanita paruh
baya yang sangat ia sayangi itu tengah menyibukkan diri didapur kesayangannya,
“eomma” panggil Jieun
“ada apa?” tanya Ny. Lee yang masih terlihat
sibuk dengan potong memotongnya
“hari ini aku dan Chanyeol akan kebutik Ny.
Yoon” jelas Jieun, Ny. Leepun menatap Jieun dengan tatapan berbinar, “hari ini
dia free” lanjut Jieun senang, Ny. Leepun tersenyum senang
“akhirnya...” ucapnya senang, Jieunpun
melihat sup yang ada dipanci, terlihat begitu menggiurkan
“tapi sepertinya aku tidak bisa makan
dirumah hari ini” jelas Jieun sedih, “eomma tahukan alasannya?” Jieunpun
mengedip manja pada ibunya
“haha, iya eomma mengerti, karna eomma
memasak terlalu banyak, mungkin lebih baik kalau dibagi dengan keluarga Park”
Jieunpun mengangguk menyetujuinya
“itu ide bagus” ucap Jieun senang
Ding... dong...
Ibu dan anak itupun langsung mengalihkan
pandangan mereka saat suara bel rumah mereka berbunyi, “itu pasti dia” ucap
Jieun senang, iapun segera melesat membukakan pintu untuk orang yang ‘sangat’
ia rindukan itu
“hai” sapa orang itu dengan senyum
manisnya, Jieunpun balas tersenyum manis, “sudah siap?” tanyanya lagi, Jieunpun
mengangguk, “aku harus izin pada calon mertua dulu”
Jieunpun mempersilahkan Chanyeol masuk
untuk meminta izin pada ibunya karna akan menculik anaknya hari ini, Jieunpun
tersenyum senang melihat namja itu, ‘dia semakin tampan’ puji Jieun dalam hati
.
.
.
Jieun dan Chanyeol duduk dengan tenang dikursi
taman yang menjadi tempat tujuan mereka selanjutnya setelah dari butik Ny.
Yoon, gadis itu menghela nafas berat sambil memandangi air kolam yang tenang,
“Yeol...” gumam Jieun, Chanyeolpun menengok kearah Jieun
“ya?”
“aku merasa canggung denganmu” jelasnya,
“mungkin ini karna kita jarang bertemu” lanjutnya, Chanyeolpun menatap sendu
Jieun, iapun memutuskan untuk merangkul Jieun membuat gadis itu menyenderkan
kepala dipundaknya
“mianhae” lirih Chanyeol, “kau mau
memaafkankukan?” Chanyeolpun menatap Jieun membuat gadis itu juga menatapnya
hingga mata mereka bertemu dengan jarak yang cukup dekat
“tidak” jawab Jieun polos, Chanyeolpun
menautkan kedua alisnya yang terbentuk indah itu, “aku hanya bercanda” lanjut
Jieun, iapun melepaskan rangkulang namja itu dan duduk pada posisi semula
“aku ingin bertanya padamu?” Chanyeolpun
menatap Jieun menunggu kelanjutan ucapan gadis itu, “apa kau... merasa gugup
saat denganku?” Chanyeol mengerjapkan matanya berkali kali
“kenapa bertanya begitu?” bingungnya
“tidak, hanya saja...”
“kau gugup ya?” potong Chanyeol, Jieun
menatap Chanyeol dengan tatapan anehnya, wajah namja itu sudah terlihat
menyebalkan, senyuman jahil itu sangat menjengkelkan Jieun, “hayoo mengaku...”
“tidak” Jieunpun mengalihkan pandangannya
meruntuki dirinya yang sudah bicara frontal, ia juga tidak ingin Chanyeol
melihat pipinya yang mulai memerah, Chanyeolpun mendekatkan wajahnya kewajah
gadis itu, memberikan senyuman jahil yang tentu saja membuat Jieun jengkel,
“jangan lihat aku begitu” kesal Jieun
“ternyata seorang Lee Jieun tidak bisa
menolak pesonaku” gumam Chanyeol bangga, “apa aku ini benar benar tampan sampai
wajahnya memerah saat kutatap?” iapun bertanya pada dirinya sendiri namun itu
membuat Jieun kesal
“hentikan Yeol” kesal Jieun, “akukan hanya
bertanya padamu, aku tidak mau dengar ocehanmu yang lain”
“mau dengar jawabanku?” Jieunpun langsung
menatap namja itu penasaran, Chanyeolpun mendekatkan wajahnya kewajah Jieun,
memberikan kecupan singkat dibibir gadis itu membuat pemiliknya sukses
membulatkan matanya, “seperti itu perasaanku saat bersamamu” lanjutnya sambil
tersenyum manis
Jieun hanya diam terpaku menatap Chanyeol,
membuat namja itu terkekeh geli akan ekspresi kaget kekasihnya, “sekarang aku
yang ingin bertanya padamu” jelas Chanyeol, Jieunpun tersadar dan menunggu
lanjutan dari ucapan namja itu, “kenapa kau tidak memberitahuku kalau minggu
depan kau wisuda?”
Deg! Jieun terdiam, bagaimana bisa Chanyeol
tahu tentang wisudanya, “siapa yang memberitahumu?” tanya Jieun balik
“jawab dulu pertanyaanku” ucap Chanyeol
serius, “kenapa kau merahasiakannya dariku? Aku tidak pantas mengetahuinya ya?”
lanjutnya
“tidak, maksudku bukan begitu...” Jieun
terlihat panik, ia bingung bagaimana merangkai kata untuk menjawab pertanyaan
namja itu, “maafkan aku” lirihnya
“kau hanya memberitahu pada orang orang
yang bisa datang diacara wisudamu bukan?” belum juga Jieun menjawab pertanyaan
sebelumnya Chanyeol sudah menumpukkan pertanyaan lagi, “aku mengerti” lanjutnya
“Yeol...” lirih Jieun
“selamat atas kelulusanmu, maaf jika aku
tidak bisa datang nanti, aku benar benar senang atas kelulusanmu” Chanyeolpun
tersenyum tulus membuat Jieun semakin merasa bersalah pada namja itu, “sepertinya
minggu depan aku akan konser diluar negeri lagi” lanjutnya, wajah Jieunpun
berubah menjadi kesal mendengar ucapan namja itu
“aku tahu kau tidak akan bisa hadir, itulah
sebabnya aku tidak memberitahumu” jelas Jieun sedikit kesal, “kalau aku
memberitahumu, aku hanya takut kalau aku terlalu mengharapkanmu untuk datang”
lanjutnya
Hening, Chanyeol hanya menatap Jieun yang
tertunduk sedih, ia sudah menduga alasan kenapa gadis itu tidak memberitahunya
dan ternyata dugaannya benar, Chanyeolpun mendekat ingin memeluk gadis itu
namun dengan cepat Jieun menepis tangan Chanyeol yang mencoba menyentuh
pundaknya
“aku ingin pulang” ucap Jieun dingin, iapun
berdiri bersiap untuk pulang dan tidak ada pilihan untuk Chanyeol selain
mengalah dan mengantarkan Jieun pulang
***
Jieun terduduk sambil memeluk tubuhnya diatas
ranjang, seharusnya hari ini gadis itu berbahagia seperti teman temannya yang lain.
Sejak pulang dari acara wisudanya Jieun terlihat begitu murung, bahkan ia
melupakan waktu makannya dan hanya berdiam diri dikamar
Ia terus menatap layar ponselnya, menunggu
pesan atau panggilan masuk dari Chanyeol, seharusnya namja itu juga mengucapkan
selamat padanya seperti yang diucapkan teman temannya, Jieun tahu Chanyeol
memang sibuk tapi ia yakin namja itu pasti bisa meluangkan sedikit waktu untuk
mengirim pesan padanya
Namun permasalahannya sekarang adalah,
sejak pertemuan mereka terakhir kali mereka bertengkar dan tidak saling
menghubungi, Jieun benar benar marah pada Chanyeol karna namja itu lagi lagi
mengatakan kalau ia akan keluar negeri, dan Chanyeol marah pada Jieun karna
gadis itu tidak bisa mengerti pekerjaannya, ya itu egois memang
Tapi tidak bisakah sekarang mereka
berbaikan? hari pernikahan mereka sudah semakin dekat dan tidak mungkin jika
mereka masih dalam keadaan seperti ini, dan lagi lagi Jieun menangis meruntuki
dirinya yang tidak bisa mengerti keadaan Chanyeol
Suasana yang sama terjadi diapartement
Chanyeol, namja itu hanya duduk menatap kosong kearah tv yang menyala, ia ingat
sekali kalau hari ini adalah hari yang Jieun tunggu tunggu bahkan ibunya
mengingatkannya untuk mengatakan selamat pada Jieun sekalipun ia tidak datang
Iapun meraih ponselnya, menatap wajah
cantik Jieun yang menjadi wallpaper diponsel itu, Chanyeol tersenyum pahit
memandang wajah itu
“Jieun-ah, kenapa kau membuatku ragu...”
TBC
Yeay, chap 2 selesai, gimana? Ga jelas kan
ceritanya *emang, harap maklum ya
Sekarang saya kurang fokus bikin ff karna
sibuk dengan tugas baru saja *eaa
Harap dikomen ya, saya menunggu byeee,
muahh :*
yah kok chanyeol ragu sih,,,:-( padahal kangen banget momen romance mereka...sekarang malah seringnya marahan,,,gimana kalo jieun jadi artis juga thor jadi nanti jadwal jieun jauh lebih padat so chanyeol biar ngerasain berada di posisi jieun..hahaha saran aja sih thor...ditunggu update selanjutnya <3
BalasHapusentahlah Chanyeol lagi labil mungkin *ehh, hehe makasih ya sarannya, oke selamat menunggu
Hapus