Title :
The Two Of Us
Author :
Park Mitha
Genre :
Various
Lengh :
Chapter
Rating :
15+
Cast :
IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Others Cast : EXO Member, Etc
Cameo : Jiyeon (T-ARA), L (INFINITE)
***
“kau mengenalnyakan?” tanya Jieun dengan
nada dinginnya, Chanyeol menatapnya bingung tidak mengerti dengan maksud yeoja
itu, “Kim Myungsoo, kau mengenalnyakan?” tanya Jieun sekali lagi
“aku tahu dia, kita pernah pergi kerumah
abu di Jepang menjenguknya bukan?”
“kau tidak mengenalnya sebelum itu?”
“mwo?” Chanyeol memasang wajah bingung, ia
tambah bingung saat Jieun mengambil sesuatu dibalik bantalnya, dan meletakkan
selembar photo yang ia temukan tadi siang tepat didepan Chanyeol, “Jieun-ah...”
lirih Chanyeol, ia meruntuki dirinya yang sempat kehilangan photo itu
“apa itu? Jelaskan padaku!” lagi lagi mata
Jieun berair membuat Chanyeol semakin panik
“YEOL, JELASKAN PADAKU!!”
Chanyeol tersentak saat Jieun membentaknya,
Jieunpun kembali menangis merasakan sakit hatinya karna namja yang ia cintai
ini, “Jieun-ah...” lirih namja itu, iapun mencoba meraih tangan Jieun namun
Jieun menepisnya kasar, “aku akan jelaskan padamu, tapi tolong jangan menangis”
mohon Chanyeol selembut mungkin, Jieunpun menyeka airmatanya
“maaf aku tidak pernah memberitahumu, aku dan
Myungsoo memang berteman dekat sejak SMA bahkan hingga ia pindah ke Jepang kami
masih berteman baik” jelas Chanyeol sedih
“apa ada hubungannya dengan perjodohan
ini?” Chanyeol mengangguk ragu dan itu membuat Jieun merasa semakin hancur,
“sejauh mana kau membohongiku? Apa rasa sukamu juga sebuah kebohongan?”
“ini permintaan terakhir Myungsoo, ia
kecelakaan saat diperjalanan ingin menemuimu” jelas Chanyeol dengan berat hati
Flashback on...
“yeoboseyo?” ucap Chanyeol saat menerima
panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenali, beberapa detik namja itu
mendengarkan lawan bicaranya hingga mata bulat itu semakin membulat sempurna
“o... ohh... baiklah” ucap Chanyeol
tersendat, iapun tiba tiba berubah menjadi seperti orang linglung yang bingung
harus berbuat apa, Baekhyun yang baru masukpun terlihat bingung dengan tingkah
Chanyeol
“kau kenapa?” tanyanya bingung
“Baekhyun-ah kau harus ikut denganku”
ucapnya begitu memohon
“tapi konser kita belum selesai, bagaimana
jika...”
“ini sangat penting, kumohon” potong
Chanyeol yang tiba tiba meneteskan airmata, Baekhyunpun semakin dibuat bingung,
ia tidak pernah melihat Chanyeol memohon seperti ini padanya
Setelah menempuh perjalanan dari lokasi
konser menuju rumah sakit Chanyeolpun berlari menuju ruang UGD dimana ia
melihat kedua orangtua Myungsoo yang sudah berlinang airmata, “eomonim?” ucap
Chanyeol tercengang
“Chanyeol-ah” tangis Ny. Kim semakin
menjadi, iapun memeluk Chanyeol erat, “Myungsoo menunggumu” isaknya lalu
membawa Chanyeol masuk kedalam ruang UGD menemui Myungsoo yang terbaring lemah
dengan darah yang hampir mengenai seluruh pakaiannya, juga berbagai macam alat
medis menempel ditubuhnya membuat Chanyeol semakin sedih
“Chanyeol-ah” lirih Myungsoo seperti
bisikkan, Chanyeolpun berjalan mendekati Myungsoo menggenggam tangan sahabatnya
itu, “tolong... berikan ini padanya, seperti yang aku rencanakan” pinta
Myungsoo terputus putus, namja itu sulit mengeluarkan suaranya
Chanyeolpun menatap kotak kecil berwarna
merah itu, “Myungsoo-ya, kau harus melakukannya sendiri” ucap Chanyeol yang
benar benar tidak bisa menahan tangisnya, Baekhyun yang berdiri didepan
pintupun ikut menangis dalam diam
“aku tidak bisa... kumohon... gantikan
posisiku... dihatinya”
Tiiiiittttt...
Mesin pendeteksi jantungpun bersuara
panjang tanpa henti, gelombang nafas yang ada dilayarnyapun hanya menunjukkan
garis lurus, seketika Ny. Kim terduduk dilantai dengan tangisnya yang begitu
memilukan, Chanyeolpun hanya bisa diam mematung
Flashback off...
Kini bukan hanya Jieun yang menangis,
Chanyeolpun memeluk Jieun dan ikut menangis bersama yeoja itu, “kumohon maafkan
aku” ucap Chanyeol yang terus mencoba menghentikan airmatanya yang mengalir,
“aku benar benar tidak bisa menolak permintaan terakhirnya” lanjutnya
“tapi seharusnya kau memberitahuku dari
awal” ucap Jieun ditengah tangisnya, ia bahkan memeluk erat Chanyeol, “kenapa
juga kau menerima perjodohan ini kalau awalnya kau tidak menyukaiku, kau
membuatku merasa membebanimu”
“aku tidak bisa menolak, Ny. Kim terlihat
begitu memohon pada ibuku dan ibumu untuk mengabulkan permintaan terakhir
Myungsoo” isak Chanyeol, “ia terus menangis setiap kerumahku”
***
Jieun dan Chanyeol berjalan beriringan
memasuki kawasan rumah abu yang bertempat di Jepang, setibanya disana mereka
langsung mencari letak abu Kim Myungsoo, “Myungsoo-ya, aku datang bersama
sahabatmu yang bodoh ini” ucap Jieun yang mencoba menahan tangisnya
Chanyeol hanya tersenyum paksa, “mianhae,
aku melanggar janjiku, gadismu sudah mengetahui semuanya” kali ini Chanyeol
yang bersuara, iapun merangkul Jieun, menyentuh pundaknya menguatkan
“kau... kenapa kau menyuruh alien ini
menggantikanmu” Jieunpun berpura pura marah pada Myungsoo, matanya bahkan sudah
tidak bisa membendung cairan bening itu, “dia tidak sebanding denganmu, tapi...
tapi dia terlalu baik untukku, aku tidak
tahu selama ini dialah yang tersiksa karna sikapku” lanjutnya
“Myungsoo-ya apa yang harus kulakukan agar
membayar semua kesalahan ini?” Chanyeolpun tertunduk menyembunyikan airmatanya
saat mendengar penuturan sedih Jieun, namun Jieun bisa melihatnya karna namja
itu lebih tinggi darinya
“Yeol...” lirih Jieun, Chanyeolpun menyeka
airmatanya lalu menatap Jieun, dan dengan gerakan cepat Jieun sudah memeluk
Chanyeol erat, “maafkan aku” lirihnya
Chanyeolpun membalas pelukkan Jieun lebih
erat, “kau tidak salah, jadi jangan meminta maaf” ucap Chanyeol yang sebisa
mungkin mengontrol suaranya agar tidak terdengar serak akibat menangis, “aku
yang seharusnya minta maaf karna sudah jatuh cinta pada calon istri sahabatku”
lanjutnya, Jieunpun semakin menangis dibuatnya
“aku istrimu Yeol, bukan calon istri orang”
ucap Jieun sedikit kesal, Chanyeolpun tertawa mendengarnya
***
3 tahun kemudian...
Suara teriakkan ribuan orang yang memenuhi
tempat konser terdengar jelas dikuping namja namja tampan itu, mereka tersenyum
haru melihat silver ocean yang begitu indah, “rasanya tidak ada yang berubah
dari 3 tahun lalu” gumam Baekhyun terharu yang diangguki oleh D.O yang berdiri
disampingnya
EXO-pun naik keatas panggung menyanyikan
lagu promise untuk lagu penutupan konser mereka, tepat hari ini konser yang
bertajuk The EXO’Luxion itu berakhir, setelah berkeliling diseluruh penjuru
dunia akhirnya mereka tiba diujung pertemuan, pertemuan dimana mereka menangis
bersama, menumpahkan rasa bahagia, sedih, dan lelah yang selama ini mereka
rasakan bersama
Jieun maupun Jiyeon yang duduk disalah satu
kursi penontonpun ikut menangis haru, “aku rasa ini konser yang paling berkesan
dalam hidupku” gumam Jiyeon yang terus menyeka airmatanya
Jieunpun tersenyum dibalik maskernya, ia
juga merasakan hal yang sama, ia tahu benar bagaimana perjuangan namja namja
itu agar tetap bertahan seperti sekarang, melawan ego masing masing yang ingin
menang sendiri, sekalipun bersalah mereka akan saling memaafkan
Konserpun berakhir, Jieun maupun Jiyeon
pergi kebackstage dibantu staf agar lebih mudah menemui EXO tanpa harus
berdesakan meninggalkan lokasi konser, ini sebuah keberuntungan bagi Jiyeon,
setelah menghadiri acara pernikahan Jieun, gadis itu tidak pernah ditolak Jieun
jika memintanya dipertemukan dengan EXO, ditambah ia selalu mendapat tiket
konser gratis dan tempat khusus agar tidak berkerumunan dengan penonton lainnya(?)
Setibanya diruang tunggu Jieunpun langsung
melepaskan maskernya dan menghirup oksigen sebanyak mungkin, “kau sudah seperti
artis saja” ledek Baekhyun
“hei pekerjaanku sangat berkelas, itulah
sebabnya aku memakai masker” ucap Jieun jengkel, baginya Baekhyun yang dulu
dengan yang sekarang tidak ada perubahan, selalu membuatnya kesal sendiri,
iapun menghampiri Chanyeol yang terlihat sangat kelelahan, “Yeol” panggil Jieun
“eoh kau sudah datang” ucapnya sedikit
terkejut, iapun membagi tempat duduknya dengan Jieun, “kau pasti menangiskan
saat dikonser tadi?” tanyanya yang terkesan meledek
“kau pasti sangat kelelahan” Jieunpun
mengalihkan pembicaraan dengan pergi sebentar mengambil tisu dan mengelap
keringat Chanyeol, “kau bilang apa tadi?” tanyanya lagi
“tidak jadi” Chanyeol terlanjur kesal
dengan Jieun, “apa ada yang mengenalimu?” tanya Chanyeol mengalihkan
pembicaraan, Jieun terlihat menggeleng
“tapi ada seorang fangirl yang mengenaliku,
untung saat itu kami berpapasan ditoilet” jelas Jieun, ya sehebat apapun
manusia menyimpan rahasia suatu saat pasti akan terungkap, begitulah yang
terjadi pada hubungan Jieun dan Chanyeol
Setahun yang lalu hubungan mereka
terungkap, begitu banyak yang menolak bahkan ada yang berkata kalau pernikahan
mereka hanya settingan guna mengalihkan perhatian fans yang saat itu merasa
dikhianati oleh Baekhyun. EXO seakan berada dijalan buntu, berita dating
Baekhyun dengan seniornya membuat fans berang ditambah berita Chanyeol yang
sudah menikah, sampai rumor Lay yang akan keluar dari EXO
Namun mereka bersyukur masih begitu banyak
penggemar yang bertahan yang tulus mencintai mereka, tidak peduli dengan siapa
idola mereka, sekali fans tetap fans, dan mereka mendukungnya selama itu
membuat idola mereka bahagia
“ayo pulang” ajak Chanyeol, Jieunpun hanya
menurut dan membantu Chanyeol membawa barang barangnya, tidak lupa berpamitan
pada member yang lain, membiarkan Jiyeon yang kini tengah asik dengan Sehun,
idola barunya
***
Beberapa bulan kemudian...
Chanyeol yang baru selesai mandi itu
terlihat hanya memandangi kehadiran istrinya yang baru pulang kerja, wajahnya
ditekuk dengan langkah kaki yang gontai, ya menjadi seorang jaksa muda bukanlah
hal yang mudah, dan Chanyeol sudah sering mendapati Jieun pulang dengan keadaan
seperti ini, dan itu tandanya ia harus hati hati karna Jieun akan sangat
mengerikan jika diganggu sedikit saja
“kau sudah makan?” tanya Chanyeol, Jieun
menggeleng sambil meletakkan tas kerjanya, “mau kumasakkan?” lagi namja itu
bertanya
“ya, tapi aku mau mandi dulu” ucapnya
datar, Chanyeolpun sedikit bergeser karna tubuhnya menutupi pintu kamar mandi, “tunggu
aku ya”
“iya” jawab Chanyeol apa adanya, iapun
mengeringkan rambutnya yang masih setengah basah, dan setelahnya ia bergegas
memasak untuk Jieun juga untuknya
Jieun tiba didapur setelah Chanyeol hampir
menyelesaikan masakannya, iapun membantu suaminya untuk menyiapkan makan malam
mereka, setelahnya mereka duduk bersama menikmati masakan sang suami yang
terbilang lezat itu
“Jieun-ah, aku berencana akan membangun
agensi” jelas Chanyeol disela makan malam mereka, Jieunpun menatap Chanyeol
sedikit terkejut
“benarkah?” tanyanya antusias, Chanyeolpun
mengangguk
“ya... aku rasa tidak selamanya aku begini,
pasti ada saatnya masaku menghilang dan digantikan oleh generasi yang lebih
berkualitas” jelasnya, Jieunpun hanya mengangguk sambil menyendok makanannya,
“aku juga tidak akan mengizinkanmu untuk terus berkerja, kau harus fokus pada
tugas utamamu”
“baik tuan” ucap Jieun yang tiba tiba
berubah lesu, “bagaimana jika 5 tahun lagi?” tawar Jieun
“heh! memangnya hidupmu hanya untuk hukum? Baru
menjabat menjadi jaksa saja kau melebihi aku sibuknya, bagaimana nanti” kesal
Chanyeol
“kau kesepian ya aku pulang larut terus?”
goda Jieun, “begitu juga aku dulu yang sering kau tinggal berhari hari” omel
Jieun
“bukan itu jaksa Lee” ucap Chanyeol kesal,
Jieunpun hanya terkekeh mendengarnya
“iya aku mengerti, kau tidak perlu
menjelaskannya” ucap Jieun geli, “lalu apa langkahmu selanjutnya tentang agensi
itu?”
“ahh itu... aku sudah membeli gedungnya,
hanya saja harus direnovasi dan diubah dulu” Jieun terlihat senang, “Yoora
noona bersedia membantuku mengurusnya, dia akan menjadi staf terpercayaku”
lanjutnya sambil tersenyum senang membayangkan bagaimana berjayanya agensinya
nanti seperti agensi yang menaunginya sekarang
“benar benar keberuntungan, Yoora eonni
seorang reporter, ia pasti memiliki banyak rekan dibidang entertainment” ucap
Jieun takjub
“hei kau juga harus ingat, suamimu ini
seorang idol” Jieunpun terkekeh mendengarnya
“jadi apa namanya?”
“CY Entertainment”
“apa itu? Chanyeol Yoora?”
“ChanYeol entertainment lebih tepatnya”
“tidak ada namaku sedikitpun?”
“kalau mau pakai namamu, buat saja agensi
sendiri” Jieunpun mengerucutkan bibirnya kesal
“jadi kapan agensimu itu diresmikan?”
“targetnya tahun depan sudah bisa
diresmikan, aku bahkan mencari orang yang bisa merenovasi gedung dalam waktu
singkat”
“pasti bayarannya mahal”
“tentu saja”
“aku fikir hanya pakaian dan aksesorismu
yang mahal, ternyata kau boros dalam segala hal” keluh Jieun, iapun memainkan
makanannya tidak ada niat ingin memakannya lagi
“sebenarnya kau ini sarjana hukum atau
sarjana ekonomi?” tanya Chanyeol heran, “selalu sensitif dan marah kalau sudah
membahas keuangan”
“aku tidak marah Yeol, aku hanya ingin mengingatkanmu
untuk menabung mulai sekarang, beberapa bulan lagi keperluan kita akan sangat
banyak”
“iya sayang aku tahu, 6 bulan masih cukup
panjang untuk menabung” ucap Chanyeol manis namun terkesan terpaksa, “bukankah
kau juga boros? Benda apa saja yang kau lihat berbau pororo kau pasti memaksaku
membelinya” kali ini Chanyeol mencari celah untuk membalas Jieun
“heh, itu juga bukan kemauanku tapi kemauan
anakmu” kesal Jieun, “kalau mau marah ya marahi saja anakmu” lanjutnya kesal,
iapun bangkit dan mulai membersihkan meja makan
“bagaimana jadinya kalau aku marah pada
perutmu eoh?” Chanyeolpun membayangkannya dan tertawa seperti orang gila, “itu
terlihat sangat aneh” lanjutnya, Jieunpun hanya memandangi Chanyeol dengan
tatapan sulit dijelaskan, ‘apa penyakit namja itu kambuh?’ fikirnya
“aku tidak menyuruhmu membayangkannya” ucap
Jieun datar, Chanyeolpun hanya tertawa dan membantu Jieun membersihkan dapur
.
.
.
Suasana yang cukup santai dikamar Chanyeol
dan Jieun, terlihat Chanyeol yang sepertinya sedang membuat lagu dimeja
kerjanya, dan Jieun yang sedang fokus menonton kartun pororo dilaptopnya,
sesekali ia tertawa kecil melihat tokoh pororo yang sangat menggemaskan
Jieunpun membenarkan posisi duduknya diatas
ranjang dan melirik kearah Chanyeol, namja itu terlihat begitu fokus pada
pekerjaannya yang kini menekan tuts tuts keyboardnya, iapun tidak peduli dan
melanjutkan kebiasaan barunya yang harus menonton kartun anak anak itu sebelum
tidur
Jam menunjukkan pukul 10 malam dan Chanyeol
terlihat sudah mulai mengantuk, iapun melepaskan earphone yang sejak tadi
tertempel dikupingnya lalu memandangi Jieun yang masih setia memandangi layar
laptopnya bahkan yeoja itu tersenyum ataupun tertawa sendiri
“sepertinya asik sekali” ucap Chanyeol yang
kini mengambil posisi duduk disamping Jieun, melirik sebentar kearah layar
laptop istrinya, “kau tidak mengantuk?” iapun kini menatap Jieun
“kalau mau tidur, tidur saja duluan” ucap
Jieun yang masih fokus pada kartunnya, “astaga dia lucu sekali” Chanyeol hanya
bisa menatap miris Jieun yang terlihat begitu tergila gila pada pinguin biru
itu, ia saja yang menyukai tony tony chopper tidak segitunya. Oke, kau harus
tau Yeol kau tidak bisa membandingkan dirimu dan istrimu
“ayolah sayang, ini sudah jam 10 lewat,
menontonnya lanjut besok saja” Chanyeolpun memohon dengan begitu manisnya,
Jieunpun memandangi Chanyeol dengan tatapan anehnya namun namja itu tidak
peduli dan mengambil alih laptop Jieun
“besok saja ya” pintanya lagi jauh lebih
manis dan lembut, iapun mematikan laptop Jieun dan kini menatap Jieun yang
sudah memasang wajah cemberutnya
“tapi aku masih mau melihatnya Yeol” ucap
Jieun manja
“lihat bonekanya saja ya” Chanyeolpun
memberikan boneka pororo berukuran sedang pada Jieun, masih dengan sikap yang
begitu manis
“ayolah Yeol satu episode saja” mohon Jieun
“tapi besok kau tidak boleh kerja, apa kau
mau?”
“aaa~ kau menyebalkan” Jieunpun berbaring
membelakangi Chanyeol membuat namja itu juga berbaring dan memutar paksa tubuh
Jieun agar menghadapnya, pasti ancamannya yang satu itu selalu manjur untuk
membujuk Jieun
“jangan marah ya, kau kan sudah berkali
kali menontonnya” bujuk Chanyeol, namun Jieun masih diam dengan wajah kesalnya,
“aku hanya khawatir dengan matamu yang memerah itu” lanjutnya
“kau memang tidak pernah mengerti aku” ucap
Jieun kesal
“mianhae, mulai sekarang aku akan lebih
mengertimu, tapi malam ini lebih baik kita tidur saja ya” Jieun hanya
menjawabnya dengan anggukan kecil, Chanyeolpun tersenyum simpul lalu
mendekatkan wajahnya kewajah Jieun bermaksud untuk memberikan ciuman selamat
tidur, namun saat wajah mereka hanya berjarak berapa senti Chanyeolpun
menghentikan pergerakannya saat Jieun berkata
“Yeol... aku mual”
FIN~
Gakuat! Gakuat! Gakuaaaat!!!!, apa apaan
ini endingnya begini? Efek bikinnya dibawah alam sadarkah? Wkwkwk, dohhh maapin
ya kalo dibagian ending ada typo-nya, saya ga sanggup baca ulang >,< dan
maap ya cuma sampe chap 6, saya ga bisa berfikir lebih jauh tentang hubungan
ChanU yang semakin dewasa(?) ini hahaha
mungkin efek kebanyakan project tapi ga
selesai selesai kali ya hehe
Ini juga chap terakhir spesial dibikin
lebih panjang supaya ga terlalu kecewa *apaini
Oke silahkan dikomen, saya menunggu
juseyo(?) hehe
Sampai jumpa di karya saya yang lain byee
muahh :*
Owh,,,,,,teryata awalnya chanyeol di jodohkn sm ji eun ats permintaan myungsoo dn keluarganya,tp wlpn pd awalnya chanyeol mencintai ji eun hny pura",dn akhirnya jd bnrn cinta mlh meteka akn pny ank.next ff di tunggu ya thor
BalasHapusya begitulah ringkas ceritanya hehe, ibaratnya cinta Chanyeol ke Jieun itu cinta karna terbiasa hehe, oke selamat menunggu ya hehe
HapusTernyata jieun hamil dan kerja sbg jaksa wow. Selalu ada aja yang bkin rusak suasana, wkwk. End yah? ChanU lagi hehe!
BalasHapushehehe ya begitulah, iyadeh nanti dibikinin ChanU lagi
HapusKalau ngomongin suami artis, istri jaksa...... kayak bapa emanya song triplets ya? Wkwkwk
BalasHapusBtw si yoda songong udah mau bikin agensi sendiri lagi aja :')))
Series sehun jieun lanjutin donggssssssss:3
haha aku juga mikirnya gitu, iyanih pemikiran bang CY udah jauh banget hahaha
Hapusnanti deh ya dilanjutin SeU-nya
Ceilah jaksa jieun. Walaupun romantisnya dikit tpi oke bngt. Besok" bikinin ff cy-jieun real-life yah thor....
BalasHapushehe makasih ya, insyaAllah deh saya bikinin hehe
Hapus