Selasa, 15 Maret 2016

The Two Of Us (Chapter 5)


Title                : The Two Of Us
Author           : Park Mitha
Genre              : Various
Lengh              : Chapter
Rating             : 15+
Cast                : IU-Lee Jieun, Chanyeol (EXO)
Others Cast   : EXO Member, Etc

***
[1] [2] [3] [4] 

“apa aku kesiangan lagi?” tanyanya, Chanyeolpun menengok dan sedikit terkejut melihat Jieun sudah duduk dikursi dengan wajah sendunya

“tumben bangun pagi” ucap Chanyeol santai, iapun kembali sibuk memasak

“padahal aku sudah memasang alarm sepagi mungkin tapi aku kalah cepat denganmu” lirih Jieun

“sebenarnya kau tidak kesiangan, aku hanya bangun lebih cepat hari ini” jelas Chanyeol, “bukankah kau mau bersenang senang denganku?” Jieun menaikkan alisnya bingung

“maksudnya?”

“hari ini kita akan bersenang senang, seperti yang kau mau”

“benarkah?”

“eum”
jawab Chanyeol sambil mengangguk, Jieunpun terlihat senang sampai ia menghampiri Chanyeol yang sedang memasak dan memeluk namja itu dari belakang

“aaaa~ Chanyeol-ah gomawo” ucap Jieun kegirangan, Chanyeol hanya tersenyum senang melihat Jieun yang begitu bersemangat

“kau tidak salah memelukku?” tanya Chanyeol, Jieunpun refleks melepas pelukkannya dan seketika menjadi canggung dengan namja itu, “salah tingkah ya?” goda Chanyeol saat melihat wajah Jieun memerah, iapun tertawa geli melihatnya sedangkan Jieun hanya tertunduk malu dibuatnya
.
.
.
Jieun dan Chanyeol berjalan sambil bergandengan tangan melewati pasir pantai yang begitu indah terlebih cuaca hari ini sangat mendukung, mereka menghentikan langkah tepat diujung bibir pantai, Jieunpun memandang takjub birunya air pantai yang menyatu dengan birunya langit siang itu

“aku bingung kenapa kau mengajakku kesini” gumam Jieun sambil memainkan kakinya yang terkena air pantai, iapun melihat kearah Chanyeol yang menatap lurus kedepan

“sejak semalam hanya tempat ini yang ada difikiranku” jawab Chanyeol tanpa mengalihkan pandangannya dari air pantai didepannya “mungkin karna bisa dibilang disini tempat pertama kita berkencan”

“tapi setelah itu kau membuatku harus menunda tugas kuliahku karna mengurusimu yang sedang sakit” tambah Jieun, Chanyeolpun tersenyum

“ya, dan karna itu aku menyadari kalau aku menyukaimu” Jieun hanya diam menatap Chanyeol, “dan... aku bingung kenapa saat itu kau menghubungiku tengah malam” iapun balas menatap Jieun meminta penjelasan, namun wajah Jieun seketika terihat panik

“ahh itu...” Jieun terlihat bingung harus menjawab apa

 “kau pasti mengkhawatirkanku, benarkan?”

“kalau ia kenapa?” tanya Jieun balik, detik selanjutnya iapun mengalihkan pandangannya dari namja itu meruntuki dirinya yang suka frontal, Chanyeolpun tersenyum mendengarnya, “aku tidak bisa tidur karna kau tidak membalas pesanku” lanjutnya pelan

“aku senang mendengarnya” Chanyeolpun kembali tersenyum, “sekalipun kau tidak pernah mengatakan ‘saranghae’ atau semacamnya tapi aku tahu kau sangat mencitaikukan?”

“aku memang tidak suka mengatakan hal seperti itu, karna aku mencintai bukan dengan mulut tapi dengan hati” Chanyeolpun menatap dalam kedua mata Jieun, perlahan ia mendekatkan wajahnya kewajah Jieun namun saat sudah dekat Jieunpun dengan cepat menutup mulut Chanyeol dengan telapak tangannya, “jangan coba coba mencari kesempatan” ucapnya datar membuat Chanyeol berdecak kesal

“kau merusak suasana” kesal Chanyeol

“begitu juga kesalnya aku saat kau merusak suasana” kesal Jieun balik

Suasanapun hening hanya terdengar gemuruh ombak dan suara kicauan burung, Chanyeol tak salah membawa Jieun kepantai dihari kerja seperti ini, suasana pantai sepi dan itu membuatnya merasa hanya ada ia dan Jieun didunia ini, Chanyeolpun menggenggam tangan Jieun membawa yeoja itu untuk duduk dibawah pohon karna cuaca semakin panas dan tubuhnya sudah mulai memerah karna kepanasan

“Yeol...” panggil Jieun, Chanyeol hanya menjawabnya dengan dehaman, tangan namja itu sibuk memainkan pasir didepannya, “sebenarnya begitu banyak yang ingin kutanyakan padamu, tapi aku bingung harus memulai dari mana” jelas Jieun

“tanyakan saja, aku akan menjawab semampuku” jawab Chanyeol, “tapi ini bukan soal matematika atau fisika kan?” lanjutnya memastikan, Jieunpun memukul lengannya pelan sambil tersenyum geli

“tentu saja bukan” jawab Jieun, “tidak banyak yang kutahu tentangmu, aku ingin tahu bagaimana kau dulu, bagaimana perjuanganmu meraih semua ini mulai dari nol, dan bagaimana kisah asmaramu, kau pasti pernah pacarankan sebelum denganku?”

“bagaimana aku dulu?” tanya Chanyeol, iapun menghela nafas panjang, “kau pasti tidak akan percaya kalau aku dulu itu adalah remaja gendut berkacamata” jelasnya

“mwo? Gendut?”

“ya, saat SMP aku memiliki tubuh yang terbilang gendut, aku lupa bagaimana prosesnya sampai aku seperti ini” jelasnya, “mungkin lemakku dulu berpindah ketinggi badanku” lanjutnya lalu terkekeh

“lalu bagaimana dengan... mantanmu? Aku boleh taukan?” tanya Jieun hati hati, “aku pernah membaca artikel kau memiliki mantan kekasih seorang trainee diagensimu, dan juga... apa benar kau pernah berpacaran dengan member Red Velvet?”

“kufikir kau tidak suka berita online, sudah berapa banyak artikel yang kau baca eoh?”

“tidak banyak, hanya yang aku ingin tahu, jadi apa berita itu benar?”

“aku tidak pernah berpacaran dengan member RV” jelas Chanyeol apa adanya, Jieun seakan tak puas dengan jawaban namja itu

“lalu bagaimana dengan gadis trainee?” tanyanya lagi sedikit memaksa, namun Chanyeol tak menjawab langsung, namja itu diam mungkin ia sedang berfikir atau mengingatnya fikir Jieun

“Jieun-ah... jujur aku tidak suka kalau kau membahas orang lain dihubungan kita, apalagi membahas masa laluku” Jieunpun terdiam, wajah Chanyeol seketika terlihat marah namun ia mencoba menutupinya

“mianhae” lirih Jieun, suasanapun kembali hening Chanyeol hanya memainkan pasir pasir didepannya sedangkan Jieun memandang kosong kearah pantai, tidak bolehkan ia tahu sedikit saja tentang kisah asmara Chanyeol, ia benar benar tidak tahu sedikitpun masa lalu namja itu, “padahal aku hanya ingin tau” gumam Jieun pelan seakan bicara pada dirinya sendiri

“kau tidak perlu tau masa laluku, cukup dampingi aku menghadapi masa depanku” jawab Chanyeol serius yang membuat Jieun langsung melihat kearahnya ternyata namja itu mendengarnya, dan Jieun tak pernah melihat wajah serius namja ini, tatapan matanya bahkan sangat teduh

Jieunpun mengalihkan pandangannya tak sanggup terlalu lama menatap Chanyeol, “tidak ada yang ingin kau tanyakan padaku?” tanya Jieun mengalihkan pembicaraan namun yeoja itu tak berani menatap Chanyeol

“tidak ada, sepertinya aku sudah tahu semua tentangmu” jelas Chanyeol dengan yakinnya

“benarkah?”

“ya, kau pernah bilang bahwa Kim Myungsoo adalah cinta pertamamu, dan itu tandanya kau tidak pernah menyukai namja lain selain Myungsoo dan aku tentunya” lagi lagi Chanyeol terlihat begitu yakin dengan jawabannya

“Myungsoo memang cinta pertamaku, tapi kau yakin tak ada namja lain selain dia dan kau?” Jieunpun menatap Chanyeol dengan tatapan yang sulit dijelaskan, sedangkan Chanyeol memasang wajah terkejut dan bingungnya

“jadi apa ada namja lain?” tanya Chanyeol, Jieun tak menjawab melainkan berdiri dan dan bersiap bermain main dengan air pantai, namun Chanyeol tak mau rasa penasarannya diabaikan begitu saja, iapun menahan tangan Jieun, “siapa orang itu?” tanyanya memaksa

“kenapa kau ingin tahu sekali eoh?” bingung Jieun, “kau saja tidak mau memberitahuku bagaimana hubunganmu dengan gadis trainee itu” Jieunpun melepaskan tangan Chanyeol dari tangannya dan berlari kecil menuju bibir pantai bermain dengan ombak yang mengenai kakinya

“ya! Lee Jieun, beritahu aku siapa orang itu? Jangan jangan kau masih berhubungan dengannya” ucap Chanyeol setengah berteriak namun Jieun tak peduli dan kini memilih untuk membuat istana dari pasir

***

Jieun berjalan dengan sedikit gontai membuntuti Chanyeol yang menuju pintu utama apartement mereka, baru kemarin ia bersenang senang dengan Chanyeol seharian penuh dan hari ini ia harus ditinggal seorang diri diapartement suaminya itu

“aku pergi dulu” ucap Chanyeol, Jieunpun hanya mengangguk, jujur ia sangat tidak rela kalau Chanyeol harus kembali kerja, itu tandanya ia akan sendirian diapartement

“jangan lupa hubungi aku” ucap Jieun sedikit sedih, Chanyeolpun tersenyum lalu memeluk Jieun erat

“iya, aku tidak akan lama” ucapnya lembut, iapun melepaskan pelukkannya lalu membenarkan posisi ranselnya, “jangan undang siapapun untuk datang keapartement apalagi seorang namja, aku sudah memasang CCTV disetiap sudutnya, jadi kalau kau selingkuh aku melihat wajah namja itu” pesan Chanyeol namun Jieun malah meresponnya dengan tatapan aneh

“seharusnya kau tidak memberitahuku tentang CCTV itu, mungkin saja aku bisa bertemu diluar sana” jelas Jieun sambil tersenyum geli, terlebih kini ia melihat ekspresi Chanyeol yang terlihat marah

“sampai aku tahu kau selingkuh, tunggu saja balasanku” Jieunpun terkekeh melihat wajah Chanyeol yang memerah, apa ia sedang cemburu sekarang, Jieun benar benar menyukainya

“kupastikan kau tidak akan tahu tuan”

“YA! Aku ini mau kerja, jangan buat aku tidak tenang memikirkan selingkuhanmu itu” kesal Chanyeol dan Jieunpun tertawa puas melihatnya, “jangan tertawa”

“kau cemburu ya?” goda Jieun, iapun mendekatkan wajahnya kewajah Chanyeol, “benar, kau sedang cemburu, wajahmu saja memerah” lanjutnya sambil memperhatikan wajah mulus Chanyeol yang memang sedikit memerah

Chanyeolpun diam menatap Jieun yang begitu dekat dengannya, dan didetik selanjutnya ia langsung mencium yeoja itu, membuat Jieun membelalakan matanya dan mendorong kuat tubuh Chanyeol namun bukannya melepas Chanyeol malah memegang tengkuk Jieun membuat Jieun hanya bisa memukul kesal lengan Chanyeol untuk segera melepaskannya

Merasa puas(?) Chanyeolpun melepaskan ciumannya dan menatap Jieun yang terlihat begitu kesal, “kau mau membunuhku eoh?” kesal Jieun, “kalau aku mati bagaimana? Kau mau menjadi duda?” Chanyeol hanya menatap santai Jieun lalu beralih pada jam tangannya

“aku terlambat, sampai jumpa nanti malam” Chanyeolpun kembali mengecup bibir Jieun singkat lalu berlari meninggalkan apartement mereka, karna beberapa detik kemudian ia mendengar teriakan Jieun yang memakinya

“astaga~ dia benar benar ingin membunuhku” gerutu Jieun, ia bahkan memegangi jantungnya yang berdetak sangat cepat, “ayolah jantungku sayang, berdetaklah dengan normal, dia sudah tidak ada” gumam Jieun pada dirinya sendiri

Jieunpun berjalan menuju ruang tengah memperhatikan setiap lekuk sudut apartement suaminya itu, jujur walaupun sudah berapa kali gadis itu kesana namun ia tidak pernah membongkar isi apartement itu, “apa yang harus kulakukan?” tanyanya pada diri sendiri “haruskah aku harus menggeledah dan membuang yang tidak penting” lagi lagi ia berbicara seorang diri

“benar, hanya itu yang bisa kulakukan sekarang”

Iapun mulai membersihkan kamar, merapikan pakaian Chanyeol yang memenuhi lemari besar itu, “begini pakaian artis, banyak sekali” komentarnya. Selesai membersihkan kamar Jieunpun beralih keruang tengah, membuka setiap laci lemari tempat tv mereka diletakkan

“mwo” Jieun terlihat tertarik dengan tumpukkan kaset yang sangat banyak, matanyapun membulat saat melihat sampul kaset itu, “apa ini? Girls Generation? AOA? Girls Day? Dan... SISTAR?” Jieunpun memasukkan kumpulan kaset girlband seksi itu kekotak yang sudah ia siapkan dan mulai mencari lagi benda yang serupa(?)

“Mi... ya... bi?” Jieunpun refleks melempar kaset itu saat matanya melihat sampulnya, “AAA BENAR BENAR?” teriaknya frustasi, iapun memasukkan tumpukkan kaset itu dengan brutal kedalam kotak, ia harus merubah hidup Chanyeol, istri mana yang rela suaminya menonton tubuh wanita lain, Jieun benar benar murka

“lihat saja kau! Sampai aku menemukan benda seperti ini lagi, akan kubutakan matamu!” ancam Jieun seakan berbicara pada Chanyeol, namun pergerakannya terhenti saat ia melihat selembar photo yang sangat menarik perhatiannya

Tangannyapun bergerak meraih photo itu, namun matanya terbelalak saat melihat orang yang ada diphoto, dua orang namja dengan seragam SMA-nya tengah tersenyum kearah kamera dengan tangan yang saling merangkul

Jieun mengenal namja dengan kuping lebar itu, itu pasti Chanyeol, suaminya. Tapi bukan Chanyeol yang membuatnya terpaku melainkan namja yang ada disamping Chanyeol, ia mengingat jelas wajah itu, mata sipit yang memiliki tatapan tajam dengan senyum tipis itu

Jantung Jieun tiba tiba berdetak begitu cepat, tubuhnyapun terasa panas dingin, dengan sedikit sempoyongan ia berjalan menuju sofa dan mendudukkan tubuhnya disana
.
.
.
“aku pulang” ucap Chanyeol sambil berjalan santai memasuki apartementnya, suasananya hening lampu disana bahkan mati, iapun mencari saklar lampu dan lampupun menyala, tidak ada orang. “kemana dia?” bingungnya

Chanyeolpun meletakkan tas ranselnya diatas sofa lalu melirik jam tangan emasnya, “masih jam 9, tidak mungkin kalau dia sudah tidur” iapun bicara pada diri sendiri, hingga kaki panjangnya melangkah menuju kamar mereka

Setibanya didalam Chanyeolpun kembali disambut dengan suasana yang gelap, dan dengan lihainya ia mencari saklar lampu dan mendapati Jieun yang sudah tertidur diranjang dengan selimut yang menutupi tubuh mungil itu, Chanyeolpun berjalan pelan dan duduk disisi ranjang

“kau sudah tidur?” tanyanya pada Jieun yang berbaring membelakanginya, tidak ada balasan, “aku tahu kau pasti belum tidur” lanjutnya, Jieun hanya responnya dengan gerakan singkat, yeoja itu mempererat pelukkannya pada guling

“kenapa? Kau sakit?” lagi, Chanyeol bertanya, iapun mencoba menaruh punggung tangannya dijidat(?) Jieun, namun Jieun menepisnya, “Jieun-ah...”

“aku mengantuk Yeol, jangan ganggu aku” ucap Jieun pelan, mata gadis itu masih tertutup tidak ada niatan untuk menyambut Chanyeol yang baru pulang kerja

“tumben, bukankah jadwal tidurmu itu jam 11 keatas?”

“jangan banyak tanya”

“kau marah karna tadi pagi?” lagi lagi Chanyeol bertanya, Jieunpun membuka matanya dan duduk dari tidurnya, menatap Chanyeol yang juga menatapnya

“Yeol aku lelah, aku seharian membersihkan seisi apartementmu ini, jadi tolong jangan ganggu aku” ucap Jieun begitu dingin dan terkesan sedikit beremosi, Chanyeolpun menatap Jieun sedikit tak percaya, istrinya berubah menjadi sangat sensitif

“baiklah, maaf aku mengganggumu” Chanyeolpun berjalan pergi meninggalkan kamar, mengambil ranselnya dan kembali masuk kekamar untuk membersihkan diri dan mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah karna latihan full mengingat mereka akan kembali menggelar konser

Jieunpun mengubah posisi tidurnya saat Chanyeol berbaring menghadapnya, Chanyeol benar benar bingung dengan tingkah Jieun yang bahkan membelakanginya, iapun memilih untuk melingkarkan tangan kekarnya dipinggang ramping Jieun, sekedar memeluk gadis itu

Jieun hanya diam, tidak ada respon ataupun gerakan menolak, “jaljayo” lirih Chanyeol iapun memejamkan matanya bersiap tidur, beberapa saat kemudian Chanyeol kembali membuka matanya saat ia mendengar Jieun bersuara, seperti isakan

“Jieun-ah...” bingung Chanyeol, iapun duduk dan melihat Jieun yang mencoba menyembunyikan wajahnya, namun semakin lama isakannya semakin terdengar karna suasana kamar mereka sangat hening, “ada apa? Kenapa kau menangis?” Chanyeol bertanya dengan begitu khawatir

“apa ada yang mengganggumu eoh?” tanya namja itu lagi, namun Jieun tak membalas membuat Chanyeol semakin bingung dengan sikap yeoja yang sudah menjadi istrinya itu, cukup lama Chanyeol hanya diam menunggu Jieun menghentikan tangisnya, jujur ia sangat lelah sekarang, yang ada difikirannya hanya pulang dan tidur, namun Jieun malah membuatnya harus menunda istirahatnya

“Jieun-ah ayo cerita padaku” mohon Chanyeol begitu lembut ketika Jieun sudah tidak menangis lagi, Jieunpun duduk dengan kepala yang menunduk, menyeka sisa airmatanya lalu menatap Chanyeol yang sejak tadi menunggu responnya

“kau mengenalnyakan?” tanya Jieun dengan nada dinginnya, Chanyeol menatapnya bingung tidak mengerti dengan maksud yeoja itu, “Kim Myungsoo, kau mengenalnyakan?” tanya Jieun sekali lagi

“aku tahu dia, kita pernah pergi kerumah abu di Jepang menjenguknya bukan?”

“kau tidak mengenalnya sebelum itu?”

“mwo?” Chanyeol memasang wajah bingung, ia tambah bingung saat Jieun mengambil sesuatu dibalik bantalnya, dan meletakkan selembar photo yang ia temukan tadi siang tepat didepan Chanyeol, “Jieun-ah...” lirih Chanyeol, ia meruntuki dirinya yang sempat kehilangan photo itu

“apa itu? Jelaskan padaku!” lagi lagi mata Jieun berair membuat Chanyeol semakin panik

“YEOL, JELASKAN PADAKU!!”

TBC

Udah chap 5 aja, ceritanya makin rumit yeee, bingung sama hubungan mereka yang rumit banget *ehh
Ya walaupun begitu saya tetap menunggu komen dari chingudeul yang udah nyempatin baca

Komen juseyo hehehe

6 komentar:

  1. ayo jelaskaaan!!! kkk
    mian baru komen di part ini :( soalnya di hp gak bisa komen huhuhu
    fighting thor

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya aku bakalan jelasiiiin... hahaha
      iya gapapa, nde fighting!

      Hapus
  2. Hayoooh chanyeol nyembunyiin apa sama istrimu? Ok aku setuju sma jieun eonni buang aja semuanya apalah itu miyabi, go go semangat, chanyeol itu suamimu,ayo rubah kekeke. Semangat juga buat authornya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha duhhh artis Jepang nyasar di ff saya ya
      oke semangat!

      Hapus
  3. woy author!! tanggung jawab woy!
    aku jadi penasaran tingkat dewa karena ff yang dirimu buat..!

    halah aku kok jadi gini ya,, wkwk ga deng,aku mah cuma becanda dan cuma mau bilang ff mu sangat bagus kak.. hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. oppa tolong aku *sembunyi dibelakang Chanyeol*
      hehehe kirain beneran, makasih yaaa

      Hapus