Sabtu, 19 Maret 2016

The Two Of Us (Chapter 6 END)


Title                : The Two Of Us
Author           : Park Mitha
Genre              : Various
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Others Cast   : EXO Member, Etc
Cameo             : Jiyeon (T-ARA), L (INFINITE)

***
[1] [2] [3] [4] [5] 

“kau mengenalnyakan?” tanya Jieun dengan nada dinginnya, Chanyeol menatapnya bingung tidak mengerti dengan maksud yeoja itu, “Kim Myungsoo, kau mengenalnyakan?” tanya Jieun sekali lagi

“aku tahu dia, kita pernah pergi kerumah abu di Jepang menjenguknya bukan?”

“kau tidak mengenalnya sebelum itu?”

“mwo?” Chanyeol memasang wajah bingung, ia tambah bingung saat Jieun mengambil sesuatu dibalik bantalnya, dan meletakkan selembar photo yang ia temukan tadi siang tepat didepan Chanyeol, “Jieun-ah...” lirih Chanyeol, ia meruntuki dirinya yang sempat kehilangan photo itu

“apa itu? Jelaskan padaku!” lagi lagi mata Jieun berair membuat Chanyeol semakin panik

“YEOL, JELASKAN PADAKU!!”


Chanyeol tersentak saat Jieun membentaknya, Jieunpun kembali menangis merasakan sakit hatinya karna namja yang ia cintai ini, “Jieun-ah...” lirih namja itu, iapun mencoba meraih tangan Jieun namun Jieun menepisnya kasar, “aku akan jelaskan padamu, tapi tolong jangan menangis” mohon Chanyeol selembut mungkin, Jieunpun menyeka airmatanya

“maaf aku tidak pernah memberitahumu, aku dan Myungsoo memang berteman dekat sejak SMA bahkan hingga ia pindah ke Jepang kami masih berteman baik” jelas Chanyeol sedih

“apa ada hubungannya dengan perjodohan ini?” Chanyeol mengangguk ragu dan itu membuat Jieun merasa semakin hancur, “sejauh mana kau membohongiku? Apa rasa sukamu juga sebuah kebohongan?”

“ini permintaan terakhir Myungsoo, ia kecelakaan saat diperjalanan ingin menemuimu” jelas Chanyeol dengan berat hati

Flashback on...

“yeoboseyo?” ucap Chanyeol saat menerima panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenali, beberapa detik namja itu mendengarkan lawan bicaranya hingga mata bulat itu semakin membulat sempurna

“o... ohh... baiklah” ucap Chanyeol tersendat, iapun tiba tiba berubah menjadi seperti orang linglung yang bingung harus berbuat apa, Baekhyun yang baru masukpun terlihat bingung dengan tingkah Chanyeol

“kau kenapa?” tanyanya bingung

“Baekhyun-ah kau harus ikut denganku” ucapnya begitu memohon

“tapi konser kita belum selesai, bagaimana jika...”

“ini sangat penting, kumohon” potong Chanyeol yang tiba tiba meneteskan airmata, Baekhyunpun semakin dibuat bingung, ia tidak pernah melihat Chanyeol memohon seperti ini padanya

Setelah menempuh perjalanan dari lokasi konser menuju rumah sakit Chanyeolpun berlari menuju ruang UGD dimana ia melihat kedua orangtua Myungsoo yang sudah berlinang airmata, “eomonim?” ucap Chanyeol tercengang

“Chanyeol-ah” tangis Ny. Kim semakin menjadi, iapun memeluk Chanyeol erat, “Myungsoo menunggumu” isaknya lalu membawa Chanyeol masuk kedalam ruang UGD menemui Myungsoo yang terbaring lemah dengan darah yang hampir mengenai seluruh pakaiannya, juga berbagai macam alat medis menempel ditubuhnya membuat Chanyeol semakin sedih

“Chanyeol-ah” lirih Myungsoo seperti bisikkan, Chanyeolpun berjalan mendekati Myungsoo menggenggam tangan sahabatnya itu, “tolong... berikan ini padanya, seperti yang aku rencanakan” pinta Myungsoo terputus putus, namja itu sulit mengeluarkan suaranya

Chanyeolpun menatap kotak kecil berwarna merah itu, “Myungsoo-ya, kau harus melakukannya sendiri” ucap Chanyeol yang benar benar tidak bisa menahan tangisnya, Baekhyun yang berdiri didepan pintupun ikut menangis dalam diam

“aku tidak bisa... kumohon... gantikan posisiku... dihatinya”

Tiiiiittttt...

Mesin pendeteksi jantungpun bersuara panjang tanpa henti, gelombang nafas yang ada dilayarnyapun hanya menunjukkan garis lurus, seketika Ny. Kim terduduk dilantai dengan tangisnya yang begitu memilukan, Chanyeolpun hanya bisa diam mematung

Flashback off...

Kini bukan hanya Jieun yang menangis, Chanyeolpun memeluk Jieun dan ikut menangis bersama yeoja itu, “kumohon maafkan aku” ucap Chanyeol yang terus mencoba menghentikan airmatanya yang mengalir, “aku benar benar tidak bisa menolak permintaan terakhirnya” lanjutnya

“tapi seharusnya kau memberitahuku dari awal” ucap Jieun ditengah tangisnya, ia bahkan memeluk erat Chanyeol, “kenapa juga kau menerima perjodohan ini kalau awalnya kau tidak menyukaiku, kau membuatku merasa membebanimu”

“aku tidak bisa menolak, Ny. Kim terlihat begitu memohon pada ibuku dan ibumu untuk mengabulkan permintaan terakhir Myungsoo” isak Chanyeol, “ia terus menangis setiap kerumahku”

***

Jieun dan Chanyeol berjalan beriringan memasuki kawasan rumah abu yang bertempat di Jepang, setibanya disana mereka langsung mencari letak abu Kim Myungsoo, “Myungsoo-ya, aku datang bersama sahabatmu yang bodoh ini” ucap Jieun yang mencoba menahan tangisnya

Chanyeol hanya tersenyum paksa, “mianhae, aku melanggar janjiku, gadismu sudah mengetahui semuanya” kali ini Chanyeol yang bersuara, iapun merangkul Jieun, menyentuh pundaknya menguatkan

“kau... kenapa kau menyuruh alien ini menggantikanmu” Jieunpun berpura pura marah pada Myungsoo, matanya bahkan sudah tidak bisa membendung cairan bening itu, “dia tidak sebanding denganmu, tapi...  tapi dia terlalu baik untukku, aku tidak tahu selama ini dialah yang tersiksa karna sikapku” lanjutnya

“Myungsoo-ya apa yang harus kulakukan agar membayar semua kesalahan ini?” Chanyeolpun tertunduk menyembunyikan airmatanya saat mendengar penuturan sedih Jieun, namun Jieun bisa melihatnya karna namja itu lebih tinggi darinya

“Yeol...” lirih Jieun, Chanyeolpun menyeka airmatanya lalu menatap Jieun, dan dengan gerakan cepat Jieun sudah memeluk Chanyeol erat, “maafkan aku” lirihnya

Chanyeolpun membalas pelukkan Jieun lebih erat, “kau tidak salah, jadi jangan meminta maaf” ucap Chanyeol yang sebisa mungkin mengontrol suaranya agar tidak terdengar serak akibat menangis, “aku yang seharusnya minta maaf karna sudah jatuh cinta pada calon istri sahabatku” lanjutnya, Jieunpun semakin menangis dibuatnya

“aku istrimu Yeol, bukan calon istri orang” ucap Jieun sedikit kesal, Chanyeolpun tertawa mendengarnya

***

3 tahun kemudian...

Suara teriakkan ribuan orang yang memenuhi tempat konser terdengar jelas dikuping namja namja tampan itu, mereka tersenyum haru melihat silver ocean yang begitu indah, “rasanya tidak ada yang berubah dari 3 tahun lalu” gumam Baekhyun terharu yang diangguki oleh D.O yang berdiri disampingnya

EXO-pun naik keatas panggung menyanyikan lagu promise untuk lagu penutupan konser mereka, tepat hari ini konser yang bertajuk The EXO’Luxion itu berakhir, setelah berkeliling diseluruh penjuru dunia akhirnya mereka tiba diujung pertemuan, pertemuan dimana mereka menangis bersama, menumpahkan rasa bahagia, sedih, dan lelah yang selama ini mereka rasakan bersama

Jieun maupun Jiyeon yang duduk disalah satu kursi penontonpun ikut menangis haru, “aku rasa ini konser yang paling berkesan dalam hidupku” gumam Jiyeon yang terus menyeka airmatanya

Jieunpun tersenyum dibalik maskernya, ia juga merasakan hal yang sama, ia tahu benar bagaimana perjuangan namja namja itu agar tetap bertahan seperti sekarang, melawan ego masing masing yang ingin menang sendiri, sekalipun bersalah mereka akan saling memaafkan

Konserpun berakhir, Jieun maupun Jiyeon pergi kebackstage dibantu staf agar lebih mudah menemui EXO tanpa harus berdesakan meninggalkan lokasi konser, ini sebuah keberuntungan bagi Jiyeon, setelah menghadiri acara pernikahan Jieun, gadis itu tidak pernah ditolak Jieun jika memintanya dipertemukan dengan EXO, ditambah ia selalu mendapat tiket konser gratis dan tempat khusus agar tidak berkerumunan dengan penonton lainnya(?)

Setibanya diruang tunggu Jieunpun langsung melepaskan maskernya dan menghirup oksigen sebanyak mungkin, “kau sudah seperti artis saja” ledek Baekhyun

“hei pekerjaanku sangat berkelas, itulah sebabnya aku memakai masker” ucap Jieun jengkel, baginya Baekhyun yang dulu dengan yang sekarang tidak ada perubahan, selalu membuatnya kesal sendiri, iapun menghampiri Chanyeol yang terlihat sangat kelelahan, “Yeol” panggil Jieun

“eoh kau sudah datang” ucapnya sedikit terkejut, iapun membagi tempat duduknya dengan Jieun, “kau pasti menangiskan saat dikonser tadi?” tanyanya yang terkesan meledek

“kau pasti sangat kelelahan” Jieunpun mengalihkan pembicaraan dengan pergi sebentar mengambil tisu dan mengelap keringat Chanyeol, “kau bilang apa tadi?” tanyanya lagi

“tidak jadi” Chanyeol terlanjur kesal dengan Jieun, “apa ada yang mengenalimu?” tanya Chanyeol mengalihkan pembicaraan, Jieun terlihat menggeleng

“tapi ada seorang fangirl yang mengenaliku, untung saat itu kami berpapasan ditoilet” jelas Jieun, ya sehebat apapun manusia menyimpan rahasia suatu saat pasti akan terungkap, begitulah yang terjadi pada hubungan Jieun dan Chanyeol

Setahun yang lalu hubungan mereka terungkap, begitu banyak yang menolak bahkan ada yang berkata kalau pernikahan mereka hanya settingan guna mengalihkan perhatian fans yang saat itu merasa dikhianati oleh Baekhyun. EXO seakan berada dijalan buntu, berita dating Baekhyun dengan seniornya membuat fans berang ditambah berita Chanyeol yang sudah menikah, sampai rumor Lay yang akan keluar dari EXO

Namun mereka bersyukur masih begitu banyak penggemar yang bertahan yang tulus mencintai mereka, tidak peduli dengan siapa idola mereka, sekali fans tetap fans, dan mereka mendukungnya selama itu membuat idola mereka bahagia

“ayo pulang” ajak Chanyeol, Jieunpun hanya menurut dan membantu Chanyeol membawa barang barangnya, tidak lupa berpamitan pada member yang lain, membiarkan Jiyeon yang kini tengah asik dengan Sehun, idola barunya

***

Beberapa bulan kemudian...

Chanyeol yang baru selesai mandi itu terlihat hanya memandangi kehadiran istrinya yang baru pulang kerja, wajahnya ditekuk dengan langkah kaki yang gontai, ya menjadi seorang jaksa muda bukanlah hal yang mudah, dan Chanyeol sudah sering mendapati Jieun pulang dengan keadaan seperti ini, dan itu tandanya ia harus hati hati karna Jieun akan sangat mengerikan jika diganggu sedikit saja

“kau sudah makan?” tanya Chanyeol, Jieun menggeleng sambil meletakkan tas kerjanya, “mau kumasakkan?” lagi namja itu bertanya

“ya, tapi aku mau mandi dulu” ucapnya datar, Chanyeolpun sedikit bergeser karna tubuhnya menutupi pintu kamar mandi, “tunggu aku ya”

“iya” jawab Chanyeol apa adanya, iapun mengeringkan rambutnya yang masih setengah basah, dan setelahnya ia bergegas memasak untuk Jieun juga untuknya

Jieun tiba didapur setelah Chanyeol hampir menyelesaikan masakannya, iapun membantu suaminya untuk menyiapkan makan malam mereka, setelahnya mereka duduk bersama menikmati masakan sang suami yang terbilang lezat itu

“Jieun-ah, aku berencana akan membangun agensi” jelas Chanyeol disela makan malam mereka, Jieunpun menatap Chanyeol sedikit terkejut

“benarkah?” tanyanya antusias, Chanyeolpun mengangguk

“ya... aku rasa tidak selamanya aku begini, pasti ada saatnya masaku menghilang dan digantikan oleh generasi yang lebih berkualitas” jelasnya, Jieunpun hanya mengangguk sambil menyendok makanannya, “aku juga tidak akan mengizinkanmu untuk terus berkerja, kau harus fokus pada tugas utamamu”

“baik tuan” ucap Jieun yang tiba tiba berubah lesu, “bagaimana jika 5 tahun lagi?” tawar Jieun

“heh! memangnya hidupmu hanya untuk hukum? Baru menjabat menjadi jaksa saja kau melebihi aku sibuknya, bagaimana nanti” kesal Chanyeol

“kau kesepian ya aku pulang larut terus?” goda Jieun, “begitu juga aku dulu yang sering kau tinggal berhari hari” omel Jieun

“bukan itu jaksa Lee” ucap Chanyeol kesal, Jieunpun hanya terkekeh mendengarnya

“iya aku mengerti, kau tidak perlu menjelaskannya” ucap Jieun geli, “lalu apa langkahmu selanjutnya tentang agensi itu?”

“ahh itu... aku sudah membeli gedungnya, hanya saja harus direnovasi dan diubah dulu” Jieun terlihat senang, “Yoora noona bersedia membantuku mengurusnya, dia akan menjadi staf terpercayaku” lanjutnya sambil tersenyum senang membayangkan bagaimana berjayanya agensinya nanti seperti agensi yang menaunginya sekarang

“benar benar keberuntungan, Yoora eonni seorang reporter, ia pasti memiliki banyak rekan dibidang entertainment” ucap Jieun takjub

“hei kau juga harus ingat, suamimu ini seorang idol” Jieunpun terkekeh mendengarnya

“jadi apa namanya?”

“CY Entertainment”

“apa itu? Chanyeol Yoora?”

“ChanYeol entertainment lebih tepatnya”

“tidak ada namaku sedikitpun?”

“kalau mau pakai namamu, buat saja agensi sendiri” Jieunpun mengerucutkan bibirnya kesal

“jadi kapan agensimu itu diresmikan?”

“targetnya tahun depan sudah bisa diresmikan, aku bahkan mencari orang yang bisa merenovasi gedung dalam waktu singkat”

“pasti bayarannya mahal”

“tentu saja”

“aku fikir hanya pakaian dan aksesorismu yang mahal, ternyata kau boros dalam segala hal” keluh Jieun, iapun memainkan makanannya tidak ada niat ingin memakannya lagi

“sebenarnya kau ini sarjana hukum atau sarjana ekonomi?” tanya Chanyeol heran, “selalu sensitif dan marah kalau sudah membahas keuangan”

“aku tidak marah Yeol, aku hanya ingin mengingatkanmu untuk menabung mulai sekarang, beberapa bulan lagi keperluan kita akan sangat banyak”

“iya sayang aku tahu, 6 bulan masih cukup panjang untuk menabung” ucap Chanyeol manis namun terkesan terpaksa, “bukankah kau juga boros? Benda apa saja yang kau lihat berbau pororo kau pasti memaksaku membelinya” kali ini Chanyeol mencari celah untuk membalas Jieun

“heh, itu juga bukan kemauanku tapi kemauan anakmu” kesal Jieun, “kalau mau marah ya marahi saja anakmu” lanjutnya kesal, iapun bangkit dan mulai membersihkan meja makan

“bagaimana jadinya kalau aku marah pada perutmu eoh?” Chanyeolpun membayangkannya dan tertawa seperti orang gila, “itu terlihat sangat aneh” lanjutnya, Jieunpun hanya memandangi Chanyeol dengan tatapan sulit dijelaskan, ‘apa penyakit namja itu kambuh?’ fikirnya

“aku tidak menyuruhmu membayangkannya” ucap Jieun datar, Chanyeolpun hanya tertawa dan membantu Jieun membersihkan dapur
.
.
.
Suasana yang cukup santai dikamar Chanyeol dan Jieun, terlihat Chanyeol yang sepertinya sedang membuat lagu dimeja kerjanya, dan Jieun yang sedang fokus menonton kartun pororo dilaptopnya, sesekali ia tertawa kecil melihat tokoh pororo yang sangat menggemaskan

Jieunpun membenarkan posisi duduknya diatas ranjang dan melirik kearah Chanyeol, namja itu terlihat begitu fokus pada pekerjaannya yang kini menekan tuts tuts keyboardnya, iapun tidak peduli dan melanjutkan kebiasaan barunya yang harus menonton kartun anak anak itu sebelum tidur

Jam menunjukkan pukul 10 malam dan Chanyeol terlihat sudah mulai mengantuk, iapun melepaskan earphone yang sejak tadi tertempel dikupingnya lalu memandangi Jieun yang masih setia memandangi layar laptopnya bahkan yeoja itu tersenyum ataupun tertawa sendiri

“sepertinya asik sekali” ucap Chanyeol yang kini mengambil posisi duduk disamping Jieun, melirik sebentar kearah layar laptop istrinya, “kau tidak mengantuk?” iapun kini menatap Jieun

“kalau mau tidur, tidur saja duluan” ucap Jieun yang masih fokus pada kartunnya, “astaga dia lucu sekali” Chanyeol hanya bisa menatap miris Jieun yang terlihat begitu tergila gila pada pinguin biru itu, ia saja yang menyukai tony tony chopper tidak segitunya. Oke, kau harus tau Yeol kau tidak bisa membandingkan dirimu dan istrimu

“ayolah sayang, ini sudah jam 10 lewat, menontonnya lanjut besok saja” Chanyeolpun memohon dengan begitu manisnya, Jieunpun memandangi Chanyeol dengan tatapan anehnya namun namja itu tidak peduli dan mengambil alih laptop Jieun

“besok saja ya” pintanya lagi jauh lebih manis dan lembut, iapun mematikan laptop Jieun dan kini menatap Jieun yang sudah memasang wajah cemberutnya

“tapi aku masih mau melihatnya Yeol” ucap Jieun manja

“lihat bonekanya saja ya” Chanyeolpun memberikan boneka pororo berukuran sedang pada Jieun, masih dengan sikap yang begitu manis

“ayolah Yeol satu episode saja” mohon Jieun

“tapi besok kau tidak boleh kerja, apa kau mau?”

“aaa~ kau menyebalkan” Jieunpun berbaring membelakangi Chanyeol membuat namja itu juga berbaring dan memutar paksa tubuh Jieun agar menghadapnya, pasti ancamannya yang satu itu selalu manjur untuk membujuk Jieun

“jangan marah ya, kau kan sudah berkali kali menontonnya” bujuk Chanyeol, namun Jieun masih diam dengan wajah kesalnya, “aku hanya khawatir dengan matamu yang memerah itu” lanjutnya

“kau memang tidak pernah mengerti aku” ucap Jieun kesal

“mianhae, mulai sekarang aku akan lebih mengertimu, tapi malam ini lebih baik kita tidur saja ya” Jieun hanya menjawabnya dengan anggukan kecil, Chanyeolpun tersenyum simpul lalu mendekatkan wajahnya kewajah Jieun bermaksud untuk memberikan ciuman selamat tidur, namun saat wajah mereka hanya berjarak berapa senti Chanyeolpun menghentikan pergerakannya saat Jieun berkata

“Yeol... aku mual”


FIN~

Gakuat! Gakuat! Gakuaaaat!!!!, apa apaan ini endingnya begini? Efek bikinnya dibawah alam sadarkah? Wkwkwk, dohhh maapin ya kalo dibagian ending ada typo-nya, saya ga sanggup baca ulang >,< dan maap ya cuma sampe chap 6, saya ga bisa berfikir lebih jauh tentang hubungan ChanU yang semakin dewasa(?) ini hahaha
mungkin efek kebanyakan project tapi ga selesai selesai kali ya hehe
Ini juga chap terakhir spesial dibikin lebih panjang supaya ga terlalu kecewa *apaini

Oke silahkan dikomen, saya menunggu juseyo(?) hehe
Sampai jumpa di karya saya yang lain byee muahh :*


8 komentar:

  1. Owh,,,,,,teryata awalnya chanyeol di jodohkn sm ji eun ats permintaan myungsoo dn keluarganya,tp wlpn pd awalnya chanyeol mencintai ji eun hny pura",dn akhirnya jd bnrn cinta mlh meteka akn pny ank.next ff di tunggu ya thor

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya begitulah ringkas ceritanya hehe, ibaratnya cinta Chanyeol ke Jieun itu cinta karna terbiasa hehe, oke selamat menunggu ya hehe

      Hapus
  2. Ternyata jieun hamil dan kerja sbg jaksa wow. Selalu ada aja yang bkin rusak suasana, wkwk. End yah? ChanU lagi hehe!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe ya begitulah, iyadeh nanti dibikinin ChanU lagi

      Hapus
  3. Kalau ngomongin suami artis, istri jaksa...... kayak bapa emanya song triplets ya? Wkwkwk
    Btw si yoda songong udah mau bikin agensi sendiri lagi aja :')))

    Series sehun jieun lanjutin donggssssssss:3

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha aku juga mikirnya gitu, iyanih pemikiran bang CY udah jauh banget hahaha

      nanti deh ya dilanjutin SeU-nya

      Hapus
  4. Ceilah jaksa jieun. Walaupun romantisnya dikit tpi oke bngt. Besok" bikinin ff cy-jieun real-life yah thor....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe makasih ya, insyaAllah deh saya bikinin hehe

      Hapus